Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh
Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School
Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini
spesial buat Krystal-eonnie 20th (international) and 21st (korea) birthday.
#HappyKrystalDay :)
Chapter 10
Lengkap
sudah kebahagiaan Sehun. Menjuarai turnamen basket antar sekolah, menjadi MVP
di pertandingan kemarin, dan memiliki Krystal sebagai seorang kekasih. Dunia
serasa sedang berpihak padanya. Atau mungkin kemarin adalah hari keberuntungannya.
“Ya,
kau kenapa Hunnie? Kau terlihat bahagia sekali?” tanya Luhan yang tiba-tiba
saja membuyarkan lamunan indah Sehun.
“Aish!
Menyebalkan sekali. Aku sedang memiliki khayalan indah yang telah jadi
kenyataan, tapi kau malah membuyarkannya” Sehun sedikit kesal.
“Hehe,
mian. Eh, ngomong-ngomong selamat ya atas kemenanganmu” kata Luhan. Sehun
sedikit terkejut, pasalnya ia tak pernah bercerita pada Luhan tentang
pertandingan kemarin.
“Darimana
kau tahu?” tanya Sehun.
“Sebenarnya
kemarin aku menonton pertandinganmu. Kau keren sekali, bahkan dengan berat hati
aku harus mengakui kalau kau lebih keren dariku” kata Luhan sedikit tak ikhlas.
“Kalau
itu sudah sejak lahir” cibir Sehun. Luhan merengut kesal.
“Bisa
katakan padaku kenapa kau begitu terlihat senang?” pinta Luhan.
“Dasar!
Kenapa kau selalu ingin tahu?”
“Karena
aku adalah hyung-mu”
“Baiklah!
Aku akan katakan. Sebenarnya aku dan Krystal resmi jadian kemarin” kata Sehun
sambil tersenyum manis.
“Mwo?
Wah, selamat ya. Oh iya Hunnie, kapan-kapan kau ajak Krystal kemari ya,
kenalkan dia pada keluarga kita. Pasti eomma akan senang” kata Luhan.
“Ah!
Aku belum berani, lagipula Krystal pasti masih canggung. Kupikir eomma masih
terlalu menyukai Seulgi. Aku harus memikirkan saat yang tepat untuk mengenalkan
Krystal pada keluarga kita agar eomma mau mengerti” balas Sehun. Luhan hanya
mengangguk mengerti. Benar juga apa yang adiknya katakan, ini memang sedikit
sulit, tapi seiring dengan berjalannya waktu, mungkin ini akan menjadi lebih
mudah.
“Hunnie.
Kamu cepat mandi. Mentang-mentang hari minggu kau mau bermalas-malasan” Luhan
sok menasehati. “Kau harus terlihat tampan seperti hyungmu ini. Bagaimana
caraku nanti menjelaskan pada calon kakak iparmu? Orang setampan aku memiliki
adik yang jelek sepertimu karena bau dan tak mau mandi. Mau kuletakkan dimana
wajah tampanku ini?” kata Luhan panjang kali lebar kali tinggi.
“Aish!
Menyebalkan! Lagipula siapa yang kau sebut kakak ipar itu?” tanya Sehun.
“Kekasihku
datang ke Korea hari ini, jadi dia akan menginap disini karena seluruh
keluarganya ada di Jepang. Cepatlah mandi. Kamu akan tahu nanti” suruh Luhan.
Sehun pun hanya menuruti kata-kata hyung-nya itu. Sebenarnya ia masih sangat
malas dan niat awalnya adalah menyelam kealam mimpi sampai nanti siang. Tapi
apa daya, Luhan adalah Luhan. Dan permintaan Luhan harus dituruti tanpa satupun
kata-kata penolakan.
After Few Minutes
Sehun
sudah selesai mandi, ia turun ke bawah dan langsung menuju dapur. Ia menemukan
appa-nya yang sedang membaca Koran di teras rumah dan ditemani oleh secangkir
kopi.
“Pagi
appa” sapa Sehun.
“Sehun-ah.
Kau sudah bangun rupanya. Tidak biasanya” appa-nya juga sedikit terkejut karena
Sehun sudah bangun bahkan mandi dan terlihat rapi di pagi buta seperti ini.
“Hyung
yang memaksaku. Dia bilang calon kakak ipar akan menginap disini” balas Sehun.
Ia duduk disamping appa-nya. Jarang sekali ia bisa mengobrol dengan appa-nya
seperti ini, jadi di hari libur seperti ini merupakan sebuah kesempatan untuk
mengobrol dengan appa-nya.
“Oh.
Kekasih hyung-mu memang akan datang kemari dan menginap untuk seminggu. Dia tak
punya keluarga disini” jelas appa-nya.
“Kenapa
tak menginap di apartemen saja?” tanya Sehun.
“Eomma-mu
memaksanya untuk tinggal disini” jelas appa-nya lagi.
“Oh!
Begitu rupanya. Ehm, dari tadi aku tak melihat Luhan-hyung. Biasanya kan dia
bersemangat sekali kalau pagi-pagi seperti ini” kata Sehun.
“Dia
baru saja berangkat ke bandara untuk menjemput kekasihnya”
“Appa
tak marah Luhan-hyung memiliki kekasih dan membawanya kemari?” tanya Sehun. Ia
akan berubah menjadi seperti bayi jika sudah berhadapan dengan appa-nya. Dia
akan bertanya apapun bahkan sampai hal-hal yang tidak penting.
“Kenapa
harus marah? Appa pikir hyung-mu sudah cukup dewasa untuk memiliki seorang
kekasih” balas appa-nya santai.
“Begitu
rupanya”
“Apa
dengar dari hyung-mu, kau menang dipertandingan kemarin. Apakah itu benar?”
tanya appa Sehun.
“Ne.
Kami berjuang mati-matian. Tapi appa, aku sedikit curiga dengan tim lawan.
Kurasa mereka menyogok, wasit seperti memihak pada mereka. Bahkan ketika salah
satu dari mereka melanggarku”
“Biarkan
saja. Dimana pun itu, kelicikan tak akan pernah menang melawan kejujuran.
Bukankah kemarin kau sudah membuktikannya sendiri?”
“Ne.
Appa melihat eomma?” tanya Sehun pada appa-nya.
“Eomma-mu
sedang ada di dapur. Apa kau ingin menemuinya?”
“Ne.
Aku ingin menemui eomma” lalu Sehun beranjak dari duduknya. Ia berjalan menuju
dapur.
“Eomma,
kau masak apa? Sepertinya enak sekali” kata Sehun sambil mendekati eomma-nya.
“Eomma
masak banyak hari ini. Chorong akan datang kemari” balas eomma-nya.
“Chorong
nugu?”
“Dia
kekasih hyung-mu. Kamu akan tahu nanti”
“Oh,
jadi namanya Chorong” Sehun menganguk-anggukan kepalanya seolah mengerti.
Skip Time
“Hyung,
dia mirip dengan Bae Irene” Sehun berbisik pada Luhan. Chorong sudah tiba sejak
satu jam yang lalu. Sehun pun langsung berkenalan dengannya, dan sekarang Sehun
sedang beranggapan bahwa kekasih hyung-nya itu sangat mirip dengan mantan
kekasih hyung-nya yang dulu.
“Jangan
keras-keras. Nanti Chorong dengar. Kupikir juga begitu, bahkan dari sikap,
rupa, sampai tinggi badan. Semuannya mirip” jelas Luhan sambil melirik kearah
Chorong yang sedang megobrol dengan eomma-nya dan memastikan bahwa Chorong tak
mendengar percakapan mereka sekarang.
“Jangan-jangan
mereka kembar”
“Tidak
mungkin, marga mereka saja beda, dan Chorong merupakan anak tunggal di
keluarganya”
“Oh
begitu rupanya. Mungkin memang orang seperti dialah yang sudah ditakdirkan
untukmu” balas Sehun.
“Hunnie.
Apa calon kakak iparmu cantik?” tanya Luhan sambil mengedipkan sebelah matanya
pada Sehun.
“Jujur
saja, dia memang cantik, kau pandai memilih seseorang” puji Sehun, dan Luhan
pun merasa tersanjung.
“Kau
juga. Krystal juga cantik” balas Luhan.
“Aish!
Kau tak boleh menyukainya lagi. Sekarang Krystal adalah kekasihku” ancam Sehun.
“Tenang
saja. Aku sudah memiliki Chorong untuk bersamaku. Jadi kau tak perlu merasa
terancam begitu” balas Luhan santai.
“Dasar
kau percaya diri sekali. Mana mungkin aku merasa terancam olehmu. Aku ini jauh
lebih tampan dari pada kau. Justru kaulah yang akan terancam dengan
keberadaanku”
“Aish!
Menyebalkan sekali!”
Next Day
“Hai
kekasihku. Apa kabarmu hari ini” Sehun menyapa Krystal yang baru saja datang
dan memasuki kelas mereka bersama dengan Sulli. Sulli yang mendengar itu
langsung syok, sementara Krystal mendelik tajam kearah Sehun.
“Apa?
Kekasih? Kalian_” Sulli menutup mulutnya tak percaya.
“Iya
Choi Sulli. Kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih” kata Sehun dengan penuh
keyakinan yang luar biasa. Sementara itu Sulli langsung mengumumkannya pada
seisi kelas kalau Sehun dan Krystal sudah jadian.
“Oh
Sehun. Mulutmu sungguh tak bisa menjaga rahasia” Krystal terlihat kesal.
“Wae?
Aku hanya ingin berbagi hal yang membahagiakan ini dengan teman-teman yang
lain. Apakah itu salah?” tanya Sehun.
“Tapi
kau tak perlu menyebarkannya”
“Bukan
aku. Choi Sulli yang menyebarkannya”
“Tapi
kau yang sudah membeberkannya pada Sulli, dan kau tahu kan kalau Sulli itu si
tukang gosip” Krystal masih sedikit marah.
“Ayolah
princess, tak perlu marah dengan hal ini” Sehun mencoba merayu Krystal.
“Menjijikan.
Jangan memanggilku seperti itu. Panggil aku Krystal saja”
“Karena
sekarang aku termasuk orang yang dekat denganmu, bagaimana kalau aku
memanggilmu Soojung saja?” kata Sehun menawarkan.
“Terserah
kau saja” kata Krystal. Walaupun mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih,
rupanya sikap Krystal masih dingin saja. Sehun menghela nafas bosan, dan ia tak
akan pernah menyerah.
Skip Time
“Soojungie,
tunggu aku” Sehun berlari dari kejauhan untuk menghampiri Krystal.
“Wae?”
“Bagaimana
kalau kita pulang bersama?” tawar Sehun.
“Kebetulan
sekali. Aku memang tak punya teman pulang. Chanyeol-oppa kencan dengan Sulli,
mereka tega sekali meninggalkanku sendiri. Jadi aku akan menerima tawaranmu”
“Hahaha…
Bukankah itu wajar. Harusnya kau mengerti kalau sekarang Chanyeol-hyung sudah
punya yeojachingu. Jadi kau tak bisa terus bergantung padanya” balas Sehun.
“Aish!
Menyebalkan! Kalau orang itu bukan Sulli, pasti aku sudah mem-bully-nya
habis-habisan”
“Sudahlah.
Bukankah kita bisa pulang bersama. Aku bisa
menggantikan Chanyeol-hyung untuk menjagamu” kata Sehun tulus, Krystal membalasnya
dengan tersenyum tulus juga.
“Gurae”
Akhirnya
mereka memutuskan untuk pulang bersama. Mereka berjalan menuju halte bus.
“Sehun-ah,
kau tak bawa mobil atau motor?”
“Motorku
sedang diperbaiki. Mesinnya ada yang rusak. Sedangkan mobilku dipinjam Luhan.
Sungguh dia sangat menyusahkan. Pulang ke Korea tanpa membawa mobil-nya. Ini
sama sekali tak ada untungnya bagiku” kata Sehun sedikit curcol.
“Begitu
rupanya. Ah, busnya sudah datang. Ayo masuk” Sehun mengangguk, lalu mereka naik
ke bus. Ah, ternyata mereka sedikit sial, sore ini bus sangat penuh dan mereka
terpaksa harus berdiri karena tak kebagian tempat duduk dan berdesakan dengan
penumpang yang lain.
Krystal
hampir saja jatuh karena disenggol-senggol oleh orang-orang disekitarnya.
Untung saja ada Sehun yang dengan setia memeganginya. Sehun pun memeluknya dari
belakang dan melindungi Krystal agar tak terdesak oleh penumpang yang lain.
“Tenang
saja. Aku disini” kata Sehun. Krystal merasakan jantungnya dipacu sangat cepat.
Ia bisa merasakan betapa pipinya memerah. Untung saja Sehun tak melihatnya,
kalau sampai Sehun tahun, bisa-bisa ia ditertawakan oleh Sehun.
Sehun POV
Walaupun
aku harus berdesakan dengan banyak penumpang dan dengan udara di dalam bus yang
sangat pengap ini. tapi sungguh, hari ini sangat membahagiakan, karena aku
menjalaninya dengan Krystal disisi-ku.
END Sehun POV
***

