Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jo Family Book (Chapter 06)

Jo Family Book
Author  : Shin Kyona
Cast       :
-Jo Kwangmin as Jo Kwangmin (Pangeran Jo)
-Jo Youngmin as Jo Youngmin (Putera Mahkota Jo)
-Cho Kyuhyun as Jo Kyuhyun (Raja Jo)
-Seo Joohyun as Jo Seohyun (Permaisuri Jo)
-Im Yoon Ah as Jo Yoona (Selir Jo)
-Kim Sohyun as Jo Sohyun (Puteri Jo)
-Oh Hayoung as Lee Hayoung (Puteri Lee)
-Lee Yooyoung as Lee Yooyoung (Puteri Lee)
-Lee Taemin as Lee Taemin (Putera Mahkota Lee)
-Lee Donghae as Lee Donghae (Raja Lee)
-Jessica Jung as Lee Sooyeon (Permaisuri Lee)
-No Minwoo as Choi Minwoo (Putera Mahkota Choi)
-Choi Siwon as Choi Siwon (Raja Choi)
-Bae Suzy as Choi Sooji (Puteri Choi)
-Tiffany Hwang as Choi Miyoung (Permaisuri Choi)
-Choi Sooyoung as Choi Sooyoung (Selir Choi)
-Choi Sulli as Choi Jinri (Puteri Choi)
-Lee Jeongmin as Penasehat Lee (Penasahat Kerajaan Jo)
-Shim Hyunseong as Jendral Shim (Jendral Perang Kerajaan Jo)
-Choi Minho as Kim Minho (Putra Mahkota Kim)
-Kim Donghyun as Kim Donghyun (Raja Kim)
-Kim Taeyeon as Kim Taeyeon (Permaisuri Kim)
-Hong Yookyung as Hong Yookyung (Kekasih Youngmin)
 TRUE LOVE

                Pagi ini Puteri Yooyoung ikut pulang ke Kerajaan Lee bersama dengan Puteri Hayoung. Ia ingin merasakan tinggal di Kerajaannya lagi sebagai Puteri Lee sebelum ia menjadi Puteri Mahkota Jo.
                “Eonnie, apa kau benar-benar akan menerima perjodohan ini?” tanya Hayoung antusias.
                “Sepertinya begitu. Aku tak bisa menolaknya Hayoung-ah”
                “Apa kau bahagia?”
                “Aku sangat menderita. Tapi demi yang mulia, aku akan melakukan perjodohan ini. Ini adalah satu-satunya jalan untuk mempererat hubungan Kerajaan Lee dengan Kerajaan Jo. Appa sudah sakit-sakitan akhir-akhir ini. Aku tak ingin mengecewakannya menjelang hari-hari terakhirnya. Setelah ini Taemin-oppa juga akan segera menikah dengan Sooji-eonnie. Kurasa dia sudah cukup siap untuk menggantikan appa sebagai Raja Lee” jelas Yooyoung.
                “Aku mengerti keadaanmu eonnie! Kuharap dengan berjalannya waktu kau akan mulai mencintai Putera Mahkota Jo Youngmin” kata Hayoung.
                “Terimakasih Hayoung-ah”
Skip Time . . .
                Seminggu telah berlalu, Puteri Lee Yooyoung kini telah kembali ke Kerajaan Jo untuk mempersiapkan dirinya menjadi Puteri Mahkota Jo.
                Malam ini Puteri Yooyoung menyempatkan diri untuk melihat pemandangan bintang di dekat kolam ikan sebelah utara. Semakin lama, ia sudah semakin mengahafal lokasi-lokasi di istana ini. Ia tahu mana tempat yang bagus untuk mengamati bintang. Kini ia sedang duduk di bangku kayu yang terletak di depan kolam ikan sebelah utara itu.
                “Kudengar, Putera Mahkota Jo Youngmin akan melanjutkan perjodohan ini. Ya, walaupun hal ini belum diumumkan secara resmi. Tapi aku ucapkan selamat untukmu. Kau memang telah mengisi hati hyung-ku ternyata” kata Kwangmin yang datang secara tiba tiba.
                “Terimakasih atas ucapan selamatnya pangeran” balas Yooyoung sambil menunduk sedih.
                “Jangan pernah kau mempermainkan perasaan hyung-ku”
                “Aku tidak berjanji soal itu pangeran”
                DEG
                Kwangmin sangat terkejut mendengar ucapan Yooyoung.
                “Apa maksudmu?” Kwangmin memberi tekanan disetiap kata yang ia ucapkan.
                “Maafkan aku pangeran. Tapi aku hanya mencintaimu!” kini Yooyoung berdiri menghadap Kwangmin.
                “Ya. Tarik segera ucapanmu atau_”
                “Atau apa pangeran, atau kau akan mengatakannya kepada para tetua Kerajaan Jo agar membatalkan perjodohan ini karena Putera Mahkota Jo Youngmin yang sangat dihormati tidak pantas menikah dengan Puteri Lee Yooyoung yang tidak tahu diri ini!” Yooyoung berkata sambil berteriak.
                “Jaga ucapanmu tuan puteri!” Yooyoung segera pergi meninggalkan Kwangmin. Ia segera pergi ke tempatnya.
                Tanpa mereka berdua sadari jika sedari tadi ada seseorang yang mengamati mereka dari jauh.
Youngmin POV
                Apa-apaan ini? Kenapa hatiku sakit sekali. Puteri Yooyoung menyukai Pangeran Kwangmin. Ani. Bahkan lebih dari menyukai atau lebih tepatnya mencintai. Apa aku salah karena telah memaksakan kehendak Puteri Yooyoung untuk menikah denganku. Apa karena aku kurang memahami isi hatinya. Kupikir aku akan bisa membuatnya bahagia, tetapi justru ini hanya akan membuatnya menderita.
                Aku mencoba menemuinya sekarang. Aku ingin bicara dengannya, tentang perasaannya, perasaan yang sesungguhnya ia miliki agar aku tidak ragu untuk memutuskan.
                Aku telah sampai di tempat Puteri Yooyoung tinggal.
                “Pengawal. Biarkan saya masuk. Saya ingin menemui Puteri Lee Yooyoung!”
                “Baik yang mulia”
                Aku memasuki kediaman itu. Aku melihatnya, ia sedang berdiri di dekat jendela.
                “Yang mulia. Anda kemari rupanya. Apa ada yang ingin anda sampaikan?” tanya Yooyoung.
                “Aku ingin bertanya padamu puteri. Apa kau bahagia dengan keputusan ini? Keputusan dimana aku memilihmu sebagai pendamping hidupku dan menjadi Puteri Mahkota Jo?” tanyaku serius.
                “Tentu saja” kulihat dari raut wajahnya. Ia benar-benar berbohong.
                “Katakan dengan sungguh-sungguh. Apa kau mencintaiku atau mencintai Pangeran Kwangmin?”
                Ia langsung mengangkat wajahnya. Matanya membelalak, sepertinya ia sangat terkejut.
                “A-apa mak-sud anda y-yang mu-mulia?” ia menjawab dengan terbata-bata. Ini semakin jelas saja.
                “Jawab saja pertanyaanku” aku mendesaknya. Ia hanya diam tanya mengeluarkan sepatah kata pun.
                “Kenapa kau diam? Katakan yang sejujurnya. Sebelum kau menyesal puteri!” ia masih diam seribu bahasa.
                “Iya yang mulia. Saya memang menyukai Pangeran Jo Kwangmin sejak dulu” DEG. Kenapa hatiku sakit sekali. Tapi memang inilah yang ingin aku dengar. Mendengar kejujuran ini agar aku tak ragu lagi.
                “Baiklah! Aku akan mengabulkan semua keinginanmu! Ini sudah malam, lebih baik kau tidur, aku akan kembali ke istana utama. Selamat malam tuan puteri!” ia tak menjawab ucapanku. Ia hanya diam membisu ditempatnya. Aku segera pergi dari tempat Puteri Yooyoung. Kali ini aku benar-benar hancur. Cinta pertamaku begitu menyakitkan.
End Youngmin POV
Skip Time . . .
                “Yang mulia. Saya ingin mundur dari jabatan putera mahkota. Saya ingin melanjutkan study ke luar negeri. Saya ingin mengejar impian saya sebagai penyanyi yang mulia!” kata Youngmin jelas di depan Kyuhyun dan Seohyun.
                “Apa maksudmu putera mahkota. Lancang sekali kau mengatakan hal semacam itu” kata Seohyun.
                “Maafkan saya yang mulia permaisuri. Tetapi saya benar-benar ingin mengejar impian saja” kata Youngmin.
                “Bagaimana mungkin kau bisa melakukan ini. Seluruh media tahu kalau Putera Mahkota Jo akan segera dijodohkan dengan Puteri Lee! Bagaimana pihak kerajaan akan mengatasi hal ini?” kata Kyuhyun sedikit geram.
                “Media tidak mengetahui jika yang menikah adalah Putera Mahkota Jo Youngmin. Maka tetap lanjutkan perjodohan ini dengan Putera Mahkota Jo Kwangmin” Youngmin memang memiliki otak yang cerdas. Ia sangat bisa mengendalikan permasalahan dalam kerajaan.
                “Baiklah jika ini keinginanmu. Aku resmi mencopot jabatanmu sebagai putera mahkota. Sekarang kau hanyalah Pangeran Jo Youngmin, bukan lagi Putera Mahkota Jo Youngmin. Gelar itu akan segera menjadi milik Pangeran Kwangmin” kata Kyuhyun.
                “Tapi yang mulia_” Seohyun berusaha menyangkal.
                “Kita tidak bisa menghalanginya permaisuri. Lagi pula kita masih memiliki Pangeran Kwangmin yang bisa diandalkan”
                “Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan yang mulia” balas Seohyun yang seolah tak rela jika anaknya pergi.
                “Jadi kapan kau akan berangkat ke luar negeri pangeran?” tanya Kyuhyun.
                “Malam ini juga yang mulia. Jangan beritahu Pangeran Kwangmin dan Puteri Yooyoung. Aku tak ingin mereka sedih. Biarkan ini menjadi rahasia kita dan pejabat penting kerajaan saja” jelas Youngmin.
                “Baiklah jika itu yang kau inginkan pangeran. Aku hanya akan menyuruh Penasehat Lee Jeongmin dan Jendral Shim Hyunseong untuk mengantarmu sampai ke tempat tujuan”
                “Terimakasih atas pengertian yang mulia”
                “Appa eomma, ijinkan saya, sekali ini saja memanggil kalian seperti ini” Youngmin memanggil Kyuhyun dan Seohyun dengan sebutan appa dan eomma.
                Seohyun memeluk anaknya sambil menitikkan air mata.
                “Pulanglah kapanpun kau mau pangeran. Pintu istana ini selalu terbuka lebar untukmu” Youngmin membalas pelukan ibunya.
                “Tentu saja eomma”
                Youngmin melepaskan pelukannya dengan ibunya.
                “Saya minta ijin dulu untuk menemui Selir Jo dan Puteri Sohyun. Saya ingin mengucapkan salam perpisahan pada mereka”
                “Tentu saja pangeran. Aku akan menyuruh Penasehat Lee dan Jendral Shim untuk menunggumu di pintu utama” kata Kyuhyun.
                “Terimakasih yang mulia” Youngmin segera berlalu, ia menuju tempat Selir Jo dan Puteri Sohyun.
                Tak lama kemudian, ia telah berdiri didepan pintu kediaman Selir Jo dan Puteri Sohyun.
                “Pengawal. Biarkan saya masuk!” perintahnya.
                Kemudian pengawal-pengawal itu membukakan pintu kediaman Selir Jo dan Puteri Sohyun untuknya.
                “Yang mulia. Ada keperluan apa sehingga anda datang selarut ini?” tanya Yoona yang melihat kedatangan Youngmin.
                “Saya ingin mengucapkan salam perpisahan pada kalian” balas Youngmin.
                “Salam perpisahan? Apa maksudmu oppa?” tanya Sohyun.
                “Kau tetap tidak sopan rupanya. Tapi baiklah. Aku memaafkanmu kali ini tuan puteri”
                “Kenapa anda harus mengucapkan salam perpisahan?” tanya Yoona.
                “Saya akan pergi meninggalkan istana malam ini juga. Saya ingin melanjutkan study ke luar negeri”
                “Apa? Belajar ke luar negeri. Lalu bagaimana dengan posisimu oppa?” tanya Sohyun.
                “Tentu saja posisi putera mahkota akan jatuh pada Pangeran Kwangmin”
                “Apa kau ingin menyiksa Kwangmin-oppa dengan posisi itu. Kurasa posisi putera mahkota sangat tidak cocok untuknya”
                “Aku rasa tak ada pilihan lain. Baiklah aku tak punya banyak waktu. Jendral Shim dan Penasehat Lee telah menungguku di pintu gerbang utama kerajaan. Tuan puteri, tolong berikan ini pada Pangeran Kwangmin!” Youngmin menyerahkan gulungan kertas yang telah tersegel pada Sohyun.
                “Kenapa kau tak memberikannya sendiri?” tanya Sohyun.
                “Kwangmin tidak mengetahui tentang keberangkatanku”
                “Ya. Kenapa kau tak memberitahunya!”
                “Ini hanya akan menghalangiku, karena dia selalu bisa menghalangiku” kata Youngmin.
                “Baiklah oppa, aku mengerti perasaanmu. Baik-baiklah disana. Segera menelfonku jika kau sudah sampai tujuan” kata Sohyun.
                “Terimakasih tuan puteri. Kau telah banyak membantuku. Aku pasti akan menghubungimu” kata Youngmin. “Aku berangkat dulu” lanjutnya.
                “Selir Jo, aku berangkat dulu. Jaga diri kalian baik-baik!” kata Youngmin.
                “Iya yang mulia. Hati-hati dan jaga dirimu baik-baik juga!” kata Yoona.
                “Arraseo!”
Skip Time . . .
                “Apa anda sudah siap yang mulia?” tanya Jeongmin.
                “Tentu saja. Kita bisa berangkat sekarang!”
                “Kami akan menemani anda sampai ke tempat tujuan!” kata Hyunseong.
                “Terimakasih Penasehat Lee, Jendral Shim!”
                “Ini sudah menjadi kewajiban kami yang mulia!” kata Hyunseong dan Jeongmin bersamaan.
^__^
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar