Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jigeum (Chapter 04)



Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)

Chapter 04
            “Annyeong!”
            “Soojungie, kenapa baru pulang?” tanya Jessica yang baru saja membukakan pintu untuk adik perempuannya.
            “Aaa, tadi aku masih belajar kelompok eonnie” Krystal mencoba mencari alasan yang tepat. Tentu saja ia bohong, karena tadi ia bertemu dengan Sehun bukannya belajar kelompok.
            “Lalu kenapa kau tak menghubungiku ataupun Yeolie?”
            “Baterai-ku habis. Lalu apakah tadi Chanyeol-oppa kebingungan mencariku?”
            “Ah, mungkin. Tapi ketika ia pulang, ia tak mengatakan apapun padaku, dan wajahnya sangat murung. Apa sedang terjadi sesuatu padanya?”
            Tiba-tiba saja Krystal ingat dengan pesan Kai saat pulang sekolah tadi.
            “Ah. Aku harus menemui Yeolie-oppa. Mungkin ia membutuhkanku untuk bercerita sesuatu” kata Krystal.
            “Ne. Kau benar. Cepat temui dia” balas Jessica. Krystal mengangguk mengerti, lalu ia bergegas menuju kamar kakak laki-lakinya itu.
            TOK
            TOK
            TOK
            “Masuk saja. Tidak dikunci”  sahut Chanyeol dari dalam kamarnya.
            CKRREKK
            Krystal masuk setelah mendapatkan ijin dari Chanyeol.
            “Soojungie? Kenapa baru pulang? Bahkan tidak memberitahuku sama sekali. Darimana saja?” tanya Chanyeol bertubi-tubi, tapi Krystal hanya diam, tak membalasnya.
            “Oppa. Mianhaeyo!” Chanyeol menatap wajah muram Krystal dengan penuh tanda tanya di kepalanya.
            “Wae? Kenapa kau harus minta maaf. Memangnya kau salah apa? Apa karena kau pulang telat makanya kau minta maaf padaku? Itu sama sekali bukan dirimu” Chanyeol penasaran.
            TES
            TES
            TES
            Chanyeol terkejut saat mendapati adiknya yang telah berurai air mata.
            “Neo waeyo? Gwenchana?” Chanyeol beranjak berdiri dari tempat tidurnya, lalu menghampiri Krystal dan mengajaknya duduk di sofa yang berada tepat dibelakang Krystal.
            “Katakan padaku apa yang terjadi. Apakah seseorang telah menyakitimu?” tanya Chanyeol sambil sesekali menghapus air mata Krystal. *ini kakak adek so sweet banget*
            “Aniya. Soal Sehun yang cedera. Itu semua karena aku. Oppa mianhaeyo” Chanyeol langsung menatap Krystal, ia masih tak mengerti dengan ucapan adiknya itu.
            “Katakan yang sebenarnya” Chanyeol menuntut penjelasan.
            “Kemarin saat aku di halte. Preman-preman itu menghadangku. Mereka ingin menyentuhku dan melukaiku, tapi tiba-tiba saja Sehun datang menolongku. Preman-preman itu berkali-kali melukai Sehun dan menendang perutnya, wajahnya, dan semuanya yang bisa mereka jangkau. Walaupun akhirnya mereka semua kalah dari Sehun, tapi tetap saja Sehun cedera. Dan itulah penyebab kenapa Sehun tak bisa mengikuti turnamen basket besok lusa” jelas Krystal yang masih berurai air mata.
            GREP
            “Jangan menyalahkan dirimu. Kau sama sekali tak bersalah. Justru oppa harus berterima kasih pada Sehun karena telah mengorbankan impiannya hanya untuk menolongmu. Oppa sangat bersyukur karena hingga hari ini masih bisa melihat adik oppa yang sangat oppa sayangi. Jika saja Sehun tak menolongmu kemarin, mungkin sekarang oppa sudah tak melihatmu lagi disisi oppa. Mianhae, karena oppa selalu sibuk dengan urusan oppa sendiri akhir-akhir ini hingga hampir saja membuatmu terluka. Mulai besok dan seterusnya, oppa tak akan membiarkanmu sendirian lagi. Oppa akan melindungimu” kata Chanyeol panjang lebar. Sekarang ia tahu kenapa Sehun bisa cedera seperti itu. Dan ia akan berterima kasih pada Sehun setelah ini, karena telah melindungi adik tercintanya.
            “Kau tahu posisi oppa. Oppa ada ditengah-tengah, jadi tak bisa kehilangan satu pun diantara kalian. Kau dan Sica-noona” jelas Chanyeol sambil mengelus lembut kepala adiknya yang masih berada dipelukannya.
            “Aku juga tak bisa kehilanganmu. Kau tahu walaupun terkadang aku sangat manja dan menyebalkan, mungkin suka sekali mengganggumu atau membuatmu marah. Tapi sesungguhnya aku sangat menyayangimu” kata Krystal tulus.
            “Ne saranghaeyo!” kata Chanyeol sambil membentuk love dengan tangannya.
            “Nado” balas Krystal.
            “Kau mandilah. Kau itu anak gadis tapi bau sekali” kata Chanyeol yang sudah mulai kembali pada level kejahilannya.
            “Aish! Jinjja! Kupikir kau akan bersikap lembut lebih lama lagi, ternyata aku salah menilaimu” cibir Krystal.
            “Hahaha. . . Biarlah! Cepat mandi sana. Aku semakin tak percaya saat teman-temanku mengatakan ‘Ya, Chanyeol-ah! Adikmu sangat cantik. Bolehkan aku menjadi namjachingu-nya?’ Hahaha. . . Bahkan mereka sangat aneh saat mengatakan itu” Chanyeol mulai menghina Krystal lagi seperti biasanya.
            “Aish! Jangankan temanmu yang super duper jelek itu. Bahkan seorang Oh Sehun yang katanya adalah pangeran tingkat II Seoul Arts High School pun berani mengatakan hal seperti itu padaku” kenapa Krystal malah bercerita tentang perasaan Sehun pada Chanyeol?
            “Mungkin kepala Sehun sedang terbentur sesuatu, sehingga ia harus berkata seperti itu. Atau ia salah minum obat. Atau mungkin matanya sedang terkena debu, sehingga ia tak bisa melihat dengan jelas bagaimana gadis cantik yang sesungguhnya” Chanyeol memang suka sekali mem-bully Krystal. Ini merupakan caranya untuk bisa dekat dengan adiknya itu. Bukan hanya Chanyeol, Krystal pun juga demikian.
            “Lalu menurutmu seperti apa yeoja yang cantik itu?” tanya Krystal penasaran.
            “Tentu saja seperti Choi Sulli” hahaha, Chanyeol ketahuan sekarang. Spontan ia langsung menutup mulutnya yang dengan lancang telah membeberkan rahasianya sendiri pada sang adik yang notabene-nya sangat ember itu.
            “Hahaha, mati kau Jung Chanyeol. Ketahuan kau sekarang. Kau menyukai Sulli, heh! Sudah kuduga. Gelagatmu selalu aneh saat dia menyapa atau mendekatimu” Krystal tertawa penuh kemenangan.
            “Ya. Krystal Jung. Jangan katakan pada siapapun, atau kau juga akan mati!” ancam Chanyeol pada Krystal yang sudah keluar dari kamarnya.
            “Kaulah yang akan mati lebih dulu Jung Chanyeol. Hahaha!”
            “Ya! Jinjja!”
            Jessica hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendengar pertengakaran dari adik-adiknya. Itu sudah menjadi kebiasaan Chanyeol dan Krystal. Saling mencaci dan memaki untuk mengungkapkan rasa sayang masing-masing. Terkadang orang tua mereka akan memarahi mereka, karena mereka saling mem-bully melewati batas kewajaran. Tapi toh mereka tak pernah mendengarkannnya.
Hari Turnamen Basket
            “Bertahanlah, setidaknya hingga babak final. Maka aku akan pastikan bisa kembali bersama kalian”
            “Kami akan berjuang. Kami akan buktikan kalau kami juga bisa melakukannya Oh Sehun” kata Tao.
            “Ne. Fighting!” Sehun memberikan semangat pada timnya.
            Sebelum benar-benar memulai pertandingan, Chanyeol menghampiri Sehun yang duduk di kursi cadangan.
            “Sehun-ah” panggil Chanyeol.
            “Ne, hyung. Wae?” Sehun mengernyit heran, ketika Chanyeol tak kunjung masuk ke lapangan.
            “Mari berbicara sebentar”
            Chanyeol mengajak Sehun sedikit menyingkir dari yang lainnya agar bisa lebih leluasa dalam pembicaraan mereka.
            “Apa yang ingin kau bicarakan hyung? Palli-wa, kau tak punya banyak waktu, sebentar lagi pertandingan akan segera dimulai. Kapten macam apa kau ini” Sehun terus mengoceh tanpa memberi ruang sedikit pun untuk Chanyeol berbicara.
            “Makanya, berhentilah mengomel. Aku hanya ingin mengatakan banyak terima kasih padamu. Kau harus mengorbankan impianmu hanya untuk menolong adikku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi pada Krystal jika kau tak menolongnya saat itu. Yang pasti aku sangat berterima kasih padamu. Untuk itu, aku tak akan membiarkan kami berhenti sampai disini, kami akan berjuang sambil menunggumu kembali. Dengan seluruh kemampuan yang kami miliki, kami akan mencoba mati-matian untuk dapat bertahan hingga akhir” Sehun terkesima mendengar ucapan Chanyeol.
            ‘Pasti Krystal yang mengatakannya pada Chanyeol-hyung’
            “Hyung! Berjuanglah! Aku akan mendukungmu dari sini” Sehun, lagi-lagi memberikan semangat.
            “Arraseo! Dan kau, cepatlah kembali!” balas Chanyeol.
            “Ne, aku akan mencoba kembali secapat mungkin”
            Setelah itu, Chanyeol langsung menuju lapangan.
            PRITTT
            Peluit berbunyi, tanda bahwa pertandingan babak pertama dimulai. Lawan pertama Seoul Arts High School adalah Busan Senior High School. Belum terlalu berat memang, tapi tanpa Sehun, hal yang seharusnya menjadi biasa saja menjadi sangat berat seperti ini.
            Babak pertama mereka lewati dengan sangat baik. Mereka unggul 20-16 dari team lawan.
            “Kerja bagus, hyung! Pertahankan ini hingga akhir!” seru Sehun disela-sela waktu istirahat teamnya.
            “Ne, tapi ini terasa berat tanpamu Sehun-ah” sahut Tao sembari meneguk air mineral yang tim mereka sediakan.
            “Walaupun ini berat. Tapi kami akan berjuang hingga akhir. Hingga kami bisa melihatmu kembali lagi berjuang bersama kami!” seru Chanyeol percaya diri.
            “NE!” sahut anggota yang lain.
            “Kalian tampak sangat bersemangat. Pertahankan itu hingga aku kembali bersama kalian” balas Sehun.
            PRITTT
            Pertandingan babak kedua, ketiga, dan keempat pun berjalan dengn sangat baik. Inilah kemenangan pertama mereka di turnamen ini. Seoul Arts High School unggul atas Busan Senior High School 67-60. Tipis memang, tapi mereka menang dengan penuh perjuangan tanpa pemain andalan mereka, Oh Sehun.
School of Performing Arts Seoul
            “Lawan kita yang paling tangguh, rupanya menang dengan cara susah payah di pertandingan hari ini. Padahal lawan mereka hanya Busan Senior High School” seorang lelaki bertubuh jangkung sedang berbicara dengan para anggotanya. Dia adalah Myungsoo, kapten team basket SOPA.
            “Benarkah itu. Aku semakin tak yakin jika mereka bisa bertemu kita di final nanti” balas Hoya.
            “Apalagi aku. Sangat-sangat tidak yakin!” kata Gongchan penuh penekanan.
            “Kalian jangan terlalu senang dulu. Memang kudengar Oh Sehun sedang cedera, tapi kenapa ini terasa tiba-tiba ya. Seperti sebuah kesengajaan. Apakah ada yang melukainya?” kata Chaejin penasaran.
            “Oh ayolah. Ini semua hanya kebetulan, lagi pula ini menjadi keuntungan yang besar, karena Oh Sehun cedera. Sehingga itu akan membuat mereka sulit untuk mendapatkan tiket final. Ah, jangankan final, perdelapan final pun aku tak yakin kalau mereka akan bisa melewatinya” Zelo ikut berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut.
            “Tapi kenapa tiba-tiba aku merasa menjadi pengecut, karena kita akan mendapati lawan yang tak seimbang. Jika Sehun tak ada bersama mereka, bukankah kita seperti seorang pengecut yang melawan orang-orang tak berguna” kata Myungsoo. Sementara anggota lainnya hanya terdiam ketika mendengar ucapan Myungsoo.
            “Aku merasa, seperti ada unsur kesengajaan dalam hal ini. Mungkin ada yang mencelakai Sehun, dan_”
***
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar