Cari Blog Ini

Jumat, 11 Juli 2014

My Feeling (Oneshoot)

Tittle           : My Feeling
Author        : Shin Kyona
Genre          : Romance, School Life
Main Cast   : A Pink Hayoung dan Boyfriend Kwangmin
Other Cast  : A Pink members, Boyfriend members, Kim Sohyun, Lee Yooyoung, Choi Sulli, Bae Suzy, Krystal Jung, Oh Sehun, Park Chanyeol, dan Hong Yookyung.
Disclaimer   : FF ini murni hasil pemikiran author. Author buat FF ini sehari semalem sampai nggak tidur. Hehehe, semoga kalian suka deh ^__^


My Feeling (Oneshoot)

            BRUKKK
            “Eh, lu kalau jalan pake mata dong!” Hayoung ditabrak oleh tubuh tinggi Kwangmin, entah sengaja atau tidak sehingga membuatnya jatuh terduduk, lalu ia segera dibantu oleh member A Pink yang lain untuk bangun.
            “Pabo lu ya, jelas aja gue jalannya pake kaki keles, mana ada jalan pake mata” bukannya minta maaf, Kwangmin malah ngelunjak.
            WKWKWKWKKK…
            Sementara member Boyfriend yang lain malah menertawakan Hayoung yang jatuh dengan cara yang sangat tidak elite itu. Melihat semua itu, member A Pink langsung mendelik kearah mereka dan membuat mereka langsung menghentikan tawanya.
            “Sialan lu, bukannya minta maaf, malah ngelunjak!” Hayoung sudah naik darah karena ucapan Kwangmin tadi.
            “Mwo? Masalah buat lu, pagi-pagi ngajakin gue berantem nih!” Kwangmin malah menantang.
            “OMG Hello, masak iya lu mau berantem sama yeoja, banci lu!” Hayoung nggak terima.
            “Eh, sialan lu. Yeoja galak kayak elu gue doain nggak bakal laku!”
            “Mwoya? Jinjja pabo-ya. Neo nappeun namja-ya!” Hayoung berteriak pada Kwangmin.
            “Aigoo! Hayoungie! Udah deh, kamu ngalah aja, kamu kan tahu dia kayak apa. Mending kita ke kelas, daripada nanggepin omongan dia yang nggak ada habisnya. Kamu kan tahu kalau 4D gila itu emang cerewet setengah hidup!” Namjoo mencoba berkomentar.
            “Aigoo! Sama aja kali Nam, mau disini mau dikelas, ujung-ujungnya juga ketemu sama setan gila ini!” balas Hayoung.
            “Apa lu bilang? Setan gila? Dasar lu cewek nggak jelas, cewek galak! Jangan-jangan lu transgender lagi!” Kwangmin yang tidak terima dihina balik menghina Hayoung.
            “Eh! Tuh mulut bisa diem nggak!” emosi Hayoung semakin memuncak karena hinaan tajam Kwangmin.
            “Nggak tuh!”
            “Aish!” Hayoung sudah bersiap untuk menampar Kwangmin, tapi Chorong menahannya dan mengelus punggungnya.
            “Kwang! Udah deh! Bikin masalah aja pagi-pagi. Gua bilangin eomma lu!” Youngmin yang sudah tak tahan dengan suasana berisik seperti ini langsung angkat bicara.
            “Hyung! Apaan sih! Masak gitu aja dibilangin eomma! Mentang-mentang lu pacaran sama Naeun, terus lu belain geng mereka gitu?” ya, Kwangmin benar. Youngmin dan Naeun memang sudah pacaran semenjak setahun lalu, seminggu setelah MOS mereka resmi menjalin hubungan itu. Bukan hanya Youngmin, sebenarnya member Boyfriend dan member A Pink banyak juga yang pacaran. Hyunseong dan Bomi, Donghyun dan Chorong, Jeongmin dan Eunji, sementara Kwangmin, Hayoung, Minwoo, dan Namjoo masih jomblo.
            “Ya, nggak gitu juga kali Kwang!”
            “Udahlah! Udah mau bel tuh, sebagai leader di Boyfriend sekaligus ketua kelas, gue nyuruh kalian semua untuk masuk ke kelas sekarang juga!” kalau Donghyun sudah bersuara, tak ada yang berani menentangnya.
            “Nde” jawab semuanya serempak.
Skip Time
            Hayoung duduk di bangkunya yang berada paling belakang. Sekarang para guru sedang ada rapat, jadi seluruh murid mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing. Seperti murid yang lainnya, Hayoung juga memiliki kegiatan sendiri, ia sedang mengobrol dengan Sehun sambil sesekali tertawa karena Sehun telah menceritakan hal yang lucu padanya. Kwangmin yang sedang duduk bergerombol dengan member Boyfriend lainnya tak sengaja melihatnya.
Kwangmin POV
            Ada apa dengannya? Sepertinya bahagia sekali. Ah! apa peduliku. Ingat Kwang! Kau membencinya! BENCI! Jangan lupakan itu! *author: jangan lupakan juga kalau BENCI itu singkatan dari BENAR-BENAR CINTA! wkwkwkwk* *kwang: author sialan diem lu!* *author: iye-iye, yaudah back to story*
END Kwangmin POV
Skip Time
            Akhir-akhir ini Kwangmin jadi sering memikirkan Hayoung. Sebenarnya apa sih yang dia pikirkan? Bukankah dia sangat membenci Hayoung?
            Youngmin datang menghampiri Kwangmin yang sedang duduk ditepi ranjangnya.
            “Lu mikirin sesuatu ya? Kayaknya serius banget!”
            “Nggak kok. Kepo banget lu hyung!”
            “Jiah! Nih anak, dibaik-baikin malah gue dibilang kepo lagi. Yaudah deh! Silahkan lu mikirin hal-hal yang pengen lu pikirin, gue tahu kok kalau lu lagi mikirin sesuatu. Gue tinggal dulu. Gue mau futsal di lapangan sebelah sama Hyunmin” kata Youngmin bijak.
            “Iye, minggir sana lu! Ganggu aja lu!”
            “Iye, iye keles!” balas Youngmin bosan.
Skip Time
            Hari ini setelah jam sekolah usai, Kwangmin, Youngmin, Naeun, Namjoo, Minwoo, dan Hayoung ada jadwal piket bersama. Saat mereka sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, tiba-tiba saja Youngmin angkat bicara.
            “Semuanya, gue udah selesai nih” Youngmin datang menghampiri saudara kembarnya yang masih sibuk dengan pekerjaannya itu. “Hei, Kwang! Nih kunci motor, gue sama Naeun mau ke toko buku dulu. Lu nggak apa-apa kan pulang sendirian. Biar nanti gue naik bus aja” lanjutnya.
            “Dasar! Nggak bisa apa kalau sehari aja tanpa kencan?” sahut Kwangmin kesal.
            “Ya nggak bisa dong my twin, namanya juga sayang” balas Youngmin sambil melirik Naeun sekilas, Naeun hanya tersenyum canggung.
            “Makanya lu Kwang! Cari yeojachingu dong, biar nggak kesepian gitu. Gue rasa hidup lu udah mulai garing tuh!” Minwoo menyahut dari belakangnya.
            “Aish! Kayak lu punya cewek aja!” Kwangmin balik menghina Minwoo.
            “Ada kok, bentar lagi gue juga punya cewek” balas Minwoo sambil melirik Namjoo penuh arti. Namjoo hanya bisa ber-salting ria saat Minwoo meliriknya.
            “Yaudah! Gue sama Namjoo mau pulang bareng. Hati-hati ya kalau disini sama Miss. Galak sendirian” Minwoo melirik Hayoung jenaka.
            “What the_”
            “Stop! Gue tahu apa yang mau lu omongin. Cukup sudah sampai disini Hayoungie. Kita pulang dulu ya! Bye!” Minwoo mengambil alih tangan Namjoo dari gagang sapu yang ia pegang. Sementara Youngmin dan Naeun juga mengikuti Minwoo untuk keluar dari kelas.
            “Aish! Namjoo-unnie sama Naeun-unnie tega banget sih sama gue! Masak gue ditinggalin sendiri dikelas sama makhluk astral kayak dia” gumam Hayoung, tapi Kwangmin masih bisa mendengarnya, sehingga membuatnya mendelik kesumber suara tersebut.
            “Apa lu lihat-lihat!” Hayoung sudah mulai lagi galaknya.
            “Suka-suka gue dong. Mata juga mata gue kok! Terserah dong kalau gue mau lihat apa aja yang masih bisa gue lihat! Masalah buat lu!” balas Kwangmin tak kalah sengit.
            “Udah deh! Gue lagi males debat sama lu. Cepetin tuh ngelap kacanya biar cepet selesai” sahut Hayoung tampak malas.
            “Tumben-tumbenan lu kepengen cepet-cepet? Biasanya juga lu yang jadi PETIR (baca: penghuni terakhir) sekolah ini” Kwangmin mengernyitkan dahinya heran.
            “Suka-suka gue dong. Orang gue mau kencan kok! Jadi wajar dong kalau gue pengen cepet-cepet selesai”
            DEG
            Entah kenapa, ada sebagian hati kecil Kwangmin merasa bergemuruh saat Hayoung mengucapkan itu.
            “Hahaha…..! Mana ada cowok yang mau kencan sama cewek galak kayak lu? Orang mereka semua aja takut sama lu” Kwangmin mencoba mencaci maki Hayoung untuk memastikan kalau ia benar-benar membenci gadis yang ada didepannya tersebut.
            “Eh sialan lu! Gue kencan sama Sehun, keles! Emangnya elu nggak laku!”
            DEG
DEG
DEG
DEG
DEG
            Dan sekarang hatinya menjadi lebih bergemuruh dari yang tadi. Seperti rasa marah yang ia rasakan. Entah apa itu, Kwangmin juga masih kurang tahu.
            Kwangmin bangkit dan mengambil tasnya yang ada dibangku. Tanpa berkata apa-apa pada Hayoung, ia langsung pergi begitu saja dari kelas mereka. Hayoung hanya memandang punggung Kwangmin heran, dan ia tak memiliki sedikit pun niat untuk memanggil atau bahkan bertanya kepada Kwangmin kenapa tiba-tiba ia pulang begitu saja tanpa mengatakan apa-apa. Bahkan Kwangmin tidak membalas caciannya tadi.
Skip Time
            Kwangmin sudah sampai dirumahnya, ia membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya sambil memandang langit-langit kamarnya dengan gelisah.
Kwangmin POV
            Apa sih yang gue pikirin? Kenapa tiba-tiba kayak gini? Terserah dia dong. Mau kencan kek, mau kemana kek, mau jungkir balik kek, mau mati kek, APA PEDULI GUE? Toh dia bukan siapa-siapa gue. Teman bukan, saudara bukan, musuh iya. Terus ngapain gue harus susah-susah mikirin dia. Apa jangan-jangan gue___
            Mwo? Nggak mungkin! Nggak akan! Impossible! HELL NO! Siapa coba yang sudi punya pacar mak lampir kayak dia. Dilihat dari manapun juga tetep aja galak! Tapi dia cantik juga sih, dibandingkan dengan member A Pink yang lain. WHAT THE HELL? Tadi gue bilang apa? Dia cantik? Cuih amit-amit. *kwang: thor tolong pas bagian gue bilang dia cantik di-delete aja* *author: suka-suka gue dong! kan gue yang ngetik! kenape jadi lu yang sewot!* *kwang: iye deh, terserah lu thor, gue pusing! gue mau tidur dulu! awas kalau lu sampai bangunin gue! bakal gue cabik-cabik lu!* *author: yeileh, kejem banget lu, iye dah tidur aja sana!*
End Kwangmin POV
Skip Time
            Member A Pink dan member Boyfriend sedang makan siang bersama di kantin sekolah mereka. Sebenarnya mereka akur, tetapi ada dua member mereka yang kalau bertengkar bak musuh bebuyutan. Siapa lagi kalau bukan Hayoung dan Kwangmin. Semua orang juga tahu kalau mereka SO BAD kalau sedang bersama.
            “Eh, semuanya. Gue mau ngomong sesuatu nih” Minwoo membuka pembicaraan diantara mereka semua.
            “Ngomong aja nape, gitu aja susah amat” balas Jeongmin yang sedang lahap menyantap makanannya.
            “Sebenernya gue sama Namjoo udah jadian”
            “MWO? Kapan?” Namjoo langsung memerah ketika semua member sedang menginterogasinya, begitu juga dengan Minwoo.
            “Aish! Kalian bisa santai nggak sih?”
            “Iye, iye, tapi kapan lu jadian sama Namjoo?” tanya Eunji.
            “Seminggu yang lalu” jawab Minwoo jujur.
            “What the_”
            “Terus kenape lu baru cerita sekarang?” tanya Donghyun.
            “Ya kita belum siap aja gitu buat cerita sama kalian. Ya nggak Nam?” kata Minwoo sambil meminta persetujuan Namjoo. Namjoo hanya mengangguk malu.
            “Aish! Yaudah deh! Karena lu jadiannya sama Namjoo, gue sebagai hyung merestui lu!” kata Donghyun lagi dengan sangat yakin, sehingga membuat member lainnya mengangguk setuju.
            “Gomawo deh kalau kalian setuju. Hehehe” balas Minwoo sambil cengengesan.
            “Berarti sekarang yang masih jomblo tinggal HaKwang dong?” tanya Bomi memastikan.
            “Eh, apaan tuh HaKwang?” Chorong penasaran.
            “Ya HaKwang. Itu tuh Hayoung Kwangmin” jawab Bomi sambil menunjuk kearah Hayoung dan Kwangmin.
            “MWO? HaKwang? Cuih cuih! Eonnie jangan sembarangan dong bikin nama singkatan kayak gitu. Aish! Aku benar-benar nggak setuju. Lagian aku udah nggak jomblo kok!” Hayoung yang tidak terima langsung menyahuti ucapan para eonnie-nya.
            Kwangmin sedikit terkejut saat Hayoung mengatakan kalau dirinya sudah tidak jomblo lagi. Ada sedikit sebagian hati kecilnya yang mencelos tak percaya dengan apa yang diucapkan gadis dihadapannya.
            “Mwoya? Kau sudah nggak jomblo? Nugu-ya? Nugu nugu?” Naeun mendesak Hayoung untuk mengatakannya.
            “Aish! Iya deh gue bilang. Sebenernya kita jadiannya baru kemaren_”
            DEG
            DEG
            DEG
            “Soalnya kemaren dia ngajakin gue kencan gitu_”
            DEG
            DEG
            DEG
            “Dia romantis deh. Dia ngajakin gue ke tepi Han River, dan dia nyatain perasaannya_”
            DEG
            DEG
            DEG
            “Dan gue terima dong. Orang dia baik, tinggi, keren kok, masak iya gue nyia-nyiain dia_”
            DEG
            DEG
            DEG
            “Orang yang kumaksud adalah_”
            DEG
            DEG
            DEG
            “Nah! Itu dia_”
            DEG
            DEG
            DEG
            “Sehun-oppa!”
            DEG
            Semua mata langsung tertuju pada Sehun yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka dengan senyum yang terlukis dibibir tipisnya itu.
            “Oh! Jadi orangnya Sehun yang sekarang memiliki uri-Hayoungie” kata Chorong sambil tersenyum. Semua member tersenyum kearah Sehun saat dia sudah berada di dekat mereka, kecuali Kwangmin. Dia hanya memasang wajah datarnya seperti biasa.
            “Heh! Kenape lu memandang Sehun-oppa kayak gitu! Lu iri karena gue udah punya namjachingu sekarang? Kasihan banget sih lu! Sekarang siapa yang nggak laku?” kata Hayoung pada Kwangmin dengan kejam. Kwangmin diam tak berkomentar sedikit pun, dia malah berlalu pergi meninggalkan member lainnya yang masih dipenuhi tanda tanya dikepala mereka.
            “Dasar! Dia lagi kumat ya oppa?” tanya Hayoung pada Youngmin.
            “Mungkin! Kau kan tahu kalau Kwangmin itu 4D. Kadang aneh, kadang dingin, kadang hyperactive, dan kadang juga PANAS!” ujar Youngmin sambil menyeringai setan, membuat semua mata mendelik tajam kearahnya.
            “Eh! Youngmin-ah! Apa maksudmu?” tanya Naeun dengan dahinya yang berkerut.
            “Yah, kau tahulah maksudku chagi” jawab Youngmin sambil menunjukkan seringainya. Sementara yang lain sudah bergidik ngeri, kecuali Hayoung, karena ia benar-benar tak tahu apa yang dimaksud oleh Youngmin, mungkin karena ia masih terlalu muda.
Skip Time
Kwangmin POV
            Aish! Niga wae? Kenapa gue kayak gini. bukan urusan gue juga kan kalau dia sama Sehun jadian sekalipun. Ingat Kwang! Dia sama sekali bukan type-lu! *author: alah! munafik banget lu!* *Kwangmin: diem lu, sialan!* *author: iye-iye, udah sono lanjutin story-nye*
            Gue nggak peduli, gue bener-bener nggak peduli. Mau dia pergi kencan sama siapa kek. Pacaran sama siapa kek. GUE NGGAK PEDULI! Yang gue tahu, kalau gue itu bener-bener BENCI sama dia. TITIK.
End Kwangmin POV
            Semenjak Hayoung dan Sehun jadian. Setiap harinya tak pernah ada lagi pertengkaran diantara Kwangmin dan Hayoung, itu semua disebabkan karena Kwangmin selalu menghindari Hayoung. Bahkan sifat Kwangmin yang biasanya selalu jail terhadap musuh bebuyutannya itu kini telah berganti seratus delapan puluh derajat.
            Kwangmin yang biasanya selalu cuek dengan fans-fansnya, kini namanya mulai naik daun karena akhir-akhir ini dia sering gonta-ganti pacar. Belum genap seminggu dia sudah ganti pacar lagi. Mulai dari mantan member A Pink, yaitu Hong Yookyung yang dulu selalu mengejar Youngmin, lalu kakak kelasnya yang bernama Krystal Jung, Bae Suzy, Choi Sulli, dan bahkan adik kelasnya yang baru berada di tingkat pertama yang bernama Kim Sohyun. Sekarang statusnya sedang menjalin kasih dengan teman sekelasnya yang bernama Lee Yooyoung. Semua orang tahu kalau Yooyoung dan Hayoung itu memiliki hubungan yang sangat tidak baik. Karena mereka selalu melakukan banyak persaingan dibidang apapun.
Skip Time
            Malam ini di sekolah mereka akan diadakan pesta tahunan perayaan HUT sekolah. Tema kali ini adalah Romeo and Juliet. Layaknya Romeo and Juliet, mereka semua tampil menggunakan setelah jas untuk para murid namja dan dress untuk murid yeoja.
            Semua murid datang dengan pasangan masing-masing. Kwangmin datang dengan menggunakan setelan jas coklat dan tampak sangat menawan dengan potongan rambut barunya (lihat model jas dan potongan rambut Kwangmin di perform Don’t Touch My Girl). Disampingnya tampak Yooyoung dengan dress berwarna merah marun selutut dan menampakkan kesan sexy pada dirinya. Pasangan yang sempurna, begitulah pikir beberapa orang.
            Pasangan lainnya ada Sehun dan Hayoung, Minwoo dan Namjoo,Donghyun dan Chorong, Hyunseong dan Bomi, Jeongmin dan Eunji, Youngmin dan Naeun, dan masih banyak pula pasangan lainnya.
            Kwangmin datang menghampiri member Boyfriend dan A Pink. Tanpa sengaja, matanya tertuju pada Hayoung yang entah kenapa malam ini tampak begitu cantik dan anggun. Hayoung menggunakan dress putih selutut dengan rambut pirangnya yang sedikit dibuat bergelombang serta flower coun berwarna senada dengan dress-nya menghias kepalanya, lengkap sudah, dan itu membuatnya tampak seperti seorang puteri (lihat Hayoung saat MV A Pink Secret Garden). Tanpa sadar senyum tipis telah terukir dibibir Kwangmin.
            “Selamat malam semuanya!” sapa Chanyeol sebagai MC di acara malam ini.
            “Malam” balas seluruhnya yang berada di aula tersebut.
            “Bagaimana kabar kalian. Pasti baik kan? Malam ini kami akan mengadakan acara yang seru loh! Nanti kalian ambil satu undian yang ada di depan ya!” kata Chanyeol sambil menunjuk kertas-kertas undian yang telah digulung rapi didepan serta tertali oleh pita hias. “Tema kali ini kan Romeo and Juliet, bagi yang beruntung akan terdapat tulisan besar ‘ROMEO’ untuk namja dan ‘JULIET’ untuk yeoja. Nanti para namja mengambil undiannya di kotak warna biru yang ada di depan, dan para yeoja mengambil undiannya di kotak yang berwarna pink di depan” lanjutnya menjelaskan.
            “Baiklah! Mari kita mulai undian ini! Okay, start now!”
            Semua siswa sedang antri mengambil undian yang telah dipersiapkan oleh pihak OSIS. Mereka sangat antusias dan berharap untuk mendapatkan undian tersebut.
            Setelah beberapa saat, semua sudah mendapatkan kertas undian mereka.
            “Baiklah! semua sudah dapat kan? Aku pun juga sudah dapat. Hahaha_” seperti yang lainnya, Chanyeol juga mengambil undian miliknya. “Baiklah! Mari kita mulai membukanya! Biar ku hitung ya! HANA DUL SET! Yak” semua siswa secara serentak membuka kertas milik mereka masing-masing.
            “Ya. Aku tidak beruntung! Bagaimana dengan kalian? Biar kupanggil ya! Yang mendapatkan kertas ‘JULIET’ silahkan naik keatas panggung!”
            HANA
            DUL
            SET
            Hayoung melangkahkan kakinya dan mulai menaiki panggung. Ia tampak senang rupanya, karena berhasil mendapatkan undian tersebut. Ia penasaran siapakah yang akan menjadi pasangannya. Bagaimana kalau pasangannya bukan Sehun? Entahlah! Kita lihat saja.
            “Whoa! Oh Hayoung-hoobaenim sangat beruntung hari ini” seru Chanyeol saat mendapati kertas undian yang dibawa Hayoung benar-benar bertuliskan ‘JULIET’.
            “Baiklah! sekarang giliran Romeo-nya! Silahkan tunjukkan wajahmu”
            DEG DEG
            DEG DEG
            DEG DEG
            Seorang namja tampan dengan sejuta pesonanya melangkah maju ke depan, ia mulai  menaiki tangga menuju panggung. Semua mata yang memandang tampak terkejut, begitu pula dengan Oh Hayoung. Entah kenapa, semua yang dilakukan pemuda itu tampak bergerak bagaikan slow motion.
            “Whoa! Ini seru sekali! Inikah yang namanya takdir! Benci jadi cinta atau yang semacamnya” kata Chanyeol dengan keterkejutan yang luar biasa. “Ini dia ‘ROMEO’ kita. Jo Kwangmin!” Hayoung hanya terdiam memaku diatas panggung. Entah kenapa, sekarang ini nama itu terdengar agak asing ditelinganya. Itu semua disebabkan, karena hubungannya dan Kwangmin akhir-akhir ini semakin memburuk. Bagaimanapun juga, ia sangat menyayangi Kwangmin seperti ia menyayangi member Boyfriend dan member A Pink yang lainnya, hanya saja ia memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa sayangnya tersebut.  Bertengkar dengan Kwangmin setiap hari adalah caranya untuk bisa dekat dengan Kwangmin. Tapi, sekarang? Jangankan bertengkar? Berbicara pun tidak pernah! Itu sangat buruk bukan?
            “Kalian cocok sekali loh! Daripada bertengkar setiap hari, lebih baik saling menyayangi bukan? Atau bahkan menjadi sepasang kekasih” canda Chanyeol, sehingga membuat pihak-pihak yang bersangkutan dengan Hayoung dan Kwangmin sedikit kesal.
            “Ini dia tantangan pertama untuk Romeo and Juliet kita, BERDANSA! Saat musik ku mainkan, kalian semua juga ikut berdansa ya!” jelas Chanyeol. Hayoung membelalakan matanya. Aish! Bahkan ia tak mengetahui sedikitpun bagaimana caranya berdansa.
            Musik mulai bermain. Semua murid mulai sibuk berdansa dengan pasangan masing-masing. Hayoung hanya berdiri mematung diatas panggung, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sebenarnya. Kwangmin mulai mendekati Hayoung, mata besarnya itu menatap Hayoung intens. Ia mulai menarik pinggang Hayoung untuk mendekat.
            “Aku tidak bisa” kata Hayoung lemah.
            “Ikuti saja langkahku! Kau tetap saja payah!” kata Kwangmin sambil tersenyum tipis. Entah kenapa, menurut Hayoung, Kwangmin sangat tampan malam ini. Bahkan Kwangmin tersenyum manis dihadapannya.
            “Hayoungie, nan saranghae!” bisik Kwangmin tepat di dekat telinga kiri Hayoung, lalu ia mencium singkat pipi kiri Hayoung yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
            DEG
            DEG
            DEG
            DEG
            DEG
Tanpa mereka tahu, kalau sedari tadi ada mata lain yang sedang memperhatikan mereka tengah menggeram kesal.
Skip Time
            Sehun sedang mengantar Hayoung pulang kerumahnya. Selama diperjalanan hanya keheningan yang tercipta diantara mereka. Sesampainya di rumah depan pintu, Hayoung bersiap membuka pintu mobil Sehun, tapi ada tangan lain yang menahan dirinya untuk segera pergi.
            “Aku melihatnya” kata Sehun lirih. Hayoung menatapnya dengan penuh tanda tanya?
            “Kau dan Kwangmin! Aku pikir kita harus berakhir sampai disini” kata Sehun serius. Hati Hayoung mencelos.
            “Sehun-oppa! Itu hanya_”
            “Kwangmin menciummu dan aku melihatnya!” Sehun mulai dikuasai oleh emosinya. “Sekarang pergilah!”
            “Tapi aku_”
            “KUBILANG PERGI!”
            Hayoung segera keluar dari mobil Sehun dengan dipenuhi air mata luka.
            Sementara disaat yang sama Kwangmin juga sedang mengantar Yooyoung pulang. Sesampainya di depan rumah Yooyoung, Kwangmin langsung angkat bicara.
            “Mulai detik ini juga kita harus berakhir!” kata Kwangmin kejam.
            “Apa maksudmu?” Yooyoung tampak bingung.
            “Kurasa kau tidak bodoh untuk mengerti apa yang kumaksudkan”
            “Apa ini semua karena Oh Hayoung!”
            “Ini semua tidak ada hubungannya dengan Hayoung”
            “Kenapa semuanya berpaling dariku karena gadis jelek itu. Hah!” Yooyoung mulai marah tak terkendali.
            “Lebih baik kau turun dari mobilku sekarang!”
            PLAK
            “Sialan kau Jo Kwangmin!”
            BRAK
            Yooyoung keluar dan menutup pintu mobil Kwangmin dengan begitu kasar. Kwangmin memegangi bekas tamparan Yooyoung di pipinya, sambil menyeringai.
Skip Time
            Hayoung datang ke sekolah dengan mata sembab. Kwangmin sudah berada di depan pintu masuk kelas untuk menyambutnya.
            “Annyeong Princess Oh Hayoung” Kwangmin benar-benar ingin tebar pesona hari ini pada Hayoung, ia mengerutkan keningnya ketika ia mendapati mata Hayoung yang sudah sembab di pagi buta seperti ini.
            Hayoung diam, dia tak menanggapi ucapan Kwangmin sama sekali. Ia langsung menerobos masuk ke dalam kelas mereka. Kwangmin pun mengikutinya dari belakang bagaikan ekor itik *author: emang itik punya ekor apa?*
            Hayoung duduk di bangkunya, dan Kwangmin juga ikut-ikutan duduk disamping Hayoung sambil terus memperhatikannya dengan tatapan heran.
            “Lu kenapa sih? Gue salah apa coba? Cuek amat!” Ketidaksopanan Kwangmin kumat lagi. *author: gue pikir lu bakal bersikap manis sama dia* *kwang: diem nape*
            “Lu diem nggak! Nggak usah bikin gue makin benci sama elu! Jauh-jauh deh lu dari gue!” balas Hayoung sarkastis pada Kwangmin.
            Kwangmin semakin galau. Kenapa? Pasalnya rencananya hari ini akan gagal total kalau situasinya malah seperti ini. GAGAL TOTAL.
            Sehun masuk ke dalam kelasnya. Hayoung segera menatapnya dengan tatapan sedih, tapi Sehun mengabaikannya. Kwangmin yang menyadari tatapan Hayoung terhadap Sehun merasa semakin bingung dengan keadaan ini.
Skip Time
            Jam istirahat, A Pink dan Boyfriend sedang kumpul bareng di basecamp mereka. Ya, kantin. Itulah basecamp mereka. Mereka sedang membicarakan tentang pelajaran hari ini yang sangat membosankan.
            “Lu lihat kan hyung, Guru Donghae ngebosenin banget. Cerita nggak ada habisnya, bikin gue ngantuk aja” Minwoo bercerita tentang kehidupannya di kelas beberapa saat yang lalu.
            “Itu sih elu-nya yang emang tukang tidur, malah nyalahin Guru Donghae” sahut Donghyun.
            “Yah elu hyung. Gue tahu kalau Guru Donghae itu favorit elu. Tapi kan emang bener kalau dia ngebosenin. Setuju nggak member-deul?” tanya Minwoo pada yang lainnya.
            “Setuju banget gue sama elu Woo” kata Hyunseong, dan member yang lain pun meng-konfirmasi ucapan Hyunseong dengan sebuah anggukan.
            “Iye, tadi gue bosen banget. Terus gue ngaca deh biar nggak bosen” sahut Jeongmin sambil nyengir.
            “Itu sih emang hobi elu keles” bales Bomi dengan kejam. *ckckckckck*
            “Idih! Syirik aja lu. Bilang aja kalau lu nggak punya kaca, makanya lu nggak bisa ngaca” Jeongmin menanggapi ucapan Bomi.
            “Gue nggak butuh kaca buat ngelihat kalau diri gue emang cantik” ujar Bomi narsis.
            “Masih cantikan uri Hayoungie keles!” balas Jeongmin. Eunji mendelik kearahnya.
            “Eh, sorry chagi. Kan aku cuma bercanda. Eunji tetep yang paling cantik kok di mata Jeongmin-oppa” Jeongmin mengkerut.
            “Mwo? Oppa? Nyadar dong Jeong! Harusnya elu tuh yang panggil gue noona keles!” balas Eunji.
            DOR. Tepat sasaran.
            “Eh, iye deh. Eunji-noona chagiya nan saranghanda” balas Jeongmin, lalu Eunji tersenyum.
            “Hoekkk”
            “Nape sih lu Woo?”
            “Enggak nape-nape kok hyung. Cuma pengen muntah aja habis denger kata-kata lu”
            “Jiah! Sialan juga lu!”
Skip Time
            Sudah seminggu Hayoung dan Kwangmin tidak saling menyapa satu sama lain. Ah! Bukan seperti itu. Hayoung lah yang selalu mengabaikan Kwangmin.
            Sore ini, Kwangmin, Hayoung, Minwoo, Youngmin, Namjoo, dan Naeun ada jadwal piket bersama lagi. Seperti biasa, Kwangmin dan Hayoung lah yang pulang paling terakhir.
            Diam. Hayoung tetap diam tanpa mengatakan apapun. Kwangmin ingin mengatakan atau bahkan menanyakan sesuatu, tapi ia takut salah.
            Hayoung sudah bersiap untuk meninggalkan kelasnya. Ia melangkah melewati Kwangmin yang masih berdiri mematung tanpa menoleh sedikitpun.
            GREP
            Kwangmin menoleh melihat Hayoung, dan Hayoung juga menoleh melihat Kwangmin. Semuanya bergerak seperti slow motion.
            Beberapa saat kemudian suasana berubah menjadi normal, dan Kwangmin juga sudah melepaskan genggaman tangannya dipergelangan tangan Hayoung.
            “Wae?” tanya Hayoung malas. “Aku sudah malas berdebat denganmu” lanjutnya.
            “Bukan itu. Kau membenciku? Maksudku akhir-akhir ini kau selalu menghindar dariku, bahkan bertatap muka pun kau tak mau. Apa seburuk itukah aku?” pembicaraan mereka serius sekali kali ini, bahkan mereka sudah tidak menggunakan bahasa keibuan mereka lagi alias ‘gue’ ‘lu’ seperti biasanya.
            “Aku memang membencimu. Sangat! Kau sangat mengganggu hidupku! Kau selalu menjadi bayang-bayang dalam keseharianku! Kau sudah menghancurkan semuanya! Hubunganku dengan Sehun-oppa! Bahkah kau membuat orang-orang semakin membenciku! Jadi apakah semuanya kurang jelas kalau aku memang sangat membencimu? AKU SANGAT MEMBENCIMU JO KWANGMIN! Lebih baik kau pergi dari hidupku! Kalau bisa kau tidak perlu melihatku lagi! Sekarang pergilah!” Hayoung mengatakannya dengan penuh emosi dan air mata yang entah sejak kapan telah membanjiri pipinya.
            Kwangmin sangat syok dan terkejut, ia tak menyangka kalau Hayoung begitu membencinya. “Bahkan kau tak mau memberiku kesempatan untuk berbicara lebih banyak. Mianhae kalau selama ini aku selalu mengganggumu. Mianhae kalau selama ini aku selalu membuatmu kesal. Mianhae kalau gara-gara aku hubunganmu dengan Sehun berakhir. Untuk menebus semuanya, sesuai dengan keinginanmu, aku tidak akan muncul lagi dihadapanmu setelah ini. Mungkin ini yang terakhir. Setelah ini aku akan mengusahakan pindah sekolah. Aku akan pindah ke Kirin Arts School mungkin, atau kalau tidak aku akan mencoba juga di Seoul Music High School. Semoga setelah ini hidupmu beruntung” kata Kwangmin panjang lebar. Kwangmin mengatakan itu dengan nada suara yang sudah bergetar dan tak karuan intonasinya. Ia ingin menangis, tapi tak bisa. Bagaimana pun juga dia adalah seorang namja, jadi mana mungkin ia menangis di depan yeoja. Kwangmin menghadap kearah Hayoung, lalu ia menangkup kedua pipi Hayoung dengan tangannya, Hayoung sedikit terkejut, tapi ia biarkan saja. “Aku mencintaimu, sudah lama aku ingin mengatakan ini, tapi kau tak pernah memberiku kesempatan. Sekali lagi maafkan aku” Hayoung terbelalak saat Kwangmin mengucapkan itu. Kwangmin memang pernah mengatakan kata-kata itu saat mereka berdansa di pesta sekolah kemarin, tapi Hayoung menganggapnya sebagai lelucon. Dan sekarang Kwangmin benar-benar mengatakannya dengan serius dan begitu rapuh. Itu membuat sebagian hati kecilnya berdenyut nyeri.
            Kwangmin mengambil tasnya, dan ia benar-benar berlalu dari hadapan Hayoung yang masih mematung tak percaya.
Skip Time
            Malam ini hujan turun begitu lebat. Youngmin menginap di tempat Minwoo untuk mengerjakan tugas kelompok.
Naeun sedang menginap dirumah Chorong bersama Bomi dan member A Pink lainnya, kecuali Hayoung, tadinya mereka ingin mengajak Hayoung juga, tetapi maknae mereka ternyata tidak bisa dihubungi sejak sore tadi. Berhubung besok sekolah libur, mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul bersama.
Donghyun, Jeongmin, dan Hyunseong juga sedang mengerjakan tugas kelompok. Sama seperti yang dilakukan oleh Youngmin dan Minwoo.
Berhubung orang tua Jo Twins sedang keluar kota (ke rumah nenek Jo Twins), jadi Kwangmin sedang merana (meratapi nasib) di kamarnya yang bernuansa biru laut sambil ditemani gemuruh petir, cahaya kilat, dan suara gemerisik dari hujan. Ia sedang menangis dalam diamnya. Sebenarnya ia sungguh tidak bisa dan tidak sanggup jika harus tidak bertemu dengan Hayoung lagi, begitu berat.
Di waktu yang sama, tapi tempat yang berbeda. Hayoung juga sedang menangis tersedu-sedu. Bahkan suara tangisnya nyaris tak terdengar karena suara hujan diluar sangat berisik. Sama seperti Jo Twins, orang tua Hayoung sedang pergi ke luar kota untuk mengurusi bisnis keluarga mereka, jadi sekarang Hayoung sedang berada di rumah sendirian. Inilah nasib anak semata wayang. Selalu kesepian. Lantas kenapa Hayoung harus menangis? Bukankah seharusnya ia merasa senang karena orang yang selama ini mengganggu kehidupannya akan segera pergi dari hadapannya. Lalu kenapa ia malah seperti ini? Entahlah!
Skip Time
In Jo Twins Home
            Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Sebagai namja Kwangmin tidak boleh terus-terusan menangis hanya karena seorang yeoja yang sama sekali tidak memiliki perasaan-perasaan khusus terhadapnya. Kwangmin mencoba tegar menghadapi semua ini.
            Hujan masih belum reda, Kwangmin sedang duduk diruang tengah sambil memainkan game di PSP-nya. Tidak ada Youngmin sehari saja memang membuat keadaan rumahnya sangat sepi. Apalagi Hyunmin juga ikut appa dan eomma-nya ke luar kota. Itu membuat keadaan rumahnya lebih mirip dengan kuburan.
            TOK TOK TOK
            TOK TOK TOK
            TOK TOK TOK
            Suara ketukan pintu itu membuat Kwangmin menghentikan game-nya.
            “Siapa pula yang bertamu malam-malam ditengan hujan yang sangat lebat seperti ini” gumam Kwangmin sambil mengerutkan dahi tanda heran. Lalu ia bangkit dari sofa dan menuju pintu utama untuk membukakan pintu.
            CKREKKK
            “Sia__ Hayoung!” Kwangmin sangat terkejut saat mendapati Hayoung berada di depan pintu rumahnya dengan keadaan basah kuyup. Bibirnya sudah membiru, tubuhnya menggigil, dan dia terlihat sangat kacau.
            GREP
            Hayoung memeluk Kwangmin dengan tubuh basah kuyupnya yang masih bergetar karena kedinginan. Dia menangis. Kwangmin hanya diam, bahkan dia belum sadar betul dengan keadaan ini.
            “Jangan pergi oppa. Aku tidak ingin kau pergi”
            “Lebih baik kau masuk dulu. Kau kacau sekali” Kwangmin mengajak Hayoung masuk kedalam rumahnya, dan Hayoung hanya menurut saja tanpa melakukan penolakan sedikit pun.
            “Kau basah kuyup. Pakai kamar mandiku, aku akan ambilkan baju milik eomma-ku. Kajja!” Kwangmin menyuruh Hayoung mandi di kamar mandi yang terletak dikamarnya.
            Ketika Kwangmin datang lagi ke kamarnya, Hayoung masih mengenakan handuk, dan itu membuat mereka berdua sama-sama salah tingkah.
            “Aaa, ini baju milik eomma-ku. Mungkin bisa kau pakai. Jangan salah! Eomma-ku memiliki selera style anak muda kok. Baiklah aku akan keluar dulu. Kau pakailah ini” kata Kwangmin sambil meletakkan baju milik eomma-nya di kasur miliknya, lalu ia segera keluar dari dalam kamarnya menuju ruang tengah.
            “Tadi itu, Hayoung berbahaya sekali. Aish! Apa yang kupikirkan!” Kwangmin mengacak-acak rambutnya sendiri dengan frustasi sambil membayangkan Hayoung yang masih memakai handuk.
            Hayoung yang sudah selesai ganti baju, segera menghampiri Kwangmin yang berada diruang tengah. Ia duduk di sebelah Kwangmin dengan malu-malu.
            “Ini minumlah! Selagi masih hangat!” Kwangmin memberikan segelas susu pada Hayoung. Hayoung menerimanya dengan ragu, lalu meminumnya.
            “Apa kau sudah lebih baik sekarang?” tanya Kwangmin memastikan. Hayoung mengangguk.
            “Sekarang bicaralah! Apa yang ingin kau bicarakan?”
            “Itu. Apa kau benar-benar akan pindah?” tanya Hayoung ragu-ragu.
            “Aku berencana besok akan mencari sekolah yang aku inginkan untuk pindah. Mungkin aku ingin ke Kirin Arts Seoul saja, karena itu cukup jauh dari sini, jadi kau tidak perlu melihatku la__”
            “Jangan. Jangan pergi. Jebal” Hayoung memohon pada Kwangmin.
            “Kenap__”
            “Aku, aku, aku tidak bisa jika tidak bertemu denganmu satu hari saja” jawab Hayoung dengan sedikit terbata-bata.
            “Kenapa begitu? Bukankah seharusnya kau senang karena aku tak akan mengganggu hidupmu lagi?”
            “Itu. Itu, aku juga tidak tahu. Entah sejak kapan, aku merasa mulai bergantung padamu. Aku tidak bisa sehari saja jika tidak berdebat denganmu, itu sangat menyiksaku. Aku merasa sangat kesepian, selama ini aku selalu sendiri karena tak memiliki saudara, tapi kau membuatku tak kesepian walaupun cara kita salah” jelas Hayoung.
            “Lalu?”
            “Lalu apa?” tanya Hayoung balik.
            “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan. Ayolah katakan saja! Satu kata itu sangat menentukan” Kwangmin sudah mulai menggoda Hayoung lagi. Sebenarnya semenjak tadi ia sudah sangat senang sekali dengan pernyataan-pernyataan Hayoung yang sangat tidak terduga.
            “Sebenarnya aku, aku, aku. Aku mencintaimu oppa”
            “Mwo? Kau tadi memanggilku apa? Apa kau bisa mengulanginya?”
            “Mwoya? Tidak akan. Aku tidak akan mengulangi ucapanku. TITIK!” Hayoung merasa sudah dipermainkan.
            “Ayolah! Kata terakhirmu tadi, masa kau tidak ingat!”
            “Shirreo!”’
            “Katakan!”
            “Shirreo!”
            “Ayo cepat katakan”
            “Shirreo!”
            “Kalau begitu, besok aku akan pindah ke Tokyo sekalian. Biar kau tak bisa bertemu denganku lagi” ancam Kwangmin dengan seringainya.
            “Aish! Kurae! Kwangmin-oppa nan saranghae” seketika wajah Kwangmin berubah menjadi cerah.
            GREP
            Ia memeluk Hayoung. Bahkan ia tidak pernah merasa sebahagia ini selama hidupnya.
            “Nado saranghae Hayoungie. Bahkan aku mencintaimu melebihi yang kau tahu” kata Kwangmin sambil tersenyum tulus. Hayoung pun membalas pelukannya dengan senyum yang sama seperti milik Kwangmin.
END