Hug Scandal
Author: Shin Kyona
Main Cast: Boyfriend’s Kwangmin, A Pink’s Hayoung
Other Cast: Boyfriend Member, A Pink Member, SHINee’s
Taemin, AOA’s Seolhyun, Hello Venus’s Yooyoung, Super Junior’s Shindong.
Genre: Romance
Disclaimer: Semua member diatas milik K-Popers, tapi cerita
ini murni hasil pemikiran author. Happy reading, jangan lupa comment-nya ya
readers :D
Chapter 05
Hari ini Kwangmin sedang
merencanakan kencan pertamanya dengan Hayoung di Namsan Tower. Ia ingin
mengatakan hal yang selama ini benar-benar ia rasakan dan ini bukan hanya
sebuah sandiwara yang berasal dari “Hug Scandal”-nya dengan Hayoung beberapa
waktu silam.
“Kau benar-benar akan mengatakannya
Kwangminnie?” tanya Youngmin sambil melihat Kwangmin yang sudah terlihat very
handsome menurutnya.
“Tentu saja hyung. Aku tidak ingin
ia terus menganggap bahwa hubungan ini hanya sandiwara semata” jawab Kwangmin.
“Baiklah! Aku mendukungmu. Semoga
dia juga memiliki perasaan yang sama sepertimu” kata Youngmin sambil menepuk
pundak Kwangmin.
“Gomawo hyung” balas Kwangmin.
Skip Time . . .
Saat ini Hayoung dan Kwangmin sedang
memesan makanan di restoran dekat Namsan Tower. Suasana malam yang romantis
ditemani dengan gemerlap lampu menara tersebut. Sungguh inilah saat yang tepat
untuknya.
“Hayoung-ah. Bagaimana ujian
akhirmu? Apakah berjalan dengan lancar?” tanya Kwangmin sedikit basa-basi.
“Tentu saja oppa. Aku berusaha keras
untuk hal itu” jawab Hayoung.
“Ini adalah kencan pertama kita
bukan. Aku ingin melakukan sesuatu” kata Kwangmin sehingga membuat Hayoung
penasaran.
“Mwo?”
“Ikut aku” Kwangmin menggenggam
tangan Hayoung agar Hayoung mengikutinya. Kwangmin mengajak Hayoung untuk
melihat Namsan Tower lebih dekat lagi.
“Apa yang ingin kau lakukan oppa?”
tanya Hayoung. Lalu Kwangmin mengeluarkan sebuah gembok beserta kuncinya dan
spidol dari dalam saku celananya. Ia menuliskan (Kwangmin love Hayoung forever)
pada gembok tersebut.
“Kau percaya mitos?” tanya Kwangmin.
Hayoung masih terlihat kebingungan.
“Jika sepasang kekasih datang ke
menara ini dan mengikat cintanya dengan sebuah gembok serta membuang kuncinya
ke tengah menara, maka mereka akan bersama selamanya” jelas Kwangmin. Lalu
Kwangmin memasangkan gembok yang bertuliskan namanya sendiri dan nama Hayoung
ke pagar yang mengelilingi Namsan Tower. Lalu ia menyerahkan kuncinya ke tangan
Hayoung. Sedangkan Hayoung sendiri masih terpaku dan tidak mengerti.
“Apa maksudmu oppa? Sepasang
kekasih? Lalu kenapa kau menuliskan nama kita di gembok itu? Bukankah kita
hanya menjalani sandiwara sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai karena
scandal itu?” tanya Hayoung masih tak mengerti dengan tindakan Kwangmin.
“Itu karena aku ingin bersamamu
selamanya. Dan aku ingin ini semua menjadi suatu hal yang benar-benar nyata dan
tak hanya sandiwara semata karena aku benar-benar mencintaimu Oh Hayoung. Aku
mencintaimu dengan hatiku dan ini tidak ada hubungannya dengan scandal itu. Aku
ingin kau menjadi yeojachingu-ku yang sesungguhnya, yang benar-benar aku
cintai. Inilah alasan mengapa aku selalu memikirkanmu saat di Jepang. Dan itu
adalah bukti nyata. Aku harap kau percaya padaku. Dan sekarang semua keputusan
berada ditanganmu. Jika kau menerima cintaku, lemparkan kunci itu ke
tengah-tengah menara. Jika kau menolak cintaku, maka kau tinggal buka saja
gembok yang telah kupasang dengan kunci itu” jelas Kwangmin panjang kali lebar.
Hayoung hampir tak percaya dengan semua ini. Ini benar-benar seperti mimpi.
Pasalnya orang yang selama ini ia cintai dan kagumi ternyata lebih
mencintainya. Ia benar-benar bahagia. Lalu tanpa ada keraguan sedikitpun, ia
melempar kunci itu ke tengah menara seperti yang telah disebutkan oleh
Kwangmin. Kwangmin pun tersenyum bahagia.
“Aku tahu jika itu jawabanmu” kata
Kwangmin sambil tersenyum bahagia.
“Bagaimana oppa bisa tahu?’ tanya
Hayoung heran.
“Karena kita sama. Sama-sama saling
mencintai dan aku juga merasakan apa yang kau rasakan” kata Kwangmin. Hayoung
pun tersenyum bahagia seperti Kwangmin, lalu Kwangmin pun memeluknya dan ia
yakin ini bukanlah sebuah scandal seperti sebelumnya.
“Hayoung-ah Saranghae” ucap Kwangmin
lembut.
“Nado saranghae Kwangmin-oppa” balas
Hayoung sambil tersenyum. Hari ini ia sering sekali tersenyum, dan itu semua
karena Kwangmin.
Skip Time . . .
Di acara TV muncul sebuah berita
yang sudah dianggap biasa oleh sebagian orang dan dianggap tidak biasa oleh
sebagian orang pula.
“Beberapa waktu yang lalu terlihat
Boyfriend’s Jo Kwangmin dan Apink’s Oh Hayoung sedang berkencan di Namsan
Tower. Mereka terlihat bahagia satu sama lain dan sepertinya mereka benar-benar
menikmati kencan musim dingin mereka. Benar-benar pasangan yang cocok” ucap
seorang host acara tersebut.
“Aku tak bisa biarkan ini. Aku tidak
akan membiarkan si gadis busuk itu merebut perhatian uri-Kwangmin-oppa dari
kami!” ucap seseorang yang juga mendengar berita tersebut.
Skip Time . . .
In Jo Twins
Saat ini Jo Twins + Jeongmin sedang
menjadi bintang tamu di Radio Shim Shim Tappa bersama dengan AOA’s Seolhyun dan
Hello Venus’s Yooyoung.
Shindong:
“Aku memiliki pertanyaan untuk Kwangmin-ssi. Akhir-akhir ini media banyak
membicarakan hubunganmu dengan Apink’s Oh Hayoung. Kalian terlihat serasi, tapi
banyak juga fans fanatikmu yang mem-bash Hayoung. Untuk menaggapi hal ini,
bagaimana komentarmu?”
Kwangmin:
“Aku dan Hayoung benar-benar sepasang kekasih dan kami saling mencintai satu
sama lain. Terima kasih untuk pihak-pihak yang telah mendukung hubungan kami.
Terutama manajemen kami, member Bofi dan Apink dan juga seluruh netizen. Untuk
fans-ku, jika kalian benar-benar mencintaiku, maka kalian juga harus mencintai
Hayoung-ku, karena aku benar-benar mencintainya.”
Shindong:
“Wah! Pernyataanmu benar-benar tulus rupanya. Lalu apa yang membuatmu memilih
seorang Oh Hayoung menjadi kekasihmu? Apa karena dia terlihat dewasa dan seksi
atau karena umurnya lebih muda darimu?”
Kwangmin:
“Sebenarnya dua-duanya. Tapi aku rasa image seksi kurang cocok untuknya.
Menurutku dia terlihat feminine dan dewasa. Aku menyukainya, terutama
kepribadiannya yang lembut.”
Shindong:
“Tapi kebanyakan alasan seorang namja memilih seorang yeojachingu karena
kecantikannya atau keseksiannya. Bagaimana denganmu?”
Kwangmin:
“Hayoung terlihat sangat cantik dimataku.”’
Shindong:
“Sebelumnya anda pernah mengatakan kalau anda menyukai Miss A’s Suzy. Kukira
anda akan memilihnya sebagai yeojachingu.”
Kwangmin:
“Suzy-noona? Aku memang menyukainya, tetapi itu sebatas rasa suka dan kagum seorang
hoobae kepada sunbae-nya. Suzy-noona adalah sunbae-ku saat SMA.”
Shindong:
“Baiklah! Kau seorang namja yang baik Kwangmin-ssi. Beruntung sekali
Hayoung-ssi mendapatkan namja sepertimu. Katakan satu hal untuk Hayoung-ssi,
mungkin saja ia menonton acara ini!”
Kwangmin:
“Hayoungie! Lakukan yang terbaik untuk ujian akhirmu. Aku selalu mendoakanmu.
Semoga nilai-nilaimu bagus semua. Hayoungie FIGHTING!” (Kwangmin mengepalkan
tangannya sambil mengangkatnya keatas)
Shindong:
“Wah! Benar-benar namjachingu yang baik. Sekarang saya akan bertanya pada
Youngmin-ssi. Bagaimana pendapatmu tentang hubungan Kwangmin dan Hayoung?”
Youngmin:
“Sebagai hyung, aku setuju-setuju saja. Hayoung adalah gadis yang lembut dan
Kwangmin adalah dongsaeng-ku yang baik dan ramah pada siapa saja. Kurasa ia
sudah cukup dewasa untuk menjaga seorang gadis.”
Shindong:
“Lalu bagaimana dengan anda sendiri? Apakah anda telah memiliki seorang
yeojachingu?”
Youngmin:
“Untuk saat ini belum. Tapi aku sedang memikirkan seseorang.” (Youngmin
senyum-senyum tidak jelas)
Kwangmin:
“Aku tahu!” (Youngmin melotot pada Kwangmin seolah berkata: ‘Jangan coba-coba
kau katakan’)
Kwangmin:
“Tenang saja hyung. Aku akan tutup mulut.”
Shindong:
“Kalian apakah bisa melakukan telepati?”
Youngmin:
“Kadang-kadang dia mengerti apa yang ingin aku katakan.”
Shindong:
“Wow, keren sekali!” (Shindong kagum)
Jeongmin:
“Aku juga tahu, tapi aku juga tak akan mengatakannya, karena ini privasi
Youngmin.”
Youngmin:
“Gomawo hyung!”
Shindong:
“Benar-benar hyung yang baik!”
Jeongmin:
“Tentu saja.”
Shindong:
“Sekarang saya akan bertanya pada Seolhyun-ssi. Apa kesibukan anda saat ini?”
Seolhyun:
“AOA sedang sibuk promosi single terbaru, kurasa itulah kesibukanku saat ini.”
Shindong:
“Apa anda sempat memikirkan untuk memiliki seorang namjachingu?”
Seolhyun:
“Saat ini aku sedang memikirkannya.” (Melirik Youngmin diam-diam)
Shindong:
“Namja yang seperti apa yang menjadi tipe ideal anda?”
Seolhyun:
“Seseorang yang memiliki kharismanya sendiri.”
Shindong:
“Apa orang itu ada disini sekarang?”
Seolhyun:
“Mungkin. Bisa jadi.” (Youngmin sudah berdebar-debar)
Shindong:
“Nuguya? Apakah Jeongmin-ssi? Apa Kwangmin-ssi? Apa Youngmin-ssi? Atau mungkin
aku?”
Seolhyun:
“Tentu saja saya tidak akan mengatakannya.” (Seolhyun tersenyum)
Shindong:
“Yah, sayang sekali! Baiklah, kalau begitu saya akan bertanya kepada
Yooyoung-ssi. Yooyoung-ssi, bukankah anda adalah seorang maknae di Hevi. Tolong
ceritakan sedikit tentang kehidupan anda sebagai seorang maknae!”
Yooyoung:
“Member lain sangat memperhatikanku, mungkin karena aku adalah maknae. Tapi
pada kenyataannya tinggi badanku tidak terhitung sebagai maknae. Dan ini membuatku
sedikit tidak nyaman.”
Shindong:
“Apa yang membuat anda tidak nyaman?”
Yooyoung:
“Orang-orang sering keliru menebak maknae Hevi dan itu membuatku sedih. Aku
merasa dianggap sudah tua padahal umurku masih muda.”
Shindong:
“Akhir-akhir ini banyak netizen yang berkomentar kalau gaya Hevi meniru Apink.
Apa komentar anda?”
Yooyoung:
“Saya sedih dengan hal itu. Hevi adalah Hevi dan Apink adalah Apink. Kenapa
harus disamakan? Apink memang cantik-cantik dan memiliki kharisma
masing-masing, tetapi kami juga memiliki banyak kemampuan yang dapat
dibanggakan.”
Shindong:
“Akhir-akhir ini banyak netizen yang menyamakan anda dengan maknae Apink.
Bagaimana komentar anda?”
Yooyoung:
“Saya rasa mereka salah besar. Saya sama sekali tidak mirip dengan maknae Apink.
Maknae Apink terlihat lebih cantik dan lembut, tapi saya rasa, saya terlihat
lebih tomboy. Kami sangat berbeda. Ah, saya jadi tidak enak membicarakan maknae
Apink.” (Sambil melirik Kwangmin)
Shindong:
“Tenang saja, Kwangmin-ssi adalah orang yang baik.” (Kwangmin pun tersenyum)
“Pertanyaan terakhir untuk Jeongmin-ssi. Bagaimana tipe ideal anda?”
Jeongmin:
“Seseorang yang memiliki mata yang indah dan cantik. Tidak terlalu tinggi,
karena saya juga tidak tinggi. (Jo Twins tertawa) Seseorang yang mudah bergaul
dan easy going serta bisa mengerti saya dan menerima saya apa adanya. Kalau
bisa, orang tersebut harus memiliki suara yang indah.”
Shindong:
(Tersenyum penuh misteri) “Sepertinya saya tahu siapa yang anda maksud.”
Jeongmin:
(Gugup)
Jo
Twins: (Menahan tawa)
Shindong:
“Apakah itu Apink’s Jung Eunji?”
Jeongmin:
“Akan lebih baik jika tidak menyebut nama.”
Shindong:
“Akan lebih nyata jika jawaban anda ‘IYA’ atau ‘TIDAK’ saja.”
Jeongmin:
“Baiklah! Mungkin Apink’s Jung Eunji bisa masuk daftar tipe ideal-ku.”
(Tersenyum)
Jo
Twins: (Sudah tertawa)
Shindong:
“Aish! Baiklah! Aku berdoa semoga Apink’s Eunji melihat tayangan ini. Sudah 1
jam kita bersama-sama di Radio Shim-Shim Tappa. Kini saatnya kami pamit undur
diri. Saya Shindong!”
Kwangmin:
“Saya Kwangmin!”
Youngmin:
“Saya Youngmin!”
Jeongmin:
“Saya Jeongmin!”
Yooyoung:
“Saya Yooyoung!”
Seolhyun:
“Saya Seolhyun!”
All:
“Saksikan terus Radio Shim-Shim Tappa bersama Shindong!”
@__@

Tidak ada komentar:
Posting Komentar