Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh
Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School
Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini
spesial buat Krystal-eonnie 20th (international) and 21st (korea) birthday.
#HappyKrystalDay :)
Chapter 03
Hari
ini Krystal pulang sendiri lagi, karena Chanyeol masih harus mengurusi masalah
basket.
“Aish!
Menyebalkan sekali, hari ini benar-benar menyebalkan. Kenapa pula Chanyeol-oppa
harus lebih mementingkan basket daripada aku. Tega sekali”
Krystal
kembali menyusuri trotoar yang sudah sepi, ia berjalan menuju halte bus yang
jaraknya tak jauh lagi dari tempatnya berdiri sekarang. Jalanan sangat sepi dan
sepertinya belum ada tanda-tanda bus yang datang. Apalagi hari sudah semakin
larut, dan dia pernah mendengar dari Sulli kalau di daerah sini banyak sekali
preman. Ia jadi merinding sendiri mengingatnya.
“Yeopopo.
Ada mangsa baru rupanya!” tuh kan benar, baru saja Krystal memikirkannya, para
preman itu sudah datang. Mereka berjumlah sekitar 5 orang, salah satu dari
mereka mengenakan seragam sekolah yang sepertinya adalah siswa dari sekolah
lain.
“Ya!
Jangan coba-coba mendekat!” gertak Krystal.
“Whoa!
Adiknya Jung Chanyeol galak sekali” sahut laki-laki yang mengenakan seragam
sekolah tadi.
“Bagaimana
bisa orang sepertimu mengenal Chanyeol-oppa?”
“Bukankah
kalau kita menghabisi dia akan sangat menyenangkan. Ah jangan, bagaimana kalau
kita bermain dulu sebelum kau benar-benar kuhabisi” bukannya menjawab
pertanyaan Krystal, laki-laki itu malah semakin mendekatinya.
“Ya!
Jangan mendekat!” Krystal semakin memekik ketika tangan-tangan itu mencoba
meraihnya.
“Ya!
Jangan pernah berani menyentuh Krystal dengan tangan kotor kalian!” ya, itu
adalah suara Sehun. Di saat seperti ini, Sehun-lah yang ada untuk Krystal.
“Oh
Sehun” kata Krystal.
“Soojungie,
cepat mundur, aku akan melindungimu”
“Ne!”
“Hahaha,
lihatlah dirimu Oh Sehun. Cih! Si pangeran tingkat II. Hari ini juga aku akan
menghabisimu!” kata laki-laki itu geram. Sepertinya laki-laki itu mengenal
Sehun, bahkan dia mengetahui cukup banyak tentang Sehun.
“Coba
lakukan. Kalau kau bisa!” tantang Sehun.
“Sialan!”
laki-laki itu maju menyerang Sehun, teman-temannya juga ikut maju. Krystal yang
ketakutan hanya bisa meringkuk dan menyembunyikan tatapannya dengan kedua
telapak tangannya.
BUG
BUAGH
BUG
BUG
JDAKKK
JDUK
DAK
BUAGH
Kira-kira
hanya itulah hal yang bisa Krystal dengar. Lama sekali. Ia sudah tak mendengar
seperti demikian lagi. ‘Ah, apa Sehun berhasil mengalahkan mereka, atau justru
sebaliknya’ begitu pikirnya. Ia mencoba membuka telapak tangan yang menutupi
matanya, tapi ia belum cukup berani untuk melihat kenyataannya. Ia masih
menunduk ketakutan.
TAP
TAP
TAP
‘Kaki
itu, kaki siapa itu?’ Krystal belum berani melihat siapa pemilik kaki yang
mendekat kearahnya itu.
“N_neo
nu_nuguya?” tanya Krystal yang masih ketakutan.
“Mereka
sudah pergi, kau tak perlu takut lagi” mendengar itu, Krystal perlahan
mendongakkan kepalanya, dan ia melihat siapa yang ada disana. Ya, dia Oh Sehun.
Sehun menatapnya sambil tersenyum. Ah, sudut bibirnya tampak mengalir darah
segar. Tangan kirinya memegangi perutnya.
“Kau
pulanglah!” perintah Sehun.
“Tapi
kau_”
Sehun
menghentikan bus yang lewat di depannya, lalu menyuruh Krystal masuk.
“Sica-noona
pasti sedang mengkhawatirkanmu. Pulanglah!”
Krystal
hanya menurut.
“Oh Sehun, gomawo!”
sebelum ia masuk kedalam bus, ia menyempatkan diri untuk mengatakan terima
kasih pada Sehun. Karena bagaimana pun juga, Sehun-lah yang telah
menyelamatkannya. Ia tak tahu apa jadinya jika saja tadi Sehun tak menolongnya.
Skip Time
Sehun POV
Ah, sakit sekali. Mereka terus menendang perutku, pasti sekarang perutku
sedang bengkak. Aku tak menyangka akan sesakit ini. kalau seperti ini terus,
aku tak akan bisa ikut pertandingan basket tiga hari lagi. Lalu apa jadinya tim
basket Seoul Arts High School tanpa aku. Cih! Benar-benar mereka sialan!
End Sehun POV
Krystal
sudah sampai di rumahnya. Ia tak berani menceritakan kejadian yang tadi ia
alami pada keluarganya, bahkan pada Chanyeol sekalipun.
Krystal POV
Aku
tak menyangka kalau Sehun datang tepat waktu disaat aku sedang benar-benar
membutuhkan bantuan darinya. Aku melihat darah mengalir dari sudut bibirnya,
itu pasti sakit sekali. Dan tadi ia terus memegangi perutnya. Apa telah terjadi
sesuatu padanya? Sungguh aku tidak tahu, karena aku belum sempat menanyakan
semua padanya.
End Krystal POV
Next Day
Pagi ini Krystal datang lebih awal dari biasanya, entah apa yang
membuatnya seperti ini. Mungkin ia ingin menanyakan keadaan Sehun setelah
kejadian kemarin.
“Ah,
dia lama sekali, kenapa belum datang? Bukankah sebentar lagi bel masuk” Krystal
bergumam sendiri, tanpa ia sadari kalau sedari tadi Sulli sedang berada
disampingnya.
“Siapa
yang kau maksud? Bukan Sehun kan?” tanya Sulli, dan ternyata tepat sasaran
sehingga membuat Krystal terkejut tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
*terkejutnya cuma dalam hati doang*
“Oi
Hunnie, kenapa baru datang?” Kai langsung heboh ketika melihat temannya
memasuki kelas. Ia langsung memeluk Sehun dari samping. Sehun sedikit meringis
kesakitan saat tangan Kai menekan perutnya. Lalu ia perlahan melepas pelukan
Kai. Tanpa ia sadari bahwa sedari tadi Krystal memperhatikannya.
“Kenapa
kemarin kau tak ikut rapat tim basket dan latihan rutin, kau tahu kan kalau dua
hari lagi kita bertanding” tanya Kai yang notabene-nya juga merupakan anggota
tim basket sekolah mereka.
“Ah,
mian. Kemarin aku ada sedikit urusan” balas Sehun seadanya, tentu saja bohong.
“Urusan
apa yang lebih penting daripada latihan basket?” tanya Kai.
“Bahkan
jauh lebih penting dari hal apapun” balas Sehun sambil melirik Krystal yang
ternyata juga sedang menatapnya.
TET
TET TET
Bel
sudah berbunyi, Sehun segera mengambil duduk di sebelah Krystal yang masih diam
membisu. Bahkan ia duduk dengan sangat hati-hati sambil sesekali memegangi
perutnya.
“Apa
kau baik-baik saja?” tanya Krystal tiba-tiba.
“Wae?
Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja. Dan aku masih hidup sampai saat
ini. Kau sedang mengkhawatirkanku?” canda Sehun sehingga membuat Krystal
mendesis.
“Aish!
Aku menyesal menanyakan keadaanmu” balas Krystal sarkastis.
“Jeongmal!”
Krystal tak membalasnya.
“Aish!
Miss. Cooly!” Krystal masih tak menjawabnya.
Jam Pulang
Sehun
berjalan menuju apartemen-nya yang tak jauh dari sekolah. Ia memang tinggal
sendiri di Seoul, karena orang tua dan kakaknya (Luhan) sedang berada di Jepang
sejak setahun lalu. Ia tak ingin ikut pindah ke Jepang, karena alasan ia tak
mau pindah sekolah, dan juga ia tak bisa meninggalkan Kai di Seoul sendirian.
Kai juga hanya sendiri di Seoul, karena kedua orang tuanya tinggal di Busan. Ia
sudah menganggap Kai seperti kakak kandungnya sendiri. Ya, bagaimana pun juga Kai
lebih tua darinya, walaupun hanya beberapa bulan.
Rasanya
ia sudah tak kuat menahan rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuhnya, terutama
bagian perutnya yang kemarin dipukuli para preman pengganggu itu. Ia mulai
perlahan membuka pintu apartemennya, tapi ketika akan masuk, tiba-tiba saja ia
sudah sampai pada batasnya.
BRUKK
“Sehun-ah!”
Sehun
tumbang. Krystal yang sedari tadi sengaja mengikuti Sehun secara diam-diam pun
akhirnya mulai menampakkan dirinya.
“Argghh”
“Ya!
Apa yang telah terjadi padamu?” Krystal memapah tubuh tinggi Sehun dengan susah
payah. Ia membawa Sehun masuk kedalam kamarnya.
“Katakan!
Apa yang terjadi padamu kemarin? Apa kau terluka?” tanya Krystal cemas. Sehun
hanya diam membisu tanpa mengatakan sepatah kata pun.
“Ya!
Apa kau bisu! Aku sedang bertanya padamu!” bentak Krystal. Rupanya kesabaran
Krystal sudah pada batasnya.
“Tidak
ada” hanya itu yang Sehun katakan.
TES
TES
TES
Krystal
menunduk, tiba-tiba saja air mata itu jatuh.
“Mianhaeyo!
Apa itu semua terjadi karena kau
menolongku kemarin?” tiba-tiba Krystal mengatakan hal yang tidak Sehun
mengerti.
“Apa
maksudmu?”
“Kau
sedang terluka. Bukankah begitu?”
Flashback
“Ya
Krystal Jung!” seru Kai. Ia menghampiri Krystal yang sedang bersiap-siap untuk
pulang. Hanya tinggal mereka saja yang ada di dalam kelas sekarang. Yang
lainnya sudah keluar beberapa menit yang lalu.
“Wae?
Kim Jongin-ssi?” balas Krystal dingin.
“Ya!
Jinjja! Kau dingin sekali, Chic Princess Seoul Arts High School” kata Kai
basa-basi.
“Katakan
saja yang ingin kau katakan” balas Krystal sambil memutar bola mata bosan.
“Aku
hanya ingin kau menyampaikan pesanku pada Chanyeol-hyung, kalau tim kami di
pertandingan basket dua hari lagi akan bermain tanpa Sehun”
“Wae?”
“Sehun
sedang terluka, dia mengatakan kalau perutnya sakit karena terbentur sesuatu”
“Mwo!”
Krystal langsung syok. Bayangan ketika Sehun menyelamatkannya tiba-tiba muncul
begitu saja. Memang saat itu Krystal tidak melihat dengan jelas kejadian yang
sesungguhnya karena ia terus bersembunyi dari padangannya, tapi perasaannya
sungguh tak enak sekarang.
“Katakan
dimana alamat rumah Sehun?”
“Untuk
apa?”
“Aish!
Kenapa kau banyak tanya! Cepat katakan saja! Apa susahnya?” Krystal sungguh tak
sabaran. Ia ingin segera bertemu Sehun.
“Arra.
Tapi ia tidak tinggal di rumah. Ia tinggal di Apartemen Gangnam Blok B Lantai
5” baru saja Kai menyelesaikan ucapannya, Krystal mulai berjalan menjauh dengan
sangat terburu-buru.
“Ya!
Apa kau akan menyampaikan pesanku tadi pada Chanyeol-hyung!” Kai sedikit
berteriak, tapi Krystal tak membalas ucapannya itu. Krystal mengabaikan ucapan
Kai, karena yang ada di pikirannya sekarang hanya Sehun.
End Flashback
“Kai
yang memberitahuku kalau kau terluka. Lalu kau tak akan ikut pertandingan
basket. Tapi aku pernah mendengarnya dari Chanyeol-oppa. Bukankah itu adalah
impianmu? Mengikuti turnamen basket antar sekolah dan membawa tim basket
sekolah kita juara? Seharusnya kau tak perlu datang menyelamatkanku. Lalu
apakah aku sudah menghancurkan impian_”
GREP
“Berhentilah
berbicara. Ini semua bukan salahmu. Dan aku bukan satu-satunya. Masih ada Kai,
Chanyeol-hyung, Tao-hyung, dan juga Kwangmin. Mereka tak kalah hebatnya, aku
yakin mereka bisa mewujudkan impianku. Lagipula, aku ingin melindungi hal-hal
yang lebih penting dibandingkan dengan basket. Misalnya kau Soojungie”
TES
TES
TES
“Ya!
Uljima. Kau mengotori seragamku” canda Sehun.
“Aish!
Jinjja!” Krystal melepaskan pelukan Sehun. Ia berkata dingin, padahal ia masih
berurai air mata.
“Jangan
berharap karena kau sudah menyelamatkanku, aku akan melirikmu. Tidak sama
sekali” ancam Krystal.
“Aigoo!
Kita lihat saja nanti. Aku tidak hanya akan merebut hatimu, tapi seluruhnya
yang kau punya” tantang Sehun. *ini maksudnya si thehun apaan coba?*
“Mwoya!”
Krystal mengambil bantal Sehun lalu melemparkannya ke wajah tampan Sehun.
“Ya!
Ya! Ya! Hentikan itu Jung Soojung!”
“Aniya!”
“Aish!
Ya!”
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar