Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jigeum (Chapter 03)

Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)

Chapter 03
            Hari ini Krystal pulang sendiri lagi, karena Chanyeol masih harus mengurusi masalah basket.
            “Aish! Menyebalkan sekali, hari ini benar-benar menyebalkan. Kenapa pula Chanyeol-oppa harus lebih mementingkan basket daripada aku. Tega sekali”
            Krystal kembali menyusuri trotoar yang sudah sepi, ia berjalan menuju halte bus yang jaraknya tak jauh lagi dari tempatnya berdiri sekarang. Jalanan sangat sepi dan sepertinya belum ada tanda-tanda bus yang datang. Apalagi hari sudah semakin larut, dan dia pernah mendengar dari Sulli kalau di daerah sini banyak sekali preman. Ia jadi merinding sendiri mengingatnya.
            “Yeopopo. Ada mangsa baru rupanya!” tuh kan benar, baru saja Krystal memikirkannya, para preman itu sudah datang. Mereka berjumlah sekitar 5 orang, salah satu dari mereka mengenakan seragam sekolah yang sepertinya adalah siswa dari sekolah lain.
            “Ya! Jangan coba-coba mendekat!” gertak Krystal.
            “Whoa! Adiknya Jung Chanyeol galak sekali” sahut laki-laki yang mengenakan seragam sekolah tadi.
            “Bagaimana bisa orang sepertimu mengenal Chanyeol-oppa?”
            “Bukankah kalau kita menghabisi dia akan sangat menyenangkan. Ah jangan, bagaimana kalau kita bermain dulu sebelum kau benar-benar kuhabisi” bukannya menjawab pertanyaan Krystal, laki-laki itu malah semakin mendekatinya.
            “Ya! Jangan mendekat!” Krystal semakin memekik ketika tangan-tangan itu mencoba meraihnya.
            “Ya! Jangan pernah berani menyentuh Krystal dengan tangan kotor kalian!” ya, itu adalah suara Sehun. Di saat seperti ini, Sehun-lah yang ada untuk Krystal.
            “Oh Sehun” kata Krystal.
            “Soojungie, cepat mundur, aku akan melindungimu”
            “Ne!”
            “Hahaha, lihatlah dirimu Oh Sehun. Cih! Si pangeran tingkat II. Hari ini juga aku akan menghabisimu!” kata laki-laki itu geram. Sepertinya laki-laki itu mengenal Sehun, bahkan dia mengetahui cukup banyak tentang Sehun.
            “Coba lakukan. Kalau kau bisa!” tantang Sehun.
            “Sialan!” laki-laki itu maju menyerang Sehun, teman-temannya juga ikut maju. Krystal yang ketakutan hanya bisa meringkuk dan menyembunyikan tatapannya dengan kedua telapak tangannya.
            BUG
            BUAGH
            BUG
            BUG
            JDAKKK
            JDUK
            DAK
BUAGH
            Kira-kira hanya itulah hal yang bisa Krystal dengar. Lama sekali. Ia sudah tak mendengar seperti demikian lagi. ‘Ah, apa Sehun berhasil mengalahkan mereka, atau justru sebaliknya’ begitu pikirnya. Ia mencoba membuka telapak tangan yang menutupi matanya, tapi ia belum cukup berani untuk melihat kenyataannya. Ia masih menunduk ketakutan.
            TAP
            TAP
            TAP
            ‘Kaki itu, kaki siapa itu?’ Krystal belum berani melihat siapa pemilik kaki yang mendekat kearahnya itu.
            “N_neo nu_nuguya?” tanya Krystal yang masih ketakutan.
            “Mereka sudah pergi, kau tak perlu takut lagi” mendengar itu, Krystal perlahan mendongakkan kepalanya, dan ia melihat siapa yang ada disana. Ya, dia Oh Sehun. Sehun menatapnya sambil tersenyum. Ah, sudut bibirnya tampak mengalir darah segar. Tangan kirinya memegangi perutnya.
            “Kau pulanglah!” perintah Sehun.
            “Tapi kau_”
            Sehun menghentikan bus yang lewat di depannya, lalu menyuruh Krystal masuk.
            “Sica-noona pasti sedang mengkhawatirkanmu. Pulanglah!”
            Krystal hanya menurut.
“Oh Sehun, gomawo!” sebelum ia masuk kedalam bus, ia menyempatkan diri untuk mengatakan terima kasih pada Sehun. Karena bagaimana pun juga, Sehun-lah yang telah menyelamatkannya. Ia tak tahu apa jadinya jika saja tadi Sehun tak menolongnya.
Skip Time
Sehun POV
            Ah, sakit sekali. Mereka terus menendang perutku, pasti sekarang perutku sedang bengkak. Aku tak menyangka akan sesakit ini. kalau seperti ini terus, aku tak akan bisa ikut pertandingan basket tiga hari lagi. Lalu apa jadinya tim basket Seoul Arts High School tanpa aku. Cih! Benar-benar mereka sialan!
End Sehun POV
            Krystal sudah sampai di rumahnya. Ia tak berani menceritakan kejadian yang tadi ia alami pada keluarganya, bahkan pada Chanyeol sekalipun.
Krystal POV
            Aku tak menyangka kalau Sehun datang tepat waktu disaat aku sedang benar-benar membutuhkan bantuan darinya. Aku melihat darah mengalir dari sudut bibirnya, itu pasti sakit sekali. Dan tadi ia terus memegangi perutnya. Apa telah terjadi sesuatu padanya? Sungguh aku tidak tahu, karena aku belum sempat menanyakan semua padanya.
End Krystal POV
Next Day
            Pagi ini Krystal datang lebih awal dari biasanya, entah apa yang membuatnya seperti ini. Mungkin ia ingin menanyakan keadaan Sehun setelah kejadian kemarin.
            “Ah, dia lama sekali, kenapa belum datang? Bukankah sebentar lagi bel masuk” Krystal bergumam sendiri, tanpa ia sadari kalau sedari tadi Sulli sedang berada disampingnya.
            “Siapa yang kau maksud? Bukan Sehun kan?” tanya Sulli, dan ternyata tepat sasaran sehingga membuat Krystal terkejut tanpa menunjukkan ekspresi apapun. *terkejutnya cuma dalam hati doang*
            “Oi Hunnie, kenapa baru datang?” Kai langsung heboh ketika melihat temannya memasuki kelas. Ia langsung memeluk Sehun dari samping. Sehun sedikit meringis kesakitan saat tangan Kai menekan perutnya. Lalu ia perlahan melepas pelukan Kai. Tanpa ia sadari bahwa sedari tadi Krystal memperhatikannya.
            “Kenapa kemarin kau tak ikut rapat tim basket dan latihan rutin, kau tahu kan kalau dua hari lagi kita bertanding” tanya Kai yang notabene-nya juga merupakan anggota tim basket sekolah mereka.
            “Ah, mian. Kemarin aku ada sedikit urusan” balas Sehun seadanya, tentu saja bohong.
            “Urusan apa yang lebih penting daripada latihan basket?” tanya Kai.
            “Bahkan jauh lebih penting dari hal apapun” balas Sehun sambil melirik Krystal yang ternyata juga sedang menatapnya.
            TET TET TET
            Bel sudah berbunyi, Sehun segera mengambil duduk di sebelah Krystal yang masih diam membisu. Bahkan ia duduk dengan sangat hati-hati sambil sesekali memegangi perutnya.
            “Apa kau baik-baik saja?” tanya Krystal tiba-tiba.
            “Wae? Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja. Dan aku masih hidup sampai saat ini. Kau sedang mengkhawatirkanku?” canda Sehun sehingga membuat Krystal mendesis.
            “Aish! Aku menyesal menanyakan keadaanmu” balas Krystal sarkastis.
            “Jeongmal!” Krystal tak membalasnya.
            “Aish! Miss. Cooly!” Krystal masih tak menjawabnya.
Jam Pulang
            Sehun berjalan menuju apartemen-nya yang tak jauh dari sekolah. Ia memang tinggal sendiri di Seoul, karena orang tua dan kakaknya (Luhan) sedang berada di Jepang sejak setahun lalu. Ia tak ingin ikut pindah ke Jepang, karena alasan ia tak mau pindah sekolah, dan juga ia tak bisa meninggalkan Kai di Seoul sendirian. Kai juga hanya sendiri di Seoul, karena kedua orang tuanya tinggal di Busan. Ia sudah menganggap Kai seperti kakak kandungnya sendiri. Ya, bagaimana pun juga Kai lebih tua darinya, walaupun hanya beberapa bulan.
            Rasanya ia sudah tak kuat menahan rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuhnya, terutama bagian perutnya yang kemarin dipukuli para preman pengganggu itu. Ia mulai perlahan membuka pintu apartemennya, tapi ketika akan masuk, tiba-tiba saja ia sudah sampai pada batasnya.
            BRUKK
            “Sehun-ah!”
            Sehun tumbang. Krystal yang sedari tadi sengaja mengikuti Sehun secara diam-diam pun akhirnya mulai menampakkan dirinya.
            “Argghh”
            “Ya! Apa yang telah terjadi padamu?” Krystal memapah tubuh tinggi Sehun dengan susah payah. Ia membawa Sehun masuk kedalam kamarnya.
            “Katakan! Apa yang terjadi padamu kemarin? Apa kau terluka?” tanya Krystal cemas. Sehun hanya diam membisu tanpa mengatakan sepatah kata pun.
            “Ya! Apa kau bisu! Aku sedang bertanya padamu!” bentak Krystal. Rupanya kesabaran Krystal sudah pada batasnya.
            “Tidak ada” hanya itu yang Sehun katakan.
            TES
            TES
            TES
            Krystal menunduk, tiba-tiba saja air mata itu jatuh.
            “Mianhaeyo! Apa itu semua terjadi  karena kau menolongku kemarin?” tiba-tiba Krystal mengatakan hal yang tidak Sehun mengerti.
            “Apa maksudmu?”
            “Kau sedang terluka. Bukankah begitu?”
Flashback
            “Ya Krystal Jung!” seru Kai. Ia menghampiri Krystal yang sedang bersiap-siap untuk pulang. Hanya tinggal mereka saja yang ada di dalam kelas sekarang. Yang lainnya sudah keluar beberapa menit yang lalu.
            “Wae? Kim Jongin-ssi?” balas Krystal dingin.
            “Ya! Jinjja! Kau dingin sekali, Chic Princess Seoul Arts High School” kata Kai basa-basi.
            “Katakan saja yang ingin kau katakan” balas Krystal sambil memutar bola mata bosan.
            “Aku hanya ingin kau menyampaikan pesanku pada Chanyeol-hyung, kalau tim kami di pertandingan basket dua hari lagi akan bermain tanpa Sehun”
            “Wae?”
            “Sehun sedang terluka, dia mengatakan kalau perutnya sakit karena terbentur sesuatu”
            “Mwo!” Krystal langsung syok. Bayangan ketika Sehun menyelamatkannya tiba-tiba muncul begitu saja. Memang saat itu Krystal tidak melihat dengan jelas kejadian yang sesungguhnya karena ia terus bersembunyi dari padangannya, tapi perasaannya sungguh tak enak sekarang.
            “Katakan dimana alamat rumah Sehun?”
            “Untuk apa?”
            “Aish! Kenapa kau banyak tanya! Cepat katakan saja! Apa susahnya?” Krystal sungguh tak sabaran. Ia ingin segera bertemu Sehun.
            “Arra. Tapi ia tidak tinggal di rumah. Ia tinggal di Apartemen Gangnam Blok B Lantai 5” baru saja Kai menyelesaikan ucapannya, Krystal mulai berjalan menjauh dengan sangat terburu-buru.
            “Ya! Apa kau akan menyampaikan pesanku tadi pada Chanyeol-hyung!” Kai sedikit berteriak, tapi Krystal tak membalas ucapannya itu. Krystal mengabaikan ucapan Kai, karena yang ada di pikirannya sekarang hanya Sehun.
End Flashback
            “Kai yang memberitahuku kalau kau terluka. Lalu kau tak akan ikut pertandingan basket. Tapi aku pernah mendengarnya dari Chanyeol-oppa. Bukankah itu adalah impianmu? Mengikuti turnamen basket antar sekolah dan membawa tim basket sekolah kita juara? Seharusnya kau tak perlu datang menyelamatkanku. Lalu apakah aku sudah menghancurkan impian_”
            GREP
            “Berhentilah berbicara. Ini semua bukan salahmu. Dan aku bukan satu-satunya. Masih ada Kai, Chanyeol-hyung, Tao-hyung, dan juga Kwangmin. Mereka tak kalah hebatnya, aku yakin mereka bisa mewujudkan impianku. Lagipula, aku ingin melindungi hal-hal yang lebih penting dibandingkan dengan basket. Misalnya kau Soojungie”
            TES
            TES
            TES
            “Ya! Uljima. Kau mengotori seragamku” canda Sehun.
            “Aish! Jinjja!” Krystal melepaskan pelukan Sehun. Ia berkata dingin, padahal ia masih berurai air mata.
            “Jangan berharap karena kau sudah menyelamatkanku, aku akan melirikmu. Tidak sama sekali” ancam Krystal.
            “Aigoo! Kita lihat saja nanti. Aku tidak hanya akan merebut hatimu, tapi seluruhnya yang kau punya” tantang Sehun. *ini maksudnya si thehun apaan coba?*
            “Mwoya!” Krystal mengambil bantal Sehun lalu melemparkannya ke wajah tampan Sehun.
            “Ya! Ya! Ya! Hentikan itu Jung Soojung!”
            “Aniya!”
            “Aish! Ya!”
***
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar