Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh
Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School
Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini
spesial buat Krystal-eonnie 20th (international) and 21st (korea) birthday.
#HappyKrystalDay :)
Chapter 07
Hari
ini kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Sehun dan Krystal juga
masih duduk satu bangku.
“Ya!
Kenapa kemarin kau aneh sekali?”
“Apa
itu artinya kau sedang mengkhawatirkanku?” Sehun tampak berharap.
“Aish!
Kau sungguh percaya diri. Aku hanya bertanya” balas Krystal sinis.
“Gwenchana.
Tidak perlu memikirkanku” balas Sehun dingin. Krystal mengernyitkan alisnya
heran. Tak biasanya Sehun berkata dingin padanya. Bukankah Sehun selalu
membalas ucapan Krystal dengan seribu kejailan? Kenapa sekarang tidak.
“Aku
tak percaya kau dan Luhan-oppa saudara kandung. Sangat berbeda” kata Krystal.
“Kenapa?
Apa kau menyukai Luhan?” tanya Sehun sedikit was-was.
“Ne.
Aku pernah menyukainya dulu” balas Krystal santai.
“Jigeum?”
“Mollayo”
jawaban Krystal sangat menggantung hati Sehun sekaligus membuatnya menjadi
berharap banyak.
“Sehun-ah!
Kau pasti senang eommonim dan apponim serta Luhan-oppa datang untuk
menjengukmu? Bukankah begitu?” Seulgi tiba-tiba datang dan mengganggu
kebersamaan Sehun Krystal.
“Kang
Seulgi. Kita harus bicara!” Sehun menatap tajam Seulgi, lalu menariknya keluar
dari kelas. Krystal melihatnya dengan pandangan tak mengerti.
Sehun membawa Seulgi
ke taman belakang Seoul Arts High School.
“Sehun-ah! Waeyo?
Kenapa kau kasar sekali?” tanya Seulgi sambil memegangi pergelangan tangannya
yang memerah akibat ditarik Sehun terlalu kasar.
“Jangan berpura-pura
Kang Seulgi. Aku sudah tahu sebenarnya. Semuanya yang membuatku seperti ini”
kata Sehun yakin.
“Apa maksudmu?”
“Kau yang menyuruh
preman-preman itu untuk mencelakai Krystal. Dan akhirnya aku menolong Krystal.
Mereka membutku cedera, sehingga aku tak bisa ikut pertandingan BASKET. Kau
tahu? BASKET ADALAH IMPIANKU SEJAK AWAL. TAPI KAU DENGAN BEGITU MUDAHNYA
MENGHANCURKAN SEMUA!” Sehun benar-benar emosi. Bahkan ia berkata dengan sangat
keras dan penuh penekanan.
“Mi-mian-haeyo!”
Seulgi tak berani menatap Sehun. Selama ini Sehun selalu bersabar padanya.
Walau dingin, Sehun tak pernah berkata sekasar ini padanya.
“Kau
pikir hanya dengan minta maaf kau bisa mengembalikan semuanya. Kau sudah
menghancurkan hubunganku dengan Hyewon. Dan sekarang kau berusaha menghalangiku
dengan Krystal. Apa kau pikir aku akan diam saja seperti dulu. Tidak sama
sekali. Bahkan jika kau mengulangi hal ini lagi. Aku akan mengatakan pada
seluruh dunia kalau kebaikan Kang Seulgi selama ini hanya topeng. Bahkan aku
bisa saja mengatakannya pada eomma-ku agar tak lagi percaya padamu!” Sehun
benar-benar tak bisa bersabar sekarang.
“Mianhae.
Aku memang salah. Aku berjanji tak akan mengganggumu lagi Sehunnie. Itu semua
aku lakukan karena rasa cemburu-ku pada mereka. Kenapa mereka bisa merebut
hatimu sedangkan aku tidak. Sekarang aku sadar, kita memang tidak pernah
berjodoh. Aku hanya memaksakan kehendakmu selama ini. Aku berjanji akan berubah
menjadi orang baik setelah ini. Terima kasih karena selama ini kau telah
mengisi hatiku. Aku akan berusaha melupakan perasaanku padamu mulai detik ini”
Seulgi mengucapkannya dengan sangat tulus dan berlinang air mata. Sehun sangat
merasa bersalah karena telah membentak Seulgi.
GREP
Sehun
memeluk Seulgi hanya sekedar untuk menenangkannya.
“Mianhaeyo
karena telah berkata kasar padamu. Bisakah kita berteman baik mulai dari
sekarang. Aku tak ingin memancing suatu permusuhan” kata Sehun tulus. Ia
melepaskan pelukannya dan Seulgi pun mengangguk.
“Aku
akan berusaha menjadi teman yang baik untukmu Sehun-ah. Jika suatu saat kau
membutuhkan bantuanku, walaupun hal itu berhubungan dengan Krystal sekalipun,
selama aku bisa, aku pasti akan membantumu” kata Seulgi tulus. Sehun menghapus
air mata Seulgi.
“Gomawo
Seulgi-ah. Tetaplah menjadi Seulgi yang seperti ini. Seulgi yang baik dan polos
seperti dulu” Sehun dan Seulgi memang sudah berteman sejak kecil, sehingga
orang tua Sehun sudah mengenal Seulgi dengan baik. Tapi karena rasa cinta
Seulgi pada Sehun, membuat hubungan pertemanan mereka menjadi hancur
berantakan.
“Aku
ingin memperbaiki bagaimana hubungan kita seharusnya. Bolehkan aku berteman
baik denganmu lagi seperti dulu dan menjadi orang yang bisa kau andalkan?”
tanya Seulgi.
“Tentu
saja. Kang Seulgi memang sangat bisa diandalkan” Sehun tersenyum bangga.
Akhirnya ia bisa mengembalikan Seulgi-nya seperti dulu.
Skip Time
Krystal POV
Ah.
Aku melihatnya tadi. Kenapa Sehun terlihat sedang membentak Kang Seulgi. Lalu
kenapa Seulgi menangis. Dan setelah itu Sehun memeluknya. Menghapus air
matanya. Tersenyum padanya. Dan Seulgi juga tersenyum pada Sehun. Ah! Apa yang
sedang kupikirkan? Lalu apa peduliku? Menyebalkan sekali.
END Krystal POV
Normal POV
Sehun sedang merasakan bahagia yang amat luar biasa hari ini. Ia
berharap semuanya akan berjalan dengan baik setelah ini. Setelah kembalinya
Seulgi ke jalan yang benar. Target usahanya saat ini adalah mendapatkan hati
Krystal-nya yang amat sangat berharga.
“Pabo-ya!
Kenapa kau tersenyum sendiri?” tanya Krystal yang entah sejak kapan sudah duduk
disebelah Sehun.
“Aku
sedang bahagia. Itu saja” balas Sehun sambil tersenyum lagi.
“Aish!
Dasar bodoh!”
“Ya!
Tidak bisakah kau menghentikan ucapan-ucapan bodohmu itu?” Sehun kesal karena
Krystal selalu berkata kasar padanya.
“Ya!
Kwangmin-ah! Apa kau melihat Youngmin?” tanya Krystal pada Kwangmin yang
kebetulan lewat sebelahnya.
“Molla.
Mungkin dia sedang bersama Sooyoung di kantin atau di taman belakang mungkin
bisa jadi juga” jawab Kwangmin ambigu.
“Aish!
Jawaban macam apa itu? Aku ingin jawaban yang pasti”
“Jeongmal.
Nan mollayo” balas Kwangmin polos.
“Gurae.
Pergilah!” perkataan Krystal lebih mirip dengan cara mengusir seseorang daripada
menyuruh pergi. Lalu apa bedanya? Mengusir? Atau menyuruh pergi?
“Aish!
Anak itu terlihat sedikit idiot. Tapi kenapa Hayoung menyukainya. Benar-benar
Hayoung telah menjatuhkan harga diri keluarga ‘Oh’ sepertiku” gumam Sehun
setelah Kwangmin berlalu pergi dari hadapan mereka.
“Kurasa
dia jauh lebih baik darimu. Dia juga lebih tampan dari Youngmin. Style-nya
manly. Keren. Dia juga pandai dance. Pandai bermain basket dan juga pintar
dalam mata pelajaran” sekarang Krystal malah memuji-muji Kwangmin dihadapan
Sehun. Tampak sudut siku-siku muncul di dahi Sehun.
“Ya!
Kau pikir aku tidak tampan? Kau pikir aku tidak manly? Kau pikir aku tidak
keren? Kau pikir aku tidak pandai dance? Aku peringkat kedua di kelas dance
setelah si hitam Kai. Kau pikir aku apa dipermainan basket? Bahkan aku lebih
hebat dari Chanyeol-hyung. Lalu bukankah selama ini aku selalu berada di urutan
atas untuk ranking kepintaran?” Sehun tak mau kalah malah sengaja memuji
dirinya sendiri.
“Dasar
sombong sekali” cibir Krystal.
“Ne.
Aku memang pantas untuk menyombongkan diriku”
Setelah
kalimat tersebut, mereka kembali tenggelam dalam dunia masing-masing. Sehun
masih senyum-senyum tak jelas. Sambil sesekali melirik Krystal dan ia kembali
tersenyum lagi setelah itu. Krystal jadi sedikit risih melihat tingkah aneh
Sehun yang setiap detiknya menjadi semakin aneh.
“Ya!
Kau semakin aneh saja. Senyummu sangat aneh. Kau seperti orang yang sedang
jatuh cinta saja”
“Ah!
Kau memang penebak yang handal Soojungie. Aku memang sedang jatuh cinta” balas
Sehun dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.
“Aneh
sekali. Pasti orang yang kau sukai juga orang aneh!” cibir Krystal lagi. Bahkan
sekarang Krystal tak memprotes lagi saat Sehun memanggilnya Soojung.
“Ya.
Kau benar lagi. Dia memang orang yang paling aneh di seluruh dunia. Orang yang
gampang berubah pikiran dan gampang menangis. Bukankah dia sangat lucu?
Hahaha…” kata Sehun sambil tertawa.
Tiba-tiba
saja Krystal mengingat kejadian tadi pagi saat ia tak sengaja melihat Sehun dan
Seulgi yang sedang bersama di taman belakang sekolah. Ia mengingat ekspresi
Seulgi yang sangat sedih sekaligus bahagia. Lalu air mata bahagia Seulgi. Lalu
pelukan Sehun untuk Seulgi. Lalu Sehun yang sedang menghapus air mata Seulgi.
Lalu Sehun yang sedang tersenyum tulus pada Seulgi. Dan lalu lalu lalu masih
banyak lagi hal-hal yang saat ini sedang berkecamuk didalam pikirannya. Entah
kenapa tiba-tiba saja hatinya menjadi sedikit nyeri melihat senyuman Sehun yang
terus mengembang tak karuan di wajahnya. Itu semakin membuatnya sakit. Hey apa
yang sedang kau pikirkan KRYSTAL? Ingat kau membencinya! Ya BENCI. Tidak lebih!
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar