Cari Blog Ini

Rabu, 03 Desember 2014

Jigeum (Chapter 10)



Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)
 Chapter 10

            Lengkap sudah kebahagiaan Sehun. Menjuarai turnamen basket antar sekolah, menjadi MVP di pertandingan kemarin, dan memiliki Krystal sebagai seorang kekasih. Dunia serasa sedang berpihak padanya. Atau mungkin kemarin adalah hari keberuntungannya.

            “Ya, kau kenapa Hunnie? Kau terlihat bahagia sekali?” tanya Luhan yang tiba-tiba saja membuyarkan lamunan indah Sehun.
            “Aish! Menyebalkan sekali. Aku sedang memiliki khayalan indah yang telah jadi kenyataan, tapi kau malah membuyarkannya” Sehun sedikit kesal.
            “Hehe, mian. Eh, ngomong-ngomong selamat ya atas kemenanganmu” kata Luhan. Sehun sedikit terkejut, pasalnya ia tak pernah bercerita pada Luhan tentang pertandingan kemarin.
            “Darimana kau tahu?” tanya Sehun.
            “Sebenarnya kemarin aku menonton pertandinganmu. Kau keren sekali, bahkan dengan berat hati aku harus mengakui kalau kau lebih keren dariku” kata Luhan sedikit tak ikhlas.
            “Kalau itu sudah sejak lahir” cibir Sehun. Luhan merengut kesal.
            “Bisa katakan padaku kenapa kau begitu terlihat senang?” pinta Luhan.
            “Dasar! Kenapa kau selalu ingin tahu?”
            “Karena aku adalah hyung-mu”
            “Baiklah! Aku akan katakan. Sebenarnya aku dan Krystal resmi jadian kemarin” kata Sehun sambil tersenyum manis.
            “Mwo? Wah, selamat ya. Oh iya Hunnie, kapan-kapan kau ajak Krystal kemari ya, kenalkan dia pada keluarga kita. Pasti eomma akan senang” kata Luhan.
            “Ah! Aku belum berani, lagipula Krystal pasti masih canggung. Kupikir eomma masih terlalu menyukai Seulgi. Aku harus memikirkan saat yang tepat untuk mengenalkan Krystal pada keluarga kita agar eomma mau mengerti” balas Sehun. Luhan hanya mengangguk mengerti. Benar juga apa yang adiknya katakan, ini memang sedikit sulit, tapi seiring dengan berjalannya waktu, mungkin ini akan menjadi lebih mudah.
            “Hunnie. Kamu cepat mandi. Mentang-mentang hari minggu kau mau bermalas-malasan” Luhan sok menasehati. “Kau harus terlihat tampan seperti hyungmu ini. Bagaimana caraku nanti menjelaskan pada calon kakak iparmu? Orang setampan aku memiliki adik yang jelek sepertimu karena bau dan tak mau mandi. Mau kuletakkan dimana wajah tampanku ini?” kata Luhan panjang kali lebar kali tinggi.
            “Aish! Menyebalkan! Lagipula siapa yang kau sebut kakak ipar itu?” tanya Sehun.
            “Kekasihku datang ke Korea hari ini, jadi dia akan menginap disini karena seluruh keluarganya ada di Jepang. Cepatlah mandi. Kamu akan tahu nanti” suruh Luhan. Sehun pun hanya menuruti kata-kata hyung-nya itu. Sebenarnya ia masih sangat malas dan niat awalnya adalah menyelam kealam mimpi sampai nanti siang. Tapi apa daya, Luhan adalah Luhan. Dan permintaan Luhan harus dituruti tanpa satupun kata-kata penolakan.
After Few Minutes
            Sehun sudah selesai mandi, ia turun ke bawah dan langsung menuju dapur. Ia menemukan appa-nya yang sedang membaca Koran di teras rumah dan ditemani oleh secangkir kopi.
            “Pagi appa” sapa Sehun.
            “Sehun-ah. Kau sudah bangun rupanya. Tidak biasanya” appa-nya juga sedikit terkejut karena Sehun sudah bangun bahkan mandi dan terlihat rapi di pagi buta seperti ini.
            “Hyung yang memaksaku. Dia bilang calon kakak ipar akan menginap disini” balas Sehun. Ia duduk disamping appa-nya. Jarang sekali ia bisa mengobrol dengan appa-nya seperti ini, jadi di hari libur seperti ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengobrol dengan appa-nya.
            “Oh. Kekasih hyung-mu memang akan datang kemari dan menginap untuk seminggu. Dia tak punya keluarga disini” jelas appa-nya.
            “Kenapa tak menginap di apartemen saja?” tanya Sehun.
            “Eomma-mu memaksanya untuk tinggal disini” jelas appa-nya lagi.
            “Oh! Begitu rupanya. Ehm, dari tadi aku tak melihat Luhan-hyung. Biasanya kan dia bersemangat sekali kalau pagi-pagi seperti ini” kata Sehun.
            “Dia baru saja berangkat ke bandara untuk menjemput kekasihnya”
            “Appa tak marah Luhan-hyung memiliki kekasih dan membawanya kemari?” tanya Sehun. Ia akan berubah menjadi seperti bayi jika sudah berhadapan dengan appa-nya. Dia akan bertanya apapun bahkan sampai hal-hal yang tidak penting.
            “Kenapa harus marah? Appa pikir hyung-mu sudah cukup dewasa untuk memiliki seorang kekasih” balas appa-nya santai.
            “Begitu rupanya”
            “Apa dengar dari hyung-mu, kau menang dipertandingan kemarin. Apakah itu benar?” tanya appa Sehun.
            “Ne. Kami berjuang mati-matian. Tapi appa, aku sedikit curiga dengan tim lawan. Kurasa mereka menyogok, wasit seperti memihak pada mereka. Bahkan ketika salah satu dari mereka melanggarku”
            “Biarkan saja. Dimana pun itu, kelicikan tak akan pernah menang melawan kejujuran. Bukankah kemarin kau sudah membuktikannya sendiri?”
            “Ne. Appa melihat eomma?” tanya Sehun pada appa-nya.
            “Eomma-mu sedang ada di dapur. Apa kau ingin menemuinya?”
            “Ne. Aku ingin menemui eomma” lalu Sehun beranjak dari duduknya. Ia berjalan menuju dapur.
            “Eomma, kau masak apa? Sepertinya enak sekali” kata Sehun sambil mendekati eomma-nya.
            “Eomma masak banyak hari ini. Chorong akan datang kemari” balas eomma-nya.
            “Chorong nugu?”
            “Dia kekasih hyung-mu. Kamu akan tahu nanti”
            “Oh, jadi namanya Chorong” Sehun menganguk-anggukan kepalanya seolah mengerti.
Skip Time
            “Hyung, dia mirip dengan Bae Irene” Sehun berbisik pada Luhan. Chorong sudah tiba sejak satu jam yang lalu. Sehun pun langsung berkenalan dengannya, dan sekarang Sehun sedang beranggapan bahwa kekasih hyung-nya itu sangat mirip dengan mantan kekasih hyung-nya yang dulu.
            “Jangan keras-keras. Nanti Chorong dengar. Kupikir juga begitu, bahkan dari sikap, rupa, sampai tinggi badan. Semuannya mirip” jelas Luhan sambil melirik kearah Chorong yang sedang megobrol dengan eomma-nya dan memastikan bahwa Chorong tak mendengar percakapan mereka sekarang.
            “Jangan-jangan mereka kembar”
            “Tidak mungkin, marga mereka saja beda, dan Chorong merupakan anak tunggal di keluarganya”
            “Oh begitu rupanya. Mungkin memang orang seperti dialah yang sudah ditakdirkan untukmu” balas Sehun.
            “Hunnie. Apa calon kakak iparmu cantik?” tanya Luhan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sehun.
            “Jujur saja, dia memang cantik, kau pandai memilih seseorang” puji Sehun, dan Luhan pun merasa tersanjung.
            “Kau juga. Krystal juga cantik” balas Luhan.
            “Aish! Kau tak boleh menyukainya lagi. Sekarang Krystal adalah kekasihku” ancam Sehun.
            “Tenang saja. Aku sudah memiliki Chorong untuk bersamaku. Jadi kau tak perlu merasa terancam begitu” balas Luhan santai.
            “Dasar kau percaya diri sekali. Mana mungkin aku merasa terancam olehmu. Aku ini jauh lebih tampan dari pada kau. Justru kaulah yang akan terancam dengan keberadaanku”
            “Aish! Menyebalkan sekali!”
Next Day
            “Hai kekasihku. Apa kabarmu hari ini” Sehun menyapa Krystal yang baru saja datang dan memasuki kelas mereka bersama dengan Sulli. Sulli yang mendengar itu langsung syok, sementara Krystal mendelik tajam kearah Sehun.
            “Apa? Kekasih? Kalian_” Sulli menutup mulutnya tak percaya.
            “Iya Choi Sulli. Kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih” kata Sehun dengan penuh keyakinan yang luar biasa. Sementara itu Sulli langsung mengumumkannya pada seisi kelas kalau Sehun dan Krystal sudah jadian.
            “Oh Sehun. Mulutmu sungguh tak bisa menjaga rahasia” Krystal terlihat kesal.
            “Wae? Aku hanya ingin berbagi hal yang membahagiakan ini dengan teman-teman yang lain. Apakah itu salah?” tanya Sehun.
            “Tapi kau tak perlu menyebarkannya”
            “Bukan aku. Choi Sulli yang menyebarkannya”
            “Tapi kau yang sudah membeberkannya pada Sulli, dan kau tahu kan kalau Sulli itu si tukang gosip” Krystal masih sedikit marah.
            “Ayolah princess, tak perlu marah dengan hal ini” Sehun mencoba merayu Krystal.
            “Menjijikan. Jangan memanggilku seperti itu. Panggil aku Krystal saja”
            “Karena sekarang aku termasuk orang yang dekat denganmu, bagaimana kalau aku memanggilmu Soojung saja?” kata Sehun menawarkan.
            “Terserah kau saja” kata Krystal. Walaupun mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih, rupanya sikap Krystal masih dingin saja. Sehun menghela nafas bosan, dan ia tak akan pernah menyerah.
Skip Time
            “Soojungie, tunggu aku” Sehun berlari dari kejauhan untuk menghampiri Krystal.
            “Wae?”
            “Bagaimana kalau kita pulang bersama?” tawar Sehun.
            “Kebetulan sekali. Aku memang tak punya teman pulang. Chanyeol-oppa kencan dengan Sulli, mereka tega sekali meninggalkanku sendiri. Jadi aku akan menerima tawaranmu”
            “Hahaha… Bukankah itu wajar. Harusnya kau mengerti kalau sekarang Chanyeol-hyung sudah punya yeojachingu. Jadi kau tak bisa terus bergantung padanya” balas Sehun.
            “Aish! Menyebalkan! Kalau orang itu bukan Sulli, pasti aku sudah mem-bully-nya habis-habisan”
            “Sudahlah. Bukankah kita bisa pulang bersama. Aku bisa  menggantikan Chanyeol-hyung untuk menjagamu” kata Sehun tulus, Krystal membalasnya dengan tersenyum tulus juga.
            “Gurae”
            Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang bersama. Mereka berjalan menuju halte bus.
            “Sehun-ah, kau tak bawa mobil atau motor?”
            “Motorku sedang diperbaiki. Mesinnya ada yang rusak. Sedangkan mobilku dipinjam Luhan. Sungguh dia sangat menyusahkan. Pulang ke Korea tanpa membawa mobil-nya. Ini sama sekali tak ada untungnya bagiku” kata Sehun sedikit curcol.
            “Begitu rupanya. Ah, busnya sudah datang. Ayo masuk” Sehun mengangguk, lalu mereka naik ke bus. Ah, ternyata mereka sedikit sial, sore ini bus sangat penuh dan mereka terpaksa harus berdiri karena tak kebagian tempat duduk dan berdesakan dengan penumpang yang lain.
            Krystal hampir saja jatuh karena disenggol-senggol oleh orang-orang disekitarnya. Untung saja ada Sehun yang dengan setia memeganginya. Sehun pun memeluknya dari belakang dan melindungi Krystal agar tak terdesak oleh penumpang yang lain.
            “Tenang saja. Aku disini” kata Sehun. Krystal merasakan jantungnya dipacu sangat cepat. Ia bisa merasakan betapa pipinya memerah. Untung saja Sehun tak melihatnya, kalau sampai Sehun tahun, bisa-bisa ia ditertawakan oleh Sehun.
Sehun POV
            Walaupun aku harus berdesakan dengan banyak penumpang dan dengan udara di dalam bus yang sangat pengap ini. tapi sungguh, hari ini sangat membahagiakan, karena aku menjalaninya dengan Krystal disisi-ku.
END Sehun POV
***