Cari Blog Ini

Minggu, 16 November 2014

Jigeum (Chapter 09)

Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)
  Chapter 09

            Chanyeol and friends berjuang keras hari ini. Lawan kali ini sangatlah tangguh. School of Performing Arts Seoul adalah juara turnamen tahun lalu. Kim Myungsoo adalah kapten tim basket mereka dan terkenal sangat hebat dalam permainan hebat. Tapi kali ini Seoul Arts High School sudah tak takut lagi, karena mereka memiliki Sehun saat ini dan mereka akan berjuang habis-habisan melawan musuh.
            Babak pertama Seoul Arts High School unggul 20-16, hampir setengah dari angka yang diperoleh adalah hasil kerja keras Sehun, sedangkan angka yang diperoleh lawan sebagian besar disumbangkan oleh Kim Myungsoo.
            PRIITTTTTTTTT………
            Babak kedua dimulai, Chanyeol mulai mendribble bola, lalu mengopernya pada Kai, Kai mengopernya pada Tao, dan Tao pun mengoper bola tersebut pada Kwangmin. Kwangmin siap melakukan dunk, tapi ketika ia berlari ke depan, ternyata ia tak langsung men-shoot bola, dia justru malah melakukan swing, dan bola pun ditangkat Sehun yang langsung melakukan dunk. Dan bolah berhasil masuk ke ring.
            “Aaaaaa……. Sehun-oppa keren!” teriak para supporter Seoul Arts High School, khususnya supporter Sehun. Krystal juga melihatnya. Dengan aksi seperti itu, Sehun memang terlihat sangat keren, terlebih lagi Kwangmin yang melakukan swing dengan sangat akurat dan terarah juga membuatnya terlihat sangat keren di mata para supporter, terutama Hayoung.
            “Sehun-oppa keren sekali, Kwangminnie juga” kata Hayoung bangga. Krystal melirik Hayoung yang sedang berada disebelahnya, tapi ia tak mengatakan apapun sekedar untuk menanggapi ucapan Hayoung.
            Tiba-tiba saja…
            BRUUKKK
            PRIITTTTTTTT
            Ya. Sehun dilanggar oleh pemain lawan dengan nomor punggung 96 yang diketahui bernama ZELO.
            Para supporter yang kaget, sontak langsung melihat kearah tempat kejadian. Sehun tampak tergeletak sambil memegangi pergelangan tangannya yang sepertinya sedang terkilir.
            Aneh. Wasit bahkan hanya memberikan pelanggaran ringan pada ZELO. Ini ada yang aneh. Kenapa wasitnya seolah berlaku tak adil. Hal ini membuat para supporter Seoul Arts High School berteriak marah dan mendadak heboh.
            “Ya! Kenapa hanya pelanggaran ringan! Menyebalkan sekali!” Youngmin berteriak marah.
            “Iya. Ini sungguh aneh. Kenapa pelanggaran keras seperti itu hanya memberikan dua kali free throw pada tim kita? Seharusnya pemain nomor pungguh 96 itu sudah dikeluarkan dari lapangan” Joy menambahi ucapan kekasihnya.
            “Aku curiga. Kenapa wasit seolah memihak tim lawan” sahut Hayoung. Krystal hanya diam, dia tak peduli apa yang mereka semua katakan. Tapi ia sangat penasaran dengan keadaan Sehun. Tadi Sehun tampak kesakitan sambil terus memegangi pergelangan tangannya.
            Babak ketiga sudah terlewati, point sementara 89 untuk Seoul Arts High School dan 93 untuk School of Performing Arts High School. Rupanya keadaan tangan Sehun yang sepertinya cedera karena insiden tadi membuat tembakannya melenceng berkali-kali. Jika ini dibiarkan terus menerus, maka Seoul Arts High School akan kalah dalam pertandingan final ini.
            “Sehun-ah. Tanganmu sakit. Jangan memaksakan diri. Jika kita tak memang hari ini, kau masih memiliki kesempatan untuk tahun depan” kata Chanyeol dengan wajah sedih saat mengetahui keadaan Sehun.
            “Aniyo hyung. Kita harus menang hari ini. Aku memang masih bisa tahun depan. Tapi kau tidak lagi, karena sebentar lagi kau akan lulus. Aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan, dan aku ingin mempersembahkan piala kemenangan itu untukmu hyung. Aku janji” kata Sehun, ia tak ingin mengecewakan Chanyeol dan yang lainnya yang sudah berjuang sejauh ini.
            “Sehun-ah! Tapi kau_”
            “Percayalah padaku hyung” kata Sehun meyakinkan.
            “Gurae. Katakan padaku jika kau merasa kesakitan, maka aku akan menopangmu dari belakang” kata Chanyeol tulus.
            “Ne, hyung. Mari berjuang bersama!”
            PRIITTTTT
            Babak keempat dimulai, dan sekaranglah saatnya nasib mereka akan ditentukan. Sebagai juara atau sebagai pecundang.
Sehun POV
            Teman-teman, aku tak ingin mengecewakan kalian. Walaupun ini sakit sekali, saat aku mencoba untuk men-shoot bola, men-dribble bola, men-swing bola, passing bola, dan men-dunk-nya, tapi aku akan melakukannya. Bahkan jika harus mematahkan tanganku sekaligus, aku akan tetap melakukannya.
End Sehun POV
            Pertandingan hampir mendekati akhir, keunggulan masih miilik School of Performing Arts Seoul dengan 121-120. Waktu yang tersisa hanya tinggal beberapa detik lagi. Sehun semakin mendekati ring, dia terus mendribble bola dan siap untuk melakukan dunk. Ia mati-matian  menahan rasa sakit ditangannya.
            ‘Tak peduli dengan rasa sakit ini. Sekaranglah saatnya, karena kita satu, dan akan menjadi yang nomor satu’
            Sehun melompat tinggi, Myungsoo tampak melompat juga dan mencoba menghalangi usaha Sehun untuk melakukan dunk, tapi ternyata…
            DUNK
            Takdir berkehendak lain. Usaha yang dilakukan Myungsoo sia-sia karena Sehun berhasil memasukkan bola tersebut kedalam ring.
            PRIIITTTTTTT
            “Sehun-ah! Kita menang. Kita menang. Kita benar-benar number one!” Kai langsung menghambur memeluk Sehun.
            Seluruh supporter Seoul Arts High School langsung bersorak-sorai menyambut kemenangan tim mereka.
            “Sehun-ah! Kau berhasil. Kita berhasil!” kata Chanyeol sambil yang langsung memeluk Sehun.
            Dari kejauhan tampak Luhan sedang tersenyum tipis setelah mengetahui kemenangan adiknya. Ia begitu bangga pada Sehun kali ini, karena semasa ia menjadi kapten tim basket dulu, ia hanya mampu membawa Seoul Arts High School menjadi runner-up, dan sekarang Sehun membayarnya dengan tuntas.
            “Itu tadi sangat keren. Sungguh! Sehun-hyung! Dia sangat mengagumkan!” Youngmin berkata dengan sangat bangga.
            “Akhirnya, sekolah kita memenangkannya kali ini!” sahut Joy.
            Krystal tampak tersenyum tipis. Ia ingin sekali menghampiri Sehun yang sudah berada di pinggir lapangan bersama tim-nya. Ia ingin datang dan sekedar member selamat. Tapi,
            “Sehun-ah!” teriak Seulgi. Ia langsung berlari kearah Sehun, lalu memeluknya dengan bangga.
            “Kau tadi hebat sekali. Kami semua bangga padamu! Chukkae!” kata Seulgi bersemangat, lalu ia melepaskan pelukan selamatnya pada Sehun.
            Sehun tersenyum pada Seulgi. “Gomawo ne!” balas Sehun, lalu Seulgi mengangguk tulus.
            Ya. Krystal melihat semuanya, dan ia pun membatalkan niat awalnya yang ingin memberi ucapan selamat pada Sehun. Ia berbalik dan pergi dari tempat itu.
Skip Time
            Krystal sedang menyendiri di atap sekolah. Ia tak mengerti jika rasanya akan sesakit ini. Ya. Dia benar-benar bisa gila sekarang, dan hal itu hanya karena seorang Oh Sehun.
            “Dasar menyebalkan sekali. Dia selalu bilang kalau dia menyukaiku, tetapi malah bermesraan dengan gadis lain” Krystal meluapkan kemarahannya pada langit yang juga tengah mengawasinya secara bebas saat ini.
            “Siapa yang bermesraan dengan gadis lain?” sebuah suara muncul di gendang telinga Krystal, dan ia sudah sangat hafal dengan suara itu.
            “Ya. Oh Sehun. Kenapa kau berada disini?” Krystal menatapnya sangar.
            “Wah! Kau seram sekali. Aku takut!” Sehun menunjukkan ekspresi sok takutnya itu pada Krystal.
            “Dan kau mendengar semua yang kukatakan tadi?” Krystal tampak was-was. Ia sangat khawatir jika Sehun mendengarnya, pasti Sehun akan mengejeknya habis-habisan, dan ia akan sangat malu karena ketahuan menyukai seorang Oh Sehun.
            “Hahaha… Tentu saja aku mendengarnya” kata Sehun santai.
            “Dasar tidak sopan. Tukang menguping. Menyebalkan. Aku membencimu!” wajah Krystal memerah entah karena marah atau malu.
            “Mwo? Kau membenciku? Bukan itu yang sesungguhnya. Kau menyukaiku, arraseo!” Sehun serasa diatas angin sekarang.
            “Menyebalkan sekali, aku sama sekali tak menyukaimu” balas Krystal sambil membuang muka, ia sungguh malu atas hal ini.
            “Oh, kau tidak menyukaiku, tapi kau mencintaiku bukan?”
            “Ya. Oh Sehun kau menyebalkan sekali” bentak Krystal yang sudah sangat malu. Ia tak tahu wajahnya harus ia taruh  dimana. Ia bersiap pergi meninggalkan Sehun. Tapi ketika ia melangkah, Sehun menahan tangannya lalu menariknya kepelukan Sehun.
            “Ya. Menyebalkan. Lepaskan aku!” Krystal memukuli dada bidang Sehun dan terus berontak.
            “Aku sudah tahu perasaanmu sejak awal. Hanya saja kau terus menyangkalnya dan malu untuk mengakuinya. Sudah kubilang bukan, aku menyukaimu, dan kau pun juga begitu” Sehun tak berniat melepaskan Krystal.
            “Terus saja kau katakan seperti itu. Kau bilang menyukaiku, tapi kenyataannya kau malah bermain dengan gadis lain. Menyebalkan sekali. Dasar PLAYBOY cap KUCING. Kau pikir kau tampan!” bentak Krystal yang masih berada dalam dekapan Sehun.
            Sehun yang mendengar banyak fitnah dari Krystal, langsung melepaskan pelukannya. “Mwo? PLAYBOY? Cap KUCING? Bermain dengan gadis lain? Apa maksudmu? Aku bersamamu setiap hari” Sehun tak mengerti dengan semua tuduhan yang diberikan Krystal padanya.
            “Dasar menyebalkan. Bahkan kau masih pura-pura tak mengerti. Kau dan Kang Seulgi terlihat sangat akrab, dan aku berkali-kali memergoki kalian berduaan!” Krystal yang tak mampu menahan rasa marah, akhirnya berhasil mengungkapkan semua yang ada dipikirannya selama ini.
            “Pftttthh_” Sehun tampak menahan tawanya. “Hahaha…” dan akhirnya pertahanan dirinya untuk tidak tertawa telah gagal. Ia bahkan tertawa lepas karena ucapan Krystal.
            “Kenapa kau tertawa?” tanya Krystal heran.
            “Jadi kau cemburu dengan Seugi?” Sehun masih menampakkan wajah sumringahnya. Krystal tak menanggapi ucapan Sehun. Ia sangat malu karena ketahuan cemburu pada Oh Sehun.
            “Aigoo. Neomu kyeopta. Kau cemburu pada Seulgi? Bagaimana bisa? Kau harus tahu, kalau Kang Seulgi itu temanku sejak kami masih balita. Apa kedekatanku dengan Seulgi tidak wajar. Hahaha…”
            Krystal sangat terkejut. Ia merasa dipermainkan. Kenapa bisa ia tertipu dengan Oh Sehun sampai seperti itu. Bahkan ia cemburu pada seorang Kang Seulgi yang notabene-nya adalah teman Sehun sejak balita seperti yang telah Sehun katakan tadi.
            “Tanggal berapa ini? Aku harus mencatatnya. Hari ini sungguh hari yang bersejarah. Hari dimana seorang Oh Sehun dan Jung Soojung resmi menjadi sepasang kekasih” Sehun bahagia sekali rupanya. Krystal hanya mempout bibirnya tanda sebal.
            “Siapa pula yang mau jadi kekasihmu. Dasar menyebalkan!”
            “Oh, rupanya kau langsung ingin jadi istriku? Baiklah! Ayo kita menikah!” seru Sehun senang saat melihat ekspresi lucu bercampur kesal milik Krystal-nya.
            “Dasar menyebalkan. Sehun pabo!” Krystal berbalik badan lalu mulai berjalan menjauhi Sehun, lihatlah! Tapi ia diam-diam sedang tersenyum bahagia. Sungguh. Krystal memang sedang bahagia hari ini, dan ia akan mencatat tanggalnya. (24/12/2014)
            “Ya. Soojung-ah tunggu aku! Ya. Aish! Dasar perempuan!”
***

 

Jigeum (Chapter 08)

Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)



Chapter 08
            “Sehunnie. Bolehkah hari ini aku ke rumahmu? Aku rindu sekali dengan appa dan eomma-mu, juga Luhan-oppa” Seulgi menghampiri Sehun sambil tersenyum ceria. Sehun membalasnya dengan senyuman ceria juga.
            “Tentu saja. Aku yakin kalau mereka juga merindukanmu. Kau nanti ingin langsung ke rumahku atau pulang dulu?” tanya Sehun pada Seulgi.
            “Aku nanti langsung kerumahmu saja, lagi pula aku sudah minta ijin pada uri eomma tadi pagi” balas Seulgi. Mereka tak saat kalau sedari tadi ada orang yang sedang menatap sebal kearah mereka berdua.
            “Baiklah! Kau nanti pulang bersamaku saja. Arraseo!” kata Sehun.
            “Ne” Seulgi melihat kea rah Krystal. Ia baru sadar kalau Krystal berada disana juga.
            “Krystal-ssi. Maaf karena kami mengabaikanmu” ini adalah kali pertama Seulgi berbicara dengan Krystal.
            “Gwenchana” balas Krystal dengan tampang kinda cool-nya.
            “Ya. Kau jelek sekali dengan tampangmu yang seperti itu” komentar Sehun saat melihat wajah aneh Krystal dengan ekspresi chic-nya.
            “Hahaha….. Sehunnie, kau tidak sopan sekali. Nanti Krystal-ssi marah” sambung Seulgi.
            “Gwenchana” balas Krystal. Sebenarnya ia kesal dengan keadaan seperti ini.
            “Ah, boleh aku berteman denganmu Krystal-ssi?” tanya Seulgi penuh harap.
            “Aku berteman dengan siapa saja” balas Krystal dingin.
            “Ne, arraseo”
            “Tapi kau menolakku menjadi temanmu” Sehun tak terima.
            “Itu karena kau selalu menggangguku”
            “Aniya. Aku tak pernah merasa mengganggumu sekalipun” Sehun menyangkal tuduhan Krystal padanya.
            “Terserah kau saja” balas Krystal dengan malas, lalu ia meninggalkan mereka di kelas. Krystal keluar, ia berniat mencari Sulli, karena ia sudah terlanjur bad mood perihal Sehun dan Seulgi.
Kantin
            “Ya, kakak ipar, aku mencarimu kemana-mana” kata Krystal saat ia berhasil menemukan Sulli di kantin.
            “Ah, Soojungie. Jangan memanggilku seperti itu. Aku jadi malu tahu!” pipi Sulli sudah berubah warna menjadi merah karena Krystal memanggilnya dengan sebutan kakak ipar.
            “Baiklah. Tapi kuharap kau mulai terbiasa dari sekarang. Mungkin Chanyeol-oppa akan segera melamarmu setelah lulus nanti. Lalu akan membawamu ke San Fransisco”
            “Ya. Krys!” Sulli semakin malu.
            “Hahaha…” Krystal tertawa setelah berhasil  mengerjai sahabatnya.
            “Berhentilah tertawa. Kau bilang tadi mencariku. Tumben sekali? Akhir-akhir ini kan kau lebih suka di kelas dan belajar, atau ehem_ bersama Sehun” Sulli berbalik menggoda Krystal.
            “Menyebalkan sekali. Siapa yang bersama Sehun pabo itu. Jangan menyebut namanya didepanku” balas Krystal berubah bad mood lagi.
            “Ya! Jangan seperti itu. Dia kan guardian angel-mu. Kau tak ingat, dia sudah menyelamatkanmu dari hal terbesar yang berhubungan dengan nyawa dan masa depanmu” Sulli merasa menang. Krystal sedikit terkejut.
            “Ya! Kenapa kau bisa mengetahuinya?” tanya Krystal penasaran dan bercampur malu.
            “Tentu saja, oppa bodohmu itu sudah membeberkannya padaku” balas Sulli sambil nyengir tak jelas.
            “Aish! Jung Chanyeol! Benar-benar mulut ember. Sama sekali tak bisa dipercaya. Menyesal aku telah menceritakan masalahku padanya. Pasti ujung-ujungnya akan seperti ini” Krystal terlihat menyimpan dendam pada oppa-nya dan telah bersiap untuk membalasnya.
            “Hahaha! Kau itu lucu sekali. Aniyo! Maksudku kalian sangat lucu. Saudara yang unik” komentar Sulli menyambung kekesalan Krystal.
            “Berhenti tertawa Choi Sulli!” Krystal marah besar.
            “Hahahaha…”
            Dengan sesaat Krystal dapat melupakan kekesalannya pada Sehun dan Seulgi. Ini semua karena Sulli yang selalu berhasil menghiburnya dan membuatnya tertawa.
            ‘Terima kasih kakak ipar. Kau memang dapat diandalkan!’
Skip Time
            “Ya. Hunnie! Kenapa membawanya kemari? Bukankah_” Luhan terlihat berbisik pada Sehun yang pulang bersama Seulgi.
            “Aku bisa menjelaskannya hyung” potong Sehun. Lalu Sehun menjelaskan apa yang sudah terjadi pada mereka. Dan Sehun juga mengatakan kalau Seulgi sudah minta maaf padanya. Selain itu Sehun juga mengatakan pada Luhan kalau ia tak bisa membiarkan Seulgi sendirian. Bagaimana pun juga Sehun masih menganggap Seulgi sebagai sahabatnya.
            “Arraseo” Luhan mengangguk mengerti.
            “Seulgi-ya! Apa kabarmu?” Luhan menyapa Seulgi.
            “Baik oppa. Bagaimana dengan kabar oppa sendiri?” tanya Seulgi.
            “Seperti yang kau lihat” balas Luhan sambil tersenyum bersahabat.
            “Wah! Apakah di Jepang sangat nyaman?” tanya Seulgi kembali.
            “Tentu saja. Aku sangat betah disana. Aku jadi ingin membawa Sehun juga. Tapi dia tak mau”
            “Ya! Aku tak mau ikut denganmu!” sahut Sehun.
            “Lagipula Sehun tak akan pergi kemanapun sebelum mendapatkan sesuatu” sambung Seulgi sambil tertawa.
            “Ah! Aku sudah tahu. Uri Soojungie bukan?” tanya Luhan. Seulgi tampak mengerutkan dahinya tak mengerti.
            “Soojung? Siapa dia?”
            “Mwoya! Kenapa Seulgi tak mengenal Soojung. Ya! Hunnie! Apa tadi kau membohongiku!” Luhan tampak kesal.
            “Dasar bodoh. Tentu saja dia tak mengenal Soojung. Yang dia kenal itu Krystal, bukan Soojung!” Sehun menyemprot Luhan habis-habisan.
            “Apa hubungan antara Soojung dan Krystal? Sehun-ah! Kau tak menyukai dua gadis kan? Katakan padaku!” tuntut Seulgi. Luhan menahan tawa.
            “Phfffttt_”
            “Aish! Mian, aku lupa memberitahumu” balas Sehun.
            “Jadi benar kau menyukai dua orang sekaligus?” Seulgi tampak terkejut sekali.
            “Bahkan aku belum selesai berbicara. Seulgi-ya, dengar baik-baik, Soojung adalah Krystal. Soojung adalah nama Korea Krystal. Arraseo!” Sehun menjelaskan dengan sabar.
            Sementara itu, Seulgi hanya mengangguk mengerti. “Jadi begitu. Aku sungguh tak mengetahuinya. Yang kutahu namanya adalah Krystal Jung”
            “Hahaha… Mian aku benar-benar lupa”
            “Seulgi-chagiya” eomma Sehun keluar dari tempat persembunyiannya (dapur) dan langsung menghampiri Seulgi lalu memeluknya.
            “Eommoni, nan bogoshipda” Seulgi membalas pelukan eomma Sehun.
            “Eommoni juga rindu padamu” Luhan dan Sehun hanya menunggu opera sabun agar segera selesai. Setelah beberapa menit melepas rindu, akhirnya suasana kembali normal.
            Seulgi memang sangat dekat dengan Oh Family terutama eomma Sehun. Sehun dan Seulgi tumbuh bersama sejak kecil sehingga keluarga mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Dulu mereka bertetangga, tapi karena keluarga Seulgi pindah rumah, sekarang mereka sudah tidak bertetangga lagi.
Skip Time
            Entah setan apa yang sedang merasuki Krystal sekarang, tapi dia sedang memikirkan perasaannya pada Sehun. Akhir-akhir ini ia jadi sering khawatir tentang perasaannya sendiri pada Sehun. Ia bilang membenci Sehun, tapi entah kenapa, hatinya berkehendak lain, ya dia Krystal Jung. Chic Princess of Seoul Arts High School menyukai Oh Sehun, Si Pangeran Tingkat II.
Skip Time
Hari ini pada akhirnya Seoul Arts High School akan menjalani pertandingan final turnamen basket antar sekolah setelah berhasil menumbangkan musuhnya satu per satu dengan penuh perjuangan.
Mereka akan berjuang melawan School of Performing Arts Seoul di partai final kali ini. Berbeda dari pertandingan sebelum-sebelumnya, pertandingan kali ini untuk pertama kalinya di turnamen tahun ini Sehun akan ikut serta dalam barisan pemain inti Seoul Arts High School. Ya. Sehun telah pulih dari cedera dan siap untuk membela tim-nya hingga titik darah penghabisan.
“Jo Kwangmin! Go Go Go!” ya, Kwangmin masuk dibarisan pemain inti, dan suara teriakan tadi adalah milik Youngmin, saudara kembarnya.
“Hyung! Doakan aku!” seru Kwangmin pada Youngmin yang berada di tribun terdepan di gedung olahraga tersebut.
“Aku pasti akan selalu berdoa untuk kemenangan kalian! Fighting!” seru Youngmin sambil mengangkat kepalan tangannya tinggi-tinggi. Sama seperti Youngmin, Hayoung dan Joy juga sedang melakukan hal yang sama. Krystal yang berada di sebelahnya hanya bisa diam.
“Ya, Krys. Kau tak ikut berteriak mendukung Chanyeol-hyung!” kata Youngmin pada Krystal yang seperti biasa selalu memasang tampang datarnya.
“Sulli sudah melakukannya” balas Krystal malas.
“Give me C, give me H, give me A, give me N, give me Y, give me E, give me O, give me L. Give me CHANYEOL-OPPA!” teriak Sulli.
“Sulli-ah! SARANGHAEYO!” teriak Chanyeol dan sudah berhasil membuat Sulli memerah dan fans-nya patah hati.
“NADO!” balas Sulli tak kalah kerasnya.
“Nah! Kau dengar itu kan!” kata Krystal pada Youngmin setelah mendengar teriakan Sulli untuk Chanyeol.
“Sehun-ah! Ayo berjuang! Kau bisa! Fighting!” nah! Itu adalah suara Seulgi. Suara itu membuat Krystal menengok. Sehun hanya membalas ucapan Seulgi dengan senyuman.
“TAO-OPPA berjuanglah!” jelas sekali, itu Suzy. Beberapa waktu lalu mereka telah jadian dan resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Tao tersenyum mendengar dukungan dari orang yang dicintainya.
“JONGINNIE FIGHTING!” itu adalah Wendy.
“ARRASEO!” balas Kai bersemangat.
“Akhirnya. Formasi ini kembali lagi. Seoul Arts High School. We Are One! Be Number One! FIGHTING!” teriak Chanyeol and friends.
Mereka bersiap untuk memulai pertandingan.
“Inilah pertandingan yang sesungguhnya!” kata Myungsoo yang merasa tertantang.
Dan,
“PRITTTTTTT!”
***