Cari Blog Ini

Senin, 16 Juni 2014

In My Dream Chapter 05



Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin, Hayoung.
Other Cast: Member Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life, Romance.
Disclaimer: Fanfic ini terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^


Chapter 05
            Rombongan SOPA telah sampai di tempat tujuan pertama, yaitu JYP Entertainment.
            “Wah. Sekarang kita ada di JYP. Aku ingin sekali bertemu dengan 2PM dan 2AM” seru Youngmin.
            “Itu sudah pasti. Aku juga yakin kalau 2PM-sunbaenim akan memberikan sambutan khusus untuk kita” Kayoung menanggapi.
            “Itu pasti menyenangkan” Youngmin tersenyum.
            “Kalian jangan terlalu banyak berharap” Sehun tiba-tiba ikut dalam pembicaraan itu.
            “Apa salahnya berharap. Aku sungguh ingin menjadi trainee disini” kata Youngmin.
            “Aku sama sekali tak tertarik dengan agensi ini. aku lebih tertarik dengan SM. Agensi sebesar SM adalah harapan semua orang”
            “Bukankah JYP juga agensi besar, hyung?” tanya Youngmin.
            “Itu memang benar. Tapi aku sama sekali tak tertarik”
            “Ah wae? Padahal aku sedikit tertarik dengan JYP. Apalagi disini ada idolaku, Taecyeon-sunbaenim” kata Suzy.
            “Ya. Suzy-ah, jangan coba-coba kau bermain dibelakangku” Sehun sedikit cemberut.
            “Arraseo”
            Mereka semua diberi pengarahan oleh manajer JYP mengenai kelebihan-kelebihan artis-artis JYP serta peraturan-peraturan yang diterapkan di JYP.
Skip Time . . .
            Waktu kunjungan di JYP akan segera usai. Para siswa SOPA bersiap diruang auditorium JYP Entertainment. Manager JYP akan segera mengucapkan salam penutup untuk acara hari ini.
            “Kami akan membentuk girl group baru yang akan debut sekitar dua bulan lagi, dan kami masih kekurangan satu member. Kami tertarik dengan salah satu murid SOPA. Untuk siswa yang bernama Bae Suzy, kami memilih anda untuk masuk kedalam girl group baru kami. Jika anda setuju, maka segera konfirmasi langsung pada staf JYP” Suzy sangat syok, tak terkecuali siswa-siswi yang lain, terutama Sehun.
            “Apa kau akan menerimanya?” tanya Sehun.
            “Aku tidak tahu. Aku akan memikirkannya terlebih dahulu” balas Suzy.
            “Kami juga tertarik dengan si kembar Jo Youngmin dan Jo Kwangmin. Kami ingin kalian bergabung menjadi trainee JYP. Jika kalian setuju, maka segera konfirmasi juga ke staf JYP secepatnya. Demikian pengumuman tersebut kami sampaikan. Kami atas nama keluarga besar JYP Entertainment mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dari SOPA” dengan itu manager utama JYP dengan resmi menutup acara tersebut.
            “Wah! Kwangmin-oppa, kau terpilih jadi trainee JYP. Itu keren sekali. Agensi sebesar JYP sangat banyak diinginkan oleh para artis papan atas” Hayoung berseru gembira.
            “Kau terlalu berlebihan Hayoung-ah!” balas Kwangmin.
            “Apa kau akan menerima tawaran itu Kwangminnie?” tanya Youngmin.
            “Tidak. Aku tidak akan menerimanya”
            “Wae?”
            “Aku sama sekali tak berminat dengan JYP”
            “Baiklah, kalau begitu aku juga ikut denganmu” Youngmin sedikit kecewa, karena sebenarnya ia ingin sekali menjadi artis besar di agensi sebesar JYP.
            “Jika kau ingin, terima saja. Tidak usah pedulikan aku” kata Kwangmin yang seolah tahu isi hati Youngmin.
            “Tidak. Aku ingin bersamamu sampai akhir, karena aku ingin jalan yang kita lalui adalah sama. Karena aku ingin kita berjuang bersama, bukannya berdiri sendiri-sendiri” Kwangmin diam, ia sangat terharu mendengar ucapan hyung-nya. Hayoung hanya diam sambil mendengarkan ucapan saudara kembar yang ada disekitarnya. Ia merasa terharu dengan kata-kata Youngmin.
Skip Time . . .
            Kwangmin dan Hayoung sedang berangkat sekolah bersama hari ini, itu karena Sehun harus menjalani trainee di SM. Ya, beberapa waktu lalu saat kunjungan ke SM Entertainment, Sehun terpilih menjadi salah satu trainee SM, sehingga ia jarang masuk sekolah sekarang, sedangkan Suzy juga harus trainee di JYP, karena 2 bulan lagi ia akan segera debut dengan girl group barunya yang belum diketahui namanya. Sedangkan Kwangmin dan Youngmin telah menolak tawaran untuk menjadi trainee di JYP. Hayoung juga terpilih menjadi trainee di Cube Entertainment, tapi hari ini ia tidak ada jadwal latihan, sehingga ia memilih untuk masuk sekolah.
            “Oppa, setelah ini aku akan jarang bertemu denganmu. Aku yakin aku tidak akan baik-baik saja, karena pasti aku akan merindukanmu” kata Hayoung pada Kwangmin dengan sedikit manja. Ya, Hayoung sering bersikap manja pada Kwangmin sekarang.
            “Aku akan mengunjungimu saat pulang sekolah” balas Kwangmin.
            “Wah! Jengmalyo?”
            “Nde!” lalu Hayoung tersenyum ceria setelah mendengar jawaban Kwangmin.
            “Kau selalu ceria ya Hayoung-ah. Itu bagus sekali!” kata Kwangmin sambil membalas senyum Hayoung.
            “Bukankah sebentar lagi adalah hari ulang tahunmu? Kau ingin hadiah apa dariku?” tanya Kwangmin.
            “Wah! Ternyata oppa mengetahuinya. Aku senang sekali. Aku ingin sebuah kencan yang romantis” kata Hayoung dengan penuh harap.
            “Apakah hanya itu?” tanya Kwangmin lagi.
            ‘Aku ingin cinta tulus Kwangmin-oppa’ batin Hayoung dengan senyum pedih.
            “Nde. Hanya itu” balas Hayoung dengan senyum yang terpaksa.
Skip Time . . .
            9 Juli, hari ini adalah hari spesial bagi seseorang. Mun Kayoung telah genap berusia 17 tahun sekarang.
“Kayoungie, saengil cukkae. Ini kado untukmu, kuharap kau suka” Youngmin mengucapkan selamat ulang tahun pada Kayoung sembari memberikan sebuah kado yang bungkusnya berukuran kecil dan panjang.
“Gomawo” balas Kayoung sambil menerima kado dari Youngmin. Lalu ia membuka kado dari Youngmin, dan ia tersenyum tipis saat mengetahui apa yang ada dibalik kotak kado tersebut.
“Youngmin-ah! Gelang ini bagus sekali. Pasti ini sangat mahal, terimakasih atas kadonya” Kayoung langsung memakai gelang pemberian Youngmin.
“Itu adalah gelang keberuntungan. Semoga hidupmu selalu dipenuhi dengan kebeuntungan” kata Youngmin menjelaskan.
“Benarkan apa yang kau katakan?”
“Nde! Itu benar asalkan kau percaya”
“Nde. Aku percaya itu” Kayoung menatap sedih orang-orang yang ada disekelilingnya, tak ada lagi yang peduli dengannya kecuali Youngmin, bahkan Kwangmin pun tak mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.
Hayoung datang menghampiri Kayoung sambil tersenyum dan membawa sekotak kado.
“Unnie, saengil cukkae” kata Hayoung dengan senyum cerianya sembari memberikan sebuah kado untuk Kayoung.
BUG
Kado dari Hayoung jatuh karena Kayoung menepisnya.
“Aku tidak butuh apapun darimu, termasuk ucapan selamat ulang tahun!” Kayoung menatap Hayoung dengan tajam, kini mereka telah menjadi pusat perhatian.
Kwangmin terlihat marah, ia datang pada pusat perhatian tersebut.
“Kenapa kau bersikap kasar pada Hayoung!”
“Wae? Apa kau tidak suka?”
“Tentu saja aku tidak suka!” Kwangmin semakin marah pada Kayoung.
“Jika kau tak suka, tolong beritahu ‘dia’ untuk tidak menggangguku!” Kayoung menuding Hayoung dengan kejam dan kasar. Hayoung yang ketakutan hanya bisa diam.
“Hayoung hanya mencoba peduli padamu. Tapi kenapa kau memperlakukannya dengan buruk?”
“Itu karena aku membenci OH HAYOUNG. Aku benci dengan segala yang ada padanya. Aku benci sikap manjanya, aku benci suara indahnya, aku benci kepolosannya, aku benci dengan kecantikannya, dan aku benci karena dia telah merebutmu dariku!” Youngmin terkejut dengan kata-kata Kayoung.
‘Apa maksudnya semua ini?’ Youngmin berbicara dalam hati.
Kwangmin menarik tangan Kayoung, sedangkan Hayoung dan Youngmin hanya bisa diam saat melihat kepergian mereka.
In Sport Room
            “Dengarkan aku Kayoung-ah. aku memang menyukaimu, tapi aku tak ingin menyakiti Youngmin-hyung, karena aku tahu betapa ia mencintaimu. Jika kau memang benar-benar mencintaiku, maka aku ingin meminta satu hal darimu” Kwangmin berkata dengan sangat tulus.
            “Apa itu?” tanya Kayoung yang sudah lebih terkontrol dari emosinya daripada sebelumnya.
            “Cintai Youngmin-hyung untukku. Jika itu sulit bagimu, maka cobalah setidaknya bersikap baik dan lembut terhadapnya. Karena Youngmin-hyung lebih pantas kau cintai dibandingkan dengan aku”
            “Nan jeongmal joahae, nan neomu saranghae Kwangmin-ah. Aku tidak bisa mencintai Youngmin sedikit pun. Meski kalian kembar, aku tetap tidak bisa mencintai Youngmin seperti aku mencintaimu. Mianhae aku tak bisa” seiring dengan berakhirnya ucapan Kayoung, Kwangmin mulai berjalan meninggalkan tempat tersebut, tapi tiba-tiba,
            GREP
            Kayoung memeluk Kwangmin dari belakang, seolah tak mengijinkannya untuk pergi.
            TES TES TES
            Air mata Kayoung sudah tak bisa dibendung lagi, ia sudah terlanjur sakit hati karena cintanya pada Jo Kwangmin.
            “Jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Aku tak ingin kau melakukan ini” Kayoung mencoba memohon.
            Kwangmin berbalik dan ia memeluk Kayoung erat, seolah tak rela untuk melepaskan cintanya. Tapi, ia begitu bimbang, disaat ia bersama Kayoung seperti saat ini, bayang-bayang Hayoung selalu memenuhi pikirannya. Ia tak ingin Hayoung sakit karena hal ini, karena ia tak ingin senyuman Hayoung yang selama ini ia tunjukkan padanya pudar begitu saja.
            “Ijinkan aku seperti ini untuk sesaat. Aku ingin memelukmu untuk yang terakhir kalinya” Kwangmin semakin mempererat pelukannya, sementara isak tangis Kayoung makin terdengar jelas.
In Hayoung
            Hayoung sedang berada di ruang music saat ini. ia hanya ingin menangis dan menenangkan dirinya ditempat sepi seperti ini, karena ia tak ingin ada seorang pun yang melihatnya menangis.
            “Hayoung tidak boleh menangis. Hayoung harus kuat. Hayoung harus percaya pada Kwangmin-oppa!” Hayoung terus menyemangati dirinya sendiri. Tapi pada kenyataannya air matanya terus mengalir tanpa henti.
            “Ya. Kenapa kau malah menangis!” Hayoung merutuki dirinya sendiri.
            “Ya. Hayoung-ah, aku mencarimu kemana-mana ternyata kau disini?” Hayoung tahu kalau itu adalah suara Kwangmin, ia sadar bahwa derap langkah itu semakin mendekat kearahnya. Hayoung buru-buru menyeka air matanya dan ia pun berbalik sambil menunjukkan senyum indahnya supaya Kwangmin tidak curiga.
            “Nde oppa” Hayoung terus mencoba untuk tersenyum ceria.
            “Apa kau habis menangis?” Kwangmin curiga, lalu ia mendekati Hayoung. Ia menyentuh bekas air mata yang menganak sungai di pipi Hayoung.
            Hayoung buru-buru menepis tangan Kwangmin.
            “Aniyo. Mana mungkin aku menangis. Hehehe. . . “ Hayoung tertawa tidak jelas. Kwangmin merasa sakit saat melihat Hayoung menyembunyikan ekspresi sedih itu darinya.
            TES TES TES
            Kwangmin menunduk, tanpa terasa air matanya telah menetes.
            “Oppa? Wae?” Hayoung panik saat melihat air mata Kwangmin.
            GREP
            Kwangmin memeluk Hayoung erat dan menangis di pundak gadisnya.
            “Mianhae. Karena aku telah membuatmu menangis. Aku tidak bermaksud seperti itu. Mianhae. Nan jeongmal mianhae, nan jeongmal saranghae, nan jeongmal saranghae, nan jeongmal saranghae, nan jeongmal saranghae . . . ” Kwangmin terus menggumamkan kalimat tersebut, semakin lama semakin lemah. Hayoung sudah tidak tahan lagi menyimpan air matanya, ia menangis di dada Kwangmin, ia tak ingin mengatakan apa-apa saat ini, karena ia ingin Kwangmin tahu tentang perasaannya saat ini memalui isak tangisnya.
*__*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar