Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin, Hayoung.
Other Cast: Member Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life, Romance.
Disclaimer: Fanfic ini terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^
Chapter 05
Rombongan SOPA telah sampai di
tempat tujuan pertama, yaitu JYP Entertainment.
“Wah. Sekarang kita ada di JYP. Aku
ingin sekali bertemu dengan 2PM dan 2AM” seru Youngmin.
“Itu sudah pasti. Aku juga yakin
kalau 2PM-sunbaenim akan memberikan sambutan khusus untuk kita” Kayoung
menanggapi.
“Itu pasti menyenangkan” Youngmin
tersenyum.
“Kalian jangan terlalu banyak
berharap” Sehun tiba-tiba ikut dalam pembicaraan itu.
“Apa salahnya berharap. Aku sungguh
ingin menjadi trainee disini” kata Youngmin.
“Aku sama sekali tak tertarik dengan
agensi ini. aku lebih tertarik dengan SM. Agensi sebesar SM adalah harapan
semua orang”
“Bukankah JYP juga agensi besar,
hyung?” tanya Youngmin.
“Itu memang benar. Tapi aku sama
sekali tak tertarik”
“Ah wae? Padahal aku sedikit
tertarik dengan JYP. Apalagi disini ada idolaku, Taecyeon-sunbaenim” kata Suzy.
“Ya. Suzy-ah, jangan coba-coba kau
bermain dibelakangku” Sehun sedikit cemberut.
“Arraseo”
Mereka semua diberi pengarahan oleh
manajer JYP mengenai kelebihan-kelebihan artis-artis JYP serta peraturan-peraturan
yang diterapkan di JYP.
Skip Time . . .
Waktu kunjungan di JYP akan segera
usai. Para siswa SOPA bersiap diruang auditorium JYP Entertainment. Manager JYP
akan segera mengucapkan salam penutup untuk acara hari ini.
“Kami akan membentuk girl group baru
yang akan debut sekitar dua bulan lagi, dan kami masih kekurangan satu member.
Kami tertarik dengan salah satu murid SOPA. Untuk siswa yang bernama Bae Suzy,
kami memilih anda untuk masuk kedalam girl group baru kami. Jika anda setuju,
maka segera konfirmasi langsung pada staf JYP” Suzy sangat syok, tak terkecuali
siswa-siswi yang lain, terutama Sehun.
“Apa kau akan menerimanya?” tanya
Sehun.
“Aku tidak tahu. Aku akan
memikirkannya terlebih dahulu” balas Suzy.
“Kami juga tertarik dengan si kembar
Jo Youngmin dan Jo Kwangmin. Kami ingin kalian bergabung menjadi trainee JYP.
Jika kalian setuju, maka segera konfirmasi juga ke staf JYP secepatnya.
Demikian pengumuman tersebut kami sampaikan. Kami atas nama keluarga besar JYP
Entertainment mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dari SOPA” dengan
itu manager utama JYP dengan resmi menutup acara tersebut.
“Wah! Kwangmin-oppa, kau terpilih
jadi trainee JYP. Itu keren sekali. Agensi sebesar JYP sangat banyak diinginkan
oleh para artis papan atas” Hayoung berseru gembira.
“Kau terlalu berlebihan Hayoung-ah!”
balas Kwangmin.
“Apa kau akan menerima tawaran itu
Kwangminnie?” tanya Youngmin.
“Tidak. Aku tidak akan menerimanya”
“Wae?”
“Aku sama sekali tak berminat dengan JYP”
“Aku sama sekali tak berminat dengan JYP”
“Baiklah, kalau begitu aku juga ikut
denganmu” Youngmin sedikit kecewa, karena sebenarnya ia ingin sekali menjadi
artis besar di agensi sebesar JYP.
“Jika kau ingin, terima saja. Tidak
usah pedulikan aku” kata Kwangmin yang seolah tahu isi hati Youngmin.
“Tidak. Aku ingin bersamamu sampai
akhir, karena aku ingin jalan yang kita lalui adalah sama. Karena aku ingin
kita berjuang bersama, bukannya berdiri sendiri-sendiri” Kwangmin diam, ia
sangat terharu mendengar ucapan hyung-nya. Hayoung hanya diam sambil
mendengarkan ucapan saudara kembar yang ada disekitarnya. Ia merasa terharu
dengan kata-kata Youngmin.
Skip Time . . .
Kwangmin
dan Hayoung sedang berangkat sekolah bersama hari ini, itu karena Sehun harus
menjalani trainee di SM. Ya, beberapa waktu lalu saat kunjungan ke SM
Entertainment, Sehun terpilih menjadi salah satu trainee SM, sehingga ia jarang
masuk sekolah sekarang, sedangkan Suzy juga harus trainee di JYP, karena 2
bulan lagi ia akan segera debut dengan girl group barunya yang belum diketahui
namanya. Sedangkan Kwangmin dan Youngmin telah menolak tawaran untuk menjadi
trainee di JYP. Hayoung juga terpilih menjadi trainee di Cube Entertainment,
tapi hari ini ia tidak ada jadwal latihan, sehingga ia memilih untuk masuk
sekolah.
“Oppa, setelah ini aku akan jarang
bertemu denganmu. Aku yakin aku tidak akan baik-baik saja, karena pasti aku
akan merindukanmu” kata Hayoung pada Kwangmin dengan sedikit manja. Ya, Hayoung
sering bersikap manja pada Kwangmin sekarang.
“Aku akan mengunjungimu saat pulang
sekolah” balas Kwangmin.
“Wah! Jengmalyo?”
“Nde!” lalu Hayoung tersenyum ceria
setelah mendengar jawaban Kwangmin.
“Kau selalu ceria ya Hayoung-ah. Itu
bagus sekali!” kata Kwangmin sambil membalas senyum Hayoung.
“Bukankah sebentar lagi adalah hari
ulang tahunmu? Kau ingin hadiah apa dariku?” tanya Kwangmin.
“Wah! Ternyata oppa mengetahuinya.
Aku senang sekali. Aku ingin sebuah kencan yang romantis” kata Hayoung dengan
penuh harap.
“Apakah hanya itu?” tanya Kwangmin
lagi.
‘Aku ingin cinta tulus
Kwangmin-oppa’ batin Hayoung dengan senyum pedih.
“Nde. Hanya itu” balas Hayoung
dengan senyum yang terpaksa.
Skip Time . . .
9 Juli, hari ini adalah hari spesial
bagi seseorang. Mun Kayoung telah genap berusia 17 tahun sekarang.
“Kayoungie, saengil cukkae. Ini kado untukmu, kuharap
kau suka” Youngmin mengucapkan selamat ulang tahun pada Kayoung sembari
memberikan sebuah kado yang bungkusnya berukuran kecil dan panjang.
“Gomawo” balas Kayoung sambil menerima kado dari
Youngmin. Lalu ia membuka kado dari Youngmin, dan ia tersenyum tipis saat
mengetahui apa yang ada dibalik kotak kado tersebut.
“Youngmin-ah! Gelang ini bagus sekali. Pasti ini sangat
mahal, terimakasih atas kadonya” Kayoung langsung memakai gelang pemberian
Youngmin.
“Itu adalah gelang keberuntungan. Semoga hidupmu
selalu dipenuhi dengan kebeuntungan” kata Youngmin menjelaskan.
“Benarkan apa yang kau katakan?”
“Nde! Itu benar asalkan kau percaya”
“Nde. Aku percaya itu” Kayoung menatap sedih
orang-orang yang ada disekelilingnya, tak ada lagi yang peduli dengannya
kecuali Youngmin, bahkan Kwangmin pun tak mengucapkan selamat ulang tahun
untuknya.
Hayoung datang menghampiri Kayoung sambil tersenyum
dan membawa sekotak kado.
“Unnie, saengil cukkae” kata Hayoung dengan senyum
cerianya sembari memberikan sebuah kado untuk Kayoung.
BUG
Kado dari Hayoung jatuh karena Kayoung menepisnya.
“Aku tidak butuh apapun darimu, termasuk ucapan
selamat ulang tahun!” Kayoung menatap Hayoung dengan tajam, kini mereka telah
menjadi pusat perhatian.
Kwangmin terlihat marah, ia datang pada pusat
perhatian tersebut.
“Kenapa kau bersikap kasar pada Hayoung!”
“Wae? Apa kau tidak suka?”
“Tentu saja aku tidak suka!” Kwangmin semakin marah
pada Kayoung.
“Jika kau tak suka, tolong beritahu ‘dia’ untuk tidak
menggangguku!” Kayoung menuding Hayoung dengan kejam dan kasar. Hayoung yang
ketakutan hanya bisa diam.
“Hayoung hanya mencoba peduli padamu. Tapi kenapa kau
memperlakukannya dengan buruk?”
“Itu karena aku membenci OH HAYOUNG. Aku benci dengan
segala yang ada padanya. Aku benci sikap manjanya, aku benci suara indahnya,
aku benci kepolosannya, aku benci dengan kecantikannya, dan aku benci karena dia
telah merebutmu dariku!” Youngmin terkejut dengan kata-kata Kayoung.
‘Apa maksudnya semua ini?’ Youngmin berbicara dalam
hati.
Kwangmin menarik tangan Kayoung, sedangkan Hayoung dan
Youngmin hanya bisa diam saat melihat kepergian mereka.
In Sport Room
“Dengarkan aku Kayoung-ah. aku
memang menyukaimu, tapi aku tak ingin menyakiti Youngmin-hyung, karena aku tahu
betapa ia mencintaimu. Jika kau memang benar-benar mencintaiku, maka aku ingin
meminta satu hal darimu” Kwangmin berkata dengan sangat tulus.
“Apa itu?” tanya Kayoung yang sudah lebih
terkontrol dari emosinya daripada sebelumnya.
“Cintai Youngmin-hyung untukku. Jika
itu sulit bagimu, maka cobalah setidaknya bersikap baik dan lembut terhadapnya.
Karena Youngmin-hyung lebih pantas kau cintai dibandingkan dengan aku”
“Nan jeongmal joahae, nan neomu
saranghae Kwangmin-ah. Aku tidak bisa mencintai Youngmin sedikit pun. Meski
kalian kembar, aku tetap tidak bisa mencintai Youngmin seperti aku mencintaimu.
Mianhae aku tak bisa” seiring dengan berakhirnya ucapan Kayoung, Kwangmin mulai
berjalan meninggalkan tempat tersebut, tapi tiba-tiba,
GREP
Kayoung memeluk Kwangmin dari
belakang, seolah tak mengijinkannya untuk pergi.
TES TES TES
Air mata Kayoung sudah tak bisa
dibendung lagi, ia sudah terlanjur sakit hati karena cintanya pada Jo Kwangmin.
“Jangan pergi, jangan tinggalkan
aku. Aku tak ingin kau melakukan ini” Kayoung mencoba memohon.
Kwangmin berbalik dan ia memeluk
Kayoung erat, seolah tak rela untuk melepaskan cintanya. Tapi, ia begitu
bimbang, disaat ia bersama Kayoung seperti saat ini, bayang-bayang Hayoung
selalu memenuhi pikirannya. Ia tak ingin Hayoung sakit karena hal ini, karena
ia tak ingin senyuman Hayoung yang selama ini ia tunjukkan padanya pudar begitu
saja.
“Ijinkan aku seperti ini untuk
sesaat. Aku ingin memelukmu untuk yang terakhir kalinya” Kwangmin semakin
mempererat pelukannya, sementara isak tangis Kayoung makin terdengar jelas.
In Hayoung
Hayoung sedang berada di ruang music
saat ini. ia hanya ingin menangis dan menenangkan dirinya ditempat sepi seperti
ini, karena ia tak ingin ada seorang pun yang melihatnya menangis.
“Hayoung tidak boleh menangis.
Hayoung harus kuat. Hayoung harus percaya pada Kwangmin-oppa!” Hayoung terus
menyemangati dirinya sendiri. Tapi pada kenyataannya air matanya terus mengalir
tanpa henti.
“Ya. Kenapa kau malah menangis!”
Hayoung merutuki dirinya sendiri.
“Ya. Hayoung-ah, aku mencarimu
kemana-mana ternyata kau disini?” Hayoung tahu kalau itu adalah suara Kwangmin,
ia sadar bahwa derap langkah itu semakin mendekat kearahnya. Hayoung buru-buru
menyeka air matanya dan ia pun berbalik sambil menunjukkan senyum indahnya
supaya Kwangmin tidak curiga.
“Nde oppa” Hayoung terus mencoba
untuk tersenyum ceria.
“Apa kau habis menangis?” Kwangmin
curiga, lalu ia mendekati Hayoung. Ia menyentuh bekas air mata yang menganak
sungai di pipi Hayoung.
Hayoung buru-buru menepis tangan
Kwangmin.
“Aniyo. Mana mungkin aku menangis.
Hehehe. . . “ Hayoung tertawa tidak jelas. Kwangmin merasa sakit saat melihat
Hayoung menyembunyikan ekspresi sedih itu darinya.
TES TES TES
Kwangmin menunduk, tanpa terasa air
matanya telah menetes.
“Oppa? Wae?” Hayoung panik saat
melihat air mata Kwangmin.
GREP
Kwangmin memeluk Hayoung erat dan
menangis di pundak gadisnya.
“Mianhae. Karena aku telah membuatmu
menangis. Aku tidak bermaksud seperti itu. Mianhae. Nan jeongmal mianhae, nan
jeongmal saranghae, nan jeongmal saranghae, nan jeongmal saranghae, nan
jeongmal saranghae . . . ” Kwangmin terus menggumamkan kalimat tersebut,
semakin lama semakin lemah. Hayoung sudah tidak tahan lagi menyimpan air
matanya, ia menangis di dada Kwangmin, ia tak ingin mengatakan apa-apa saat
ini, karena ia ingin Kwangmin tahu tentang perasaannya saat ini memalui isak
tangisnya.
*__*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar