Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh
Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School
Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini
spesial buat Krystal-eonnie 20th (international) and 21st (korea) birthday.
#HappyKrystalDay :)
Chapter 04
“Annyeong!”
“Soojungie,
kenapa baru pulang?” tanya Jessica yang baru saja membukakan pintu untuk adik
perempuannya.
“Aaa,
tadi aku masih belajar kelompok eonnie” Krystal mencoba mencari alasan yang
tepat. Tentu saja ia bohong, karena tadi ia bertemu dengan Sehun bukannya
belajar kelompok.
“Lalu
kenapa kau tak menghubungiku ataupun Yeolie?”
“Baterai-ku
habis. Lalu apakah tadi Chanyeol-oppa kebingungan mencariku?”
“Ah,
mungkin. Tapi ketika ia pulang, ia tak mengatakan apapun padaku, dan wajahnya
sangat murung. Apa sedang terjadi sesuatu padanya?”
Tiba-tiba
saja Krystal ingat dengan pesan Kai saat pulang sekolah tadi.
“Ah.
Aku harus menemui Yeolie-oppa. Mungkin ia membutuhkanku untuk bercerita sesuatu”
kata Krystal.
“Ne.
Kau benar. Cepat temui dia” balas Jessica. Krystal mengangguk mengerti, lalu ia
bergegas menuju kamar kakak laki-lakinya itu.
TOK
TOK
TOK
“Masuk
saja. Tidak dikunci” sahut Chanyeol dari
dalam kamarnya.
CKRREKK
Krystal
masuk setelah mendapatkan ijin dari Chanyeol.
“Soojungie?
Kenapa baru pulang? Bahkan tidak memberitahuku sama sekali. Darimana saja?”
tanya Chanyeol bertubi-tubi, tapi Krystal hanya diam, tak membalasnya.
“Oppa.
Mianhaeyo!” Chanyeol menatap wajah muram Krystal dengan penuh tanda tanya di
kepalanya.
“Wae?
Kenapa kau harus minta maaf. Memangnya kau salah apa? Apa karena kau pulang
telat makanya kau minta maaf padaku? Itu sama sekali bukan dirimu” Chanyeol
penasaran.
TES
TES
TES
Chanyeol
terkejut saat mendapati adiknya yang telah berurai air mata.
“Neo
waeyo? Gwenchana?” Chanyeol beranjak berdiri dari tempat tidurnya, lalu
menghampiri Krystal dan mengajaknya duduk di sofa yang berada tepat dibelakang
Krystal.
“Katakan
padaku apa yang terjadi. Apakah seseorang telah menyakitimu?” tanya Chanyeol
sambil sesekali menghapus air mata Krystal. *ini kakak adek so sweet banget*
“Aniya.
Soal Sehun yang cedera. Itu semua karena aku. Oppa mianhaeyo” Chanyeol langsung
menatap Krystal, ia masih tak mengerti dengan ucapan adiknya itu.
“Katakan
yang sebenarnya” Chanyeol menuntut penjelasan.
“Kemarin
saat aku di halte. Preman-preman itu menghadangku. Mereka ingin menyentuhku dan
melukaiku, tapi tiba-tiba saja Sehun datang menolongku. Preman-preman itu
berkali-kali melukai Sehun dan menendang perutnya, wajahnya, dan semuanya yang
bisa mereka jangkau. Walaupun akhirnya mereka semua kalah dari Sehun, tapi
tetap saja Sehun cedera. Dan itulah penyebab kenapa Sehun tak bisa mengikuti
turnamen basket besok lusa” jelas Krystal yang masih berurai air mata.
GREP
“Jangan
menyalahkan dirimu. Kau sama sekali tak bersalah. Justru oppa harus berterima
kasih pada Sehun karena telah mengorbankan impiannya hanya untuk menolongmu.
Oppa sangat bersyukur karena hingga hari ini masih bisa melihat adik oppa yang sangat
oppa sayangi. Jika saja Sehun tak menolongmu kemarin, mungkin sekarang oppa
sudah tak melihatmu lagi disisi oppa. Mianhae, karena oppa selalu sibuk dengan
urusan oppa sendiri akhir-akhir ini hingga hampir saja membuatmu terluka. Mulai
besok dan seterusnya, oppa tak akan membiarkanmu sendirian lagi. Oppa akan
melindungimu” kata Chanyeol panjang lebar. Sekarang ia tahu kenapa Sehun bisa
cedera seperti itu. Dan ia akan berterima kasih pada Sehun setelah ini, karena
telah melindungi adik tercintanya.
“Kau
tahu posisi oppa. Oppa ada ditengah-tengah, jadi tak bisa kehilangan satu pun
diantara kalian. Kau dan Sica-noona” jelas Chanyeol sambil mengelus lembut
kepala adiknya yang masih berada dipelukannya.
“Aku
juga tak bisa kehilanganmu. Kau tahu walaupun terkadang aku sangat manja dan
menyebalkan, mungkin suka sekali mengganggumu atau membuatmu marah. Tapi
sesungguhnya aku sangat menyayangimu” kata Krystal tulus.
“Ne
saranghaeyo!” kata Chanyeol sambil membentuk love dengan tangannya.
“Nado”
balas Krystal.
“Kau
mandilah. Kau itu anak gadis tapi bau sekali” kata Chanyeol yang sudah mulai kembali
pada level kejahilannya.
“Aish!
Jinjja! Kupikir kau akan bersikap lembut lebih lama lagi, ternyata aku salah
menilaimu” cibir Krystal.
“Hahaha.
. . Biarlah! Cepat mandi sana. Aku semakin tak percaya saat teman-temanku
mengatakan ‘Ya, Chanyeol-ah! Adikmu sangat cantik. Bolehkan aku menjadi
namjachingu-nya?’ Hahaha. . . Bahkan mereka sangat aneh saat mengatakan itu”
Chanyeol mulai menghina Krystal lagi seperti biasanya.
“Aish!
Jangankan temanmu yang super duper jelek itu. Bahkan seorang Oh Sehun yang
katanya adalah pangeran tingkat II Seoul Arts High School pun berani mengatakan
hal seperti itu padaku” kenapa Krystal malah bercerita tentang perasaan Sehun
pada Chanyeol?
“Mungkin
kepala Sehun sedang terbentur sesuatu, sehingga ia harus berkata seperti itu.
Atau ia salah minum obat. Atau mungkin matanya sedang terkena debu, sehingga ia
tak bisa melihat dengan jelas bagaimana gadis cantik yang sesungguhnya”
Chanyeol memang suka sekali mem-bully Krystal. Ini merupakan caranya untuk bisa
dekat dengan adiknya itu. Bukan hanya Chanyeol, Krystal pun juga demikian.
“Lalu
menurutmu seperti apa yeoja yang cantik itu?” tanya Krystal penasaran.
“Tentu
saja seperti Choi Sulli” hahaha, Chanyeol ketahuan sekarang. Spontan ia
langsung menutup mulutnya yang dengan lancang telah membeberkan rahasianya sendiri
pada sang adik yang notabene-nya sangat ember itu.
“Hahaha,
mati kau Jung Chanyeol. Ketahuan kau sekarang. Kau menyukai Sulli, heh! Sudah
kuduga. Gelagatmu selalu aneh saat dia menyapa atau mendekatimu” Krystal
tertawa penuh kemenangan.
“Ya.
Krystal Jung. Jangan katakan pada siapapun, atau kau juga akan mati!” ancam
Chanyeol pada Krystal yang sudah keluar dari kamarnya.
“Kaulah
yang akan mati lebih dulu Jung Chanyeol. Hahaha!”
“Ya!
Jinjja!”
Jessica
hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendengar pertengakaran dari adik-adiknya.
Itu sudah menjadi kebiasaan Chanyeol dan Krystal. Saling mencaci dan memaki
untuk mengungkapkan rasa sayang masing-masing. Terkadang orang tua mereka akan
memarahi mereka, karena mereka saling mem-bully melewati batas kewajaran. Tapi
toh mereka tak pernah mendengarkannnya.
Hari Turnamen Basket
“Bertahanlah,
setidaknya hingga babak final. Maka aku akan pastikan bisa kembali bersama
kalian”
“Kami
akan berjuang. Kami akan buktikan kalau kami juga bisa melakukannya Oh Sehun”
kata Tao.
“Ne.
Fighting!” Sehun memberikan semangat pada timnya.
Sebelum
benar-benar memulai pertandingan, Chanyeol menghampiri Sehun yang duduk di
kursi cadangan.
“Sehun-ah”
panggil Chanyeol.
“Ne,
hyung. Wae?” Sehun mengernyit heran, ketika Chanyeol tak kunjung masuk ke
lapangan.
“Mari
berbicara sebentar”
Chanyeol
mengajak Sehun sedikit menyingkir dari yang lainnya agar bisa lebih leluasa
dalam pembicaraan mereka.
“Apa
yang ingin kau bicarakan hyung? Palli-wa, kau tak punya banyak waktu, sebentar
lagi pertandingan akan segera dimulai. Kapten macam apa kau ini” Sehun terus
mengoceh tanpa memberi ruang sedikit pun untuk Chanyeol berbicara.
“Makanya,
berhentilah mengomel. Aku hanya ingin mengatakan banyak terima kasih padamu.
Kau harus mengorbankan impianmu hanya untuk menolong adikku. Aku tak tahu apa
yang akan terjadi pada Krystal jika kau tak menolongnya saat itu. Yang pasti
aku sangat berterima kasih padamu. Untuk itu, aku tak akan membiarkan kami
berhenti sampai disini, kami akan berjuang sambil menunggumu kembali. Dengan
seluruh kemampuan yang kami miliki, kami akan mencoba mati-matian untuk dapat
bertahan hingga akhir” Sehun terkesima mendengar ucapan Chanyeol.
‘Pasti
Krystal yang mengatakannya pada Chanyeol-hyung’
“Hyung!
Berjuanglah! Aku akan mendukungmu dari sini” Sehun, lagi-lagi memberikan
semangat.
“Arraseo!
Dan kau, cepatlah kembali!” balas Chanyeol.
“Ne,
aku akan mencoba kembali secapat mungkin”
Setelah
itu, Chanyeol langsung menuju lapangan.
PRITTT
Peluit
berbunyi, tanda bahwa pertandingan babak pertama dimulai. Lawan pertama Seoul
Arts High School adalah Busan Senior High School. Belum terlalu berat memang,
tapi tanpa Sehun, hal yang seharusnya menjadi biasa saja menjadi sangat berat
seperti ini.
Babak
pertama mereka lewati dengan sangat baik. Mereka unggul 20-16 dari team lawan.
“Kerja
bagus, hyung! Pertahankan ini hingga akhir!” seru Sehun disela-sela waktu
istirahat teamnya.
“Ne,
tapi ini terasa berat tanpamu Sehun-ah” sahut Tao sembari meneguk air mineral
yang tim mereka sediakan.
“Walaupun
ini berat. Tapi kami akan berjuang hingga akhir. Hingga kami bisa melihatmu
kembali lagi berjuang bersama kami!” seru Chanyeol percaya diri.
“NE!”
sahut anggota yang lain.
“Kalian
tampak sangat bersemangat. Pertahankan itu hingga aku kembali bersama kalian”
balas Sehun.
PRITTT
Pertandingan
babak kedua, ketiga, dan keempat pun berjalan dengn sangat baik. Inilah
kemenangan pertama mereka di turnamen ini. Seoul Arts High School unggul atas
Busan Senior High School 67-60. Tipis memang, tapi mereka menang dengan penuh
perjuangan tanpa pemain andalan mereka, Oh Sehun.
School of Performing
Arts Seoul
“Lawan
kita yang paling tangguh, rupanya menang dengan cara susah payah di
pertandingan hari ini. Padahal lawan mereka hanya Busan Senior High School”
seorang lelaki bertubuh jangkung sedang berbicara dengan para anggotanya. Dia
adalah Myungsoo, kapten team basket SOPA.
“Benarkah
itu. Aku semakin tak yakin jika mereka bisa bertemu kita di final nanti” balas
Hoya.
“Apalagi
aku. Sangat-sangat tidak yakin!” kata Gongchan penuh penekanan.
“Kalian
jangan terlalu senang dulu. Memang kudengar Oh Sehun sedang cedera, tapi kenapa
ini terasa tiba-tiba ya. Seperti sebuah kesengajaan. Apakah ada yang
melukainya?” kata Chaejin penasaran.
“Oh
ayolah. Ini semua hanya kebetulan, lagi pula ini menjadi keuntungan yang besar,
karena Oh Sehun cedera. Sehingga itu akan membuat mereka sulit untuk
mendapatkan tiket final. Ah, jangankan final, perdelapan final pun aku tak
yakin kalau mereka akan bisa melewatinya” Zelo ikut berpartisipasi dalam
pembicaraan tersebut.
“Tapi
kenapa tiba-tiba aku merasa menjadi pengecut, karena kita akan mendapati lawan
yang tak seimbang. Jika Sehun tak ada bersama mereka, bukankah kita seperti
seorang pengecut yang melawan orang-orang tak berguna” kata Myungsoo. Sementara
anggota lainnya hanya terdiam ketika mendengar ucapan Myungsoo.
“Aku
merasa, seperti ada unsur kesengajaan dalam hal ini. Mungkin ada yang
mencelakai Sehun, dan_”
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar