Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jo Family Book (Chapter 09)

Jo Family Book
Author  : Shin Kyona
Cast       :
-Jo Kwangmin as Jo Kwangmin (Pangeran Jo)
-Jo Youngmin as Jo Youngmin (Putera Mahkota Jo)
-Cho Kyuhyun as Jo Kyuhyun (Raja Jo)
-Seo Joohyun as Jo Seohyun (Permaisuri Jo)
-Im Yoon Ah as Jo Yoona (Selir Jo)
-Kim Sohyun as Jo Sohyun (Puteri Jo)
-Oh Hayoung as Lee Hayoung (Puteri Lee)
-Lee Yooyoung as Lee Yooyoung (Puteri Lee)
-Lee Taemin as Lee Taemin (Putera Mahkota Lee)
-Lee Donghae as Lee Donghae (Raja Lee)
-Jessica Jung as Lee Sooyeon (Permaisuri Lee)
-No Minwoo as Choi Minwoo (Putera Mahkota Choi)
-Choi Siwon as Choi Siwon (Raja Choi)
-Bae Suzy as Choi Sooji (Puteri Choi)
-Tiffany Hwang as Choi Miyoung (Permaisuri Choi)
-Choi Sooyoung as Choi Sooyoung (Selir Choi)
-Choi Sulli as Choi Jinri (Puteri Choi)
-Lee Jeongmin as Penasehat Lee (Penasahat Kerajaan Jo)
-Shim Hyunseong as Jendral Shim (Jendral Perang Kerajaan Jo)
-Choi Minho as Kim Minho (Putra Mahkota Kim)
-Kim Donghyun as Kim Donghyun (Raja Kim)
-Kim Taeyeon as Kim Taeyeon (Permaisuri Kim)
-Hong Yookyung as Hong Yookyung (Kekasih Youngmin)

THE WEEDING
                Hari ini adalah hari pernikahan antara Putera Mahkota Jo Kwangmin dengan Puteri Lee Hayoung. Acara ini dihadiri oleh para tamu kemormatan dari seluruh kerajaan yang ada di Korea.
                “Hari ini aku resmikan anakku Putera Mahkota Jo Kwangmin menjadi suami dari Puteri Lee Hayoung. Dan pada hari ini juga aku akan mengangkat Puteri Lee Hayoung menjadi Puteri Mahkota Jo” ucap Kyuhyun sebagai Raja Jo.
                Kemudian Kwangmin dan Hayoung menjalani upacara pernikahan yang sakral itu. Semua tamu undangan memberikan selamat pada Kwangmin dan Hayoung, begitu pula dengan Yooyoung.
                “Selamat atas pernikahan kalian yang mulia. Aku turut bahagia dengan semua ini” kata Yooyoung pada Kwangmin dan Hayoung.
                “Mianhae eonnie” kata Hayoung dengan nada sedih, namun Yooyoung tak membalasnya. Ia langsung pergi begitu saja.
Skip time . . .
                Kwangmin dan Hayoung sekarang memiliki istananya sendiri. Mereka tinggal di istana Kerajaan Jo sebelah barat.
                “Aku telah menepati janjiku. Aku benar-benar menjadikan semua ini kenyataan. Apa kau bahagia puteri mahkota?” tanya Kwangmin pada gadis yang saat ini telah resmi menjadi isterinya.
                “Yang mulia. Kenapa anda tidak menikah dengan Puteri Yooyoung saja. Bukankah seharusnya yang menikah dengan anda adalah Puteri Yooyoung?” kata Hayoung.
                “Kau bertanya kenapa? Tentu saja karena hanya kaulah yang aku cintai. Bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang tidak kucintai sama sekali?” balas Kwangmin.
                “Kenapa anda tidak bertanya pada saya? Apakah saya mencintai anda atau tidak?” tanya Hayoung.
                “Kau mencintaiku. Aku tahu itu. Dan itu tidak akan pernah berubah!” kata Kwangmin tegas.
                “Maafkan saya yang mulia” Hayoung menunduk sedih, karena ia telah lancang dan berani menentang putera mahkota.
                ‘Aku sangat mencintaimu oppa, tapi kenapa seperti ini’ kata Hayoung dalam hati.
Skip Time . . .
                Yoona datang ke istana Putera dan Puteri Mahkota Jo. Dia ingin mengucapkan selamat kepada anaknya.
                “Putera mahkota dan puteri mahkota, selamat atas pernikahannya” kata Yoona.
                “Terimakasih Yoona-eomma. Hayoung-ah, dia adalah ibu kandung dari adik perempuanku Puteri Sohyun”
                “Senang bertemu dengan anda yang mulia” hormat Hayoung pada Yoona.
                “Sama-sama puteri mahkota. Rupanya anda adalah orang yang selama ini membuat putera mahkota kami yang tampan ini menjadi sulit tidur” goda Yoona dan hal itu membuat Hayoung memerah.
                “Baiklah! Aku tak ingin mengganggu kalian. Aku akan kembali ke istana utara. Semoga kalian bahagia dengan pernikahan ini” kata Yoona.
                “Terimakasih Yoona-eomma” kata Kwangmin.
                “Terimakasih yang mulia” sambung Hayoung.
                Yoona membalas dengan senyum, lalu ia kembali ke kediamannya di istana Kerajaan Jo sebelah utara.
Skip Time . . .
                Hari ini Putera Mahkota Jo Kwangmin akan mengadakan kunjungan ke Kerajaan Kim untuk menjalin kerjasama antar kerajaan. Ia hanya datang dengan ditemani dengan pensehat setia kerajaan, Penasehat Lee Jeongmin. Seharusnya ia sudah dijadwalkan untuk datang bersama isterinya, tetapi sepertinya ia tak mau mengajak puteri mahkota. Mereka sedang dalam perselisihan kecil. Mungkin itu mengenai pernikahan mereka yang terlalu cepat, puteri mahkota masih belum bisa membuka diri.
                “Kenapa yang mulia tidak membawa serta yang mulia puteri mahkota? Bukankah seharusnya puteri mahkota juga ikut?” tanya Jeongmin.
                “Puteri mahkota sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Aku akan sangat khawatir jika ia ikut serta, aku takut terjadi sesuatu padanya” jawab Kwangmin.
                “Ternyata yang mulia benar-benar mengkhawatirkan yang mulia puteri mahkota. Kalian seperti orang yang telah menjalin hubungan lama sekali, padahal setahu saya, kalian baru bertemu sebulan yang lalu” kata Jeongmin.
                “Iya. Aku juga merasa demikian. Aku merasa telah mengenalnya lama sekali. Dan satu lagi, aku sangat mencintainya, aku pikir aku tidak ingin memiliki seorang selir seperti appa” kata Kwangmin sambil tersenyum.
                “Itulah Pangeran Kwangmin yang sekarang telah menjadi putera mahkota kami. Anda memang orang yang benar-benar setia seperti yang saya kenal semenjak dulu” balas Jeongmin sambil tersenyum.
Skip Time . . .
                Hayoung menjalani kehidupannya sebagai puteri mahkota. Ia harus mengikuti beberapa pelajaran sebagai puteri mahkota. Ia sangat letih hari ini, apalagi ia harus menjalani hari-harinya seorang diri. Kadang-kadang Sohyun akan datang padanya dan mengajaknya bercerita tentang masa kecil Kwangmin dan Youngmin. Itu sedikit membuatnya tidak kesepian selama tinggal di istana sebesar ini. Apalagi ia telah memiliki istananya sendiri. Kadangkala ia juga bertemu Yoona dan sedikit banyak bercerita tentang istana maupun hanya untuk membicarakan hal-hal pribadi, karena menurutnya Yoona sangat bisa mengerti dirinya sama seperti Sohyun. Lain dengan Yoona dan Sohyun, justru Seohyun jarang menegur sapa padanya. Ratu Jo itu malah sering menatapnya dengan dingin. Itu membuatnya sedikit takut. Ia sempat berpikir bahwa Ratu Jo memiliki hati yang lembut dan ramah sesuai wajah cantik yang dimilikinya, bahkan ia sempat berpikir bahwa Raja Jo sangat beruntung karena memiliki seorang permaisuri seperti Ratu Jo Seohyun.
                Sepertinya ia mulai merindukan Kwangmin. Sudah seminggu Kwangmin belum pulang ke kerajaan sejak ia pergi untuk urusan kerjasama kerajaan dengan Kerajaan Kim.
                “Oppa, neomu bogoshipo-ya. Kapan kau akan kembali. Kenapa kau meninggalkanku sendirian di istana sebesar ini” Hayoung melihat langit malam Jo melalui jendela kamarnya, tanpa terasa air matanya menetes.
                Hari selanjutnya, Hayoung masih termenung menatap langit malamnya dengan sendu. Ia merasa di penjara di kerajaan ini. Ia tak bisa bertemu dengan pihak dari Kerajaan Lee, karena itulah peraturan yang telah ditetapkan oleh Kerajaan Jo. Sementara itu Kwangmin belum juga kembali.
                Hari selanjutnya. Masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Hayoung  masih terus menunggu Kwangmin kembali, tetapi yang ditunggu tak pula kunjung datang.
                Hari selanjutnya. Masih sama. Hari ini kesehatannya menjadi semakin menurun, bahkan ia tak mengikuti pelajaran tata negara karena ia tak cukup sehat untuk melakukannya.
                “Yang mulia, anda harus segera tidur. Kesehatan anda semakin menurun akhir-akhir ini” ucap seorang dayang yang membawakan nampan yang berisi makan malam dan obat-0batan untuk Hayoung.
                “Saya masih kuat. Anda tidak perlu khawatir. Lebih baik anda kembali ke istana utama saja” balas Hayoung yang masih memandangi langit malam Kerajaan Jo tanpa menoleh sedikitpun kearah dayang-nya.
                “Baiklah jika yang mulia menginginkan demikian. Saya pamit undur diri” kata dayang itu seraya membungkuk, lalu ia meninggalkan kamar Hayoung.
                Hari selanjutnya. Masih sama. Masih sama seperti sebelumnya, bahkan kesehatan Hayoung semakin memburuk. Tetapi ia masih melakukan hal yang sama, ia masih termenung sambil menatap langit malamnya. Ia sangat-sangat merindukan suaminya saat ini. Ia bahkan tak bisa makan dan tidur akhir-akhir ini sehingga kesehatannya semakin hari semakin memburuk. Kalau tahu seperti ini, ia akan memaksa ikut dengan Kwangmin ke Kerajaan Kim.
                “Eonnie. Kau harus makan, Kwangmin-oppa akan membunuhku jika ia melihatmu seperti ini” kali ini Sohyun yang membawakan nampan yang berisi makanan dan obat untuk Hayoung.
                “Aku tidak apa-apa puteri. Bukankah besok kau harus pergi ke sekolah. Lebih baik kau segera tidur. Kau bisa telat bangun besok jika harus mengurusiku. Aku akan melakukannya sendiri. Aku masih bisa” kata Hayoung tanpa menoleh sedikit pun pada Sohyun.
                Sohyun hanya bisa menatap Hayoung dengan sedih, ia pun segera kembali ke istananya setelah mendengar kata-kata kakak iparnya.
                Hayoung masih tetap setia  memandang langit malamnya. Tak terasa air matanya telah menetes banyak sekali. Bibirnya pucatnya bergetar sambil menggumamkan nama seseorang.
                “Op-pa . . . Kwangmin o-op-pa . . .” air matanya masih terus menetes.
                “Neomu bo go shipo-ya” lirihnya sambil memegangi dadanya.
                “Nado” DEG. Hayoung mendengar itu. Ia pun dengan reflek menoleh. Betapa terkejutnya ia saat melihat suami yang sangat dirindukannya itu sedang berada tepat beberapa meter didepannya. Ia masih terdiam mematung.
                Kwangmin menghampiri Hayoung dan memeluknya erat.
                “Oppa” Hayoung masih tak percaya.
                “Kudengar kau sakit, aku benar-benar merasa bersalah karena tak bisa menjagamu dengan baik” kata Kwangmin masih memeluk Hayoung.
                Hayoung sudah tak bisa mendengar itu. Perlahan-lahan kesadarannya mulai menghilang. Dan,
                BRUUKKK . . .
^__^
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar