Jo Family Book
Author : Shin Kyona
Cast :
-Jo Kwangmin as
Jo Kwangmin (Pangeran Jo)
-Jo Youngmin as
Jo Youngmin (Putera Mahkota Jo)
-Cho Kyuhyun as
Jo Kyuhyun (Raja Jo)
-Seo Joohyun as Jo
Seohyun (Permaisuri Jo)
-Im Yoon Ah as Jo Yoona (Selir Jo)
-Kim Sohyun as
Jo Sohyun (Puteri Jo)
-Oh Hayoung as
Lee Hayoung (Puteri Lee)
-Lee Yooyoung as
Lee Yooyoung (Puteri Lee)
-Lee Taemin as
Lee Taemin (Putera Mahkota Lee)
-Lee Donghae as
Lee Donghae (Raja Lee)
-Jessica Jung as
Lee Sooyeon (Permaisuri Lee)
-No Minwoo as
Choi Minwoo (Putera Mahkota Choi)
-Choi Siwon as
Choi Siwon (Raja Choi)
-Bae Suzy as
Choi Sooji (Puteri Choi)
-Tiffany Hwang
as Choi Miyoung (Permaisuri Choi)
-Choi Sooyoung
as Choi Sooyoung (Selir Choi)
-Choi Sulli as
Choi Jinri (Puteri Choi)
-Lee Jeongmin as
Penasehat Lee (Penasahat Kerajaan Jo)
-Shim Hyunseong
as Jendral Shim (Jendral Perang Kerajaan Jo)
-Choi Minho as
Kim Minho (Putra Mahkota Kim)
-Kim Donghyun as
Kim Donghyun (Raja Kim)
-Kim Taeyeon as
Kim Taeyeon (Permaisuri Kim)
-Hong
Yookyung as Hong Yookyung
(Kekasih Youngmin)
THE WEEDING
Hari ini adalah hari pernikahan
antara Putera Mahkota Jo Kwangmin dengan Puteri Lee Hayoung. Acara ini dihadiri
oleh para tamu kemormatan dari seluruh kerajaan yang ada di Korea.
“Hari ini aku resmikan anakku
Putera Mahkota Jo Kwangmin menjadi suami dari Puteri Lee Hayoung. Dan pada hari
ini juga aku akan mengangkat Puteri Lee Hayoung menjadi Puteri Mahkota Jo” ucap
Kyuhyun sebagai Raja Jo.
Kemudian Kwangmin dan Hayoung
menjalani upacara pernikahan yang sakral itu. Semua tamu undangan memberikan
selamat pada Kwangmin dan Hayoung, begitu pula dengan Yooyoung.
“Selamat atas pernikahan kalian
yang mulia. Aku turut bahagia dengan semua ini” kata Yooyoung pada Kwangmin dan
Hayoung.
“Mianhae eonnie” kata Hayoung
dengan nada sedih, namun Yooyoung tak membalasnya. Ia langsung pergi begitu
saja.
Skip time . . .
Kwangmin dan Hayoung sekarang
memiliki istananya sendiri. Mereka tinggal di istana Kerajaan Jo sebelah barat.
“Aku telah menepati janjiku. Aku
benar-benar menjadikan semua ini kenyataan. Apa kau bahagia puteri mahkota?”
tanya Kwangmin pada gadis yang saat ini telah resmi menjadi isterinya.
“Yang mulia. Kenapa anda tidak
menikah dengan Puteri Yooyoung saja. Bukankah seharusnya yang menikah dengan
anda adalah Puteri Yooyoung?” kata Hayoung.
“Kau bertanya kenapa? Tentu saja
karena hanya kaulah yang aku cintai. Bagaimana mungkin aku menikah dengan orang
yang tidak kucintai sama sekali?” balas Kwangmin.
“Kenapa anda tidak bertanya pada
saya? Apakah saya mencintai anda atau tidak?” tanya Hayoung.
“Kau mencintaiku. Aku tahu itu.
Dan itu tidak akan pernah berubah!” kata Kwangmin tegas.
“Maafkan saya yang mulia”
Hayoung menunduk sedih, karena ia telah lancang dan berani menentang putera
mahkota.
‘Aku sangat mencintaimu oppa,
tapi kenapa seperti ini’ kata Hayoung dalam hati.
Skip Time . . .
Yoona datang ke istana Putera
dan Puteri Mahkota Jo. Dia ingin mengucapkan selamat kepada anaknya.
“Putera mahkota dan puteri
mahkota, selamat atas pernikahannya” kata Yoona.
“Terimakasih Yoona-eomma.
Hayoung-ah, dia adalah ibu kandung dari adik perempuanku Puteri Sohyun”
“Senang bertemu dengan anda yang
mulia” hormat Hayoung pada Yoona.
“Sama-sama puteri mahkota.
Rupanya anda adalah orang yang selama ini membuat putera mahkota kami yang
tampan ini menjadi sulit tidur” goda Yoona dan hal itu membuat Hayoung memerah.
“Baiklah! Aku tak ingin
mengganggu kalian. Aku akan kembali ke istana utara. Semoga kalian bahagia
dengan pernikahan ini” kata Yoona.
“Terimakasih Yoona-eomma” kata
Kwangmin.
“Terimakasih yang mulia” sambung
Hayoung.
Yoona membalas dengan senyum,
lalu ia kembali ke kediamannya di istana Kerajaan Jo sebelah utara.
Skip Time . . .
Hari ini Putera Mahkota Jo
Kwangmin akan mengadakan kunjungan ke Kerajaan Kim untuk menjalin kerjasama
antar kerajaan. Ia hanya datang dengan ditemani dengan pensehat setia kerajaan,
Penasehat Lee Jeongmin. Seharusnya ia sudah dijadwalkan untuk datang bersama
isterinya, tetapi sepertinya ia tak mau mengajak puteri mahkota. Mereka sedang
dalam perselisihan kecil. Mungkin itu mengenai pernikahan mereka yang terlalu
cepat, puteri mahkota masih belum bisa membuka diri.
“Kenapa yang mulia tidak membawa
serta yang mulia puteri mahkota? Bukankah seharusnya puteri mahkota juga ikut?”
tanya Jeongmin.
“Puteri mahkota sedang tidak
dalam suasana hati yang baik. Aku akan sangat khawatir jika ia ikut serta, aku
takut terjadi sesuatu padanya” jawab Kwangmin.
“Ternyata yang mulia benar-benar
mengkhawatirkan yang mulia puteri mahkota. Kalian seperti orang yang telah
menjalin hubungan lama sekali, padahal setahu saya, kalian baru bertemu sebulan
yang lalu” kata Jeongmin.
“Iya. Aku juga merasa demikian.
Aku merasa telah mengenalnya lama sekali. Dan satu lagi, aku sangat
mencintainya, aku pikir aku tidak ingin memiliki seorang selir seperti appa”
kata Kwangmin sambil tersenyum.
“Itulah Pangeran Kwangmin yang
sekarang telah menjadi putera mahkota kami. Anda memang orang yang benar-benar
setia seperti yang saya kenal semenjak dulu” balas Jeongmin sambil tersenyum.
Skip Time . . .
Hayoung menjalani kehidupannya
sebagai puteri mahkota. Ia harus mengikuti beberapa pelajaran sebagai puteri
mahkota. Ia sangat letih hari ini, apalagi ia harus menjalani hari-harinya
seorang diri. Kadang-kadang Sohyun akan datang padanya dan mengajaknya
bercerita tentang masa kecil Kwangmin dan Youngmin. Itu sedikit membuatnya
tidak kesepian selama tinggal di istana sebesar ini. Apalagi ia telah memiliki
istananya sendiri. Kadangkala ia juga bertemu Yoona dan sedikit banyak
bercerita tentang istana maupun hanya untuk membicarakan hal-hal pribadi,
karena menurutnya Yoona sangat bisa mengerti dirinya sama seperti Sohyun. Lain
dengan Yoona dan Sohyun, justru Seohyun jarang menegur sapa padanya. Ratu Jo
itu malah sering menatapnya dengan dingin. Itu membuatnya sedikit takut. Ia
sempat berpikir bahwa Ratu Jo memiliki hati yang lembut dan ramah sesuai wajah
cantik yang dimilikinya, bahkan ia sempat berpikir bahwa Raja Jo sangat
beruntung karena memiliki seorang permaisuri seperti Ratu Jo Seohyun.
Sepertinya ia mulai merindukan
Kwangmin. Sudah seminggu Kwangmin belum pulang ke kerajaan sejak ia pergi untuk
urusan kerjasama kerajaan dengan Kerajaan Kim.
“Oppa, neomu bogoshipo-ya. Kapan
kau akan kembali. Kenapa kau meninggalkanku sendirian di istana sebesar ini”
Hayoung melihat langit malam Jo melalui jendela kamarnya, tanpa terasa air
matanya menetes.
Hari selanjutnya, Hayoung masih
termenung menatap langit malamnya dengan sendu. Ia merasa di penjara di kerajaan
ini. Ia tak bisa bertemu dengan pihak dari Kerajaan Lee, karena itulah
peraturan yang telah ditetapkan oleh Kerajaan Jo. Sementara itu Kwangmin belum
juga kembali.
Hari selanjutnya. Masih sama
seperti hari-hari sebelumnya. Hayoung
masih terus menunggu Kwangmin kembali, tetapi yang ditunggu tak pula
kunjung datang.
Hari selanjutnya. Masih sama.
Hari ini kesehatannya menjadi semakin menurun, bahkan ia tak mengikuti
pelajaran tata negara karena ia tak cukup sehat untuk melakukannya.
“Yang mulia, anda harus segera
tidur. Kesehatan anda semakin menurun akhir-akhir ini” ucap seorang dayang yang
membawakan nampan yang berisi makan malam dan obat-0batan untuk Hayoung.
“Saya masih kuat. Anda tidak
perlu khawatir. Lebih baik anda kembali ke istana utama saja” balas Hayoung yang
masih memandangi langit malam Kerajaan Jo tanpa menoleh sedikitpun kearah
dayang-nya.
“Baiklah jika yang mulia
menginginkan demikian. Saya pamit undur diri” kata dayang itu seraya
membungkuk, lalu ia meninggalkan kamar Hayoung.
Hari selanjutnya. Masih sama.
Masih sama seperti sebelumnya, bahkan kesehatan Hayoung semakin memburuk.
Tetapi ia masih melakukan hal yang sama, ia masih termenung sambil menatap
langit malamnya. Ia sangat-sangat merindukan suaminya saat ini. Ia bahkan tak
bisa makan dan tidur akhir-akhir ini sehingga kesehatannya semakin hari semakin
memburuk. Kalau tahu seperti ini, ia akan memaksa ikut dengan Kwangmin ke
Kerajaan Kim.
“Eonnie. Kau harus makan,
Kwangmin-oppa akan membunuhku jika ia melihatmu seperti ini” kali ini Sohyun
yang membawakan nampan yang berisi makanan dan obat untuk Hayoung.
“Aku tidak apa-apa puteri.
Bukankah besok kau harus pergi ke sekolah. Lebih baik kau segera tidur. Kau
bisa telat bangun besok jika harus mengurusiku. Aku akan melakukannya sendiri.
Aku masih bisa” kata Hayoung tanpa menoleh sedikit pun pada Sohyun.
Sohyun hanya bisa menatap
Hayoung dengan sedih, ia pun segera kembali ke istananya setelah mendengar
kata-kata kakak iparnya.
Hayoung masih tetap setia memandang langit malamnya. Tak terasa air
matanya telah menetes banyak sekali. Bibirnya pucatnya bergetar sambil
menggumamkan nama seseorang.
“Op-pa . . . Kwangmin o-op-pa .
. .” air matanya masih terus menetes.
“Neomu bo go shipo-ya” lirihnya
sambil memegangi dadanya.
“Nado” DEG. Hayoung mendengar
itu. Ia pun dengan reflek menoleh. Betapa terkejutnya ia saat melihat suami
yang sangat dirindukannya itu sedang berada tepat beberapa meter didepannya. Ia
masih terdiam mematung.
Kwangmin menghampiri Hayoung dan
memeluknya erat.
“Oppa” Hayoung masih tak
percaya.
“Kudengar kau sakit, aku
benar-benar merasa bersalah karena tak bisa menjagamu dengan baik” kata
Kwangmin masih memeluk Hayoung.
Hayoung sudah tak bisa mendengar
itu. Perlahan-lahan kesadarannya mulai menghilang. Dan,
BRUUKKK . . .
^__^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar