Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jo Family Book (Chapter 05)

Jo Family Book
Author  : Shin Kyona
Cast       :
-Jo Kwangmin as Jo Kwangmin (Pangeran Jo)
-Jo Youngmin as Jo Youngmin (Putera Mahkota Jo)
-Cho Kyuhyun as Jo Kyuhyun (Raja Jo)
-Seo Joohyun as Jo Seohyun (Permaisuri Jo)
-Im Yoon Ah as Jo Yoona (Selir Jo)
-Kim Sohyun as Jo Sohyun (Puteri Jo)
-Oh Hayoung as Lee Hayoung (Puteri Lee)
-Lee Yooyoung as Lee Yooyoung (Puteri Lee)
-Lee Taemin as Lee Taemin (Putera Mahkota Lee)
-Lee Donghae as Lee Donghae (Raja Lee)
-Jessica Jung as Lee Sooyeon (Permaisuri Lee)
-No Minwoo as Choi Minwoo (Putera Mahkota Choi)
-Choi Siwon as Choi Siwon (Raja Choi)
-Bae Suzy as Choi Sooji (Puteri Choi)
-Tiffany Hwang as Choi Miyoung (Permaisuri Choi)
-Choi Sooyoung as Choi Sooyoung (Selir Choi)
-Choi Sulli as Choi Jinri (Puteri Choi)
-Lee Jeongmin as Penasehat Lee (Penasahat Kerajaan Jo)
-Shim Hyunseong as Jendral Shim (Jendral Perang Kerajaan Jo)
-Choi Minho as Kim Minho (Putra Mahkota Kim)
-Kim Donghyun as Kim Donghyun (Raja Kim)
-Kim Taeyeon as Kim Taeyeon (Permaisuri Kim)
-Hong Yookyung as Hong Yookyung (Kekasih Youngmin)
 YOU AND I

                Sekarang Hayoung berada di kediaman kakaknya. Ia sangat rindu pada kakaknya.
                “Eonnie, aku sangat merindukanmu. Jika kau benar-benar jadi puteri mahkota di Kerajaan ini, maka kita akan jarang bertemu” kata Hayoung sambil menunduk sedih.
                “Hayoung-ah, jika itu benar-benar terjadi maka aku akan sangat menderita” kata Yooyoung sedih.
                “Waeyo? Bukankah harusnya kau bahagia. Bukankah Putera Mahkota Jo Youngmin sangat tampan, cerdas, dan pandai menempatkan diri. Bukankah seharusnya kau bangga bisa memiliki suami sepertinya, semua orang pasti ingin berada di posisimu saat ini” Hayoung penasaran dengan kakaknya.
                “Aku tidak pernah bisa mencintai Putera Mahkota Jo Youngmin”
                “Wae? Mengapa demikian?” Hayoung semakin penasaran.
                “Yang aku cintai adalah Pangeran Jo Kwangmin”
                DEG
                Kenapa hatiku sakit sekali. Air mataku, kumohon jangan jatuh sekarang! kata Hayoung dalam hati.
                “Hayoung-ah? Gwenchanayo?” tanya Yooyoung khawatir saat melihat ekspresi syok Yooyoung.
                “A. . . Gwenchana” kata Hayoung sambil tersenyum paksa.
Skip Time . . .
HaKwang Setting
                Hari mulai gelap. Hayoung memutuskan untuk bermalam di Kerajaan Jo malam ini dan akan kembali ke Kerajaan Lee besok pagi.
                “Hayoung-ah! Apa yang kau lakukan di tepi kolam itu?” Kwangmin datang menghampiri Hayoung yang sedang berdiri di tepi kolam ikan. Bahkan sekarang Kwangmin sudah berani memanggil Hayoung dengan namanya saja.
                Hayoung menoleh ke belakang dan mendapati Kwangmin sedang berjalan ke arahnya.
                “Gwenchanayo? Ada apa denganmu? Apa kau baru saja menangis?” tanya Kwangmin penasaran saat melihat bekas anak sungai yang mengalir di pipi Hayoung.
                Hayoung hanya menggeleng tanpa mengatakan apapun. Ia kembali membelakangi Kwangmin dan menatap ke arah kolam ikan yang ada didepannya.
                “Jangan berbohong padaku. Katakan siapa yang telah menyakitimu?” Kwangmin mendesak, tetapi Hayoung tetap tidak menjawabnya.
                “Kenapa kau hanya diam?” tanya Kwangmin.
                “Pangeran, apa kau tahu? Puteri Lee Yooyoung tidak akan melanjutkan perjodohannya dengan Pangeran Jo Youngmin” kata Hayoung lirih.
                “Kenapa bisa? Hyung-ku sangat mencintai Puteri Lee Yooyoung. Ya, walaupun aku tak terlalu yakin mengingat Putera Mahkota Youngmin tak pernah membicarakan hal itu denganku, tapi aku bisa merasakannya. Karena kita kembar” jelas Kwangmin.
                “Dia menyukai orang lain. Dan orang itu adalah kau Pangeran Kwangmin” suara Hayoung semakin lirih.
                DEG
                Kwangmin sangat tidak percaya ini.
                Kwangmin memeluk leher Hayoung dari belakang.
                “Apa itu yang telah membuatmu menangis. Kau tak perlu sekhawatir itu. Bukankah aku sudah pernah bilang jika sebaiknya kita menikah saja. Itu karena aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Hanya mencintaimu. Neomu neomu saranghae Hayoung-ah!” Kwangmin membisikan kalimat itu berulang-ulang ditelinga Hayoung hingga membuat nafas Hayoung tercekat. Perasaan bahagia sekaligus sedih datang secara bersamaan.
                “Pangeran, tapi aku tak mau menyakiti Puteri Yooyoung” Hayoung semakin rapuh dengan keadaan ini.
                “Lalu apa kau akan membiarkan dirimu tersakiti oleh Puteri Yooyoung?” tanya Kwangmin. Hayoung tak bisa menjawabnya.
                “Apa kau menyuruhku untuk bersama dengan Puteri Yooyoung. Apa kau ingin membuatku terluka karena aku tak mencintai eonnie-mu. Apa kau pikir aku akan melakukannya. Kau tahu, aku juga tak ingin menyakiti hyung-ku. Sama sepertimu, aku juga sangat menyayangi Putera Mahkota Jo Youngmin seperti kau menyayangi Puteri Lee Yooyoung” Kwangmin menjelaskan. Hayoung hanya bisa diam dan diam. Tangisnya semakin menjadi-jadi.
                “Kalau begitu lupakan aku pangeran” Hayoung melepas pelukan Kwangmin, ia mulai menjauh dari tempat Kwangmin berada.
                “Ya! Berhentilah menyiksa dirimu sendiri. Kenapa kau selalu ingin mengalah. Bukankah seharusnya seorang kakak-lah yang mengalah pada adiknya. Kenapa? Kenapa kau harus membohongi perasaanmu, aku tahu kau juga mencintaiku sejak awal, bahkan tujuanmu yang sebenarnya untuk datang kemari adalah menemuiku bukan menemui Puteri Yooyoung. Kau pikir aku akan menyerah begitu saja. Aku tidak akan membiarkanmu pergi setelah kau berhasil mengambil alih hatiku dengan sesukamu!” Kwangmin berteriak. Air mata Hayoung semakin deras, Hayoung tak menoleh sedikitpun ke arah Kwangmin, ia justru berlari menjauh dari Kwangmin sambil terus mengusap air matanya.
                “Argghhh. . . !” Kwangmin berteriak keras sekali.
YoungYoung Setting
                Youngmin masuk ke kediaman Yooyoung, malam ini ia ingin mengatakan semuanya pada Yooyoung tentang perasaannya yang sesungguhnya.
                “Puteri, saya ingin berbicara dengan anda” kata Youngmin pada Yooyoung.
                “Saya akan mendengarkannya putera mahkota” balas Yooyoung sopan.
                “Saya ingin mengatakan rencana perjodohan kita. Saya rasa, saya akan menerimanya. Karena saya merasa bahwa saya mulai menaruh hari pada tuan puteri”
                DEG DEG DEG
                Detak jantung Yooyoung serasa dipompa keras-keras. Ia sangat terkejut dengan pernyataan Youngmin. Bukan perasaan bahagia yang ia rasakan saat ini. Melainkan perasaan duka.
                “Kalau putera mahkota menginginkan perjodohan ini, maka saya tidak akan pernah bisa untuk menolaknya” Yooyoung tersenyum paksa pada Youngmin.
                “Baiklah tuan puteri. Saya akan mengatakan ini pada raja untuk mengkonfirmasi perjodohan ini pada pihak Kerajaan Lee. Saya sangat bahagia dengan keputusan anda”
                “Jika anda merasa bahagia saya juga bahagia” Youngmin tersenyum tulus.
                “Tapi sebelumnya saya memiliki satu permintaan pada putera mahkota” kata Yooyoung.
                “Katakan apa yang kau inginkan”
                “Ijinkan saya pulang ke Kerajaan Lee untuk yang terakhir kalinya, karena setelah ini saya akan mengabdi untuk Kerajaan Jo” pinta Yooyoung.
                “Tentu saja, saya akan mengijinkan anda pulang. Kapan rencana anda untuk kembali ke Kerajaan Lee?”
                “Saya ingin kembali ke Kerajaan Lee bersama Puteri Lee Hayoung besok pagi” jelas Yooyoung.
                “Baiklah! Saya akan menyuruh pengawal untuk mengantar kalian”
                “Terimakasih yang mulia” kata Yooyoung sambil tersenyum.
                Youngmin hanya bisa tersenyum.
                “Baiklah! Saya akan kembali ke kediaman saya. Selamat malam tuan puteri. Jangan tidur terlalu malam” kata Youngmin, kemudian ia kembali ke kediamannya, di istana utama.
^__^
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar