Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

I You and Him Chapter 12 (END)



I You and Him
Author: Shin Kyona
Main Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other Cast: Temukan sendiri


CHAPTER 12
            Jo Twins sudah pulang dari sekolah. Kini mereka sudah sampai dirumah mereka. Youngmin menekan bel pintu rumah mereka, dan hal yang sangat mengejutkan mereka adalah, orang yang membukakan pintu bukanlah pembantu seperti biasanya tetapi eomma mereka.
            “Youngmin-ah, Kwangmin-ah, kalian sudah pulang rupanya. Cepat ganti baju, cuci tangan dan kaki kalian, lalu turun ke bawah untuk makan siang. Arraseo!” eomma mereka tersenyum.
            “Arraseo!” balas Youngmin sedangkan Kwangmin hanya diam. Tidak biasanya eomma-nya akan begitu perhatian pada mereka.
Skip Time
            Kwangmin dan Youngmin sudah selesai makan. Mereka makan siang ditemani oleh eomma mereka, appa mereka sedang bekerja, jadi tidak bisa menemani mereka untuk makan siang.
            “Youngmin-ah, Kwangmin-ah, seminggu lagi bukankah ulang tahun kalian? Undanglah teman-teman kalian untuk datang ke rumah. Eomma akan siapkan pesta yang meriah untuk kalian. Eomma akan menyuruh appa libur bekerja agar bisa merayakan ulang tahun kalian” Jo Twins hanya bisa saling memandang heran. Tidak biasanya eomma-nya mau meluangkan waktu untuk mereka, biasanya eomma dan appa-nya hanya sibuk mengurusi bisnis mereka saja.
            “Baiklah eomma, kami akan mengundang teman-teman” Youngmin menanggapi kata-kata eommanya, lagi-lagi Kwangmin hanya bisa diam.
            “Kalian bermainlah! Eomma akan bereskan sisa makanan ini” Youngmin pun pergi dari ruang makan. Ia harus mengerjakan PR Matematika dari Kyuhyun-sonsaengnim. Kwangmin masih duduk di depan meja makan sambil mengamati eomma-nya membereskan sisa-sisa makan siang tadi.
            “Kwangmin-ah! Kau tidak ingin main atau belajar?” tanya eomma-nya.
            “Eomma” panggil Kwangmin.
            “Nde. Ada apa Kwangmin-ah?” tiba-tiba saja Kwangmin memeluk eomma-nya dan tanpa terasa air matanya menetes begitu saja.
            “Mianhae eomma, karena selama ini aku selalu mengecewakanmu”
            “Seharusnya eomma yang minta maaf padamu Kwangmin-ah. Eomma baru sadar kalau selama ini eomma sudah berlaku tidak adil pada anak-anak eomma sendiri. Eomma selalu membanding-bandingkanmu dengan hyung-mu. Sekarang eomma tahu, kalau kau berbeda dengan Youngmin. Youngmin memang pandai dalam bidang sains, tapi kau juga pandai dalam bidang olahraga. Kalian adalah anak kembar, bukan berarti kalian harus sama persis. Kalian memiliki karakter masing-masing yang akhirnya akan saling melengkapi satu sama lain. Eomma bangga punya anak-anak yang berbakat seperti kalian”
            “Gomawo eomma” tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang mengamati mereka dari balik pintu. Dia adalah Youngmin, Youngmin tersenyum karena akhirnya ia bisa mempersatukan eomma dan dongsaeng-nya.
Skip Time
            24 April 2012. Hari ini merupakan hari ulang tahun Jo Twins yang ke 17 tahun. Jo Twins mengadakan pesta ulang tahun yang sangat meriah di halaman belakang rumah mereka. Konsep mereka kali ini adalah Garden Party. Jo Twins mengenakan setelan jas hitam sehingga membuat mereka tampak lebih menawan. Mereka mengundang teman-teman sekelas dan teman-teman akrab mereka. Tak terkecuali Minwoo, Hayoung, dan Krystal. Bahkan mereka juga mengundang guru-guru mereka, seperti Leeteuk-sonsaengmin selaku kesiswaan, Donghae-sonsaengnim selaku guru olahraga, Seohyun-sonsaengnim selaku guru musik, Kyuhyun-sonsaengnim selaku guru matematika, Yoona-sonsaengnim selaku guru dance, dan Taeyeon-sonsaengnim selaku guru vokal. Selain itu banyak juga teman-teman bisnis keluarga Jo yang datang untuk merayakan HUT anak kembar keluarga Jo.
            “Selamat malam para tamu undangan. Terima kasih sudah hadir dalam acara ulang tahun anak kembar kami Jo Youngmin dan Jo Kwangmin yang ke-17 tahun. Saya Jo Kyungmin selaku appa dari mereka mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran semuanya”
            “Soojung-ah!” seorang laki-laki paruh baya datang bersama dua orang perempuan, yang satu sudah paruh baya dan yang satunya lagi masih muda.
            “Appa, eomma, Sica-eonnie, apa yang kalian lakukan disini?” Krystal sangat syok mengetahui seluruh keluarganya berkumpul disini.
            “Tenanglah Soojung-ah. Nanti kau juga akan tahu” Jessica membuat adiknya semakin penasaran.
            “Aish! Jinjja!”
            “Sebelum kami masuk pada acara inti. Saya akan mengatakan satu kabar gembira dulu. Saya akan menjodohkan anak saya Jo Youngmin dengan anak teman saya Jung Soohwan. Hari ini juga kita akan mengikat mereka malalui suatu pertunangan. Untuk itu Youngmin-ah dan Soojung-ah dipersilahkan untuk bertukar cincin” baik Youngmin maupun Krystal merasa sangat syok. Perasaan terkejut sekaligus senang datang menghampiri mereka. Mereka tidak tahu kalau selama ini orang tua mereka berteman baik.
            “Appa, gomawo appa. Gomawo eomma. Gomawo eonnie. Aku sangat bahagia” Krystal hampir meneteskan air mata.
            “Ayo cepat maju kedepan Soojung-ah. Youngmin-ah sudah menunggumu. Terimakasihnya nanti saja” Jessica mengatakannya sambil tersenyum. Krystal pun berjalan menuju Youngmin. Youngmin telah menunggunya sambil tersenyum bahagia.
            Acara tukar cincin telah dilakukan, sekarang Youngmin dan Krystal telah resmi bertunangan.
            “Eomma tetap saja tidak adil. Kenapa hanya memberikan kejutan pertunangan untuk Youngminnie-hyung” Kwangmin pura-pura merajuk. Eomma-nya hanya bisa tersenyum.
            “Kwangmin-ah. Kau belum pernah memperkenalkan yeojachingu-mu pada eomma, bagaimana mungkin eomma bisa menjodohkanmu?”
            “Hehehe. . . Tidak eomma, aku hanya bercanda. Lagipula aku masih terlalu muda untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan seorang perempuan. Tapi aku akan belajar dari Youngmin-hyung”
            “Baguslah kalau begitu!”
            Jo Twins sudah melewati acara inti yaitu potong kue sedari tadi, tapi Kwangmin tidak menemukan Hayoung disisinya. Dimana sebenarnya Hayoung berada.
            Kwangmin pergi keluar. Ia mencari keberadaan Hayoung tetapi tidak juga ketemu.
Kwangmin POV
            Hayoung-ah, kau ada dimana? Kenapa kau senang sekali membuatku khawatir.
            “Hiks. . . Hiks. . . Hiks. . .” aku mendengar seseorang menangis dibalik pohon, kuhampiri pohon tersebut.
            “Hayoung-ah! Apa yang kau lakukan disini?” aku terkejut Hayoung sudah meringkuk dibalik pohon, Kwangmin pun langsung memeluknya.
End Kwangmin POV
Flashback
            “Hei, kau? Siapa kau berani-beraninya datang ke pesta ulang tahun Jo Twins-oppa. Bukankah kau hoobae yang selalu menggoda Kwangmin-oppa. Dasar wanita murahan!” seorang sunbae datang dan mencaci maki Hayoung.
            “Lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku memukul dan menjambak rambutmu! Cepat pergi sekarang juga!” satu orang lagi berkata demikian pada Hayoung. Hayoung pun sudah tidak kuat lagi, akhirnya ia memutuskan untuk pergi dan berlari menjauh dari sunbae-sunbae itu.
End Flashback
            “Cih! Sialan! Katakan padaku siapa mereka?” Kwangmin tampak marah saat mengetahui gadisnya menderita.
            “Sayangnya aku tidak mengenalnya oppa” Hayoung sudah tidak menangis lagi, pelukan Kwangmin membuatnya sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
            “Lain kali kau tidak boleh diam saja. Katakan padaku jika terjadi sesuatu. Aku akan melindungimu”
            “Gomawo oppa”
            “Hayoung-ah. Aku sudah memutuskan. Bahkan aku sudah melarang Youngmin-hyung mendekatimu lagi! Aish! Lagipula Youngmin-hyung dan Krystal sudah bertunangan”
            “Mwo? Bertunangan? Kapan?” Hayoung tampak terkejut.
            “Tadi saat pesta ulang tahun kami. Appa Krystal adalah teman bisnis appa-ku. Mereka menjodohkan Youngmin-hyung dan Krystal”
            “Baguslah kalau begitu. Akhirnya mereka bisa bersatu”
            “Lalu bagaimana dengan kita?” tanya Kwangmin penuh harap.
            “Apanya yang bagaimana oppa?”
            “Kau tidak ingin bertunangan denganku juga?”
            “Berpacaran saja belum apalagi bertunangan?”
            “Baiklah! Would you be my girlfriend?” Kwangmin mengeluarkan mawar merah dari dalam saku jasnya.
            Hayoung menerima mawar tersebut sambil tersenyum bahagia.
            “Nde oppa” Kwangmin membalasnya dengan pelukan hangat.
            “Saranghae chagiya”
            “Nado saranghae oppa” Kwangmin pun melepaskan pelukannya.
            “Hayoung-ah. Kau telah melupakan satu hal hari ini!”
            “Mwo-ya?” Hayoung mengerutkan dahinya heran.
            “Aish! Jinjja! Bagaimana mungkin kau lupa?”
            “Memangnya aku melupakan apa oppa?”
            “Hari ini kan hari ulang tahunku dan kau belum mengucapkan selamat ulang tahun untukku!” Kwangmin pura-pura marah.
            “Jinjja! Mianhae oppa. Aku benar-benar lupa mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Mianhae oppa, jebal jangan marah!” Hayoung tampak memohon tapi Kwangmin masih pura-pura marah.
            “Ayolah oppa, kau tidak mau memaafkanku?”
            “Oppa” Hayoung menggoyang-goyangkan lengan Kwangmin, tapi tetap tidak ada respon sama sekali.
            “Oppa, jeongmal mianhae!”
            “Cium dulu!” Kwangmin membuat satu permintaan.
            “Mwo?”
            “Ayolah lakukan saja”
            Tiba-tiba,
            CUP. Hayoung mencium pipi kiri Kwangmin, wajahnya sudah semerah tomat sekarang.
            “Kenapa hanya dipipi? Ayo cium aku dibibir!” pinta Kwangmin.
            “Pabo-ya. Aku tidak mau. Kau mengajariku tidak baik oppa? Aku masih belum genap 16 tahun” sekarang Hayoung yang merajuk.
            “Nde. Nde. Arraseo!”
            Lalu mereka saling diam satu sama lain, cukup lama hampir sekitar 5 menit sebelum akhirnya Hayoung mengatakan sesuatu.
            “Oppa”
            “Nde?”
            “Saengil chukkae Kwangmin-oppa” Hayoung tersenyum pada Kwangmin.
            “Gomawo Hayoung-ah” Kwangmin membalas senyum Hayoung.
            Akhirnya Kwangmin dan Hayoung bisa bersatu seperti Youngmin dan Krystal. Mereka semua sangat bahagia dengan kehidupan mereka saat ini dan mereka berharap akan selalu bersama untuk waktu yang sangat lama (selamanya).
END
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar