Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

I You and Him Chapter 02



I You and Him
Author: Shin Kyona
Main Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other Cast: Temukan sendiri



CHAPTER 02
            Youngmin pulang sendiri lagi hari ini. Sejak SMA ia selalu berangkat dan pulang sekolah sendirian, tidak seperti dulu, Kwangmin selalu berada di sampingnya sejak kecil, apapun yang terjadi, tetapi semenjak orang tuanya lebih menyayangi dirinya dibandingkan dengan Kwangmin, hubungannya dengan adik kembarnya itu menjadi semakin buruk. Bahkan sejak saat itu Kwangmin tidak pernah memanggilnya hyung lagi.
Skip Time
Kwangmin POV
            Malam ini aku akan mengungkapkan perasaanku padanya. Aku tidak ingin keduluan oleh laki-laki lain, kerena seperti yang orang-orang tahu, bahwa ia sangat menarik dan pasti banyak pula yang menginginkannya. Aku tidak ingin hal itu terjadi, karena dia hanya boleh menjadi miliku seorang.
            “Ckreekkk . . .” pintu kamarku terbuka. Benar saja dugaanku, ternyata orang itu sudah pulang. Cih! Bahkan aku tak sudi menyebut namanya.
            “Kwangminnie, kau sudah pulang rupanya. Tidak biasanya?” apa-apaan dia itu? Apa dia tak suka aku pulang kerumah? Tentu saja aku pulang karena ini juga rumahku.
            “Itu bukan urusanmu!” jawabku dingin.
            “Ya! Sudah berapa kali kubilang kalau urusanmu juga urusanku. Aku ini hyungmu!” sepertinya dia tidak bisa membentakku, bahkan ucapannya terdengar menggelikan di telingaku.
            “Apa yang kau bicarakan? Bahkan kau hanya lebih tua 6 menit dariku” jawabku santai.
            “Ya! Tetap saja aku ini lebih tua darimu Jo Kwangmin!” aku abaikan saja ucapannya dan aku segera menutupi tubuhku dengan selimut, udara diluar sangat dingin, ya karena ini memang sedang musim dingin. Lebih baik aku tidur daripada mendengar ocehan Jo Youngmin yang tidak jelas itu.
            “Ya! Jo Kwangmin! Kenapa kau tidak pernah mendengarkanku!”
            Kwangmin sudah tenggelam dalam mimpinya ketika Youngmin berteriak-teriak tidak jelas.
End Kwangmin POV
            Malam telah tiba, kini Kwangmin sudah bersiap-siap untuk menemui seseorang.
            “Kau mau kemana?” Youngmin yang sedang membaca buku di sofa ruang tamu mengalihkan pandangannya pada Kwangmin yang terlihat berbeda malam ini.
            “Itu tidak penting untukmu” masih dengan nada dingin.
            “Tentu saja itu penting bagiku. Apa kau akan berkencan dengan seseorang?” tanya Youngmin lagi sehingga membuat Kwangmin mendengus kesal.
            “Aish! Cerewet sekali orang ini. Kenapa dia selalu ingin tahu urusanku!” batin Kwangmin  kesal.
            “Aish! Sudahlah! Aku akan kencan atau tidak, lagipula itu bukan urusanmu! Urus saja urusanmu sendiri!” Kwangmin berlalu dari hadapan hyungnya dan kemudian ia langsung tancap gas.
            “Ya! Kenapa kau selalu bertindak sesuka hatimu!” Youngmin sedikit berteriak, tetapi percuma, sekeras apapun ia berteriak, Kwangmin tidak akan pernah mendengarkannya.
Krystal Setting
Krystal POV
            Kenapa tiba-tiba Kwangmin mengajakku berkencan. Kurasa ia sangat dingin selama ini. Aku sungguh tak menyangka kalau dia akan mengajakku berkencan.
            “Ting . . . Tong . . .” ah, pasti Kwangmin sudah datang.
            Aku segera menuruni anak tangga apartemen mewah milik orang tuaku. Ya aku memang tinggal sendirian di apartemen ini. Orang tua dan kakakku berada di San Fransisco, sedangkan aku lebih memilih tinggal disini, karena aku rasa disini lebih nyaman.
            Aku segera membuka pintu apartemenku. Kulihat Kwangmin sudah menungguku. Aku segera mengunci apartemenku lalu mengikutinya.
            Aku mengenakan jins hitam setengah paha dengan atasan t-shirt casual berwarna kuning, syal coklat serta jaket tebal yang sewarna dengan jins-ku, dan sepatu coklat yang menutupi sampai mata kakiku.
            Kulihat Kwangmin sangat keren hari ini. Ia mengenakan celana jins panjang biru dongker, t-shirt putih, jaket yang sewarna dengan celana jins-nya, dan sepatu kets merah hitam. Tapi ada yang sedikit berbeda darinya.
            “Apa kau memotong rambutmu?” tanyaku.
            “Nde? Wae? Apa aku terlihat sangat tampan?” dia memang percaya diri sekali, harusnya aku tak menanyakan hal itu padanya. Ku akui ia memang sedikit lebih tampan dari sebelumnya, tapi aku tak akan mengatakan langsung padanya, karena pasti dia akan besar kepala.
            “Sudahlah! Lebih baik kita segera berangkat!” aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
            “Ternyata kau sudah tidak sabar ya? Baiklah ayo kita berangkat sekarang!”
End Krystal POV
            Beberapa saat kemudian, Kwangmin dan Krystal sudah sampai di tempat tujuan. Kini mereka sedang memesan makanan di restoran yang terletak di tepi Sungai Han. Suasana sangat romantis, Kwangmin rasa ini adalah saat yang tepat untuknya menyatakan perasaannya pada gadis ini.
            “Soojung-ah! Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” Kwangmin menatap serius ke arah Krystal.
            “Nde? Katakan saja apa yang ingin kau katakan” Krystal hanya membalasnya dengan santai.
            “Aku tidak tahu kenapa aku menjadi seperti ini. Bahkan rasa ini telah mengalahkan rasa benciku terhadap orang-orang disekitarku” Kwangmin mulai memegang tangan Krystal. “Bahkan perasaan ini sudah membuatku membuang jauh-jauh ego dan harga diriku. Saranghae! Jadilah yeojachingu-ku?” lanjutnya, bahkan Kwangmin belum pernah berbicara sepanjang ini sebelumnya.
            “Mwo! Apa yang kau katakan?” Krystal tampak terkejut.
            “Wae? Apa kau tidak menyukaiku?”
            “Ani. Bukan seperti itu. Hanya saja aku tidak terbiasa dengan keadaan ini, karena kupikir kau adalah teman baikku selama ini. Kita selalu belajar di klub olahraga yang sama dan kau selalu mengajariku. Aku hanya tidak menyangka kalau ini akan terjadi” jelas Krystal panjang lebar.
            “Tidak bisakah kau mengubah cara pandangmu terhadapaku dari seorang teman menjadi seseorang yang lebih spesial bagimu?” Kwangmin berharap, mungkin saja Krystal akan mengubah cara pandang terhadap dirinya.
            “Mianhae Kwangmin-ah! Tapi aku sudah menyukai seseorang. Mianhae! Aku tidak bisa!” Krystal segera pergi dari hadapannya, Kwangmin tak bisa menahannya untuk tetap tinggal.
            “Soojung-ah! Tunggu! Jangan pergi!” SAKIT. Ya, itulah yang sekarang Kwangmin rasakan. Ia telah gagal mendapatkan cinta pertamanya. Bagaimana bisa? Ini terlalu awal untuk sebuah penolakan.
***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar