Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jo Family Book (Chapter 02)

Jo Family Book
Author  : Shin Kyona
Cast       :
-Jo Kwangmin as Jo Kwangmin (Pangeran Jo)
-Jo Youngmin as Jo Youngmin (Putera Mahkota Jo)
-Cho Kyuhyun as Jo Kyuhyun (Raja Jo)
-Seo Joohyun as Jo Seohyun (Permaisuri Jo)
-Im Yoon Ah as Jo Yoona (Selir Jo)
-Kim Sohyun as Jo Sohyun (Puteri Jo)
-Oh Hayoung as Lee Hayoung (Puteri Lee)
-Lee Yooyoung as Lee Yooyoung (Puteri Lee)
-Lee Taemin as Lee Taemin (Putera Mahkota Lee)
-Lee Donghae as Lee Donghae (Raja Lee)
-Jessica Jung as Lee Sooyeon (Permaisuri Lee)
-No Minwoo as Choi Minwoo (Putera Mahkota Choi)
-Choi Siwon as Choi Siwon (Raja Choi)
-Bae Suzy as Choi Sooji (Puteri Choi)
-Tiffany Hwang as Choi Miyoung (Permaisuri Choi)
-Choi Sooyoung as Choi Sooyoung (Selir Choi)
-Choi Sulli as Choi Jinri (Puteri Choi)
-Lee Jeongmin as Penasehat Lee (Penasahat Kerajaan Jo)
-Shim Hyunseong as Jendral Shim (Jendral Perang Kerajaan Jo)
-Choi Minho as Kim Minho (Putra Mahkota Kim)
-Kim Donghyun as Kim Donghyun (Raja Kim)
-Kim Taeyeon as Kim Taeyeon (Permaisuri Kim)
-Hong Yookyung as Hong Yookyung (Kekasih Youngmin)
 FIRST MEET

                Hari ini Kerajaan Jo akan mengadakan pesta perayaan ulang tahun Pangeran Jo Kwangmin dan Putra Mahkota Jo Youngmin yang ke-20. Kerajaan Jo juga akan mengundang tamu-tamu kehormatan dari beberapa kerajaan tetangga seperti Kerajaan Choi, Kerajaan Lee, dan juga Kerajaan Kim. Walaupun Kerajaan Kim bukanlah kerajaan besar, tetapi Raja Kim adalah teman dekat Raja Jo sewaktu muda dulu, jadi Raja Jo juga ingin mengundangnya.
“Hyung! Apa aku sudah terlihat tampan?” tanya Kwangmin pada Youngmin yang kini berdiri tepat dihadapannya.
“Jaga bicaramu pangeran. Bagaimana kalau raja dan permaisuri mendengarnya!” Youngmin terlihat marah.
“Aish! Apa salahnya aku memanggilmu ‘hyung’?” Kwangmin pura-pura merajuk.
“Pangeran boleh saja memanggilku seperti itu jika diluar istana. Tapi lihatlah! Sekarang kita sedang berada di dalam istana. Pangeran bisa saja dihukum karena telah berlaku tidak sopan pada putera mahkota!” Youngmin memberi nasehat pada Kwangmin.
“Kenapa aku harus memanggilmu putera mahkota sejak kita kecil. Kenapa pula kau juga harus memanggilku pangeran. Aku ingin memanggilmu ‘hyung’ dan aku juga ingin kau memanggilku Kwangminnie atau Kwangmin-ah atau saenggie. Aku muak dengan semua ini!” Kwangmin terlihat sangat marah.
“Seharusnya pangeran sudah mengerti dengan tata krama kerajaan. Jadi pangeran tidak perlu menanyakan hal semacam itu, karena itu sudah menjadi peraturan di kerajaan ini!”
“Selama ini aku tidak pernah merasa memiliki hyung. Aku hanya pernah memiliki yonsaeng satu-satunya yang bisa mengerti diriku!” Kwangmin melangkah pergi meninggalkan Youngmin.
“Pangeran_” belum sempat Youngmin menyelesaikan ucapannya.
“Satu lagi. Aku sangat membencimu PUTERA MAHKOTA!” Kwangmin memotong ucapan Youngmin dengan begitu kejam dan memberikan penekanan pada kata ‘putera mahkota’. Setelah itu ia kembali meneruskan langkahnya.
“Maafkan aku Kwangminnie. Aku memang pantas dibenci olehmu” Youngmin berkata pelan, sangat pelan hingga tak ada seorangpun yang mampu mendengarnya. ‘Aku juga ingin kita menjadi dekat seperti yang kau minta, tapi peraturan yang membatasi kita tak bisa ku tentang’ lanjutnya dalam hati.
Skip Time . . .
                Acara perayaan hari ulang tahun Pangeran Kwangmin dan Putra Mahkota Youngmin akan segera dimulai. Raja Jo berdiri untuk memberikan sambutannya.
                “Terima kasih untuk para tamu kehormatan dari kerajaan-kerajaan tetangga yang mau datang di pesta ulang tahun Putra Mahkota Jo Youngmin dan Pangeran Jo Kwangmin yang ke-20. Kami berharap para tamu dapat berbahagia untuk sejenak di istana kami” demikian sambutan dari Raja Jo Kyuhyun kepada para tamunya.
                Setelah itu mereka masuk ke acara inti, yaitu pesta potong kue dan tiup lilin. Pangeran dan Putra Mahkota Jo meniup lilinnya bersamaan. Setelah acara inti, Pangeran Kwangmin tiba-tiba menghilang dari tempat pesta tanpa di ketahui oleh siapapun.
Hayoung POV
                Istana Kerajaan Jo memang sangat indah. Setelah acara inti pesta ulang tahun Pangeran dan Putra Mahkota Jo aku menyempatkan diri dulu berkeliling istana ini. Aku ingin melihat keindahan dari istana ini.
                Kulihat taman disebelah utara istana, disana indah sekali. Aku ingin sekali pergi kesana. Lebih baik aku kesana sekarang.
                Taman ini memang sangat indah, nuansa hijau yang dipadu dengan kolam ikan besar sangat menawan untuk dilihat. Hei! Siapa itu. Apa ada orang lain selain aku. Lebih baik aku hampiri saja.
                “Maaf, apa saya mengganggu? Saya hanya ingin berjalan-jalan melihat-lihat istana ini” Kulihat orang itu menengok ke arah belakang.
                “Siapa kau? Sedang apa kau berkeliaran di istanaku?” orang itu rupanya adalah Pangeran Jo.
                “Maafkan kelancangan saya pangeran. Saya adalah puteri dari Kerajaan Lee. Nama saya Lee Hayoung. Saya hanya ingin berkeliling istana anda. Saya sudah meminta ijin pada Penasehat Kerajaan Jo. Tetapi jika pangeran tidak mengijinkan, saya akan mengurungkan niat saya untuk berkeliling istana ini. Sekali lagi saya minta maaf” aku berusaha bertutur kata dengan sopan. Tak kusangka Pangeran Jo yang terkenal akan ketampanannya itu memang benar-benar tampan.
                “Maafkan saya Puteri Lee, saya tidak bermaksud untuk membentak anda. Saya kira anda penyusup. Saya tidak melarang anda untuk berkeliling istana ini. Anda boleh berkeliling istana sesuka hati anda” Pangeran Jo benar-benar tampan. Bisa-bisa aku tak bisa tidur malam ini gara-gara terbayang wajahnya.
                “Terimakasih pangeran. Anda benar-benar baik!” aku berbicara dengan hati-hati.
                “Sama-sama puteri. Tak kusangka rumor itu benar” Pangeran Jo mengatakan hal yang tak bisa aku mengerti.
                “Rumor apa yang pangeran maksud?”
                “Rumor bahwa puteri-puteri dari Kerajaan Lee sangat cantik seperti bidadari yang turun dari surga” pasti wajahku sudah sangat merah sekarang.
                “Anda terlalu memuji. Kakak saya jauh lebih cantik dari saya. Kakak saya juga seumuran dengan pangeran. Pangeran pasti akan menyukainya”
                “Puteri Lee yang paling tua akan segera dijodohkan dengan Putera Mahkota Jo Youngmin. Sebentar lagi kita juga akan menjadi saudara” rupanya yang akan dijodohkan dengan kakakku itu bukan Pangeran Jo tetapi Putera Mahkota Jo. Ah, aku jadi sedikit lega.
                “Apakah itu benar pangeran?”
                “Ya, itu benar! Maaf, saya lupa dengan nama anda. Bisakah anda mengulanginya sekali lagi?”
                “Nama saya Lee Hayoung. Puteri termuda di Kerajaan Lee”
                “Oh, Bolehkah saya memanggil anda Puteri Hayoung saja?” apa-apaan ini. Bahkan pangeran meminta lebih dariku.
                “Jika itu membuat anda nyaman, maka saya tidak bisa melarang pangeran” aku  hanya meng-iya-kan permintaannya.
                “Terimakasih banyak. Lebih baik puteri memanggil saya Pangeran Kwangmin saja, karena saya rasa itu lebih baik!” apa? Pangeran Kwangmin? Bukankah itu sangat tidak sopan.
                “Maafkan saya pangeran. Bukannya saya tidak setuju, tetapi itu akan mengurangi norma kesopanan” aku menolaknya secara halus.
                “Puteri tidak perlu seformal itu didepanku. Bisakah kita berteman mulai sekarang? Puteri tidak perlu berkata formal” cara bicara pangeran mulai berubah menjadi tidak  formal.
                “Tapi pangeran, bagaimana jika para tetua kerajaan tahu? Pasti mereka akan menilai saya sebagai puteri yang tidak tahu tata krama dan sopan santun”
                “Tidak akan ada yang tahu mengenai hal ini. Bersikaplah biasa ketika hanya ada aku di depanmu!”
                “Baiklah jika itu yang pangeran mau. Saya akan menurutinya”
                Setelah itu aku mulai berbicara banyak dengan Pangeran Kwangmin. Ternyata Pangeran Kwangmin adalah orang yang hangat dan penyayang, tidak seperti yang ku dengar sebelumnya. Anggapan bahwa Pangeran Kwangmin adalah pangeran yang dingin dan pendiam itu telah aku sangkal dengan sendirinya. Kini aku mulai berbicara biasa dengan Pangeran Kwangmin tanpa ada rasa canggung lagi.
End Hayoung POV
                Puteri Lee Hayoung sudah pulang dengan rombongan karena acara pesta ulang tahun Pangeran dan Putra Mahkota Jo telah usai. Pangeran Kwangmin hanya menatap Puteri Hayoung dengan pandangan yang sulit diartikan.
                Sekarang Pangeran Kwangmin sedang menuju ke istana Kerajaan Jo sebelah barat. Ia ingin menemui seseorang disana.
                “Apakah Puteri Sohyun ada didalam?” tanya Kwangmin pada pengawal istana barat.
                “Puteri Jo dan Selir Jo sedang berada di dalam, pangeran” jawab salah seorang pengawal.
                “Biarkan saya masuk. Saya ingin menemui mereka” akhirnya para pengawal tersebut membiarkan Kwangmin masuk ke istana barat.
                “Pangeran. Anda kemari rupanya” Selir Jo tersenyum pada Kwangmin.
                “Yoona-eomma, apakah Sohyun-ah ada?” tanya Kwangmin.
                “Puteri sedang belajar Bahasa Jepang di dalam. Mari saya antar untuk menemuinya” Selir Jo mengantar Kwangmin menemui adiknya.
                “Sohyun-ah!” seru Kwangmin girang. Ia segera berlari menuju adik sematawayangnya.
                “Oppa. Annyeong! Tadi oppa kemana saja? Kenapa oppa menghilang begitu saja setelah acara potong kue. Youngmin-oppa sempat kebingungan saat mencarimu. Apa kalian sedang bertengkar?” Sohyun dan Kwangmin memang tidak pernah menggunakan bahasa-bahasa formal. Mereka lebih suka seperti ini, karena mereka bisa lebih dekat dan akrab.
                “Aku hanya ke kolam ikan sebelah utara. Tidak. Kami tidak bertengkar. Kami baik-baik saja”
                “Pangeran, apa anda tidak takut jika dimarahi para tetua karena telah melanggar adat kesopanan kerajaan?” tanya Selir Jo.
                “Yoona-eomma, aku tidak pernah peduli akan hal itu. Aku sangat benci dengan aturan istana ini. Semua orang di istana ini sama saja, mereka hanya mengekangku. Bahkan appa, Seohyun-eomma dan Youngmin-hyung. Mereka semua sama saja. Hanya bisa mengekangku. Kalau saja tidak ada kalian pasti aku sudah mati bunuh diri. Kalian berdua, jadilah penopangku! Hanya Yoona-eomma dan uri dongsaeng Sohyun-ah lah yang bisa mengerti diriku” Kwangmin berbicara panjang lebar.
                “Aku sangat menyayangimu seperti anak kandungku sendiri. Aku akan selalu mendukung semua keputusanmu. Terimakasih juga karena pangeran telah memberikan kasih sayang pangeran untuk Puteri Sohyun walaupun pangeran tahu bahwa Puteri Sohyun bukanlah adik kandung pangeran”
                “Aku sangat menyayangi Sohyun-ah. Sohyun-ah adalah orang yang paling banyak menempati ruang dihatiku” Sohyun yang terharu langsung memeluk leher Kwangmin dari belakang.
                “Oppa joahae. Aku sangat menyayangimu!”
                “Nado” Kwangmin tersenyum bahagia.
                “Kwangmin-oppa adalah oppa terbaik yang pernah aku miliki melebihi siapapun. Kwangmin-oppa adalah oppa yang paling tampan yang pernah aku punya. Neomu saranghae!”
                “Nado. Kau adalah dongsaeng satu-satunya yang aku punya dan yang paling aku sayangi”
                Yoona hanya bisa tersenyum melihat kedua anaknya saling tersenyum bahagia. Ia sangat kasihan melihat Kwangmin yang haus akan kasih sayang dari orang tuanya. Bagaimanapun juga Kwangmin adalah anaknya, ia ingin memberikan kasih sayang sebagai seorang ibu pada Kwangmin.
^__^
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar