Tittle :
My Feeling
Author : Shin Kyona
Genre : Romance, School Life
Main Cast :
A Pink Hayoung dan Boyfriend Kwangmin
Other Cast :
A Pink members, Boyfriend members, Kim Sohyun, Lee Yooyoung, Choi Sulli, Bae
Suzy, Krystal Jung, Oh Sehun, Park Chanyeol, dan Hong Yookyung.
Disclaimer :
FF ini murni hasil pemikiran author. Author buat FF ini sehari semalem sampai
nggak tidur. Hehehe, semoga kalian suka deh ^__^
My Feeling (Oneshoot)
BRUKKK
“Eh, lu kalau jalan pake mata dong!”
Hayoung ditabrak oleh tubuh tinggi Kwangmin, entah sengaja atau tidak sehingga
membuatnya jatuh terduduk, lalu ia segera dibantu oleh member A Pink yang lain
untuk bangun.
“Pabo lu ya, jelas aja gue jalannya
pake kaki keles, mana ada jalan pake mata” bukannya minta maaf, Kwangmin malah
ngelunjak.
WKWKWKWKKK…
Sementara member Boyfriend yang lain
malah menertawakan Hayoung yang jatuh dengan cara yang sangat tidak elite itu.
Melihat semua itu, member A Pink langsung mendelik kearah mereka dan membuat
mereka langsung menghentikan tawanya.
“Sialan lu, bukannya minta maaf,
malah ngelunjak!” Hayoung sudah naik darah karena ucapan Kwangmin tadi.
“Mwo? Masalah buat lu, pagi-pagi
ngajakin gue berantem nih!” Kwangmin malah menantang.
“OMG Hello, masak iya lu mau
berantem sama yeoja, banci lu!” Hayoung nggak terima.
“Eh, sialan lu. Yeoja galak kayak
elu gue doain nggak bakal laku!”
“Mwoya? Jinjja pabo-ya. Neo nappeun
namja-ya!” Hayoung berteriak pada Kwangmin.
“Aigoo! Hayoungie! Udah deh, kamu
ngalah aja, kamu kan tahu dia kayak apa. Mending kita ke kelas, daripada
nanggepin omongan dia yang nggak ada habisnya. Kamu kan tahu kalau 4D gila itu emang
cerewet setengah hidup!” Namjoo mencoba berkomentar.
“Aigoo! Sama aja kali Nam, mau
disini mau dikelas, ujung-ujungnya juga ketemu sama setan gila ini!” balas
Hayoung.
“Apa lu bilang? Setan gila? Dasar lu
cewek nggak jelas, cewek galak! Jangan-jangan lu transgender lagi!” Kwangmin
yang tidak terima dihina balik menghina Hayoung.
“Eh! Tuh mulut bisa diem nggak!”
emosi Hayoung semakin memuncak karena hinaan tajam Kwangmin.
“Nggak tuh!”
“Aish!” Hayoung sudah bersiap untuk
menampar Kwangmin, tapi Chorong menahannya dan mengelus punggungnya.
“Kwang! Udah deh! Bikin masalah aja
pagi-pagi. Gua bilangin eomma lu!” Youngmin yang sudah tak tahan dengan suasana
berisik seperti ini langsung angkat bicara.
“Hyung! Apaan sih! Masak gitu aja
dibilangin eomma! Mentang-mentang lu pacaran sama Naeun, terus lu belain geng
mereka gitu?” ya, Kwangmin benar. Youngmin dan Naeun memang sudah pacaran
semenjak setahun lalu, seminggu setelah MOS mereka resmi menjalin hubungan itu.
Bukan hanya Youngmin, sebenarnya member Boyfriend dan member A Pink banyak juga
yang pacaran. Hyunseong dan Bomi, Donghyun dan Chorong, Jeongmin dan Eunji,
sementara Kwangmin, Hayoung, Minwoo, dan Namjoo masih jomblo.
“Ya, nggak gitu juga kali Kwang!”
“Udahlah! Udah mau bel tuh, sebagai
leader di Boyfriend sekaligus ketua kelas, gue nyuruh kalian semua untuk masuk
ke kelas sekarang juga!” kalau Donghyun sudah bersuara, tak ada yang berani
menentangnya.
“Nde” jawab semuanya serempak.
Skip Time
Hayoung duduk di bangkunya yang
berada paling belakang. Sekarang para guru sedang ada rapat, jadi seluruh murid
mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing. Seperti murid yang lainnya, Hayoung juga
memiliki kegiatan sendiri, ia sedang mengobrol dengan Sehun sambil sesekali
tertawa karena Sehun telah menceritakan hal yang lucu padanya. Kwangmin yang
sedang duduk bergerombol dengan member Boyfriend lainnya tak sengaja
melihatnya.
Kwangmin POV
Ada apa dengannya? Sepertinya
bahagia sekali. Ah! apa peduliku. Ingat Kwang! Kau membencinya! BENCI! Jangan lupakan
itu! *author: jangan lupakan juga kalau BENCI itu singkatan dari BENAR-BENAR
CINTA! wkwkwkwk* *kwang: author sialan diem lu!* *author: iye-iye, yaudah back
to story*
END Kwangmin POV
Skip Time
Akhir-akhir
ini Kwangmin jadi sering memikirkan Hayoung. Sebenarnya apa sih yang dia
pikirkan? Bukankah dia sangat membenci Hayoung?
Youngmin datang menghampiri Kwangmin
yang sedang duduk ditepi ranjangnya.
“Lu mikirin sesuatu ya? Kayaknya
serius banget!”
“Nggak kok. Kepo banget lu hyung!”
“Jiah! Nih anak, dibaik-baikin malah
gue dibilang kepo lagi. Yaudah deh! Silahkan lu mikirin hal-hal yang pengen lu
pikirin, gue tahu kok kalau lu lagi mikirin sesuatu. Gue tinggal dulu. Gue mau
futsal di lapangan sebelah sama Hyunmin” kata Youngmin bijak.
“Iye, minggir sana lu! Ganggu aja
lu!”
“Iye, iye keles!” balas Youngmin
bosan.
Skip Time
Hari ini setelah jam sekolah usai,
Kwangmin, Youngmin, Naeun, Namjoo, Minwoo, dan Hayoung ada jadwal piket
bersama. Saat mereka sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, tiba-tiba
saja Youngmin angkat bicara.
“Semuanya, gue udah selesai nih”
Youngmin datang menghampiri saudara kembarnya yang masih sibuk dengan pekerjaannya
itu. “Hei, Kwang! Nih kunci motor, gue sama Naeun mau ke toko buku dulu. Lu
nggak apa-apa kan pulang sendirian. Biar nanti gue naik bus aja” lanjutnya.
“Dasar! Nggak bisa apa kalau sehari aja
tanpa kencan?” sahut Kwangmin kesal.
“Ya nggak bisa dong my twin, namanya
juga sayang” balas Youngmin sambil melirik Naeun sekilas, Naeun hanya tersenyum
canggung.
“Makanya lu Kwang! Cari yeojachingu
dong, biar nggak kesepian gitu. Gue rasa hidup lu udah mulai garing tuh!”
Minwoo menyahut dari belakangnya.
“Aish! Kayak lu punya cewek aja!”
Kwangmin balik menghina Minwoo.
“Ada kok, bentar lagi gue juga punya
cewek” balas Minwoo sambil melirik Namjoo penuh arti. Namjoo hanya bisa
ber-salting ria saat Minwoo meliriknya.
“Yaudah! Gue sama Namjoo mau pulang
bareng. Hati-hati ya kalau disini sama Miss. Galak sendirian” Minwoo melirik
Hayoung jenaka.
“What the_”
“Stop! Gue tahu apa yang mau lu
omongin. Cukup sudah sampai disini Hayoungie. Kita pulang dulu ya! Bye!” Minwoo
mengambil alih tangan Namjoo dari gagang sapu yang ia pegang. Sementara
Youngmin dan Naeun juga mengikuti Minwoo untuk keluar dari kelas.
“Aish! Namjoo-unnie sama Naeun-unnie
tega banget sih sama gue! Masak gue ditinggalin sendiri dikelas sama makhluk
astral kayak dia” gumam Hayoung, tapi Kwangmin masih bisa mendengarnya,
sehingga membuatnya mendelik kesumber suara tersebut.
“Apa lu lihat-lihat!” Hayoung sudah
mulai lagi galaknya.
“Suka-suka gue dong. Mata juga mata
gue kok! Terserah dong kalau gue mau lihat apa aja yang masih bisa gue lihat!
Masalah buat lu!” balas Kwangmin tak kalah sengit.
“Udah deh! Gue lagi males debat sama
lu. Cepetin tuh ngelap kacanya biar cepet selesai” sahut Hayoung tampak malas.
“Tumben-tumbenan lu kepengen
cepet-cepet? Biasanya juga lu yang jadi PETIR (baca: penghuni terakhir) sekolah
ini” Kwangmin mengernyitkan dahinya heran.
“Suka-suka gue dong. Orang gue mau
kencan kok! Jadi wajar dong kalau gue pengen cepet-cepet selesai”
DEG
Entah kenapa, ada sebagian hati
kecil Kwangmin merasa bergemuruh saat Hayoung mengucapkan itu.
“Hahaha…..! Mana ada cowok yang mau
kencan sama cewek galak kayak lu? Orang mereka semua aja takut sama lu”
Kwangmin mencoba mencaci maki Hayoung untuk memastikan kalau ia benar-benar
membenci gadis yang ada didepannya tersebut.
“Eh sialan lu! Gue kencan sama
Sehun, keles! Emangnya elu nggak laku!”
DEG
DEG
DEG
DEG
DEG
Dan sekarang hatinya menjadi lebih
bergemuruh dari yang tadi. Seperti rasa marah yang ia rasakan. Entah apa itu,
Kwangmin juga masih kurang tahu.
Kwangmin bangkit dan mengambil
tasnya yang ada dibangku. Tanpa berkata apa-apa pada Hayoung, ia langsung pergi
begitu saja dari kelas mereka. Hayoung hanya memandang punggung Kwangmin heran,
dan ia tak memiliki sedikit pun niat untuk memanggil atau bahkan bertanya
kepada Kwangmin kenapa tiba-tiba ia pulang begitu saja tanpa mengatakan
apa-apa. Bahkan Kwangmin tidak membalas caciannya tadi.
Skip Time
Kwangmin sudah sampai dirumahnya, ia
membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya sambil memandang langit-langit
kamarnya dengan gelisah.
Kwangmin POV
Apa sih
yang gue pikirin? Kenapa tiba-tiba kayak gini? Terserah dia dong. Mau kencan
kek, mau kemana kek, mau jungkir balik kek, mau mati kek, APA PEDULI GUE? Toh
dia bukan siapa-siapa gue. Teman bukan, saudara bukan, musuh iya. Terus ngapain
gue harus susah-susah mikirin dia. Apa jangan-jangan gue___
Mwo? Nggak mungkin! Nggak akan!
Impossible! HELL NO! Siapa coba yang sudi punya pacar mak lampir kayak dia.
Dilihat dari manapun juga tetep aja galak! Tapi dia cantik juga sih,
dibandingkan dengan member A Pink yang lain. WHAT THE HELL? Tadi gue bilang
apa? Dia cantik? Cuih amit-amit. *kwang: thor tolong pas bagian gue bilang dia
cantik di-delete aja* *author: suka-suka gue dong! kan gue yang ngetik! kenape jadi
lu yang sewot!* *kwang: iye deh, terserah lu thor, gue pusing! gue mau tidur
dulu! awas kalau lu sampai bangunin gue! bakal gue cabik-cabik lu!* *author:
yeileh, kejem banget lu, iye dah tidur aja sana!*
End Kwangmin POV
Skip Time
Member A Pink dan member Boyfriend
sedang makan siang bersama di kantin sekolah mereka. Sebenarnya mereka akur,
tetapi ada dua member mereka yang kalau bertengkar bak musuh bebuyutan. Siapa
lagi kalau bukan Hayoung dan Kwangmin. Semua orang juga tahu kalau mereka SO
BAD kalau sedang bersama.
“Eh, semuanya. Gue mau ngomong
sesuatu nih” Minwoo membuka pembicaraan diantara mereka semua.
“Ngomong aja nape, gitu aja susah
amat” balas Jeongmin yang sedang lahap menyantap makanannya.
“Sebenernya gue sama Namjoo udah
jadian”
“MWO? Kapan?” Namjoo langsung
memerah ketika semua member sedang menginterogasinya, begitu juga dengan
Minwoo.
“Aish! Kalian bisa santai nggak
sih?”
“Iye, iye, tapi kapan lu jadian sama
Namjoo?” tanya Eunji.
“Seminggu yang lalu” jawab Minwoo
jujur.
“What the_”
“Terus kenape lu baru cerita
sekarang?” tanya Donghyun.
“Ya kita belum siap aja gitu buat
cerita sama kalian. Ya nggak Nam?” kata Minwoo sambil meminta persetujuan
Namjoo. Namjoo hanya mengangguk malu.
“Aish! Yaudah deh! Karena lu
jadiannya sama Namjoo, gue sebagai hyung merestui lu!” kata Donghyun lagi
dengan sangat yakin, sehingga membuat member lainnya mengangguk setuju.
“Gomawo deh kalau kalian setuju.
Hehehe” balas Minwoo sambil cengengesan.
“Berarti sekarang yang masih jomblo
tinggal HaKwang dong?” tanya Bomi memastikan.
“Eh, apaan tuh HaKwang?” Chorong
penasaran.
“Ya HaKwang. Itu tuh Hayoung
Kwangmin” jawab Bomi sambil menunjuk kearah Hayoung dan Kwangmin.
“MWO? HaKwang? Cuih cuih! Eonnie
jangan sembarangan dong bikin nama singkatan kayak gitu. Aish! Aku benar-benar
nggak setuju. Lagian aku udah nggak jomblo kok!” Hayoung yang tidak terima
langsung menyahuti ucapan para eonnie-nya.
Kwangmin sedikit terkejut saat
Hayoung mengatakan kalau dirinya sudah tidak jomblo lagi. Ada sedikit sebagian
hati kecilnya yang mencelos tak percaya dengan apa yang diucapkan gadis
dihadapannya.
“Mwoya? Kau sudah nggak jomblo?
Nugu-ya? Nugu nugu?” Naeun mendesak Hayoung untuk mengatakannya.
“Aish! Iya deh gue bilang.
Sebenernya kita jadiannya baru kemaren_”
DEG
DEG
DEG
“Soalnya kemaren dia ngajakin gue
kencan gitu_”
DEG
DEG
DEG
“Dia romantis deh. Dia ngajakin gue
ke tepi Han River, dan dia nyatain perasaannya_”
DEG
DEG
DEG
“Dan gue terima dong. Orang dia
baik, tinggi, keren kok, masak iya gue nyia-nyiain dia_”
DEG
DEG
DEG
“Orang yang kumaksud adalah_”
DEG
DEG
DEG
“Nah! Itu dia_”
DEG
DEG
DEG
“Sehun-oppa!”
DEG
Semua mata langsung tertuju pada
Sehun yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka dengan senyum yang terlukis
dibibir tipisnya itu.
“Oh! Jadi orangnya Sehun yang
sekarang memiliki uri-Hayoungie” kata Chorong sambil tersenyum. Semua member
tersenyum kearah Sehun saat dia sudah berada di dekat mereka, kecuali Kwangmin.
Dia hanya memasang wajah datarnya seperti biasa.
“Heh! Kenape lu memandang Sehun-oppa
kayak gitu! Lu iri karena gue udah punya namjachingu sekarang? Kasihan banget
sih lu! Sekarang siapa yang nggak laku?” kata Hayoung pada Kwangmin dengan
kejam. Kwangmin diam tak berkomentar sedikit pun, dia malah berlalu pergi
meninggalkan member lainnya yang masih dipenuhi tanda tanya dikepala mereka.
“Dasar! Dia lagi kumat ya oppa?”
tanya Hayoung pada Youngmin.
“Mungkin! Kau kan tahu kalau
Kwangmin itu 4D. Kadang aneh, kadang dingin, kadang hyperactive, dan kadang
juga PANAS!” ujar Youngmin sambil menyeringai setan, membuat semua mata
mendelik tajam kearahnya.
“Eh! Youngmin-ah! Apa maksudmu?”
tanya Naeun dengan dahinya yang berkerut.
“Yah, kau tahulah maksudku chagi”
jawab Youngmin sambil menunjukkan seringainya. Sementara yang lain sudah
bergidik ngeri, kecuali Hayoung, karena ia benar-benar tak tahu apa yang
dimaksud oleh Youngmin, mungkin karena ia masih terlalu muda.
Skip Time
Kwangmin POV
Aish! Niga wae? Kenapa gue kayak
gini. bukan urusan gue juga kan kalau dia sama Sehun jadian sekalipun. Ingat
Kwang! Dia sama sekali bukan type-lu! *author: alah! munafik banget lu!*
*Kwangmin: diem lu, sialan!* *author: iye-iye, udah sono lanjutin story-nye*
Gue nggak peduli, gue bener-bener
nggak peduli. Mau dia pergi kencan sama siapa kek. Pacaran sama siapa kek. GUE
NGGAK PEDULI! Yang gue tahu, kalau gue itu bener-bener BENCI sama dia. TITIK.
End Kwangmin POV
Semenjak Hayoung dan Sehun jadian.
Setiap harinya tak pernah ada lagi pertengkaran diantara Kwangmin dan Hayoung,
itu semua disebabkan karena Kwangmin selalu menghindari Hayoung. Bahkan sifat
Kwangmin yang biasanya selalu jail terhadap musuh bebuyutannya itu kini telah
berganti seratus delapan puluh derajat.
Kwangmin yang biasanya selalu cuek
dengan fans-fansnya, kini namanya mulai naik daun karena akhir-akhir ini dia
sering gonta-ganti pacar. Belum genap seminggu dia sudah ganti pacar lagi.
Mulai dari mantan member A Pink, yaitu Hong Yookyung yang dulu selalu mengejar
Youngmin, lalu kakak kelasnya yang bernama Krystal Jung, Bae Suzy, Choi Sulli,
dan bahkan adik kelasnya yang baru berada di tingkat pertama yang bernama Kim
Sohyun. Sekarang statusnya sedang menjalin kasih dengan teman sekelasnya yang
bernama Lee Yooyoung. Semua orang tahu kalau Yooyoung dan Hayoung itu memiliki
hubungan yang sangat tidak baik. Karena mereka selalu melakukan banyak
persaingan dibidang apapun.
Skip Time
Malam ini di sekolah mereka akan
diadakan pesta tahunan perayaan HUT sekolah. Tema kali ini adalah Romeo and
Juliet. Layaknya Romeo and Juliet, mereka semua tampil menggunakan setelah jas
untuk para murid namja dan dress untuk murid yeoja.
Semua murid datang dengan pasangan
masing-masing. Kwangmin datang dengan menggunakan setelan jas coklat dan tampak
sangat menawan dengan potongan rambut barunya (lihat model jas dan potongan
rambut Kwangmin di perform Don’t Touch My Girl). Disampingnya tampak Yooyoung
dengan dress berwarna merah marun selutut dan menampakkan kesan sexy pada
dirinya. Pasangan yang sempurna, begitulah pikir beberapa orang.
Pasangan lainnya ada Sehun dan
Hayoung, Minwoo dan Namjoo,Donghyun dan Chorong, Hyunseong dan Bomi, Jeongmin
dan Eunji, Youngmin dan Naeun, dan masih banyak pula pasangan lainnya.
Kwangmin datang menghampiri member
Boyfriend dan A Pink. Tanpa sengaja, matanya tertuju pada Hayoung yang entah
kenapa malam ini tampak begitu cantik dan anggun. Hayoung menggunakan dress
putih selutut dengan rambut pirangnya yang sedikit dibuat bergelombang serta
flower coun berwarna senada dengan dress-nya menghias kepalanya, lengkap sudah,
dan itu membuatnya tampak seperti seorang puteri (lihat Hayoung saat MV A Pink
Secret Garden). Tanpa sadar senyum tipis telah terukir dibibir Kwangmin.
“Selamat malam semuanya!” sapa
Chanyeol sebagai MC di acara malam ini.
“Malam” balas seluruhnya yang berada
di aula tersebut.
“Bagaimana kabar kalian. Pasti baik
kan? Malam ini kami akan mengadakan acara yang seru loh! Nanti kalian ambil
satu undian yang ada di depan ya!” kata Chanyeol sambil menunjuk kertas-kertas
undian yang telah digulung rapi didepan serta tertali oleh pita hias. “Tema
kali ini kan Romeo and Juliet, bagi yang beruntung akan terdapat tulisan besar
‘ROMEO’ untuk namja dan ‘JULIET’ untuk yeoja. Nanti para namja mengambil
undiannya di kotak warna biru yang ada di depan, dan para yeoja mengambil
undiannya di kotak yang berwarna pink di depan” lanjutnya menjelaskan.
“Baiklah! Mari kita mulai undian
ini! Okay, start now!”
Semua siswa sedang antri mengambil
undian yang telah dipersiapkan oleh pihak OSIS. Mereka sangat antusias dan
berharap untuk mendapatkan undian tersebut.
Setelah beberapa saat, semua sudah mendapatkan
kertas undian mereka.
“Baiklah! semua sudah dapat kan? Aku
pun juga sudah dapat. Hahaha_” seperti yang lainnya, Chanyeol juga mengambil
undian miliknya. “Baiklah! Mari kita mulai membukanya! Biar ku hitung ya! HANA
DUL SET! Yak” semua siswa secara serentak membuka kertas milik mereka
masing-masing.
“Ya. Aku tidak beruntung! Bagaimana
dengan kalian? Biar kupanggil ya! Yang mendapatkan kertas ‘JULIET’ silahkan
naik keatas panggung!”
HANA
DUL
SET
Hayoung melangkahkan kakinya dan
mulai menaiki panggung. Ia tampak senang rupanya, karena berhasil mendapatkan
undian tersebut. Ia penasaran siapakah yang akan menjadi pasangannya. Bagaimana
kalau pasangannya bukan Sehun? Entahlah! Kita lihat saja.
“Whoa! Oh Hayoung-hoobaenim sangat
beruntung hari ini” seru Chanyeol saat mendapati kertas undian yang dibawa
Hayoung benar-benar bertuliskan ‘JULIET’.
“Baiklah! sekarang giliran
Romeo-nya! Silahkan tunjukkan wajahmu”
DEG DEG
DEG DEG
DEG DEG
Seorang namja tampan dengan sejuta
pesonanya melangkah maju ke depan, ia mulai
menaiki tangga menuju panggung. Semua mata yang memandang tampak
terkejut, begitu pula dengan Oh Hayoung. Entah kenapa, semua yang dilakukan
pemuda itu tampak bergerak bagaikan slow motion.
“Whoa! Ini seru sekali! Inikah yang
namanya takdir! Benci jadi cinta atau yang semacamnya” kata Chanyeol dengan
keterkejutan yang luar biasa. “Ini dia ‘ROMEO’ kita. Jo Kwangmin!” Hayoung
hanya terdiam memaku diatas panggung. Entah kenapa, sekarang ini nama itu
terdengar agak asing ditelinganya. Itu semua disebabkan, karena hubungannya dan
Kwangmin akhir-akhir ini semakin memburuk. Bagaimanapun juga, ia sangat
menyayangi Kwangmin seperti ia menyayangi member Boyfriend dan member A Pink
yang lainnya, hanya saja ia memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa
sayangnya tersebut. Bertengkar dengan
Kwangmin setiap hari adalah caranya untuk bisa dekat dengan Kwangmin. Tapi,
sekarang? Jangankan bertengkar? Berbicara pun tidak pernah! Itu sangat buruk
bukan?
“Kalian cocok sekali loh! Daripada
bertengkar setiap hari, lebih baik saling menyayangi bukan? Atau bahkan menjadi
sepasang kekasih” canda Chanyeol, sehingga membuat pihak-pihak yang
bersangkutan dengan Hayoung dan Kwangmin sedikit kesal.
“Ini dia tantangan pertama untuk
Romeo and Juliet kita, BERDANSA! Saat musik ku mainkan, kalian semua juga ikut
berdansa ya!” jelas Chanyeol. Hayoung membelalakan matanya. Aish! Bahkan ia tak
mengetahui sedikitpun bagaimana caranya berdansa.
Musik mulai bermain. Semua murid
mulai sibuk berdansa dengan pasangan masing-masing. Hayoung hanya berdiri
mematung diatas panggung, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sebenarnya.
Kwangmin mulai mendekati Hayoung, mata besarnya itu menatap Hayoung intens. Ia
mulai menarik pinggang Hayoung untuk mendekat.
“Aku tidak bisa” kata Hayoung lemah.
“Ikuti saja langkahku! Kau tetap
saja payah!” kata Kwangmin sambil tersenyum tipis. Entah kenapa, menurut
Hayoung, Kwangmin sangat tampan malam ini. Bahkan Kwangmin tersenyum manis
dihadapannya.
“Hayoungie, nan saranghae!” bisik
Kwangmin tepat di dekat telinga kiri Hayoung, lalu ia mencium singkat pipi kiri
Hayoung yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
DEG
DEG
DEG
DEG
DEG
Tanpa mereka tahu, kalau sedari tadi ada mata lain
yang sedang memperhatikan mereka tengah menggeram kesal.
Skip Time
Sehun sedang mengantar Hayoung
pulang kerumahnya. Selama diperjalanan hanya keheningan yang tercipta diantara
mereka. Sesampainya di rumah depan pintu, Hayoung bersiap membuka pintu mobil
Sehun, tapi ada tangan lain yang menahan dirinya untuk segera pergi.
“Aku melihatnya” kata Sehun lirih.
Hayoung menatapnya dengan penuh tanda tanya?
“Kau dan Kwangmin! Aku pikir kita
harus berakhir sampai disini” kata Sehun serius. Hati Hayoung mencelos.
“Sehun-oppa! Itu hanya_”
“Kwangmin menciummu dan aku
melihatnya!” Sehun mulai dikuasai oleh emosinya. “Sekarang pergilah!”
“Tapi aku_”
“KUBILANG PERGI!”
Hayoung segera keluar dari mobil
Sehun dengan dipenuhi air mata luka.
Sementara disaat yang sama Kwangmin
juga sedang mengantar Yooyoung pulang. Sesampainya di depan rumah Yooyoung,
Kwangmin langsung angkat bicara.
“Mulai detik ini juga kita harus
berakhir!” kata Kwangmin kejam.
“Apa maksudmu?” Yooyoung tampak
bingung.
“Kurasa kau tidak bodoh untuk
mengerti apa yang kumaksudkan”
“Apa ini semua karena Oh Hayoung!”
“Ini semua tidak ada hubungannya
dengan Hayoung”
“Kenapa semuanya berpaling dariku
karena gadis jelek itu. Hah!” Yooyoung mulai marah tak terkendali.
“Lebih baik kau turun dari mobilku
sekarang!”
PLAK
“Sialan kau Jo Kwangmin!”
BRAK
Yooyoung keluar dan menutup pintu
mobil Kwangmin dengan begitu kasar. Kwangmin memegangi bekas tamparan Yooyoung
di pipinya, sambil menyeringai.
Skip Time
Hayoung datang ke sekolah dengan
mata sembab. Kwangmin sudah berada di depan pintu masuk kelas untuk
menyambutnya.
“Annyeong Princess Oh Hayoung”
Kwangmin benar-benar ingin tebar pesona hari ini pada Hayoung, ia mengerutkan
keningnya ketika ia mendapati mata Hayoung yang sudah sembab di pagi buta
seperti ini.
Hayoung diam, dia tak menanggapi
ucapan Kwangmin sama sekali. Ia langsung menerobos masuk ke dalam kelas mereka.
Kwangmin pun mengikutinya dari belakang bagaikan ekor itik *author: emang itik
punya ekor apa?*
Hayoung duduk di bangkunya, dan
Kwangmin juga ikut-ikutan duduk disamping Hayoung sambil terus memperhatikannya
dengan tatapan heran.
“Lu kenapa sih? Gue salah apa coba?
Cuek amat!” Ketidaksopanan Kwangmin kumat lagi. *author: gue pikir lu bakal
bersikap manis sama dia* *kwang: diem nape*
“Lu diem nggak! Nggak usah bikin gue
makin benci sama elu! Jauh-jauh deh lu dari gue!” balas Hayoung sarkastis pada
Kwangmin.
Kwangmin semakin galau. Kenapa?
Pasalnya rencananya hari ini akan gagal total kalau situasinya malah seperti
ini. GAGAL TOTAL.
Sehun masuk ke dalam kelasnya.
Hayoung segera menatapnya dengan tatapan sedih, tapi Sehun mengabaikannya.
Kwangmin yang menyadari tatapan Hayoung terhadap Sehun merasa semakin bingung
dengan keadaan ini.
Skip Time
Jam istirahat, A Pink dan Boyfriend
sedang kumpul bareng di basecamp mereka. Ya, kantin. Itulah basecamp mereka.
Mereka sedang membicarakan tentang pelajaran hari ini yang sangat membosankan.
“Lu lihat kan hyung, Guru Donghae
ngebosenin banget. Cerita nggak ada habisnya, bikin gue ngantuk aja” Minwoo
bercerita tentang kehidupannya di kelas beberapa saat yang lalu.
“Itu sih elu-nya yang emang tukang
tidur, malah nyalahin Guru Donghae” sahut Donghyun.
“Yah elu hyung. Gue tahu kalau Guru
Donghae itu favorit elu. Tapi kan emang bener kalau dia ngebosenin. Setuju nggak
member-deul?” tanya Minwoo pada yang lainnya.
“Setuju banget gue sama elu Woo”
kata Hyunseong, dan member yang lain pun meng-konfirmasi ucapan Hyunseong
dengan sebuah anggukan.
“Iye, tadi gue bosen banget. Terus
gue ngaca deh biar nggak bosen” sahut Jeongmin sambil nyengir.
“Itu sih emang hobi elu keles” bales
Bomi dengan kejam. *ckckckckck*
“Idih! Syirik aja lu. Bilang aja
kalau lu nggak punya kaca, makanya lu nggak bisa ngaca” Jeongmin menanggapi
ucapan Bomi.
“Gue nggak butuh kaca buat ngelihat kalau
diri gue emang cantik” ujar Bomi narsis.
“Masih cantikan uri Hayoungie
keles!” balas Jeongmin. Eunji mendelik kearahnya.
“Eh, sorry chagi. Kan aku cuma
bercanda. Eunji tetep yang paling cantik kok di mata Jeongmin-oppa” Jeongmin
mengkerut.
“Mwo? Oppa? Nyadar dong Jeong!
Harusnya elu tuh yang panggil gue noona keles!” balas Eunji.
DOR. Tepat sasaran.
“Eh, iye deh. Eunji-noona chagiya
nan saranghanda” balas Jeongmin, lalu Eunji tersenyum.
“Hoekkk”
“Nape sih lu Woo?”
“Enggak nape-nape kok hyung. Cuma
pengen muntah aja habis denger kata-kata lu”
“Jiah! Sialan juga lu!”
Skip Time
Sudah seminggu Hayoung dan Kwangmin
tidak saling menyapa satu sama lain. Ah! Bukan seperti itu. Hayoung lah yang
selalu mengabaikan Kwangmin.
Sore ini, Kwangmin, Hayoung, Minwoo,
Youngmin, Namjoo, dan Naeun ada jadwal piket bersama lagi. Seperti biasa,
Kwangmin dan Hayoung lah yang pulang paling terakhir.
Diam. Hayoung tetap diam tanpa
mengatakan apapun. Kwangmin ingin mengatakan atau bahkan menanyakan sesuatu, tapi
ia takut salah.
Hayoung sudah bersiap untuk
meninggalkan kelasnya. Ia melangkah melewati Kwangmin yang masih berdiri
mematung tanpa menoleh sedikitpun.
GREP
Kwangmin menoleh melihat Hayoung,
dan Hayoung juga menoleh melihat Kwangmin. Semuanya bergerak seperti slow
motion.
Beberapa saat kemudian suasana
berubah menjadi normal, dan Kwangmin juga sudah melepaskan genggaman tangannya
dipergelangan tangan Hayoung.
“Wae?” tanya Hayoung malas. “Aku
sudah malas berdebat denganmu” lanjutnya.
“Bukan itu. Kau membenciku? Maksudku
akhir-akhir ini kau selalu menghindar dariku, bahkan bertatap muka pun kau tak
mau. Apa seburuk itukah aku?” pembicaraan mereka serius sekali kali ini, bahkan
mereka sudah tidak menggunakan bahasa keibuan mereka lagi alias ‘gue’ ‘lu’ seperti
biasanya.
“Aku memang membencimu. Sangat! Kau
sangat mengganggu hidupku! Kau selalu menjadi bayang-bayang dalam keseharianku!
Kau sudah menghancurkan semuanya! Hubunganku dengan Sehun-oppa! Bahkah kau
membuat orang-orang semakin membenciku! Jadi apakah semuanya kurang jelas kalau
aku memang sangat membencimu? AKU SANGAT MEMBENCIMU JO KWANGMIN! Lebih baik kau
pergi dari hidupku! Kalau bisa kau tidak perlu melihatku lagi! Sekarang
pergilah!” Hayoung mengatakannya dengan penuh emosi dan air mata yang entah
sejak kapan telah membanjiri pipinya.
Kwangmin sangat syok dan terkejut,
ia tak menyangka kalau Hayoung begitu membencinya. “Bahkan kau tak mau
memberiku kesempatan untuk berbicara lebih banyak. Mianhae kalau selama ini aku
selalu mengganggumu. Mianhae kalau selama ini aku selalu membuatmu kesal.
Mianhae kalau gara-gara aku hubunganmu dengan Sehun berakhir. Untuk menebus
semuanya, sesuai dengan keinginanmu, aku tidak akan muncul lagi dihadapanmu
setelah ini. Mungkin ini yang terakhir. Setelah ini aku akan mengusahakan
pindah sekolah. Aku akan pindah ke Kirin Arts School mungkin, atau kalau tidak
aku akan mencoba juga di Seoul Music High School. Semoga setelah ini hidupmu
beruntung” kata Kwangmin panjang lebar. Kwangmin mengatakan itu dengan nada suara
yang sudah bergetar dan tak karuan intonasinya. Ia ingin menangis, tapi tak
bisa. Bagaimana pun juga dia adalah seorang namja, jadi mana mungkin ia
menangis di depan yeoja. Kwangmin menghadap kearah Hayoung, lalu ia menangkup
kedua pipi Hayoung dengan tangannya, Hayoung sedikit terkejut, tapi ia biarkan
saja. “Aku mencintaimu, sudah lama aku ingin mengatakan ini, tapi kau tak
pernah memberiku kesempatan. Sekali lagi maafkan aku” Hayoung terbelalak saat
Kwangmin mengucapkan itu. Kwangmin memang pernah mengatakan kata-kata itu saat
mereka berdansa di pesta sekolah kemarin, tapi Hayoung menganggapnya sebagai
lelucon. Dan sekarang Kwangmin benar-benar mengatakannya dengan serius dan
begitu rapuh. Itu membuat sebagian hati kecilnya berdenyut nyeri.
Kwangmin mengambil tasnya, dan ia
benar-benar berlalu dari hadapan Hayoung yang masih mematung tak percaya.
Skip Time
Malam ini hujan turun begitu lebat.
Youngmin menginap di tempat Minwoo untuk mengerjakan tugas kelompok.
Naeun sedang menginap dirumah Chorong bersama Bomi dan
member A Pink lainnya, kecuali Hayoung, tadinya mereka ingin mengajak Hayoung
juga, tetapi maknae mereka ternyata tidak bisa dihubungi sejak sore tadi.
Berhubung besok sekolah libur, mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk
berkumpul bersama.
Donghyun, Jeongmin, dan Hyunseong juga sedang
mengerjakan tugas kelompok. Sama seperti yang dilakukan oleh Youngmin dan
Minwoo.
Berhubung orang tua Jo Twins sedang keluar kota (ke
rumah nenek Jo Twins), jadi Kwangmin sedang merana (meratapi nasib) di kamarnya
yang bernuansa biru laut sambil ditemani gemuruh petir, cahaya kilat, dan suara
gemerisik dari hujan. Ia sedang menangis dalam diamnya. Sebenarnya ia sungguh
tidak bisa dan tidak sanggup jika harus tidak bertemu dengan Hayoung lagi,
begitu berat.
Di waktu yang sama, tapi tempat yang berbeda. Hayoung
juga sedang menangis tersedu-sedu. Bahkan suara tangisnya nyaris tak terdengar
karena suara hujan diluar sangat berisik. Sama seperti Jo Twins, orang tua
Hayoung sedang pergi ke luar kota untuk mengurusi bisnis keluarga mereka, jadi
sekarang Hayoung sedang berada di rumah sendirian. Inilah nasib anak semata
wayang. Selalu kesepian. Lantas kenapa Hayoung harus menangis? Bukankah
seharusnya ia merasa senang karena orang yang selama ini mengganggu
kehidupannya akan segera pergi dari hadapannya. Lalu kenapa ia malah seperti
ini? Entahlah!
Skip Time
In Jo Twins Home
Waktu sudah
menunjukkan pukul tujuh malam. Sebagai namja Kwangmin tidak boleh terus-terusan
menangis hanya karena seorang yeoja yang sama sekali tidak memiliki
perasaan-perasaan khusus terhadapnya. Kwangmin mencoba tegar menghadapi semua
ini.
Hujan masih belum reda, Kwangmin
sedang duduk diruang tengah sambil memainkan game di PSP-nya. Tidak ada
Youngmin sehari saja memang membuat keadaan rumahnya sangat sepi. Apalagi
Hyunmin juga ikut appa dan eomma-nya ke luar kota. Itu membuat keadaan rumahnya
lebih mirip dengan kuburan.
TOK TOK TOK
TOK TOK TOK
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu itu membuat
Kwangmin menghentikan game-nya.
“Siapa pula yang bertamu malam-malam
ditengan hujan yang sangat lebat seperti ini” gumam Kwangmin sambil mengerutkan
dahi tanda heran. Lalu ia bangkit dari sofa dan menuju pintu utama untuk
membukakan pintu.
CKREKKK
“Sia__ Hayoung!” Kwangmin sangat
terkejut saat mendapati Hayoung berada di depan pintu rumahnya dengan keadaan
basah kuyup. Bibirnya sudah membiru, tubuhnya menggigil, dan dia terlihat
sangat kacau.
GREP
Hayoung memeluk Kwangmin dengan
tubuh basah kuyupnya yang masih bergetar karena kedinginan. Dia menangis.
Kwangmin hanya diam, bahkan dia belum sadar betul dengan keadaan ini.
“Jangan pergi oppa. Aku tidak ingin
kau pergi”
“Lebih baik kau masuk dulu. Kau
kacau sekali” Kwangmin mengajak Hayoung masuk kedalam rumahnya, dan Hayoung
hanya menurut saja tanpa melakukan penolakan sedikit pun.
“Kau basah kuyup. Pakai kamar mandiku,
aku akan ambilkan baju milik eomma-ku. Kajja!” Kwangmin menyuruh Hayoung mandi
di kamar mandi yang terletak dikamarnya.
Ketika Kwangmin datang lagi ke
kamarnya, Hayoung masih mengenakan handuk, dan itu membuat mereka berdua
sama-sama salah tingkah.
“Aaa, ini baju milik eomma-ku.
Mungkin bisa kau pakai. Jangan salah! Eomma-ku memiliki selera style anak muda
kok. Baiklah aku akan keluar dulu. Kau pakailah ini” kata Kwangmin sambil
meletakkan baju milik eomma-nya di kasur miliknya, lalu ia segera keluar dari
dalam kamarnya menuju ruang tengah.
“Tadi itu, Hayoung berbahaya sekali.
Aish! Apa yang kupikirkan!” Kwangmin mengacak-acak rambutnya sendiri dengan
frustasi sambil membayangkan Hayoung yang masih memakai handuk.
Hayoung yang sudah selesai ganti
baju, segera menghampiri Kwangmin yang berada diruang tengah. Ia duduk di
sebelah Kwangmin dengan malu-malu.
“Ini minumlah! Selagi masih hangat!”
Kwangmin memberikan segelas susu pada Hayoung. Hayoung menerimanya dengan ragu,
lalu meminumnya.
“Apa kau sudah lebih baik sekarang?”
tanya Kwangmin memastikan. Hayoung mengangguk.
“Sekarang bicaralah! Apa yang ingin
kau bicarakan?”
“Itu. Apa kau benar-benar akan
pindah?” tanya Hayoung ragu-ragu.
“Aku berencana besok akan mencari
sekolah yang aku inginkan untuk pindah. Mungkin aku ingin ke Kirin Arts Seoul
saja, karena itu cukup jauh dari sini, jadi kau tidak perlu melihatku la__”
“Jangan. Jangan pergi. Jebal”
Hayoung memohon pada Kwangmin.
“Kenap__”
“Aku, aku, aku tidak bisa jika tidak
bertemu denganmu satu hari saja” jawab Hayoung dengan sedikit terbata-bata.
“Kenapa begitu? Bukankah seharusnya
kau senang karena aku tak akan mengganggu hidupmu lagi?”
“Itu. Itu, aku juga tidak tahu.
Entah sejak kapan, aku merasa mulai bergantung padamu. Aku tidak bisa sehari
saja jika tidak berdebat denganmu, itu sangat menyiksaku. Aku merasa sangat
kesepian, selama ini aku selalu sendiri karena tak memiliki saudara, tapi kau
membuatku tak kesepian walaupun cara kita salah” jelas Hayoung.
“Lalu?”
“Lalu apa?” tanya Hayoung balik.
“Sebenarnya apa yang ingin kau
katakan. Ayolah katakan saja! Satu kata itu sangat menentukan” Kwangmin sudah
mulai menggoda Hayoung lagi. Sebenarnya semenjak tadi ia sudah sangat senang
sekali dengan pernyataan-pernyataan Hayoung yang sangat tidak terduga.
“Sebenarnya aku, aku, aku. Aku
mencintaimu oppa”
“Mwo? Kau tadi memanggilku apa? Apa
kau bisa mengulanginya?”
“Mwoya? Tidak akan. Aku tidak akan
mengulangi ucapanku. TITIK!” Hayoung merasa sudah dipermainkan.
“Ayolah! Kata terakhirmu tadi, masa
kau tidak ingat!”
“Shirreo!”’
“Katakan!”
“Shirreo!”
“Ayo cepat katakan”
“Shirreo!”
“Kalau begitu, besok aku akan pindah
ke Tokyo sekalian. Biar kau tak bisa bertemu denganku lagi” ancam Kwangmin
dengan seringainya.
“Aish! Kurae! Kwangmin-oppa nan
saranghae” seketika wajah Kwangmin berubah menjadi cerah.
GREP
Ia memeluk Hayoung. Bahkan ia tidak
pernah merasa sebahagia ini selama hidupnya.
“Nado saranghae Hayoungie. Bahkan aku
mencintaimu melebihi yang kau tahu” kata Kwangmin sambil tersenyum tulus.
Hayoung pun membalas pelukannya dengan senyum yang sama seperti milik Kwangmin.
END
