Cari Blog Ini

Rabu, 03 Desember 2014

Jigeum (Chapter 10)



Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)
 Chapter 10

            Lengkap sudah kebahagiaan Sehun. Menjuarai turnamen basket antar sekolah, menjadi MVP di pertandingan kemarin, dan memiliki Krystal sebagai seorang kekasih. Dunia serasa sedang berpihak padanya. Atau mungkin kemarin adalah hari keberuntungannya.

            “Ya, kau kenapa Hunnie? Kau terlihat bahagia sekali?” tanya Luhan yang tiba-tiba saja membuyarkan lamunan indah Sehun.
            “Aish! Menyebalkan sekali. Aku sedang memiliki khayalan indah yang telah jadi kenyataan, tapi kau malah membuyarkannya” Sehun sedikit kesal.
            “Hehe, mian. Eh, ngomong-ngomong selamat ya atas kemenanganmu” kata Luhan. Sehun sedikit terkejut, pasalnya ia tak pernah bercerita pada Luhan tentang pertandingan kemarin.
            “Darimana kau tahu?” tanya Sehun.
            “Sebenarnya kemarin aku menonton pertandinganmu. Kau keren sekali, bahkan dengan berat hati aku harus mengakui kalau kau lebih keren dariku” kata Luhan sedikit tak ikhlas.
            “Kalau itu sudah sejak lahir” cibir Sehun. Luhan merengut kesal.
            “Bisa katakan padaku kenapa kau begitu terlihat senang?” pinta Luhan.
            “Dasar! Kenapa kau selalu ingin tahu?”
            “Karena aku adalah hyung-mu”
            “Baiklah! Aku akan katakan. Sebenarnya aku dan Krystal resmi jadian kemarin” kata Sehun sambil tersenyum manis.
            “Mwo? Wah, selamat ya. Oh iya Hunnie, kapan-kapan kau ajak Krystal kemari ya, kenalkan dia pada keluarga kita. Pasti eomma akan senang” kata Luhan.
            “Ah! Aku belum berani, lagipula Krystal pasti masih canggung. Kupikir eomma masih terlalu menyukai Seulgi. Aku harus memikirkan saat yang tepat untuk mengenalkan Krystal pada keluarga kita agar eomma mau mengerti” balas Sehun. Luhan hanya mengangguk mengerti. Benar juga apa yang adiknya katakan, ini memang sedikit sulit, tapi seiring dengan berjalannya waktu, mungkin ini akan menjadi lebih mudah.
            “Hunnie. Kamu cepat mandi. Mentang-mentang hari minggu kau mau bermalas-malasan” Luhan sok menasehati. “Kau harus terlihat tampan seperti hyungmu ini. Bagaimana caraku nanti menjelaskan pada calon kakak iparmu? Orang setampan aku memiliki adik yang jelek sepertimu karena bau dan tak mau mandi. Mau kuletakkan dimana wajah tampanku ini?” kata Luhan panjang kali lebar kali tinggi.
            “Aish! Menyebalkan! Lagipula siapa yang kau sebut kakak ipar itu?” tanya Sehun.
            “Kekasihku datang ke Korea hari ini, jadi dia akan menginap disini karena seluruh keluarganya ada di Jepang. Cepatlah mandi. Kamu akan tahu nanti” suruh Luhan. Sehun pun hanya menuruti kata-kata hyung-nya itu. Sebenarnya ia masih sangat malas dan niat awalnya adalah menyelam kealam mimpi sampai nanti siang. Tapi apa daya, Luhan adalah Luhan. Dan permintaan Luhan harus dituruti tanpa satupun kata-kata penolakan.
After Few Minutes
            Sehun sudah selesai mandi, ia turun ke bawah dan langsung menuju dapur. Ia menemukan appa-nya yang sedang membaca Koran di teras rumah dan ditemani oleh secangkir kopi.
            “Pagi appa” sapa Sehun.
            “Sehun-ah. Kau sudah bangun rupanya. Tidak biasanya” appa-nya juga sedikit terkejut karena Sehun sudah bangun bahkan mandi dan terlihat rapi di pagi buta seperti ini.
            “Hyung yang memaksaku. Dia bilang calon kakak ipar akan menginap disini” balas Sehun. Ia duduk disamping appa-nya. Jarang sekali ia bisa mengobrol dengan appa-nya seperti ini, jadi di hari libur seperti ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengobrol dengan appa-nya.
            “Oh. Kekasih hyung-mu memang akan datang kemari dan menginap untuk seminggu. Dia tak punya keluarga disini” jelas appa-nya.
            “Kenapa tak menginap di apartemen saja?” tanya Sehun.
            “Eomma-mu memaksanya untuk tinggal disini” jelas appa-nya lagi.
            “Oh! Begitu rupanya. Ehm, dari tadi aku tak melihat Luhan-hyung. Biasanya kan dia bersemangat sekali kalau pagi-pagi seperti ini” kata Sehun.
            “Dia baru saja berangkat ke bandara untuk menjemput kekasihnya”
            “Appa tak marah Luhan-hyung memiliki kekasih dan membawanya kemari?” tanya Sehun. Ia akan berubah menjadi seperti bayi jika sudah berhadapan dengan appa-nya. Dia akan bertanya apapun bahkan sampai hal-hal yang tidak penting.
            “Kenapa harus marah? Appa pikir hyung-mu sudah cukup dewasa untuk memiliki seorang kekasih” balas appa-nya santai.
            “Begitu rupanya”
            “Apa dengar dari hyung-mu, kau menang dipertandingan kemarin. Apakah itu benar?” tanya appa Sehun.
            “Ne. Kami berjuang mati-matian. Tapi appa, aku sedikit curiga dengan tim lawan. Kurasa mereka menyogok, wasit seperti memihak pada mereka. Bahkan ketika salah satu dari mereka melanggarku”
            “Biarkan saja. Dimana pun itu, kelicikan tak akan pernah menang melawan kejujuran. Bukankah kemarin kau sudah membuktikannya sendiri?”
            “Ne. Appa melihat eomma?” tanya Sehun pada appa-nya.
            “Eomma-mu sedang ada di dapur. Apa kau ingin menemuinya?”
            “Ne. Aku ingin menemui eomma” lalu Sehun beranjak dari duduknya. Ia berjalan menuju dapur.
            “Eomma, kau masak apa? Sepertinya enak sekali” kata Sehun sambil mendekati eomma-nya.
            “Eomma masak banyak hari ini. Chorong akan datang kemari” balas eomma-nya.
            “Chorong nugu?”
            “Dia kekasih hyung-mu. Kamu akan tahu nanti”
            “Oh, jadi namanya Chorong” Sehun menganguk-anggukan kepalanya seolah mengerti.
Skip Time
            “Hyung, dia mirip dengan Bae Irene” Sehun berbisik pada Luhan. Chorong sudah tiba sejak satu jam yang lalu. Sehun pun langsung berkenalan dengannya, dan sekarang Sehun sedang beranggapan bahwa kekasih hyung-nya itu sangat mirip dengan mantan kekasih hyung-nya yang dulu.
            “Jangan keras-keras. Nanti Chorong dengar. Kupikir juga begitu, bahkan dari sikap, rupa, sampai tinggi badan. Semuannya mirip” jelas Luhan sambil melirik kearah Chorong yang sedang megobrol dengan eomma-nya dan memastikan bahwa Chorong tak mendengar percakapan mereka sekarang.
            “Jangan-jangan mereka kembar”
            “Tidak mungkin, marga mereka saja beda, dan Chorong merupakan anak tunggal di keluarganya”
            “Oh begitu rupanya. Mungkin memang orang seperti dialah yang sudah ditakdirkan untukmu” balas Sehun.
            “Hunnie. Apa calon kakak iparmu cantik?” tanya Luhan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sehun.
            “Jujur saja, dia memang cantik, kau pandai memilih seseorang” puji Sehun, dan Luhan pun merasa tersanjung.
            “Kau juga. Krystal juga cantik” balas Luhan.
            “Aish! Kau tak boleh menyukainya lagi. Sekarang Krystal adalah kekasihku” ancam Sehun.
            “Tenang saja. Aku sudah memiliki Chorong untuk bersamaku. Jadi kau tak perlu merasa terancam begitu” balas Luhan santai.
            “Dasar kau percaya diri sekali. Mana mungkin aku merasa terancam olehmu. Aku ini jauh lebih tampan dari pada kau. Justru kaulah yang akan terancam dengan keberadaanku”
            “Aish! Menyebalkan sekali!”
Next Day
            “Hai kekasihku. Apa kabarmu hari ini” Sehun menyapa Krystal yang baru saja datang dan memasuki kelas mereka bersama dengan Sulli. Sulli yang mendengar itu langsung syok, sementara Krystal mendelik tajam kearah Sehun.
            “Apa? Kekasih? Kalian_” Sulli menutup mulutnya tak percaya.
            “Iya Choi Sulli. Kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih” kata Sehun dengan penuh keyakinan yang luar biasa. Sementara itu Sulli langsung mengumumkannya pada seisi kelas kalau Sehun dan Krystal sudah jadian.
            “Oh Sehun. Mulutmu sungguh tak bisa menjaga rahasia” Krystal terlihat kesal.
            “Wae? Aku hanya ingin berbagi hal yang membahagiakan ini dengan teman-teman yang lain. Apakah itu salah?” tanya Sehun.
            “Tapi kau tak perlu menyebarkannya”
            “Bukan aku. Choi Sulli yang menyebarkannya”
            “Tapi kau yang sudah membeberkannya pada Sulli, dan kau tahu kan kalau Sulli itu si tukang gosip” Krystal masih sedikit marah.
            “Ayolah princess, tak perlu marah dengan hal ini” Sehun mencoba merayu Krystal.
            “Menjijikan. Jangan memanggilku seperti itu. Panggil aku Krystal saja”
            “Karena sekarang aku termasuk orang yang dekat denganmu, bagaimana kalau aku memanggilmu Soojung saja?” kata Sehun menawarkan.
            “Terserah kau saja” kata Krystal. Walaupun mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih, rupanya sikap Krystal masih dingin saja. Sehun menghela nafas bosan, dan ia tak akan pernah menyerah.
Skip Time
            “Soojungie, tunggu aku” Sehun berlari dari kejauhan untuk menghampiri Krystal.
            “Wae?”
            “Bagaimana kalau kita pulang bersama?” tawar Sehun.
            “Kebetulan sekali. Aku memang tak punya teman pulang. Chanyeol-oppa kencan dengan Sulli, mereka tega sekali meninggalkanku sendiri. Jadi aku akan menerima tawaranmu”
            “Hahaha… Bukankah itu wajar. Harusnya kau mengerti kalau sekarang Chanyeol-hyung sudah punya yeojachingu. Jadi kau tak bisa terus bergantung padanya” balas Sehun.
            “Aish! Menyebalkan! Kalau orang itu bukan Sulli, pasti aku sudah mem-bully-nya habis-habisan”
            “Sudahlah. Bukankah kita bisa pulang bersama. Aku bisa  menggantikan Chanyeol-hyung untuk menjagamu” kata Sehun tulus, Krystal membalasnya dengan tersenyum tulus juga.
            “Gurae”
            Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang bersama. Mereka berjalan menuju halte bus.
            “Sehun-ah, kau tak bawa mobil atau motor?”
            “Motorku sedang diperbaiki. Mesinnya ada yang rusak. Sedangkan mobilku dipinjam Luhan. Sungguh dia sangat menyusahkan. Pulang ke Korea tanpa membawa mobil-nya. Ini sama sekali tak ada untungnya bagiku” kata Sehun sedikit curcol.
            “Begitu rupanya. Ah, busnya sudah datang. Ayo masuk” Sehun mengangguk, lalu mereka naik ke bus. Ah, ternyata mereka sedikit sial, sore ini bus sangat penuh dan mereka terpaksa harus berdiri karena tak kebagian tempat duduk dan berdesakan dengan penumpang yang lain.
            Krystal hampir saja jatuh karena disenggol-senggol oleh orang-orang disekitarnya. Untung saja ada Sehun yang dengan setia memeganginya. Sehun pun memeluknya dari belakang dan melindungi Krystal agar tak terdesak oleh penumpang yang lain.
            “Tenang saja. Aku disini” kata Sehun. Krystal merasakan jantungnya dipacu sangat cepat. Ia bisa merasakan betapa pipinya memerah. Untung saja Sehun tak melihatnya, kalau sampai Sehun tahun, bisa-bisa ia ditertawakan oleh Sehun.
Sehun POV
            Walaupun aku harus berdesakan dengan banyak penumpang dan dengan udara di dalam bus yang sangat pengap ini. tapi sungguh, hari ini sangat membahagiakan, karena aku menjalaninya dengan Krystal disisi-ku.
END Sehun POV
***
 

Minggu, 16 November 2014

Jigeum (Chapter 09)

Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)
  Chapter 09

            Chanyeol and friends berjuang keras hari ini. Lawan kali ini sangatlah tangguh. School of Performing Arts Seoul adalah juara turnamen tahun lalu. Kim Myungsoo adalah kapten tim basket mereka dan terkenal sangat hebat dalam permainan hebat. Tapi kali ini Seoul Arts High School sudah tak takut lagi, karena mereka memiliki Sehun saat ini dan mereka akan berjuang habis-habisan melawan musuh.
            Babak pertama Seoul Arts High School unggul 20-16, hampir setengah dari angka yang diperoleh adalah hasil kerja keras Sehun, sedangkan angka yang diperoleh lawan sebagian besar disumbangkan oleh Kim Myungsoo.
            PRIITTTTTTTTT………
            Babak kedua dimulai, Chanyeol mulai mendribble bola, lalu mengopernya pada Kai, Kai mengopernya pada Tao, dan Tao pun mengoper bola tersebut pada Kwangmin. Kwangmin siap melakukan dunk, tapi ketika ia berlari ke depan, ternyata ia tak langsung men-shoot bola, dia justru malah melakukan swing, dan bola pun ditangkat Sehun yang langsung melakukan dunk. Dan bolah berhasil masuk ke ring.
            “Aaaaaa……. Sehun-oppa keren!” teriak para supporter Seoul Arts High School, khususnya supporter Sehun. Krystal juga melihatnya. Dengan aksi seperti itu, Sehun memang terlihat sangat keren, terlebih lagi Kwangmin yang melakukan swing dengan sangat akurat dan terarah juga membuatnya terlihat sangat keren di mata para supporter, terutama Hayoung.
            “Sehun-oppa keren sekali, Kwangminnie juga” kata Hayoung bangga. Krystal melirik Hayoung yang sedang berada disebelahnya, tapi ia tak mengatakan apapun sekedar untuk menanggapi ucapan Hayoung.
            Tiba-tiba saja…
            BRUUKKK
            PRIITTTTTTTT
            Ya. Sehun dilanggar oleh pemain lawan dengan nomor punggung 96 yang diketahui bernama ZELO.
            Para supporter yang kaget, sontak langsung melihat kearah tempat kejadian. Sehun tampak tergeletak sambil memegangi pergelangan tangannya yang sepertinya sedang terkilir.
            Aneh. Wasit bahkan hanya memberikan pelanggaran ringan pada ZELO. Ini ada yang aneh. Kenapa wasitnya seolah berlaku tak adil. Hal ini membuat para supporter Seoul Arts High School berteriak marah dan mendadak heboh.
            “Ya! Kenapa hanya pelanggaran ringan! Menyebalkan sekali!” Youngmin berteriak marah.
            “Iya. Ini sungguh aneh. Kenapa pelanggaran keras seperti itu hanya memberikan dua kali free throw pada tim kita? Seharusnya pemain nomor pungguh 96 itu sudah dikeluarkan dari lapangan” Joy menambahi ucapan kekasihnya.
            “Aku curiga. Kenapa wasit seolah memihak tim lawan” sahut Hayoung. Krystal hanya diam, dia tak peduli apa yang mereka semua katakan. Tapi ia sangat penasaran dengan keadaan Sehun. Tadi Sehun tampak kesakitan sambil terus memegangi pergelangan tangannya.
            Babak ketiga sudah terlewati, point sementara 89 untuk Seoul Arts High School dan 93 untuk School of Performing Arts High School. Rupanya keadaan tangan Sehun yang sepertinya cedera karena insiden tadi membuat tembakannya melenceng berkali-kali. Jika ini dibiarkan terus menerus, maka Seoul Arts High School akan kalah dalam pertandingan final ini.
            “Sehun-ah. Tanganmu sakit. Jangan memaksakan diri. Jika kita tak memang hari ini, kau masih memiliki kesempatan untuk tahun depan” kata Chanyeol dengan wajah sedih saat mengetahui keadaan Sehun.
            “Aniyo hyung. Kita harus menang hari ini. Aku memang masih bisa tahun depan. Tapi kau tidak lagi, karena sebentar lagi kau akan lulus. Aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan, dan aku ingin mempersembahkan piala kemenangan itu untukmu hyung. Aku janji” kata Sehun, ia tak ingin mengecewakan Chanyeol dan yang lainnya yang sudah berjuang sejauh ini.
            “Sehun-ah! Tapi kau_”
            “Percayalah padaku hyung” kata Sehun meyakinkan.
            “Gurae. Katakan padaku jika kau merasa kesakitan, maka aku akan menopangmu dari belakang” kata Chanyeol tulus.
            “Ne, hyung. Mari berjuang bersama!”
            PRIITTTTT
            Babak keempat dimulai, dan sekaranglah saatnya nasib mereka akan ditentukan. Sebagai juara atau sebagai pecundang.
Sehun POV
            Teman-teman, aku tak ingin mengecewakan kalian. Walaupun ini sakit sekali, saat aku mencoba untuk men-shoot bola, men-dribble bola, men-swing bola, passing bola, dan men-dunk-nya, tapi aku akan melakukannya. Bahkan jika harus mematahkan tanganku sekaligus, aku akan tetap melakukannya.
End Sehun POV
            Pertandingan hampir mendekati akhir, keunggulan masih miilik School of Performing Arts Seoul dengan 121-120. Waktu yang tersisa hanya tinggal beberapa detik lagi. Sehun semakin mendekati ring, dia terus mendribble bola dan siap untuk melakukan dunk. Ia mati-matian  menahan rasa sakit ditangannya.
            ‘Tak peduli dengan rasa sakit ini. Sekaranglah saatnya, karena kita satu, dan akan menjadi yang nomor satu’
            Sehun melompat tinggi, Myungsoo tampak melompat juga dan mencoba menghalangi usaha Sehun untuk melakukan dunk, tapi ternyata…
            DUNK
            Takdir berkehendak lain. Usaha yang dilakukan Myungsoo sia-sia karena Sehun berhasil memasukkan bola tersebut kedalam ring.
            PRIIITTTTTTT
            “Sehun-ah! Kita menang. Kita menang. Kita benar-benar number one!” Kai langsung menghambur memeluk Sehun.
            Seluruh supporter Seoul Arts High School langsung bersorak-sorai menyambut kemenangan tim mereka.
            “Sehun-ah! Kau berhasil. Kita berhasil!” kata Chanyeol sambil yang langsung memeluk Sehun.
            Dari kejauhan tampak Luhan sedang tersenyum tipis setelah mengetahui kemenangan adiknya. Ia begitu bangga pada Sehun kali ini, karena semasa ia menjadi kapten tim basket dulu, ia hanya mampu membawa Seoul Arts High School menjadi runner-up, dan sekarang Sehun membayarnya dengan tuntas.
            “Itu tadi sangat keren. Sungguh! Sehun-hyung! Dia sangat mengagumkan!” Youngmin berkata dengan sangat bangga.
            “Akhirnya, sekolah kita memenangkannya kali ini!” sahut Joy.
            Krystal tampak tersenyum tipis. Ia ingin sekali menghampiri Sehun yang sudah berada di pinggir lapangan bersama tim-nya. Ia ingin datang dan sekedar member selamat. Tapi,
            “Sehun-ah!” teriak Seulgi. Ia langsung berlari kearah Sehun, lalu memeluknya dengan bangga.
            “Kau tadi hebat sekali. Kami semua bangga padamu! Chukkae!” kata Seulgi bersemangat, lalu ia melepaskan pelukan selamatnya pada Sehun.
            Sehun tersenyum pada Seulgi. “Gomawo ne!” balas Sehun, lalu Seulgi mengangguk tulus.
            Ya. Krystal melihat semuanya, dan ia pun membatalkan niat awalnya yang ingin memberi ucapan selamat pada Sehun. Ia berbalik dan pergi dari tempat itu.
Skip Time
            Krystal sedang menyendiri di atap sekolah. Ia tak mengerti jika rasanya akan sesakit ini. Ya. Dia benar-benar bisa gila sekarang, dan hal itu hanya karena seorang Oh Sehun.
            “Dasar menyebalkan sekali. Dia selalu bilang kalau dia menyukaiku, tetapi malah bermesraan dengan gadis lain” Krystal meluapkan kemarahannya pada langit yang juga tengah mengawasinya secara bebas saat ini.
            “Siapa yang bermesraan dengan gadis lain?” sebuah suara muncul di gendang telinga Krystal, dan ia sudah sangat hafal dengan suara itu.
            “Ya. Oh Sehun. Kenapa kau berada disini?” Krystal menatapnya sangar.
            “Wah! Kau seram sekali. Aku takut!” Sehun menunjukkan ekspresi sok takutnya itu pada Krystal.
            “Dan kau mendengar semua yang kukatakan tadi?” Krystal tampak was-was. Ia sangat khawatir jika Sehun mendengarnya, pasti Sehun akan mengejeknya habis-habisan, dan ia akan sangat malu karena ketahuan menyukai seorang Oh Sehun.
            “Hahaha… Tentu saja aku mendengarnya” kata Sehun santai.
            “Dasar tidak sopan. Tukang menguping. Menyebalkan. Aku membencimu!” wajah Krystal memerah entah karena marah atau malu.
            “Mwo? Kau membenciku? Bukan itu yang sesungguhnya. Kau menyukaiku, arraseo!” Sehun serasa diatas angin sekarang.
            “Menyebalkan sekali, aku sama sekali tak menyukaimu” balas Krystal sambil membuang muka, ia sungguh malu atas hal ini.
            “Oh, kau tidak menyukaiku, tapi kau mencintaiku bukan?”
            “Ya. Oh Sehun kau menyebalkan sekali” bentak Krystal yang sudah sangat malu. Ia tak tahu wajahnya harus ia taruh  dimana. Ia bersiap pergi meninggalkan Sehun. Tapi ketika ia melangkah, Sehun menahan tangannya lalu menariknya kepelukan Sehun.
            “Ya. Menyebalkan. Lepaskan aku!” Krystal memukuli dada bidang Sehun dan terus berontak.
            “Aku sudah tahu perasaanmu sejak awal. Hanya saja kau terus menyangkalnya dan malu untuk mengakuinya. Sudah kubilang bukan, aku menyukaimu, dan kau pun juga begitu” Sehun tak berniat melepaskan Krystal.
            “Terus saja kau katakan seperti itu. Kau bilang menyukaiku, tapi kenyataannya kau malah bermain dengan gadis lain. Menyebalkan sekali. Dasar PLAYBOY cap KUCING. Kau pikir kau tampan!” bentak Krystal yang masih berada dalam dekapan Sehun.
            Sehun yang mendengar banyak fitnah dari Krystal, langsung melepaskan pelukannya. “Mwo? PLAYBOY? Cap KUCING? Bermain dengan gadis lain? Apa maksudmu? Aku bersamamu setiap hari” Sehun tak mengerti dengan semua tuduhan yang diberikan Krystal padanya.
            “Dasar menyebalkan. Bahkan kau masih pura-pura tak mengerti. Kau dan Kang Seulgi terlihat sangat akrab, dan aku berkali-kali memergoki kalian berduaan!” Krystal yang tak mampu menahan rasa marah, akhirnya berhasil mengungkapkan semua yang ada dipikirannya selama ini.
            “Pftttthh_” Sehun tampak menahan tawanya. “Hahaha…” dan akhirnya pertahanan dirinya untuk tidak tertawa telah gagal. Ia bahkan tertawa lepas karena ucapan Krystal.
            “Kenapa kau tertawa?” tanya Krystal heran.
            “Jadi kau cemburu dengan Seugi?” Sehun masih menampakkan wajah sumringahnya. Krystal tak menanggapi ucapan Sehun. Ia sangat malu karena ketahuan cemburu pada Oh Sehun.
            “Aigoo. Neomu kyeopta. Kau cemburu pada Seulgi? Bagaimana bisa? Kau harus tahu, kalau Kang Seulgi itu temanku sejak kami masih balita. Apa kedekatanku dengan Seulgi tidak wajar. Hahaha…”
            Krystal sangat terkejut. Ia merasa dipermainkan. Kenapa bisa ia tertipu dengan Oh Sehun sampai seperti itu. Bahkan ia cemburu pada seorang Kang Seulgi yang notabene-nya adalah teman Sehun sejak balita seperti yang telah Sehun katakan tadi.
            “Tanggal berapa ini? Aku harus mencatatnya. Hari ini sungguh hari yang bersejarah. Hari dimana seorang Oh Sehun dan Jung Soojung resmi menjadi sepasang kekasih” Sehun bahagia sekali rupanya. Krystal hanya mempout bibirnya tanda sebal.
            “Siapa pula yang mau jadi kekasihmu. Dasar menyebalkan!”
            “Oh, rupanya kau langsung ingin jadi istriku? Baiklah! Ayo kita menikah!” seru Sehun senang saat melihat ekspresi lucu bercampur kesal milik Krystal-nya.
            “Dasar menyebalkan. Sehun pabo!” Krystal berbalik badan lalu mulai berjalan menjauhi Sehun, lihatlah! Tapi ia diam-diam sedang tersenyum bahagia. Sungguh. Krystal memang sedang bahagia hari ini, dan ia akan mencatat tanggalnya. (24/12/2014)
            “Ya. Soojung-ah tunggu aku! Ya. Aish! Dasar perempuan!”
***