Cari Blog Ini

Jumat, 24 Oktober 2014

Jigeum (Chapter 01)

Title: Jigeum
Author: Shin Kyona
Cast: Krystal Jung, Oh Sehun -SeStal-
Genre: Romance, School Life, Family, Sad or Happy Ending?
Disclaimer: FF ini spesial buat Krystal-eonnie 20th (international)  and 21st (korea) birthday. #HappyKrystalDay :)
Chapter 01
           Pagi yang dingin ditengah musim dingin seperti sekarang ini membuat sang gadis si empunya selimut tebal itu semakin malas hanya untuk sekedar membuka matanya barang sebentar saja.
            Ya. Jung Soojung a.k.a Krystal sedang bergumul dengan selimut hangatnya hingga membuatnya seakan lupa dengan kegiatan hari ini.
            “Yak! Soojung-ah! Cepat bangun!” teriak oppa-nya, Jung Chanyeol.
            “Aish!” hanya itulah respon yang diberikan Krystal setelah apa yang sudah oppa-nya lakukan, tetapi matanya masih tetap terpejam tanpa menghiraukan sedikitpun ucapan Chanyeol.
            “Yak! Kenapa kau masih belum bangun!” Chanyeol semakin geram melihat kelakuan yeodongsaeng kesayangannya itu.
            “Yak! Kalau kau tidak bangun sekarang juga, aku akan memanggil Sooyeon-noona untuk membangunkanmu! 1… 2… 3… Noon_”
            “Yak! Andwe! Arraseo! Aku akan bangun sekarang! Aish!” Krystal bergegas menuju kamar mandi dengan wajah sebalnya. Bisa gawat kalau Chanyeol benar-benar memanggil eonni-nya, karena Krystal tidak bisa membayangkan wajah sangar eonni-nya yang akan siap memakannya kapan saja.
            Chanyeol hanya bisa terkikik geli melihat wajah adiknya yang sudah ditekuk tak berbentuk seperti itu.
            “Jangan terlalu lama. Nanti kita bisa terlambat!”
            “Aish! Menyebalkan sekali!”
            Krystal dan Chanyeol bersekolah ditempat yang sama, yaitu Seoul Arts High School. Krystal berada di tingkat kedua, sedangkan Chanyeol berada ditingkat ketiga, sedangkan Sooyeon a.k.a Jessica sedang menjalani kuliahnya di Kyunghee University.
            Banyak siswi disekolah Krystal yang iri padanya. Itu karena ia memiliki oppa yang amat sangat tampan seperti Chanyeol. Tak sedikit pula teman Krystal yang sering menitipkan surat cinta mereka pada Krystal agar disampaikan kepada Chanyeol. Kadang Krystal merasa risih karena tingkah teman-temannya yang terlalu berlebihan. Apalagi temannya yang bernama Sulli, bahkan setiap hari dia akan titip salam untuk oppa-nya itu.
Skip Time
            “Aaa… Soojung-ah. Senangnya bisa sekelas lagi denganmu” kata Sulli saat ia menghampiri Krystal yang baru saja tiba di kelas barunya.
            “Aa, jinjja?”
            “Ne” balas Sulli senang.
            “Syukurlah kalau begitu. Jadi aku tak perlu merasa canggung dengan teman-teman baru yang ada di kelas ini nanti” balas Krystal.
            “Ah, ne! Bagaimana dengan Chanyeol-oppa? Kau tahu dia masuk di kelas apa?” tanya Sulli antusias.
            ‘Ah! Sudah kuduga! Dia pasti akan bertanya tentang itu. Kalau bukan Sulli, aku tak akan menjawabnya. Pasalnya dia adalah satu-satunya sahabat yang aku miliki selama ini, selain itu dia juga sangat cantik, putih, dan tinggi. Benar-benar cocok dengan Chanyeol-oppa kupikir. Jadi apa salahnya kalau aku membantu mereka untuk saling mengenal?’
            “Ah! Oppa dikelas 3-2”
            “Whoa! Kalau begitu aku akan sering lewat kelas 3-2 agar bisa bertemu dengan oppa-mu”
            “Ne. Arraseo!” Krystal hanya menghela nafas bosan.
Skip Time
            “Annyeong haseyo. Park-seonsaengnim imnida. Kelas 2-2. Aku adalah wali kelas kalian. Mulai sekarang, jalinlah kerjasama yang baik antar teman, belajar dengan sungguh-sungguh, dan jangan suka membuat keributan. Arraseo!”
            “Arraseo!”
            “Baiklah! Aku ingin mengabsen kalian! Ahn Daniel”
            “Yes, Sir!”
            “Bae Sooji!”
            “Ne!”
            “Choi Sulli!”
            “Ne!”
            “Do Kyungsoo!”
            “Naneun-seonsaengnim!”
            “Gong Chanshik!”
            “Nae!”
            “Jo Kwangmin!”
            “Nae!”
            “Jo Youngmin!”
            “Nae!”
            “Jung Eunji!”
            “Ne!”
            “Kang Seulgi!”
            “Ne!”
            “Kim Jongin!”
            “Ne seonsaengnim!”
            “Kim Namjoo”
            “Ne!”
            “Krystal Jung!”
            “Here!” *Jo Twins + Minwoo: Eh! Judul lagu kita tuh!*
            “Lee Taemin!”
            “Ne!”
            “No Minwoo!”
            “Ne!”
            “Oh Hayoung!”
            “Nae!”
            “Oh Sehun!”
            “Ye!”
            “Park Sooyoung!”
            “Ne!”
            “Son Naeun!”
            “Nae!”
            “Wendy Son!”
            “Me!”
            “Yoon Bomi”
            “Nae!”
            “Baiklah semuanya sudah ter-absen. Sekarang saya akan langsung menentukan pengurus kelas-nya. Yang sudah saya tunjuk tidak boleh menolak sedikitpun. Arraseo!”
            “Arraseo!”
            “Ketuanya Oh Sehun. Wakil Ketua Oh Hayoung. Sekretaris Krystal Jung dan Choi Sulli. Bendahara Kang Seulgi dan Wendy Son. Pembantu umum Jo Kwangmin, Jo Youngmin, dan No Minwoo. Arrachi!”
            “Ne!” jawab seluruh murid dengan kompak.
Skip Time
            Krystal dan Sulli sedang berada di kantin saat ini. Mereka menikmati istirahat makan siang sambil bercerita tentang teman-teman baru mereka.
            “Krys, bagaimana menurutmu. Apa kau tertarik dengan salah satu dari mereka?” tanya Sulli antusias. Ah! Dia memang selalu seperti itu.
            “Aaa, tidak juga. Tidak ada yang menarik!”
            “Aish! Kau ini. Padahal menurutku mereka lumayan loh. Kau tahu ketua kelas, Oh Sehun, kudengar dia punya banyak fans. Aaa, kupikir dia cukup tampan_” belum selesai dengan ucapannya, Krystal sudah mendelik kearah Sulli.
            “Hehehe, tapi Chanyeol-oppa masih jauh lebih tampan darinya” Sulli nyengir dengan wajah tanpa dosa.
            “Lalu, apa kau tak tertarik padanya?”
            “Aniya, tidak sama  sekali!” Krystal masih keras kepala rupanya.
            “Lalu bagaimana dengan namja seksi yang bangkunya dibelakang kita. Itu Kim Jongin a.k.a Kai?”
            “Menurutku dia lumayan seksi, tapi bibirnya terlalu seksi. Iuuuhh!” Krystal nyengir jijik.
            “Bukankah Ahn Daniel lebih parah?”
            “Niel yang paling parah memang, dan tidak seksi sama sekali”
            “Lalu bagaimana dengan si kembar?”
            “Si kembar terlalu polos, apalagi Jo Kwangmin. Bahkan dia sangat-sangat polos”
            “Kau tahu, wakil ketua yang bernama Oh Hayoung? Bagaimana pendapatmu tentang dia?”
            “Dia cukup manis, dan sepertinya merupakan gadis yang baik. Mungkin bisa dijadikan teman”
            “Tepat sekali. Aku setuju denganmu. Aku agak kurang suka dengan Kang Seulgi dan Son Naeun. Wajahnya galak sekali, belum apa-apa, aku sudah dipelototi. Sungguh menyebalkan”
            “Jinjja!”
            “Ne!”
            “Aish! Dia belum tahu siapa kita rupanya! Tenang saja Sull. Tidak akan semudah itu mereka menggeser posisi kita”
            “Arraseo!”
Skip Time
            Di perpustakaan. Sehun tampak kesusahan membawa buku-buku diktat yang akan dibagikan pada teman-teman sekelasnya. Saat-saat seperti inilah tugasnya sebagai ketua kelas sedang dipertanggungjawabkan.
            Dari kejauhan ia melihat sesosok gadis yang sepertinya mau untuk membantunya.
            “Ya. Kau! Krystal Jung!”
            Merasa ada yang memanggil, Krystal akhirnya menoleh kearah sumber suara.
            “Wae?” balas Krystal sarkastis.
            “Bisakah kau membantuku membawa buku-buku ini”
            “Aish! Jinjja!” dengan sangat-sangat tidak ikhlas, akhirnya Krystal mau membantu Sehun membawa buku-buku tersebut.
            Brukkk
            Krystal menaruh buku-buku itu dengan kasar tepat diatas meja guru, lalu ia kembali ke tempat duduknya.
            “Gomawo ne!” Sehun mengucapkan terima kasih kepada Krystal yang telah bersedia membantunya walau tidak ikhlas.
            “Aish!” Krystal hanya mendesis dengan tampang cemberutnya. Sehun pun hanya bisa menghela nafas.
            ‘Biarpun seperti itu, tetap saja cantik’ Sehun tersenyum dalam hati.
Skip Time
            “Ya oppa, kau tega sekali. Masa kau menyuruhku pulang naik bus. Aish! Jinjja!”
            “Ini sangat terpaksa Soojungie. Oppa ada rapat mendadak dengan anggota tim basket yang lain, dan hari ini ada latihan mendadak juga karena pertandingan antar sekolah diajukan seminggu lebih awal dari jadwal sebelumnya. Kau tahu kan kalau oppa-mu ini adalah kapten tim basket, apa kata anggota yang lain kalau kaptennya tidak menghadiri rapat” Chanyeol mencoba menjelaskan pada Krystal agar adik kesayangannya itu mau mengerti, walaupun kenyataannya Krystal masih tetap memasang tampang kusut.
            “Aish! Okay! Aku akan pulang sendiri!” tanpa mendengarkan Chanyeol yang masih megoceh, Krystal langsung menaiki bus yang ternyata sudah berhenti didepannya.
            “Jinjja!”
Skip Time
            Ting Tong
            “Krys, tolong bukakan pintunya. Eonnie masih sibuk” teriak Jessica dari dapur.
            “Ne” balas Krystal malas-malasan. Ia tahu pasti itu Chanyeol. Ia sudah menyiapkan konsep untuk marah pada oppa-nya tersebut.
            Cklek
            “Ya! Siapa yang menyuruhmu pulang!” Krystal langsung menyemprot Chanyeol habis-habisan sehingga membuat Chanyeol reflek untuk menutup telinganya.
            “Kau kasar sekali. Sangat tidak sopan pada oppa sendiri. Ijinkan aku masuk, Sehun akan menginap disini malam ini” Krystal melirik orang yang tengah berdiri di belakang Chanyeol, dan benar bahwa orang itu adalah Oh Sehun, teman sekelasnya.
            Chanyeol langsung menerobos masuk setelah Krystal kembali menonton TV diruang tengahnya. Chanyeol dan Sehun pun menghampirinya.
            “Soojungie. Kau masih marah padaku?”
            “Menurutmu?”
            “Ya. Jebal. Jangan marah ne!”
            “Shirreo!”
            “Jebalyo”
            “Shirreo! Shirreo! Shirreo!” Krystal berteriak hingga Jessica mendengarnya.
            “Kalian ini apa-apaan” Jessica datang dan mencoba menengahi.
            “Dia tak mau memaafkanku noona”
            “Ah, Yeolie. Kenapa kau pulang terlambat dan membiarkan Krystal naik bus?”
            “Kupikir dia sudah menceritakannya padamu noona. Jadi begini, tadi ada rapat dan latihan dadakan tim basket. Dan aku menyuruhnya pulang terlebih dahulu naik bus. Lalu dia marah padaku”
            “Aa, begitu rupanya. Soojungie, kau tak boleh seperti itu. Kau kan sudah besar, jangan terlalu bergantung pada oppa-mu” Jessica menasehati adiknya itu.
            “Aish! Eonnie pasti membelanya. Kalian sama saja!” Krystal pergi lalu naik ke lantai dua, menuju kamarnya.
            “Jinjja!”
            “Hyung, kau mengabaikanku sedari tadi”
            “Oh. Mianhae Sehun-ah” Chanyeol benar-benar lupa dengan keberadaan Sehun disampingnya. Itu karena perdebatannnya dengan Krystal tak kunjung selesai.
            “Noona, dia Oh Sehun, temanku. Malam ini ijinkan dia menginap disini, kami akan membahas tentang tim basket kami”
            “Oh Sehun imnida” Sehun memperkenalkan dirinya pada Jessica.
            “Oh. Tentu saja. Kau tak perlu sungkan Sehun-ah. Anggap saja  rumah sendiri ne”
            “Khamsahamnida!”
            “Gurae. Sehun-ah, kau tidur dikamarku nanti ya. Ayo ke ruanganku!” ajak Chanyeol dan Sehun hanya menurut.
Chanyeol Room
            “Dia adikmu hyung?” tanya Sehun ambigu.
            “Maksudmu gadis tadi?” tanya Chanyeol kembali.
            “Ne”
            “Bukan. Dia noona-ku. Namanya Jessica”
            “Bukan dia. Maksudmu gadis yang tadi membentakmu”
            “Oh. Ne, dia adikku. Namanya Krystal. Dia satu sekolah dengan kita. Dia satu angkatan denganmu. Ah! Jangan bilang kalau kau tak mengenal adikku? Hei, ayolah! Dia itu adiknya Jung Chanyeol, si tampan dari Seoul Arts High School!” kata Chanyeol narsis.
            “Aish! Bahkan aku belum menjawabnya satu persatu. Aku tahu dia hyung, tapi belum cukup mengenalnya. Krystal Jung, si gadis sarkastis, cuek, dan cantik, yang kemana-mana selalu bersama temannya, Choi Sulli. Dia itu satu kelas denganku” mendengar nama Sulli, Chanyeol sedikit merona.
            “Eh! Benarkah? Lalu kenapa tadi dia bertingkah seolah tak mengenalmu?”
            “Ah! Sepertinya dia membenciku”
            “Wae? Kenapa bisa begitu?”
            “Molla”
***

1 komentar: