Jo Family Book
Author : Shin Kyona
Cast :
-Jo Kwangmin as
Jo Kwangmin (Pangeran Jo)
-Jo Youngmin as
Jo Youngmin (Putera Mahkota Jo)
-Cho Kyuhyun as
Jo Kyuhyun (Raja Jo)
-Seo Joohyun as Jo
Seohyun (Permaisuri Jo)
-Im Yoon Ah as Jo Yoona (Selir Jo)
-Kim Sohyun as
Jo Sohyun (Puteri Jo)
-Oh Hayoung as
Lee Hayoung (Puteri Lee)
-Lee Yooyoung as
Lee Yooyoung (Puteri Lee)
-Lee Taemin as
Lee Taemin (Putera Mahkota Lee)
-Lee Donghae as
Lee Donghae (Raja Lee)
-Jessica Jung as
Lee Sooyeon (Permaisuri Lee)
-No Minwoo as
Choi Minwoo (Putera Mahkota Choi)
-Choi Siwon as
Choi Siwon (Raja Choi)
-Bae Suzy as
Choi Sooji (Puteri Choi)
-Tiffany Hwang
as Choi Miyoung (Permaisuri Choi)
-Choi Sooyoung
as Choi Sooyoung (Selir Choi)
-Choi Sulli as
Choi Jinri (Puteri Choi)
-Lee Jeongmin as
Penasehat Lee (Penasahat Kerajaan Jo)
-Shim Hyunseong
as Jendral Shim (Jendral Perang Kerajaan Jo)
-Choi Minho as
Kim Minho (Putra Mahkota Kim)
-Kim Donghyun as
Kim Donghyun (Raja Kim)
-Kim Taeyeon as
Kim Taeyeon (Permaisuri Kim)
-Hong
Yookyung as Hong Yookyung
(Kekasih Youngmin)
TRUE LOVE
Pagi
ini Puteri Yooyoung ikut pulang ke Kerajaan Lee bersama dengan Puteri Hayoung.
Ia ingin merasakan tinggal di Kerajaannya lagi sebagai Puteri Lee sebelum ia
menjadi Puteri Mahkota Jo.
“Eonnie,
apa kau benar-benar akan menerima perjodohan ini?” tanya Hayoung antusias.
“Sepertinya
begitu. Aku tak bisa menolaknya Hayoung-ah”
“Apa
kau bahagia?”
“Aku
sangat menderita. Tapi demi yang mulia, aku akan melakukan perjodohan ini. Ini
adalah satu-satunya jalan untuk mempererat hubungan Kerajaan Lee dengan
Kerajaan Jo. Appa sudah sakit-sakitan akhir-akhir ini. Aku tak ingin
mengecewakannya menjelang hari-hari terakhirnya. Setelah ini Taemin-oppa juga
akan segera menikah dengan Sooji-eonnie. Kurasa dia sudah cukup siap untuk
menggantikan appa sebagai Raja Lee” jelas Yooyoung.
“Aku
mengerti keadaanmu eonnie! Kuharap dengan berjalannya waktu kau akan mulai
mencintai Putera Mahkota Jo Youngmin” kata Hayoung.
“Terimakasih
Hayoung-ah”
Skip Time . .
.
Seminggu
telah berlalu, Puteri Lee Yooyoung kini telah kembali ke Kerajaan Jo untuk
mempersiapkan dirinya menjadi Puteri Mahkota Jo.
Malam
ini Puteri Yooyoung menyempatkan diri untuk melihat pemandangan bintang di
dekat kolam ikan sebelah utara. Semakin lama, ia sudah semakin mengahafal
lokasi-lokasi di istana ini. Ia tahu mana tempat yang bagus untuk mengamati
bintang. Kini ia sedang duduk di bangku kayu yang terletak di depan kolam ikan
sebelah utara itu.
“Kudengar,
Putera Mahkota Jo Youngmin akan melanjutkan perjodohan ini. Ya, walaupun hal
ini belum diumumkan secara resmi. Tapi aku ucapkan selamat untukmu. Kau memang
telah mengisi hati hyung-ku ternyata” kata
Kwangmin yang datang secara tiba tiba.
“Terimakasih
atas ucapan selamatnya pangeran” balas Yooyoung sambil menunduk sedih.
“Jangan
pernah kau mempermainkan perasaan hyung-ku”
“Aku
tidak berjanji soal itu pangeran”
DEG
Kwangmin
sangat terkejut mendengar ucapan Yooyoung.
“Apa
maksudmu?” Kwangmin memberi tekanan disetiap kata yang ia ucapkan.
“Maafkan
aku pangeran. Tapi aku hanya mencintaimu!” kini Yooyoung berdiri menghadap
Kwangmin.
“Ya.
Tarik segera ucapanmu atau_”
“Atau
apa pangeran, atau kau akan mengatakannya kepada para tetua Kerajaan Jo agar
membatalkan perjodohan ini karena Putera Mahkota Jo Youngmin yang sangat
dihormati tidak pantas menikah dengan Puteri Lee Yooyoung yang tidak tahu diri ini!” Yooyoung berkata sambil
berteriak.
“Jaga
ucapanmu tuan puteri!” Yooyoung segera pergi meninggalkan Kwangmin. Ia segera
pergi ke tempatnya.
Tanpa
mereka berdua sadari jika sedari tadi ada seseorang yang mengamati mereka dari
jauh.
Youngmin POV
Apa-apaan
ini? Kenapa hatiku sakit sekali. Puteri Yooyoung menyukai Pangeran Kwangmin.
Ani. Bahkan lebih dari menyukai atau lebih tepatnya mencintai. Apa aku salah
karena telah memaksakan kehendak Puteri Yooyoung untuk menikah denganku. Apa
karena aku kurang memahami isi hatinya. Kupikir aku akan bisa membuatnya
bahagia, tetapi justru ini hanya akan membuatnya menderita.
Aku
mencoba menemuinya sekarang. Aku ingin bicara dengannya, tentang perasaannya,
perasaan yang sesungguhnya ia miliki agar aku tidak ragu untuk memutuskan.
Aku
telah sampai di tempat Puteri Yooyoung tinggal.
“Pengawal.
Biarkan saya masuk. Saya ingin menemui Puteri Lee Yooyoung!”
“Baik
yang mulia”
Aku
memasuki kediaman itu. Aku melihatnya, ia sedang berdiri di dekat jendela.
“Yang
mulia. Anda kemari rupanya. Apa ada yang ingin anda sampaikan?” tanya Yooyoung.
“Aku
ingin bertanya padamu puteri. Apa kau bahagia dengan keputusan ini? Keputusan
dimana aku memilihmu sebagai pendamping hidupku dan menjadi Puteri Mahkota Jo?”
tanyaku serius.
“Tentu
saja” kulihat dari raut wajahnya. Ia benar-benar berbohong.
“Katakan dengan sungguh-sungguh. Apa kau mencintaiku
atau mencintai Pangeran Kwangmin?”
Ia langsung mengangkat wajahnya. Matanya membelalak,
sepertinya ia sangat terkejut.
“A-apa mak-sud anda y-yang mu-mulia?” ia menjawab
dengan terbata-bata. Ini semakin jelas saja.
“Jawab saja pertanyaanku” aku mendesaknya. Ia hanya
diam tanya mengeluarkan sepatah kata pun.
“Kenapa kau diam? Katakan yang sejujurnya. Sebelum
kau menyesal puteri!” ia masih diam seribu bahasa.
“Iya yang mulia. Saya memang menyukai Pangeran Jo
Kwangmin sejak dulu” DEG. Kenapa hatiku sakit sekali. Tapi memang inilah yang
ingin aku dengar. Mendengar kejujuran ini agar aku tak ragu lagi.
“Baiklah! Aku akan mengabulkan semua keinginanmu! Ini
sudah malam, lebih baik kau tidur, aku akan kembali ke istana utama. Selamat
malam tuan puteri!” ia tak menjawab ucapanku. Ia hanya diam membisu
ditempatnya. Aku segera pergi dari tempat Puteri Yooyoung. Kali ini aku
benar-benar hancur. Cinta pertamaku begitu menyakitkan.
End
Youngmin POV
Skip
Time . . .
“Yang mulia. Saya ingin mundur dari jabatan putera
mahkota. Saya ingin melanjutkan study ke luar negeri. Saya ingin mengejar
impian saya sebagai penyanyi
yang mulia!” kata Youngmin jelas di depan Kyuhyun dan Seohyun.
“Apa maksudmu putera mahkota. Lancang sekali kau
mengatakan hal semacam itu” kata Seohyun.
“Maafkan saya yang mulia permaisuri. Tetapi saya
benar-benar ingin mengejar impian saja” kata Youngmin.
“Bagaimana mungkin kau bisa melakukan ini. Seluruh
media tahu kalau Putera Mahkota Jo akan segera dijodohkan dengan Puteri Lee!
Bagaimana pihak kerajaan akan mengatasi hal ini?” kata Kyuhyun sedikit geram.
“Media tidak mengetahui jika yang menikah adalah
Putera Mahkota Jo Youngmin. Maka tetap lanjutkan perjodohan ini dengan Putera
Mahkota Jo Kwangmin” Youngmin memang memiliki otak yang cerdas. Ia sangat bisa
mengendalikan permasalahan dalam kerajaan.
“Baiklah jika ini keinginanmu. Aku resmi mencopot
jabatanmu sebagai putera mahkota. Sekarang kau hanyalah Pangeran Jo Youngmin,
bukan lagi Putera Mahkota Jo Youngmin. Gelar itu akan segera menjadi milik
Pangeran Kwangmin” kata Kyuhyun.
“Tapi yang mulia_” Seohyun berusaha menyangkal.
“Kita tidak bisa menghalanginya permaisuri. Lagi pula
kita masih memiliki Pangeran Kwangmin yang bisa diandalkan”
“Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan yang mulia”
balas Seohyun yang seolah tak rela jika anaknya pergi.
“Jadi kapan kau akan berangkat ke luar negeri
pangeran?” tanya Kyuhyun.
“Malam ini juga yang mulia. Jangan beritahu Pangeran
Kwangmin dan Puteri Yooyoung. Aku tak ingin mereka sedih. Biarkan ini menjadi
rahasia kita dan pejabat penting kerajaan saja” jelas Youngmin.
“Baiklah jika itu yang kau inginkan pangeran. Aku
hanya akan menyuruh Penasehat Lee Jeongmin dan Jendral Shim Hyunseong untuk
mengantarmu sampai ke tempat tujuan”
“Terimakasih atas pengertian yang mulia”
“Appa eomma, ijinkan saya, sekali ini saja memanggil
kalian seperti ini” Youngmin memanggil Kyuhyun dan Seohyun dengan sebutan appa
dan eomma.
Seohyun memeluk anaknya sambil menitikkan air mata.
“Pulanglah kapanpun kau mau pangeran. Pintu istana
ini selalu terbuka lebar untukmu” Youngmin membalas pelukan ibunya.
“Tentu saja eomma”
Youngmin melepaskan pelukannya dengan ibunya.
“Saya minta ijin dulu untuk menemui Selir Jo dan
Puteri Sohyun. Saya ingin mengucapkan salam perpisahan pada mereka”
“Tentu saja pangeran. Aku akan menyuruh Penasehat Lee
dan Jendral Shim untuk menunggumu
di pintu utama” kata Kyuhyun.
“Terimakasih yang mulia” Youngmin segera berlalu, ia
menuju tempat Selir Jo dan Puteri Sohyun.
Tak lama kemudian, ia telah berdiri didepan pintu
kediaman Selir Jo dan Puteri Sohyun.
“Pengawal. Biarkan saya masuk!” perintahnya.
Kemudian pengawal-pengawal itu membukakan pintu
kediaman Selir Jo dan Puteri Sohyun untuknya.
“Yang mulia. Ada keperluan apa sehingga anda datang
selarut ini?” tanya Yoona yang melihat kedatangan Youngmin.
“Saya ingin mengucapkan salam perpisahan pada kalian”
balas Youngmin.
“Salam perpisahan? Apa maksudmu oppa?” tanya Sohyun.
“Kau tetap tidak sopan rupanya. Tapi baiklah. Aku
memaafkanmu kali ini tuan puteri”
“Kenapa anda harus mengucapkan salam perpisahan?”
tanya Yoona.
“Saya akan pergi meninggalkan istana malam ini juga.
Saya ingin melanjutkan study ke luar negeri”
“Apa? Belajar ke luar negeri. Lalu bagaimana dengan
posisimu oppa?” tanya Sohyun.
“Tentu saja posisi putera mahkota akan jatuh pada
Pangeran Kwangmin”
“Apa kau ingin menyiksa Kwangmin-oppa dengan posisi
itu. Kurasa posisi putera mahkota sangat tidak cocok untuknya”
“Aku rasa tak ada pilihan lain. Baiklah aku tak punya
banyak waktu. Jendral Shim dan Penasehat Lee telah menungguku di pintu gerbang utama
kerajaan. Tuan puteri, tolong berikan ini pada Pangeran Kwangmin!” Youngmin
menyerahkan gulungan kertas yang telah tersegel pada Sohyun.
“Kenapa kau tak memberikannya sendiri?” tanya Sohyun.
“Kwangmin tidak mengetahui tentang keberangkatanku”
“Ya. Kenapa kau tak memberitahunya!”
“Ini hanya akan menghalangiku, karena dia selalu bisa
menghalangiku” kata Youngmin.
“Baiklah oppa, aku mengerti perasaanmu. Baik-baiklah
disana. Segera menelfonku jika kau sudah sampai tujuan” kata Sohyun.
“Terimakasih tuan puteri. Kau telah banyak
membantuku. Aku pasti akan menghubungimu” kata Youngmin. “Aku berangkat dulu”
lanjutnya.
“Selir Jo, aku berangkat dulu. Jaga diri kalian
baik-baik!” kata Youngmin.
“Iya yang mulia. Hati-hati dan jaga dirimu baik-baik
juga!” kata Yoona.
“Arraseo!”
Skip
Time . . .
“Apa anda sudah siap yang mulia?” tanya Jeongmin.
“Tentu saja. Kita bisa berangkat sekarang!”
“Kami akan menemani anda sampai ke tempat tujuan!”
kata Hyunseong.
“Terimakasih Penasehat Lee, Jendral Shim!”
“Ini sudah menjadi kewajiban kami yang mulia!” kata
Hyunseong dan Jeongmin bersamaan.
^__^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar