Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jigeum (Chapter 07)

Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)
 Chapter 07

            Hari ini kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Sehun dan Krystal juga masih duduk satu bangku.

            “Ya! Kenapa kemarin kau aneh sekali?”
            “Apa itu artinya kau sedang mengkhawatirkanku?” Sehun tampak berharap.
            “Aish! Kau sungguh percaya diri. Aku hanya bertanya” balas Krystal sinis.
            “Gwenchana. Tidak perlu memikirkanku” balas Sehun dingin. Krystal mengernyitkan alisnya heran. Tak biasanya Sehun berkata dingin padanya. Bukankah Sehun selalu membalas ucapan Krystal dengan seribu kejailan? Kenapa sekarang tidak.
            “Aku tak percaya kau dan Luhan-oppa saudara kandung. Sangat berbeda” kata Krystal.
            “Kenapa? Apa kau menyukai Luhan?” tanya Sehun sedikit was-was.
            “Ne. Aku pernah menyukainya dulu” balas Krystal santai.
            “Jigeum?”
            “Mollayo” jawaban Krystal sangat menggantung hati Sehun sekaligus membuatnya menjadi berharap banyak.
            “Sehun-ah! Kau pasti senang eommonim dan apponim serta Luhan-oppa datang untuk menjengukmu? Bukankah begitu?” Seulgi tiba-tiba datang dan mengganggu kebersamaan Sehun Krystal.
            “Kang Seulgi. Kita harus bicara!” Sehun menatap tajam Seulgi, lalu menariknya keluar dari kelas. Krystal melihatnya dengan pandangan tak mengerti.
Sehun membawa Seulgi ke taman belakang Seoul Arts High School.
“Sehun-ah! Waeyo? Kenapa kau kasar sekali?” tanya Seulgi sambil memegangi pergelangan tangannya yang memerah akibat ditarik Sehun terlalu kasar.
“Jangan berpura-pura Kang Seulgi. Aku sudah tahu sebenarnya. Semuanya yang membuatku seperti ini” kata Sehun yakin.
“Apa maksudmu?”
“Kau yang menyuruh preman-preman itu untuk mencelakai Krystal. Dan akhirnya aku menolong Krystal. Mereka membutku cedera, sehingga aku tak bisa ikut pertandingan BASKET. Kau tahu? BASKET ADALAH IMPIANKU SEJAK AWAL. TAPI KAU DENGAN BEGITU MUDAHNYA MENGHANCURKAN SEMUA!” Sehun benar-benar emosi. Bahkan ia berkata dengan sangat keras dan penuh penekanan.
            “Mi-mian-haeyo!” Seulgi tak berani menatap Sehun. Selama ini Sehun selalu bersabar padanya. Walau dingin, Sehun tak pernah berkata sekasar ini padanya.
            “Kau pikir hanya dengan minta maaf kau bisa mengembalikan semuanya. Kau sudah menghancurkan hubunganku dengan Hyewon. Dan sekarang kau berusaha menghalangiku dengan Krystal. Apa kau pikir aku akan diam saja seperti dulu. Tidak sama sekali. Bahkan jika kau mengulangi hal ini lagi. Aku akan mengatakan pada seluruh dunia kalau kebaikan Kang Seulgi selama ini hanya topeng. Bahkan aku bisa saja mengatakannya pada eomma-ku agar tak lagi percaya padamu!” Sehun benar-benar tak bisa bersabar sekarang.
            “Mianhae. Aku memang salah. Aku berjanji tak akan mengganggumu lagi Sehunnie. Itu semua aku lakukan karena rasa cemburu-ku pada mereka. Kenapa mereka bisa merebut hatimu sedangkan aku tidak. Sekarang aku sadar, kita memang tidak pernah berjodoh. Aku hanya memaksakan kehendakmu selama ini. Aku berjanji akan berubah menjadi orang baik setelah ini. Terima kasih karena selama ini kau telah mengisi hatiku. Aku akan berusaha melupakan perasaanku padamu mulai detik ini” Seulgi mengucapkannya dengan sangat tulus dan berlinang air mata. Sehun sangat merasa bersalah karena telah membentak Seulgi.
            GREP
            Sehun memeluk Seulgi hanya sekedar untuk menenangkannya.
            “Mianhaeyo karena telah berkata kasar padamu. Bisakah kita berteman baik mulai dari sekarang. Aku tak ingin memancing suatu permusuhan” kata Sehun tulus. Ia melepaskan pelukannya dan Seulgi pun mengangguk.
            “Aku akan berusaha menjadi teman yang baik untukmu Sehun-ah. Jika suatu saat kau membutuhkan bantuanku, walaupun hal itu berhubungan dengan Krystal sekalipun, selama aku bisa, aku pasti akan membantumu” kata Seulgi tulus. Sehun menghapus air mata Seulgi.
            “Gomawo Seulgi-ah. Tetaplah menjadi Seulgi yang seperti ini. Seulgi yang baik dan polos seperti dulu” Sehun dan Seulgi memang sudah berteman sejak kecil, sehingga orang tua Sehun sudah mengenal Seulgi dengan baik. Tapi karena rasa cinta Seulgi pada Sehun, membuat hubungan pertemanan mereka menjadi hancur berantakan.
            “Aku ingin memperbaiki bagaimana hubungan kita seharusnya. Bolehkan aku berteman baik denganmu lagi seperti dulu dan menjadi orang yang bisa kau andalkan?” tanya Seulgi.
            “Tentu saja. Kang Seulgi memang sangat bisa diandalkan” Sehun tersenyum bangga. Akhirnya ia bisa mengembalikan Seulgi-nya seperti dulu.
Skip Time
Krystal POV
            Ah. Aku melihatnya tadi. Kenapa Sehun terlihat sedang membentak Kang Seulgi. Lalu kenapa Seulgi menangis. Dan setelah itu Sehun memeluknya. Menghapus air matanya. Tersenyum padanya. Dan Seulgi juga tersenyum pada Sehun. Ah! Apa yang sedang kupikirkan? Lalu apa peduliku? Menyebalkan sekali.
END Krystal POV
Normal POV
            Sehun sedang merasakan bahagia yang amat luar biasa hari ini. Ia berharap semuanya akan berjalan dengan baik setelah ini. Setelah kembalinya Seulgi ke jalan yang benar. Target usahanya saat ini adalah mendapatkan hati Krystal-nya yang amat sangat berharga.
            “Pabo-ya! Kenapa kau tersenyum sendiri?” tanya Krystal yang entah sejak kapan sudah duduk disebelah Sehun.
            “Aku sedang bahagia. Itu saja” balas Sehun sambil tersenyum lagi.
            “Aish! Dasar bodoh!”
            “Ya! Tidak bisakah kau menghentikan ucapan-ucapan bodohmu itu?” Sehun kesal karena Krystal selalu berkata kasar padanya.
            “Ya! Kwangmin-ah! Apa kau melihat Youngmin?” tanya Krystal pada Kwangmin yang kebetulan lewat sebelahnya.
            “Molla. Mungkin dia sedang bersama Sooyoung di kantin atau di taman belakang mungkin bisa jadi juga” jawab Kwangmin ambigu.
            “Aish! Jawaban macam apa itu? Aku ingin jawaban yang pasti”
            “Jeongmal. Nan mollayo” balas Kwangmin polos.
            “Gurae. Pergilah!” perkataan Krystal lebih mirip dengan cara mengusir seseorang daripada menyuruh pergi. Lalu apa bedanya? Mengusir? Atau menyuruh pergi?
            “Aish! Anak itu terlihat sedikit idiot. Tapi kenapa Hayoung menyukainya. Benar-benar Hayoung telah menjatuhkan harga diri keluarga ‘Oh’ sepertiku” gumam Sehun setelah Kwangmin berlalu pergi dari hadapan mereka.
            “Kurasa dia jauh lebih baik darimu. Dia juga lebih tampan dari Youngmin. Style-nya manly. Keren. Dia juga pandai dance. Pandai bermain basket dan juga pintar dalam mata pelajaran” sekarang Krystal malah memuji-muji Kwangmin dihadapan Sehun. Tampak sudut siku-siku muncul di dahi Sehun.
            “Ya! Kau pikir aku tidak tampan? Kau pikir aku tidak manly? Kau pikir aku tidak keren? Kau pikir aku tidak pandai dance? Aku peringkat kedua di kelas dance setelah si hitam Kai. Kau pikir aku apa dipermainan basket? Bahkan aku lebih hebat dari Chanyeol-hyung. Lalu bukankah selama ini aku selalu berada di urutan atas untuk ranking kepintaran?” Sehun tak mau kalah malah sengaja memuji dirinya sendiri.
            “Dasar sombong sekali” cibir Krystal.
            “Ne. Aku memang pantas untuk menyombongkan diriku”
            Setelah kalimat tersebut, mereka kembali tenggelam dalam dunia masing-masing. Sehun masih senyum-senyum tak jelas. Sambil sesekali melirik Krystal dan ia kembali tersenyum lagi setelah itu. Krystal jadi sedikit risih melihat tingkah aneh Sehun yang setiap detiknya menjadi semakin aneh.
            “Ya! Kau semakin aneh saja. Senyummu sangat aneh. Kau seperti orang yang sedang jatuh cinta saja”
            “Ah! Kau memang penebak yang handal Soojungie. Aku memang sedang jatuh cinta” balas Sehun dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.
            “Aneh sekali. Pasti orang yang kau sukai juga orang aneh!” cibir Krystal lagi. Bahkan sekarang Krystal tak memprotes lagi saat Sehun memanggilnya Soojung.
            “Ya. Kau benar lagi. Dia memang orang yang paling aneh di seluruh dunia. Orang yang gampang berubah pikiran dan gampang menangis. Bukankah dia sangat lucu? Hahaha…” kata Sehun sambil tertawa.
            Tiba-tiba saja Krystal mengingat kejadian tadi pagi saat ia tak sengaja melihat Sehun dan Seulgi yang sedang bersama di taman belakang sekolah. Ia mengingat ekspresi Seulgi yang sangat sedih sekaligus bahagia. Lalu air mata bahagia Seulgi. Lalu pelukan Sehun untuk Seulgi. Lalu Sehun yang sedang menghapus air mata Seulgi. Lalu Sehun yang sedang tersenyum tulus pada Seulgi. Dan lalu lalu lalu masih banyak lagi hal-hal yang saat ini sedang berkecamuk didalam pikirannya. Entah kenapa tiba-tiba saja hatinya menjadi sedikit nyeri melihat senyuman Sehun yang terus mengembang tak karuan di wajahnya. Itu semakin membuatnya sakit. Hey apa yang sedang kau pikirkan KRYSTAL? Ingat kau membencinya! Ya BENCI. Tidak lebih!
***
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar