Jo Family Book
Author : Shin Kyona
Cast :
-Jo Kwangmin as
Jo Kwangmin (Pangeran Jo)
-Jo Youngmin as
Jo Youngmin (Putera Mahkota Jo)
-Cho Kyuhyun as
Jo Kyuhyun (Raja Jo)
-Seo Joohyun as Jo
Seohyun (Permaisuri Jo)
-Im Yoon Ah as Jo Yoona (Selir Jo)
-Kim Sohyun as
Jo Sohyun (Puteri Jo)
-Oh Hayoung as
Lee Hayoung (Puteri Lee)
-Lee Yooyoung as
Lee Yooyoung (Puteri Lee)
-Lee Taemin as
Lee Taemin (Putera Mahkota Lee)
-Lee Donghae as
Lee Donghae (Raja Lee)
-Jessica Jung as
Lee Sooyeon (Permaisuri Lee)
-No Minwoo as
Choi Minwoo (Putera Mahkota Choi)
-Choi Siwon as
Choi Siwon (Raja Choi)
-Bae Suzy as
Choi Sooji (Puteri Choi)
-Tiffany Hwang
as Choi Miyoung (Permaisuri Choi)
-Choi Sooyoung
as Choi Sooyoung (Selir Choi)
-Choi Sulli as
Choi Jinri (Puteri Choi)
-Lee Jeongmin as
Penasehat Lee (Penasahat Kerajaan Jo)
-Shim Hyunseong
as Jendral Shim (Jendral Perang Kerajaan Jo)
-Choi Minho as
Kim Minho (Putra Mahkota Kim)
-Kim Donghyun as
Kim Donghyun (Raja Kim)
-Kim Taeyeon as
Kim Taeyeon (Permaisuri Kim)
-Hong
Yookyung as Hong Yookyung
(Kekasih Youngmin)
FIRST
MEET
Hari
ini Kerajaan Jo akan mengadakan pesta perayaan ulang tahun Pangeran Jo Kwangmin dan Putra Mahkota Jo
Youngmin yang ke-20. Kerajaan Jo juga akan mengundang tamu-tamu kehormatan dari
beberapa kerajaan tetangga seperti Kerajaan Choi, Kerajaan Lee, dan juga
Kerajaan Kim. Walaupun Kerajaan Kim bukanlah kerajaan besar, tetapi Raja Kim
adalah teman dekat Raja Jo sewaktu muda dulu, jadi Raja Jo juga ingin
mengundangnya.
“Hyung! Apa aku sudah
terlihat tampan?” tanya Kwangmin pada Youngmin yang kini berdiri tepat
dihadapannya.
“Jaga bicaramu pangeran.
Bagaimana kalau raja dan permaisuri mendengarnya!” Youngmin terlihat marah.
“Aish! Apa salahnya aku
memanggilmu ‘hyung’?” Kwangmin pura-pura merajuk.
“Pangeran boleh saja
memanggilku seperti itu jika diluar istana. Tapi lihatlah! Sekarang kita sedang
berada di dalam istana. Pangeran bisa saja dihukum karena telah berlaku tidak
sopan pada putera mahkota!” Youngmin memberi nasehat pada Kwangmin.
“Kenapa aku harus
memanggilmu putera mahkota sejak kita kecil. Kenapa pula kau juga harus
memanggilku pangeran. Aku ingin memanggilmu ‘hyung’ dan aku juga ingin kau
memanggilku Kwangminnie atau Kwangmin-ah atau saenggie. Aku muak dengan semua
ini!” Kwangmin terlihat sangat marah.
“Seharusnya pangeran sudah
mengerti dengan tata krama kerajaan. Jadi pangeran tidak perlu menanyakan hal
semacam itu, karena itu sudah menjadi peraturan di kerajaan ini!”
“Selama ini aku tidak pernah
merasa memiliki hyung. Aku hanya pernah memiliki yonsaeng satu-satunya yang
bisa mengerti diriku!” Kwangmin melangkah pergi meninggalkan Youngmin.
“Pangeran_” belum sempat
Youngmin menyelesaikan ucapannya.
“Satu lagi. Aku sangat
membencimu PUTERA MAHKOTA!” Kwangmin memotong ucapan Youngmin dengan begitu
kejam dan memberikan penekanan pada kata ‘putera mahkota’. Setelah itu ia kembali
meneruskan langkahnya.
“Maafkan aku Kwangminnie.
Aku memang pantas dibenci olehmu” Youngmin berkata pelan, sangat pelan hingga
tak ada seorangpun yang mampu mendengarnya. ‘Aku juga ingin kita menjadi
dekat seperti yang kau minta, tapi peraturan yang membatasi kita tak bisa ku
tentang’ lanjutnya dalam hati.
Skip Time . .
.
Acara
perayaan hari ulang tahun Pangeran Kwangmin dan Putra Mahkota Youngmin akan
segera dimulai. Raja Jo
berdiri untuk memberikan sambutannya.
“Terima
kasih untuk para tamu kehormatan dari kerajaan-kerajaan tetangga yang mau
datang di pesta
ulang tahun Putra Mahkota Jo Youngmin dan Pangeran Jo Kwangmin yang ke-20. Kami
berharap para tamu dapat berbahagia untuk sejenak di istana kami” demikian
sambutan dari Raja Jo Kyuhyun kepada para tamunya.
Setelah
itu mereka masuk ke acara inti, yaitu pesta potong kue dan tiup lilin. Pangeran
dan Putra Mahkota Jo meniup lilinnya bersamaan. Setelah acara inti, Pangeran
Kwangmin tiba-tiba menghilang dari tempat pesta tanpa di ketahui oleh siapapun.
Hayoung POV
Istana
Kerajaan Jo memang sangat indah. Setelah acara inti pesta ulang tahun Pangeran
dan Putra Mahkota Jo aku menyempatkan diri dulu berkeliling istana ini. Aku
ingin melihat keindahan dari istana ini.
Kulihat
taman disebelah utara istana, disana indah sekali. Aku ingin sekali pergi
kesana. Lebih baik aku kesana sekarang.
Taman
ini memang sangat indah, nuansa hijau yang dipadu dengan kolam ikan besar
sangat menawan untuk dilihat. Hei! Siapa itu. Apa ada orang lain selain aku.
Lebih baik aku hampiri saja.
“Maaf,
apa saya mengganggu? Saya hanya ingin berjalan-jalan melihat-lihat istana ini” Kulihat orang
itu menengok ke arah belakang.
“Siapa
kau? Sedang apa kau berkeliaran di istanaku?” orang itu rupanya adalah Pangeran
Jo.
“Maafkan
kelancangan saya pangeran. Saya adalah puteri
dari Kerajaan Lee. Nama saya Lee Hayoung. Saya hanya ingin berkeliling istana
anda. Saya sudah meminta ijin pada Penasehat Kerajaan Jo. Tetapi jika pangeran
tidak mengijinkan, saya akan mengurungkan niat saya untuk berkeliling istana
ini. Sekali lagi saya minta maaf” aku berusaha bertutur kata dengan sopan. Tak
kusangka Pangeran Jo yang terkenal akan ketampanannya itu memang benar-benar
tampan.
“Maafkan
saya Puteri Lee, saya tidak bermaksud untuk membentak anda. Saya kira anda
penyusup. Saya tidak melarang anda untuk berkeliling istana ini. Anda boleh
berkeliling istana sesuka hati anda” Pangeran Jo benar-benar tampan. Bisa-bisa
aku tak bisa tidur
malam ini gara-gara terbayang wajahnya.
“Terimakasih
pangeran. Anda benar-benar baik!” aku berbicara dengan hati-hati.
“Sama-sama
puteri. Tak kusangka rumor itu benar” Pangeran Jo mengatakan hal yang tak bisa
aku mengerti.
“Rumor
apa yang pangeran maksud?”
“Rumor
bahwa puteri-puteri dari Kerajaan
Lee sangat cantik seperti bidadari yang turun dari surga” pasti wajahku sudah
sangat merah sekarang.
“Anda
terlalu memuji. Kakak saya jauh lebih cantik dari saya. Kakak saya juga
seumuran dengan pangeran. Pangeran pasti akan menyukainya”
“Puteri
Lee yang paling tua akan segera dijodohkan dengan Putera Mahkota Jo Youngmin.
Sebentar lagi kita juga akan menjadi saudara” rupanya yang akan dijodohkan
dengan kakakku itu bukan Pangeran Jo tetapi Putera Mahkota Jo. Ah, aku jadi
sedikit lega.
“Apakah
itu benar pangeran?”
“Ya,
itu benar! Maaf, saya lupa dengan nama anda. Bisakah anda mengulanginya sekali
lagi?”
“Nama
saya Lee Hayoung. Puteri termuda di Kerajaan Lee”
“Oh,
Bolehkah saya memanggil anda Puteri Hayoung saja?” apa-apaan ini. Bahkan pangeran
meminta lebih dariku.
“Jika
itu membuat anda nyaman, maka saya tidak bisa melarang pangeran” aku hanya meng-iya-kan permintaannya.
“Terimakasih
banyak. Lebih baik puteri memanggil saya Pangeran Kwangmin saja, karena saya
rasa itu lebih baik!” apa? Pangeran Kwangmin? Bukankah itu sangat tidak sopan.
“Maafkan
saya pangeran. Bukannya saya tidak setuju, tetapi itu akan mengurangi norma kesopanan” aku menolaknya
secara halus.
“Puteri
tidak perlu seformal itu didepanku. Bisakah kita berteman mulai sekarang?
Puteri tidak perlu berkata formal” cara bicara pangeran mulai berubah menjadi
tidak formal.
“Tapi
pangeran, bagaimana jika para tetua kerajaan tahu? Pasti mereka akan menilai saya sebagai puteri yang tidak
tahu tata krama dan sopan santun”
“Tidak
akan ada yang tahu mengenai hal ini. Bersikaplah biasa ketika hanya ada aku di
depanmu!”
“Baiklah
jika itu yang pangeran mau. Saya akan menurutinya”
Setelah
itu aku mulai berbicara banyak dengan Pangeran Kwangmin. Ternyata Pangeran
Kwangmin adalah orang yang hangat dan penyayang, tidak seperti yang ku dengar
sebelumnya. Anggapan bahwa Pangeran Kwangmin adalah pangeran yang dingin dan
pendiam itu telah aku sangkal dengan sendirinya. Kini aku mulai berbicara biasa
dengan Pangeran Kwangmin tanpa ada rasa canggung lagi.
End Hayoung
POV
Puteri
Lee Hayoung sudah pulang dengan rombongan karena acara pesta ulang tahun
Pangeran dan Putra Mahkota Jo telah usai. Pangeran Kwangmin hanya menatap
Puteri Hayoung dengan pandangan yang sulit diartikan.
Sekarang
Pangeran Kwangmin sedang menuju ke istana Kerajaan Jo sebelah barat. Ia ingin
menemui seseorang disana.
“Apakah
Puteri Sohyun ada didalam?” tanya Kwangmin pada pengawal istana barat.
“Puteri
Jo dan Selir Jo sedang berada di dalam, pangeran” jawab salah seorang pengawal.
“Biarkan
saya masuk. Saya ingin menemui mereka” akhirnya para pengawal tersebut
membiarkan Kwangmin masuk ke istana barat.
“Pangeran.
Anda kemari rupanya” Selir Jo tersenyum pada Kwangmin.
“Yoona-eomma,
apakah
Sohyun-ah ada?” tanya Kwangmin.
“Puteri
sedang belajar Bahasa Jepang di dalam. Mari saya antar untuk menemuinya” Selir
Jo mengantar Kwangmin menemui adiknya.
“Sohyun-ah!”
seru Kwangmin girang. Ia segera berlari menuju adik sematawayangnya.
“Oppa.
Annyeong! Tadi oppa kemana saja? Kenapa oppa menghilang begitu saja setelah
acara potong kue. Youngmin-oppa sempat kebingungan saat mencarimu. Apa kalian
sedang bertengkar?” Sohyun dan Kwangmin memang tidak pernah menggunakan
bahasa-bahasa formal. Mereka lebih suka seperti ini, karena mereka bisa lebih
dekat dan akrab.
“Aku
hanya ke kolam ikan sebelah utara. Tidak. Kami tidak bertengkar. Kami baik-baik
saja”
“Pangeran,
apa anda tidak takut jika dimarahi para tetua karena telah melanggar adat
kesopanan kerajaan?” tanya Selir Jo.
“Yoona-eomma,
aku tidak pernah peduli akan hal itu. Aku sangat benci dengan aturan istana
ini. Semua orang di istana ini sama saja, mereka hanya mengekangku. Bahkan
appa, Seohyun-eomma dan Youngmin-hyung. Mereka semua sama saja. Hanya bisa
mengekangku. Kalau saja tidak ada kalian pasti aku sudah mati bunuh diri.
Kalian berdua, jadilah penopangku! Hanya Yoona-eomma dan uri
dongsaeng Sohyun-ah
lah yang bisa mengerti diriku” Kwangmin berbicara panjang lebar.
“Aku
sangat menyayangimu seperti anak kandungku sendiri. Aku akan selalu mendukung
semua keputusanmu. Terimakasih juga karena pangeran telah memberikan kasih
sayang pangeran untuk Puteri Sohyun walaupun pangeran tahu bahwa Puteri Sohyun
bukanlah adik kandung pangeran”
“Aku
sangat menyayangi Sohyun-ah. Sohyun-ah adalah orang yang paling banyak
menempati ruang dihatiku” Sohyun yang terharu langsung memeluk leher Kwangmin
dari belakang.
“Oppa
joahae. Aku sangat menyayangimu!”
“Nado”
Kwangmin tersenyum bahagia.
“Kwangmin-oppa
adalah oppa terbaik yang pernah aku miliki melebihi siapapun. Kwangmin-oppa
adalah oppa yang paling tampan yang pernah aku punya. Neomu saranghae!”
“Nado.
Kau adalah dongsaeng satu-satunya yang aku punya dan yang paling aku sayangi”
Yoona
hanya bisa tersenyum melihat kedua anaknya saling tersenyum bahagia. Ia sangat
kasihan melihat
Kwangmin yang haus akan kasih sayang dari orang tuanya. Bagaimanapun juga
Kwangmin adalah anaknya, ia ingin memberikan kasih sayang sebagai seorang ibu
pada Kwangmin.
^__^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar