Cari Blog Ini

Minggu, 29 Juni 2014

In My Dream Chapter 10 (END)



Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin, Hayoung.
Other Cast: Member Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life, Romance.
Disclaimer: Fanfic ini terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^



Chapter 10
            Mereka masih saja saling diam  satu sama lain. Suasana begitu hening sejak kedatangan Hayoung. Kwangmin sudah berhenti dari latihan dance-nya, sekarang ia memilih untuk duduk disalah satu sudut ruangan yang tak jauh dari tempat Hayoung berdiri.
            ‘Cih! Disaat seperti ini, kenapa sulit sekali!’ Kwangmin sedang memerangi dirinya sendiri.
            “Dimana yang lain?” tanya Hayoung hingga memecah keheningan yang sempat tercipta beberapa saat yang lalu. “Maksudku dimana member-ku yang lain?” lanjutnya memperjelas apa yang baru saja ia ucapkan.
            “Aku bahkan tidak tahu kalau malam ini akan ada jadwal latihan lagi dengan A Pink” balas Kwangmin. Ia memberikan kertas yang sedari tadi ia pegang kepada Hayoung. “Mungkin ini bisa menjawabnya” lanjut Kwangmin.
            Hayoung menerima kertas itu dan membacanya. Ternyata memo yang terdapat di kertas tersebut ditulis oleh Boyfriend Hyunseong.
            “Mungkin member-mu sedang keluar sebentar dengan member-ku” ucapan Kwangmin seolah menjawab semua pertanyaan yang sempat menghampiri pikiran Hayoung. “Kita tunggu saja mereka. Mungkin sebentar lagi mereka akan kembali” lanjut Kwangmin.
            Hayoung hanya diam, ia bahkan tidak membalas ucapan Kwangmin atau menoleh kearahnya. Perasaannya sekarang sedang campur aduk menjadi satu. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi. Mungkin diam lebih baik, itulah yang dipikirkan Hayoung saat ini.
            Keheningan kembali melanda keduannya. Tak ada satupun diantara mereka yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu.
            ‘Kenapa aku hanya diam saja! Arrggghhh…!!! Bukankah ini adalah kesempatanku untuk meminta maaf? Arrggghhh sialan…!!!’ Kwangmin masih sibuk bertarung dengan hati nuraninya. Ia tak tahu harus melakukan apa sekarang. Padahal ia sangat tahu dan mengerti kalau saat ini adalah kesempatan yang tepat untuk minta maaf pada Hayoung.
            ‘Baiklah! Tenangkan dirimu! Kau harus mencobanya! Harus! Bukankah kau tak ingin kehilangannya? Tentu tidak!’
            “Hayoung-ah? Apa kau masih marah padaku karena kejadian waktu itu?”
            DEG. Hayoung tersentak. Ia tak percaya kalau Kwangmin akan membicarakan masalah itu lagi.
            “Jika itu membuatmu terluka. Maafkanlah aku yang bodoh ini” mohon Kwangmin. Ia berusaha menatap Hayoung, walaupun ia tahu Hayoung tengah berusaha kuat untuk menghindarinya.
            “Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa. Lebih baik lupakan saja aku. Aku bukan Hayoung yang selemah dulu karena terlalu mencintaimu yang jelas-jelas sama sekali tak pernah menganggapku ada” Hayoung berdiri. Ia mencoba sekuat mungkin menjadi sosok tegar. Ia berusaha mati-matian untuk menahan air matanya agar tidak menetes sekarang juga. Ia bangkit dan mengambil tasnya. Ia pun berjalan menuju pintu keluar. Tampaknya dia akan segera pergi dari hadapan Kwangmin. Mengetahui itu, Kwangmin juga ikut bangkit dan berusaha menahan tangannya agar tidak pergi.
            “Jebal! Mianhae! Jebal! Jangan membenciku. Aku tidak bisa jika kau terus menghindariku seperti ini!” Kwangmin terus memohon.
            Hayoung melepaskan genggaman tangan Kwangmin di tangannya yang begitu kuat. “Mianhae” ujarnya lirih, ia pun meninggalkan Kwangmin yang masih berdiri mematung.
Di balik pintu masuk
            “Sepertinya rencana kita gagal. Bagaimana ini?” tanya Chorong pada yang lain.
            “Aku tak pernah menyangka kalau akan serumit ini” sahut Minwoo.
            “Kasihan sekali Kwang” komentar Jeongmin.
            “Aku tidak bisa melihat Hayoungie sesedih itu. Dia sangat berbeda dari biasanya. Begitu rapuh” Naeun yang notabene-nya adalah member A Pink yang paling dekat dengan Hayoung merasa sangat prihatin dengan keadaan yonsaeng-nya itu.
            “Aku sudah menyangka kalau akhirnya akan seperti ini” kata Youngmin yang merasa kasihan pada adik kembarnya sendiri.
Tiga hari kemudian
A Pink Dorm
            “Mwo? Baiklah aku akan segera memberitahunya”
            Chorong baru selesai mengangkat telepon dari seseorang. Ia terlihat panic sekarang. Lalu ia menghampiri Hayoung yang sedang bercanda tawa dengan member lain di ruang tengah dorm mereka.
            “Hayoungie, kau harus tahu tentang hal ini” Chorong berkata serius hingga membuat semua mata tertuju padanya.
            “Wae unnie?” tanya Hayoung dengan dahi berkerut karena penasaran.
            “Tiga hari ini Kwangmin menolak makan, dan keadaannya sangat buruk sekarang. Bahkan ia menolak kedatangan dokter yang ingin memeriksa kesehatannya” Hayoung sangat syok mendengar perkataan Chorong, begitu pula member  A Pink yang lain.
            Mata Hayoung sudah berkaca-kaca. Ia tak kuat lagi sekarang.
            TES
            TES
            TES
            “Hayoungie, I know you not fine now. Please, don’t cry. If you cry, you’re not beautiful again. Please, don’t cry again. So, you should meet Kwangmin to resolution this problem. Arraseo!” Yookyung mengelus rambut Hayoung lembut dan memeluknya, Hayoung tahu, Yookyung memang selalu bisa menenangkannya.
Boyfriend Dorm
            “Kwangminnie, jebal jangan seperti ini. Kenapa kau terus menolak untuk makan. Kau mau mati karena kelaparan, hah!” baru kali ini Youngmin berhasil membentak Kwangmin, karena selama ini ia selalu tak bisa jika harus menyakiti hati Kwangmin, atau bahkan sekedar berbicara kasar padanya.
            “Jika hal itu bisa membuat Hayoung memaafkanku. Aku tak akan keberatan, hyung!” sahut Kwangmin lemah.
            “You. Jinjja!” Youngmin memilih untuk keluar dari kamar yang merupakan kamarnya, adiknya, serta Jeongmin. Jika ia terus berada didalamnya, maka bisa saja ia meledak.
            “Bersabarlah! Kwangmin hanya butuh waktu untuk merenung” Donghyun menghampiri dan menepuk pundak Youngmin yang masih dipenuhi amarah yang membara.
            “Tapi hyung, kau tahu, tiga hari dia sama sekali tak memakan apapun. TIGA HARI!” rupanya amarah Youngmin masih belum sepenuhnya reda.
            “Iya aku tahu. Bukan hanya kau, tetapi kami semua juga khawatir padanya. Satu hal lagi yang perlu kau ingat bahwa kita ini adalah keluarga, jadi kau tak perlu menanggungnya sendirian. Arraseo!” Donghyun menepuk kepala Youngmin. Disini peran Donghyun sebagai member tertua benar-benar terpenuhi. Dia benar-benar menjadi hyung yang baik untuk para dongsaeng-nya.
            “Gomawo hyung” Youngmin sudah mulai tenang sekarang.
            TING TONG
            “Ah, siapa yang datang selarut ini?”
            “Minwoo-ya, tolong bukakan pintunya” teriakan Jeongmin membuat Minwoo bangkit dari depan TV.
            “Nde!” Minwoo menuju pintu dorm mereka dan membukakannya.
            “Hayoung-ah!” Minwoo menatap Hayoung yang sudah kacau sekali. Ia datang ke dorm Boyfriend bersama Yookyung dan Naeun.
Jo Twins + Jeongmin Room
            Hayoung menghampiri Kwangmin yang tengah tertidur dengan nafas yang tidak teratur. Ia menyentuh dahi Kwangmin. SANGAT PANAS. Itulah yang ia rasakan saat punggung tangannya kontak langsung dengan dahi Kwangmin. Dipandanginya wajah tampan dihadapannya. Begitu pucat, tidak seperti biasanya. Keringat dingin menetes dari pelipisnya.
            “Oppa kau keras kepala sekali! Apa kau ingin bunuh diri! Kau pikir itu akan menyelesaikan masalah! Kau pikir dengan begitu aku akan memaafkanmu!” Hayoung mengucapkan amarahnya kepada orang yang sedang terbaring lemah dihadapannya.
            TES
            TES
            TES
            Hayoung benar-benar runtuh dari pertahanannya. Ia benar-benar bukan tipe orang yang pandai menahan sesuatu, termasuk rasa sedih seperti ini.
            “Apa kau ingin membuatku menderita lebih dari ini? Hiks hiks hiks” katanya sambil sesenggukan. “Kau pikir aku tak memikirkanmu selama ini? Hiks Hiks” Hayoung menunduk dalam menyembunyikan ekspresinya.
            Sebuah tangan meraih pipinya, dan mengusap air matanya.
            DEG. Hayoung terkejut, ia pun reflek mengangkat wajahnya dari posisi sebelumnya.
            “Kau tidak cantik kalau menangis” kata Kwangmin lirih sambil terus mengusap air mata Hayoung yang terus mengalir.
            “Hiks hiks hiks” Hayoung tak menjawab ucapan Kwangmin, ia masih tetap sesenggukan seperti sebelumnya.
            “Uljima! Kau terluhat kacau sekali!” kata Kwangmin. Sekarang Kwangmin telah mengubah posisinya menjadi duduk.
            “Kau bukan seperti Hayoung yang kukenal. Yang aku tahu Oh Hayoung itu selalu tersenyum ceria apapun yang terjadi. Itulah yang membuatku menyukainya. Ani, ani, bahkan aku sangat mencintainya hingga seperti ini. Ah! Rasa cintaku ini sangat menyiksaku” kata Kwangmin sambil tersenyum.
            GREP
            Hayoung memeluk Kwangmin erat sekali seakan tak mau lepas. Ia menangis sejadi-jadinya disana. Kwangmin membalas pelukan Hayoung, ia mengelus pucuk kepala gadis yang entah masih berstatus sebagai kekasihnya atau bukan.
            “Kau membuatku khawatir oppa. Hentikan semua leluconmu yang sama sekali tidak lucu ini. Apa kau mau bunuh diri, hah!” Hayoung masih memeluk Kwangmin erat.
            “Apa kau sudah memaafkanku?” bukannya membalas ucapan Hayoung, tetapi ia malah pindah ke topic lain.
            “Ya. Jangan mengalihkan pembicaraan!”
            “Arraseo. Jadi apa kau sudah memaafkanku?”
            Hayoung melepas pelukannya pada Kwangmin. “Terlalu sulit untuk membencimu” kata Hayoung sambil tersenyum.
            “Jadi apa ini artinya kau mau menjadi kekasihku seperti dulu lagi?” tanya Kwangmin hati-hati, ia takut kalau Hayoung akan menolaknya.
            “Apa kau pikir kita pernah putus sebelumnya. Lalu kau pikir selama ini aku apamu?” Hayoung pura-pura ngambek sambil mengerucutkan bibirnya.
            “Kau kekasihku” Kwangmin menjawabnya dengan yakin dan bangga.
MAMA
            Hari ini Boyfriend dan A Pink akan melakukan beberapa penampilan couple. Salah satu-nya adalah couple dance HaKwang.
Kwangmin POV
            Hari ini aku bahagia sekali, karena ini adalah pertama kalinya kau dan aku berada di panggung yang sama. Saling menyemangati, saling menatap satu sama lain dan memberikan keyakinan pada diri masing-masing untuk terus bersama dan melewati semua ini dengan penuh rasa kasih sayang. Hayoungie, jeongmal saranghanda.
Hayoung POV
            Akhirnya aku dan Kwangmin-oppa bisa bersama-sama lagi. Tak ada hal lain yang lebih membahagiakan kecuali ini. Aku ingin selamanya tetap seperti ini, saling melengkapi satu sama lain, dan selalu bersama apapun yang akan terjadi nantinya. Oppa, nan saranghae.
END
*__*

Selasa, 24 Juni 2014

In My Dream Chapter 09



Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin, Hayoung.
Other Cast: Member Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life, Romance.
Disclaimer: Fanfic ini terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^


Chapter 09
            Hayoung dan Kwangmin masih tidak percaya kalau mereka  akan menjadi couple dance, kali ini takdir benar-benar sedang mempermainkan mereka.
            “Aaa, hyung! Kwangmin dari tadi diam terus? Ada apa dengannya?” bisik Minwoo kepada Donghyun yang berada disebelahnya.
            “Aku juga tidak tahun. Sama sepertimu, aku juga sedikit heran tentang sikapnya yang suka berubah tiba-tiba itu” balas Donghyun pelan agar yang dibicarakan tidak dapat mendengarkan percakapan mereka.
            “Lebih baik aku tanya ke Youngmin-hyung. Mereka kan saudara kembar, siapa tahu dia mengerti tentang perubahan sikap Kwangmin” kata Minwoo lagi.
            “Baiklah! tanyakan kepada Youngmin” balas Donghyun. Minwoo segera pindah di dekat Youngmin.
            “Hyung, kau tahu kenapa Kwangmin berubah menjadi dingin hari ini?” bisik Minwoo pada Youngmin.
            “Itu karena suatu hal sedang terjadi padanya” Youngmin menjawabnya dengan berbisik juga.
            “Katakan padaku” tuntut Minwoo.
            “Ceritanya panjang sekali. Setelah latihan nanti aku akan menceritakannya” balas Youngmin.
            “Kurae!”
Skip Time . . .
Boyfriend Dorm
            Member Bofi sedang berkumpul diruang tengah untuk menonton TV bersama. Kebetulan hari ini mereka semua sedang free dari jadwal perform.
            Kwangmin hanya diam sambil memperhatikan member lain yang sedang tertawa gembira saat melihat acara komedi di TV. Ia sama sekali tidak konsentrasi untuk melihat tayangan di TV. Saat ini pikirannya sedang melayang jauh memikirkan seseorang yang mungkin juga sedang memikirkannya.
            “Ya, Kwangmin-ah! kau hari ini aneh sekali” kata Hyunseong.
            “Tidak ada yang aneh hyung”
            “Aish! Tadi pagi kau terlihat baik-baik saja, tapi begitu member A Pink datang, kau berubah menjadi muram. Ada apa sebenarnya?”
            “Aku sungguh baik-baik saja. Aku mau ke kamar dulu, kepalaku sedikit pusing” ia segera pergi menuju ke kamarnya, ia tak mau jika ia terus berada di ruang tengah, maka para hyung akan terus menginterogasinya.
            “Dia aneh sekali hari ini” sahut Jeongmin dari belakang.
            “Iya. Benar katamu” Donghyun ikut berkomentar  tentang perubahan sikap Kwangmin.
            “Aaa, aku ingat sesuatu. Bukankah tadi Youngmin-hyung berjanji akan menceritakan hal yang menyebabkan Kwangmin menjadi seperti itu” Minwoo teringat akan janji Youngmin siang tadi saat di ruang dance practice.
            “Nde. Baiklah! Aku akan menceritakannya, tapi sebelumnya aku minta satu hal. Ini hanya untuk kalangan member Boyfriend saja, tidak untuk di publikasikan, karena ini adalah privasi Kwangmin” Youngmin menghela nafas.
            “Baiklah! Ini hanya akan menjadi rahasia kita saja” kata Donghyun, dan yang lain menyetujuinya dengan menganggukkan kepala.
            Youngmin memulai ceritanya,
            “Dulu, saat kami masih di kelas 2, Kwangmin dan Hayoung adalah sepasang kekasih_” belum sempat Youngmin menyelesaikan ucapannya,
            “Mwo?”
            “What the_”
            “Apa?”
            “Bagaimana bisa?”
            Kira-kira seperti itulah respon member Bofi yang lain.
            “Aish! Jinjja! Biarkan aku selesaikan cerita ini dulu!” Youngmin tampak kesal karena yang lain buru-buru memotong ceritanya.
            “Baiklah! Cepat lanjutkan ceritamu!” suruh Donghyun, yang lain mengangguk setuju.
            “Jadi begini, sebenarnya cerita ini sangat rumit. Dulu aku dan Kwangmin menyukai orang yang sama, dia adalah sahabat kami sejak kecil, namanya Mun Kayoung_”
            “Hah! Apa yang kau maksud adalah artis SM Mun Kayoung?” tanya Hyunseong. Youngmin mengangguk. “Baiklah lanjutkan ceritamu!” suruh Hyunseong.
            “Aku sangat menyukai Kayoung secara terang-terangan, tapi secara terang-terangan juga Kayoung menyatakan kalau dia sangat menyukai Kwangmin. Pada awalnya Kwangmin mengaku kalau dia sama sekali tak memiliki perasaan khusus pada Kayoung, karena Kwangmin tak memiliki perasaan apapun padanya, aku dengan senang hati berusaha untuk terus mengejarnya. Saat itu Hayoung datang ke kelas kami sebagai siswa akselerasi, Kwangmin tertarik padanya dan akhirnya mereka pacaran. Tapi pada kenyataannya aku tahu yang sebenarnya, kalau Kwangmin pacaran dengan Hayoung semata-mata hanya untuk melupakan Kayoung. Aku sangat kecewa pada Kwangmin karena dia tak mau jujur padaku selama ini. Akhirnya aku menyerah untuk mendapatkan Kayoung, mungkin itu yang paling adil. Kwangmin menyadari kalau semakin lama ia semakin menyukai Hayoung dari hatinya bukan semata-mata untuk melupakan Kayoung. Saat itu hari ulang tahun Hayoung, Kwangmin mengajaknya kencan, pada saat yang sama Kayoung mengalami kecelakaan dan dia hanya ingin ditemani oleh Kwangmin, dari situlah kehancuran hubungan Hayoung dan Kwangmin dimulai. Kwangmin lebih memilih menemani Kayoung daripada Hayoung, dan sejak saat itu Kwangmin tidak pernah bisa bertemu Hayoung lagi, karena Hayoung selalu menolak untuk bertemu, bahkan mereka belum sempat untuk mengakhiri hubungan mereka, jadi hubungan mereka tidak jelas” Youngmin akhirnya dapat menyelesaikan ceritanya.
            “Kasihan sekali Kwangmin, dan juga Hayoung” Minwoo terharu dengan cerita Youngmin.
            “Kita harus berbuat sesuatu untuk mereka” Hyunseong ikut berkomentar.
            “Iya. Aku juga tidak tega melihat kemurungan Kwang” sambung Jeongmin.
            “Baiklah! Sekarang kita sudah tahu permasalahannya, yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari solusinya”
A Pink Dorm
            Sama seperti Kwangmin. Hayoung menjadi sangat pendiam hari ini. Member lain sampai bingung karena perubahan sikap Hayoung sangat drastis. Biasanya ia akan sangat cerewet jika mereka sudah di dorm seperti sekarang. Dia akan berbicara apa saja sesuka hatinya pada member lain.
            Naeun sampai tidak bisa membujuk Hayoung. Padahal biasanya kalau Hayoung sedang ngambek, Naeun akan selalu berhasil untuk membujuknya.
            ~My My My You’re My~
            “Yeobseo!”
            ‘Apakah kita bisa bertemu’
            “Oh nde, tentu saja”
            ‘Kami ingin membahas masalah yang sedang menimpa kami’
            “Baiklah! Kami akan menemui kalian tanpa dia”
            ‘Gomawo’
            “Nde. Cheonma”
            “Annyeong!”
            ‘Annyeong’
Skip Time . . .
Boyfriend Dorm
            Kwangmin baru saja bangun tidur. Ia membuka pintu kamarnya dan mendapati keadaan dorm yang sepi.
            “Aish! Dimana mereka? Kenapa meninggalkanku sendirian di dorm! Jinjja!” Kwangmin terlihat sangat kesal sekarang.
            Kwangmin berjalan menuju ke dapur untuk mengambil makanan karena perutnya sangat lapar sekarang. Ia melihat selembar kertas di meja makan, dan ia pun mengambilnya lalu membacanya,
            Kami ke kantor Starship untuk latihan dance. Kalau kau sudah bangun segera susul kami ke ruang latihan dengan code room 501.
                                                                                    TTD
                                                                        Leader Donghyun
            “Aish! Jinjja! Kenapa tidak membangunkanku!” Kwangmin langsung bersiap-siap untuk menyusul member lain ke kantor Starship.
A Pink Dorm
            Sama seperti yang dilakukan Kwangmin, Hayoung baru saja keluar dari kamarnya. Ia mendapati dorm sudah sepi tanpa seorang pun. Lalu ia mengambil kertas yang tertempel di pintu kamarnya.
            Kami ada latihan lagi malam ini dengan member Boyfriend di kantor Starship Entertainment. Setelah kau bangun tidur, segera susul kami ke kantor Starship Entertainment dengan code room 501.
                                                                                                TTD
                                                                                    Park Chorong
            “Aish! Kenapa tidak membangunkanku” Hayoung langsung bersiap-siap untuk menuju kantor Starship.
Starship Office
            Kwangmin sudah sampai di kantor Starship. Para staf noona menyapanya seperti biasa. Ia memang menjadi favorite staf noona karena wajah tampannya mungkin. Kwangmin hanya membalasnya dengan senyuman.
            Kwangmin naik ke lantai 12, lalu ia menuju ke ruang dengan code room 501.
            “Annyeong!” Kwangmin terdiam ketika ia tak mendapati satu pun member Bofi yang ada di tempat.
            “Dimana mereka?” Kwangmin langsung masuk ke ruang dance practice. Ia menemukan selembar kertas lagi.
            Kau tunggu sebentar! Kami sedang membeli makan di luar karena kami tidak sempat makan tadi siang. Kami akan segera kembali.
                                                                                    TTD
                                                                        Shim Hyunseong
            “Aish! Kenapa mereka suka sekali meninggalkanku sendiri!” Kwangmin pasrah saja menerima semua ini. Daripada menganggur, dia mencoba gerakan-gerakan dance yang baru.
In Hayoung
            Hayoung sudah sampai di kantor Starship. Ia menyapa para staf dengan sopan dan tersenyum pada mereka. Setelah itu ia segera masuk ke dalam lift dan naik ke lantai 12.  Setelah sampai di lantai dua, ia segera menuju ruangan dengan code room 501.
            TAP
            TAP
            TAP
            TAP
            Hayoung melangkahkan kakinya menuju ke ruang 501. Sekarang ia sudah sampai didepan pintu. Ia pun membuka pintu tersebut.
            “Annyeong haseyo!” Hayoung syok.
            “Annyeong_” Kwangmin mendongak dan sama seperti Hayoung, ia begitu syok dengan kedatangan Hayoung.
            Mereka saling memandang satu sama lain, waktu terasa berhenti disini. Mereka benar-benar masih syok sekarang.
*__*