Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jigeum (Chapter 05)

Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)

Chapter 05
            Krystal masuk sekolah seperti biasanya. Sehun sedang merenung di bangku belakang. Ya, itu adalah bangkunya juga.
            Krystal pun memutuskan untuk menghampiri Sehun yang sedang melamun.
            “Ini masih pagi sekali. Jika kau ingin melamun nanti siang saja” kata Krystal seraya duduk di samping Sehun. Sehun menoleh kearah Krystal dan menatapnya sebentar, lalu mengalihkan tatapannya lagi ke sisi lain.
            “Wae? Apa kau khawatir padaku?” pertanyaan yang sama seperti biasanya dari Sehun.
            “Aish! Kau tetap saja percaya diri. Aku tak pernah khawatir sedikit pun padamu”
            ‘Itu bohong’ Krystal tersenyum kecut.
            “Itu bohong” Krystal membelalakan matanya. Bagaimana caranya Sehun bisa mengetahui dengan jelas isi hatinya saat ini.
            “U_untuk apa aku berbohong padamu?” tanya Krystal, retoris sebenarnya.
            “Jika kau tak khawatir padaku, untuk apa kau mengikutiku hingga ke apartemen. Dan kau juga membawaku masuk. Merawatku. Bahkan menangisiku” kata Sehun dengan seringai khasnya.
            “Bukan seperti itu. Aish! Itu karena aku merasa bersalah padamu. Karena sudah menolongku, kau harus mengorbankan impianmu untuk bertanding di turnamen basket antar sekolah tahun ini” Krystal mencoba menyangkal.
            “Aaa, begitukah? Rupanya hanya karena rasa bersalah?” sangat retoris pertanyaan Sehun.
            “Sehun-ah! Hari ini orang tuamu dan oppa bukankah akan pulang ke Korea. Apakah mereka akan langsung ke apatemenmu atau ke rumahmu. Ah, kurasa mereka akan langsung ke apartemenmu. Karena, mereka pasti sangat merindukanmu” Seulgi tiba-tiba datang dan menanyakan suatu hal yang tidak Krystal mengerti pada Sehun.
            “Darimana kau tahu Seulgi?” tanya Sehun.
            “Ah, apa mereka tak memberi tahumu? Bahkan mereka sempat menelfonku tadi dan menanyakan keadaanmu. Oppa kaget saat mendengarmu tak bisa mengikuti turnamen basket” Krystal terkejut. Jadi keluarga Sehun belum tahu selama ini.
            “Aish! Mereka sangat merepotkan. Aku bukan lagi anak kecil. Tak seharusnya seperti itu. Lulu sangat berlebihan” Sehun tampak sedikit kesal karena hyung-nya yang brother complex.
            “Ahahaha, bukankah itu sudah biasa. Oppa memang seperti itu” Seulgi tertawa melihat Sehun. Krystal merasa di acuhkan sedari tadi. Ia bangkit dari duduknya, dan menghampiri Sulli yang duduk dengan Kai di barisan depan.
            “Hai Kai” sapa Krystal.
            “Ya, Krystal Jung. Tumben sekali kau menyapaku. Apakah kepalamu terbentur sesuatu. Rasanya baru kemarin kau tampak sangat sombong padaku” kata Kai membalas ucapan Krystal yang sangat langka menurutnya.
            “Aish! Aku menyesal telah menyapamu” Krystal tampak kesal pada Kai.
            “Ya ya ya! Begitu saja kau marah” balas Kai.
            “Diam kau Kkamjong! Aku ingin bicara dengan uri Sulli. Arraseo!”
            “Ne” Kai hanya mendengus bosan.
            “Wae? Jungie?” tanya Sulli.
            “Hey, Sul. Jangan berbohong padaku. Apa yang telah terjadi antara kau dan Chanyeolie-oppa?” tanya Krystal dengan sedikit menggoda temannya itu. Diam-diam Kai menguping pembicaraan mereka.
            Sulli tampak memerah.
            “Ya! Apa maksudmu?” Sulli malu sekali. Kai semakin mempertajam pendengarannya.
            “Ayolah katakan saja. Apa kau dan Chanyeol-oppa sudah jadian tanpa sepengetahuanku? Teman macam apa kau ini? Adik ipar pun tak diberi tahu!” Krystal pura-pura marah. Kai syok saat mendengarnya. Jadi selama ini usahanya untuk mendekati Sulli benar-benar sia-sia. Ternyata Sulli dan Chanyeol benar-benar sudah jadian. Ah, dia patah hati. Sungguh.
            “Ya! Jangan keras-keras. Mianhae. Aku tak memberitahumu karena Chanyeol-oppa yang menyuruhnya. Kata Chanyeol-oppa, kau suka mem-bully-nya” Sulli tampak malu-malu.
            “Hahaha, tentu saja. Aku pasti mem-bully-nya” balas Krystal seraya tertawa.
            “Lalu kau tahu darimana kalau kita sudah pacaran?” tanya Sulli, sedikit penasaran. Apa mungkin Chanyeol yang memberitahu Krystal? Tapi kenapa? Bukankah Chanyeol sendiri yang menginginkan agar Krystal tak mengetahui hubungan mereka.
            “Chanyeol-oppa kemarin kelepasan bicara di hadapanku. Dia bilang kalau ‘yeoja yang cantik itu seperti Sulli’ begitu” jelas Krystal. Sontak wajah Sulli langsung memerah seperti tomat.
            “Jinjja?”
            “Ne”
            “Ah, aku malu sekali. Apa yang harus aku katakan jika betemu atau berpapasan dengan Chanyeol-oppa nanti?” kata Sulli sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
            “Molla. Kau cium saja dia. Pasti dia menyukainya. Hahaha!” kata Krystal jahil.
            “Ya! Jung Soojung! Jangan sembarangan!” Sulli semakin memerah setelah mendengar ucapan calon adik iparnya itu.
            “Hahaha, kau lucu sekali Sulli-ah. Tapi sedikit berhati-hatilah. Sebenarnya Chanyeol-oppa itu sedikit yadong”
kata Krystal yang terang-terangan sedang membeberkan rahasia terbesar kakak laki-lakinya sendiri.
            “MWO?”
            “Hahaha”
Skip Time
            Sehun tidak lagi berada di apatemen-nya. Melainkan ia berada di rumahnya. Karena orang tua dan hyung-nya menyuruhnya untuk pulang ke rumah untuk menunggu kedatangan mereka. Sekarang ia sedang berada di ruang TV bersama sepupunya, Hayoung.
            “Hayoungie, kenapa mereka bisa secepat itu tahu?” tanya Sehun pada Hayoung yang saat ini juga sedang menonton TV bersamanya.
            “Molla. Oppa, jangan pernah berpikir kalau aku yang memberitahu mereka semua. Aku ini bisa dipercaya” balas Hayoung.
            “Ne, arraseo! Mana mungkin aku menuduhmu” selama ini Sehun memang selalu menceritakan masalahnya pada Hayoung. Dari masalah sekolah, keluarga, bahkan cinta. Semuanya, Hayoung mengetahuinya. Sehun sangat mengenal Hayoung, dan ia merupakan orang yang dapat dipercaya. Ia tahu itu, karena mereka selalu bersama sejak kecil.
            “Kau harus sedikit berhati-hati. Maksudku Krystal juga. Kurasa kalian sedang dalam bahaya. Dan aku merasa semua ini ada hubungannya dengan Seulgi” kata Hayoung.
            “Seulgi? Kenapa lagi dia? Apa dia berulah lagi?” tanya Sehun.
            “Bukan berulah! Tapi sepertinya dia tahu kalau kau sedang menyukai Krystal, dan kurasa dia tak bisa menerimanya. Dia masih sangat mencintaimu, kau tahu? Ah, aniya. Maksudku, dia sangat menginginkanmu, dan begitu terobsesi untuk mendapatkanmu kembali. Dan juga, dia mendekatimu melalui keluargamu. Itulah caranya. Aku takut jika dia nekat melakukan hal-hal yang buruk padamu ataupun Krystal” jelas Hayoung panjang lebar.
            “Ne, arraseo! Aku bisa menjaga diriku sendiri, dan untuk urusan Krystal. Akulah yang akan melindunginya dari Seulgi” balas Sehun.
            “Sepertinya kau sangat menyukainya” goda Hayoung.
            “Ya ya ya! Berhenti menggodaku Oh Hayoung. Masih lebih baik aku. Krystal is Chic Princess of Seoul Arts High School. Lalu apa-apaan kau ini. Seorang Oh Hayoung, menyukai Jo Kwangmin yang aneh dan berkepribadian 4D itu. Daebak!” sekarang giliran Sehun yang menggoda Hayoung.
            “Hahaha, kau salah jika mengira Kwangmin seperti itu. Dia memang sedikit aneh. Tapi, kurasa dia jauh lebih tampan darimu” balas Hayoung percaya diri.
            “Mwo? Kau membandingkan seorang Oh Sehun, Pangeran Tingkat II Seoul Arts High School ini dengan seorang Jo Kwangmin?” Sehun berusaha membela diri.
            “Aish! Kau masih saja percaya diri”
            “Aku sedikit bingung, kenapa kau tak memilih Jo Youngmin saja. Kurasa dia lebih baik dibandingkan dengan Jo Kwangmin”
            “Kwangmin memiliki kepribadian yang baik. Dia sangat ceria dan tak pernah negative thingking. Itu nilai plus ku untuknya. Lagipula Youngmin adalah kekasih dari sahabatku sendiri, Joy. Mana mungkin aku merebutnya begitu saja?”
            “Oh ne arraseo. Semoga kau dan Kwangmin dapat bertahan lama” balas Sehun.
            “Ne. Aku harap juga begitu”
Skip Time
            “Hunnie. Aku mendengar dari Seulgi kalau kau tak ikut turnamen basket karena cedera. Benarkah begitu?” tanya Luhan, hyung-nya yang baru saja tiba satu jam yang lalu. Sama dengan Luhan, kedua orang tuanya juga sangat khawatir saat mendengarnya sedang cedera.
            ‘Sudah kuduga, Seulgi yang mengatakannya. Cih!’
            “Aku dipukuli preman saat tiga hari sebelum turnamen dimulai” kata Sehun. Ia lebih leluasa berbicara dengan Luhan, karena sekarang ini mereka sedang berada di kamar si bungsu tercinta.
            “Mwo? Dipukuli preman? Apa kau berkelahi?” Luhan terkejut saat mendengar pernyataan dari sang adik.
            “Cih! Kau masih sama cerewetnya seperti setahun lalu hyung! Satu lagi, aku tak berkelahi.  Aku hanya menolong seorang gadis yang waktu itu diganggu para preman” jelas Sehun lagi.
            “Menolong seorang gadis? Siapa dia? Dan sejak kapan kau peduli pada orang lain selain Kai dan Seulgi, juga Hayoung?” tanya Luhan bertubi-tubi.
            “Ralat hyung. Hayoung bukan orang lain, tapi dia sepupu kita. Kau itu pindah ke Jepang makin pikun saja. Lagipula orang itu bukan Kai ataupun Seulgi. Dan lagi, jangan membicarakan Seulgi lagi. Aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengannya”
            “Mwo? Jadi kalian sudah putus?” tanya Luhan tak percaya. Pasalnya dulu adiknya sangat mencintai Kang Seulgi, karena itulah Sehun tak mau ikut ke Jepang. Itulah yang selama ini Luhan ketahui. Memang tak banyak yang tahu tentang masa lalu Sehun dan Seulgi kecuali orang-orang terdekat mereka saja.
            “Ne. Tepat setelah kalian berangkat ke Jepang” kata Sehun yakin.
            “Tapi, kenapa bisa? Bukankah kau sangat mencintainya. Bahkan kau tak mau ikut pindah ke Jepang karena tak ingin berpisah dengan Seulgi”
            “Aku muak dengannya hyung. Lagi pula aku terpaksa menjadi kekasihnya karena dia terus mengancam seluruh yeoja yang mendekatiku. Bahkan Seulgi pernah membully dan menyakiti mereka. Aku tak ikut ke Jepang karena tak ingin meninggalkan Kai sendirian, bukan Seulgi. Selama ini kau hanya salah paham padaku” Sehun pun meluruskan seluruh persepsi Luhan tentang dirinya dan Seulgi.
            “Ah! Busuk sekali dia. Tapi kau harus hati-hati, dia dekat sekali dengan kaasan, dan bisa saja dia ingin mendapatkanmu kembali lewat kaasan” jelas Luhan.
            “Ya! Sejak kapan kau memanggil eomma seperti itu?” Sehun heran saat Luhan memanggil ibu mereka dengan sebutan kaasan. Rupanya tinggal di Jepang membuat Luhan sedikit berubah dengan kebiasaannya.
            “Hehehe. Mian, aku lupa kalau kita sedang berada di Korea sekarang” Sehun memandang Luhan ielfeel. “Ya! Tadi kau belum mengatakan siapa yeoja yang mampu meluluhkan hatimu hingga membuatmu rela menolongnya bahkan kau terluka dan tak bisa mewujudkan impianmu” tanya Luhan.
            ‘Dia cerewet sekali. Apakah tidak bisa bicara satu kalimat saja, tapi efektif untuk didengar’ cibir Sehun dalam hati.
            “Kau akan sedikit terkejut jika mendengarnya”
            “Kenapa? Kenapa harus terkejut. Apa dia adalah Bae Irene (mantan pacar Luhan)?” tanya Luhan penasaran.
            “Kenapa malah membicarakan mantan pacarmu?”
            “Hehehe. . . Tak tahu kenapa aku kangen dengannya. Lalu siapa gadis beruntung yang kau tolong itu?” tanya Luhan lagi.
            “Dia adiknya Jung Chanyeol. Dia teman sekelasku hyung. Dan dia sangat membenciku” jelas Sehun.
            “Mwo? Apa yang kau maksud Krystal Jung?” Luhan tampaknya sudah mengenal Krystal. Wajar saja, dulu Chanyeol sangat dekat dengan Luhan saat Luhan masih berada di Seoul Arts High School. Luhan adalah kakak tingkat Chanyeol dulu. Saat itu Sehun masih berada di tingkat I.
            “Ya! Jadi kau mengenalnya? Kenapa aku tidak?” tanya Sehun penasaran.
            “Aku sering ke rumah Chanyeol dulu. Dan adiknya itu sangat chic. Kupikir dia jadi idola sekarang” kata Luhan sambil senyum-senyum tak jelas.
            “Ya! Apa kau menyukainya?” tanya Sehun khawatir.
            “Pabo-ya. Kaulah yang suka padanya, bukan aku. Tapi memang aku sempat menyukainya dulu, kupikir dia sangat lucu dan imut. Dia sangat manja kalau dengan Chanyeol. Dan tingkahnya sangat lucu” jelas Luhan.
            “Aish! Jinjja! Kau jangan macam-macam hyung!” ancam Sehun.
            “Hey, ayolah! Aku tak akan merebutnya darimu. Mungkin aku bisa membantumu untuk mendapatkannya. Kajja Hunnie! Ganbatte! Kau bisa membuatnya menjadi adikku!” kata Luhan polos, lagi-lagi Luhan bicara dengan sedikit bahasa Jepang. Siku-siku muncul di sudut kepala Sehun, bisa-bisa hyung-nya bicara dengannya menggunakan bahasa Jepang, walaupun dia masih mengerti maksudnya.
            “Hentikan cara bicaramu yang seperti itu hyung! Atau aku akan_” Sehun mengamuk, dan Luhan sudah lari terbirit-birit seperti orang kebelet.
            “Kaachan. Thehunnie nakal!” teriak Luhan.
***
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar