Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin, Hayoung.
Other Cast: Member Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life, Romance.
Disclaimer: Fanfic ini terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^
Chapter 10
Mereka masih saja saling diam satu sama lain. Suasana begitu hening sejak
kedatangan Hayoung. Kwangmin sudah berhenti dari latihan dance-nya, sekarang ia
memilih untuk duduk disalah satu sudut ruangan yang tak jauh dari tempat
Hayoung berdiri.
‘Cih! Disaat seperti ini, kenapa
sulit sekali!’ Kwangmin sedang memerangi dirinya sendiri.
“Dimana yang lain?” tanya Hayoung
hingga memecah keheningan yang sempat tercipta beberapa saat yang lalu.
“Maksudku dimana member-ku yang lain?” lanjutnya memperjelas apa yang baru saja
ia ucapkan.
“Aku bahkan tidak tahu kalau malam ini akan ada jadwal latihan lagi dengan A Pink” balas Kwangmin. Ia memberikan
kertas yang sedari tadi ia pegang kepada Hayoung. “Mungkin ini bisa
menjawabnya” lanjut Kwangmin.
Hayoung menerima kertas itu dan
membacanya. Ternyata memo yang terdapat di kertas tersebut ditulis oleh
Boyfriend Hyunseong.
“Mungkin member-mu sedang keluar
sebentar dengan member-ku” ucapan Kwangmin seolah menjawab semua pertanyaan
yang sempat menghampiri pikiran Hayoung. “Kita tunggu saja mereka. Mungkin
sebentar lagi mereka akan kembali” lanjut Kwangmin.
Hayoung hanya diam, ia bahkan tidak
membalas ucapan Kwangmin atau menoleh kearahnya. Perasaannya sekarang sedang
campur aduk menjadi satu. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi. Mungkin diam
lebih baik, itulah yang dipikirkan Hayoung saat ini.
Keheningan kembali melanda
keduannya. Tak ada satupun diantara mereka yang mau memulai pembicaraan
terlebih dahulu.
‘Kenapa aku hanya diam saja!
Arrggghhh…!!! Bukankah ini adalah kesempatanku untuk meminta maaf? Arrggghhh
sialan…!!!’ Kwangmin masih sibuk bertarung dengan hati nuraninya. Ia tak tahu
harus melakukan apa sekarang. Padahal ia sangat tahu dan mengerti kalau saat
ini adalah kesempatan yang tepat untuk minta maaf pada Hayoung.
‘Baiklah! Tenangkan dirimu! Kau
harus mencobanya! Harus! Bukankah kau tak ingin kehilangannya? Tentu tidak!’
“Hayoung-ah? Apa kau masih marah
padaku karena kejadian waktu itu?”
DEG. Hayoung tersentak. Ia tak
percaya kalau Kwangmin akan membicarakan masalah itu lagi.
“Jika itu membuatmu terluka.
Maafkanlah aku yang bodoh ini” mohon Kwangmin. Ia berusaha menatap Hayoung,
walaupun ia tahu Hayoung tengah berusaha kuat untuk menghindarinya.
“Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa.
Lebih baik lupakan saja aku. Aku bukan Hayoung yang selemah dulu karena terlalu
mencintaimu yang jelas-jelas sama sekali tak pernah menganggapku ada” Hayoung
berdiri. Ia mencoba sekuat mungkin menjadi sosok tegar. Ia berusaha mati-matian
untuk menahan air matanya agar tidak menetes sekarang juga. Ia bangkit dan
mengambil tasnya. Ia pun berjalan menuju pintu keluar. Tampaknya dia akan
segera pergi dari hadapan Kwangmin. Mengetahui itu, Kwangmin juga ikut bangkit
dan berusaha menahan tangannya agar tidak pergi.
“Jebal! Mianhae! Jebal! Jangan
membenciku. Aku tidak bisa jika kau terus menghindariku seperti ini!” Kwangmin
terus memohon.
Hayoung melepaskan genggaman tangan
Kwangmin di tangannya yang begitu kuat. “Mianhae” ujarnya lirih, ia pun
meninggalkan Kwangmin yang masih berdiri mematung.
Di balik pintu masuk
“Sepertinya
rencana kita gagal. Bagaimana ini?” tanya Chorong pada yang lain.
“Aku tak pernah menyangka kalau akan
serumit ini” sahut Minwoo.
“Kasihan sekali Kwang” komentar
Jeongmin.
“Aku tidak bisa melihat Hayoungie
sesedih itu. Dia sangat berbeda dari biasanya. Begitu rapuh” Naeun yang
notabene-nya adalah member A Pink yang paling dekat dengan Hayoung merasa
sangat prihatin dengan keadaan yonsaeng-nya itu.
“Aku sudah menyangka kalau akhirnya
akan seperti ini” kata Youngmin yang merasa kasihan pada adik kembarnya
sendiri.
Tiga hari kemudian
A Pink Dorm
“Mwo?
Baiklah aku akan segera memberitahunya”
Chorong baru selesai mengangkat
telepon dari seseorang. Ia terlihat panic sekarang. Lalu ia menghampiri Hayoung
yang sedang bercanda tawa dengan member lain di ruang tengah dorm mereka.
“Hayoungie, kau harus tahu tentang
hal ini” Chorong berkata serius hingga membuat semua mata tertuju padanya.
“Wae unnie?” tanya Hayoung dengan
dahi berkerut karena penasaran.
“Tiga hari ini Kwangmin menolak
makan, dan keadaannya sangat buruk sekarang. Bahkan ia menolak kedatangan
dokter yang ingin memeriksa kesehatannya” Hayoung sangat syok mendengar
perkataan Chorong, begitu pula member A
Pink yang lain.
Mata Hayoung sudah berkaca-kaca. Ia
tak kuat lagi sekarang.
TES
TES
TES
“Hayoungie, I know you not fine now.
Please, don’t cry. If you cry, you’re not beautiful again. Please, don’t cry
again. So, you should meet Kwangmin to resolution this problem. Arraseo!” Yookyung
mengelus rambut Hayoung lembut dan memeluknya, Hayoung tahu, Yookyung memang
selalu bisa menenangkannya.
Boyfriend Dorm
“Kwangminnie, jebal jangan seperti
ini. Kenapa kau terus menolak untuk makan. Kau mau mati karena kelaparan, hah!”
baru kali ini Youngmin berhasil membentak Kwangmin, karena selama ini ia selalu
tak bisa jika harus menyakiti hati Kwangmin, atau bahkan sekedar berbicara
kasar padanya.
“Jika hal itu bisa membuat Hayoung
memaafkanku. Aku tak akan keberatan, hyung!” sahut Kwangmin lemah.
“You. Jinjja!” Youngmin memilih
untuk keluar dari kamar yang merupakan kamarnya, adiknya, serta Jeongmin. Jika
ia terus berada didalamnya, maka bisa saja ia meledak.
“Bersabarlah! Kwangmin hanya butuh
waktu untuk merenung” Donghyun menghampiri dan menepuk pundak Youngmin yang
masih dipenuhi amarah yang membara.
“Tapi hyung, kau tahu, tiga hari dia
sama sekali tak memakan apapun. TIGA HARI!” rupanya amarah Youngmin masih belum
sepenuhnya reda.
“Iya aku tahu. Bukan hanya kau,
tetapi kami semua juga khawatir padanya. Satu hal lagi yang perlu kau ingat
bahwa kita ini adalah keluarga, jadi kau tak perlu menanggungnya sendirian.
Arraseo!” Donghyun menepuk kepala Youngmin. Disini peran Donghyun sebagai
member tertua benar-benar terpenuhi. Dia benar-benar menjadi hyung yang baik
untuk para dongsaeng-nya.
“Gomawo hyung” Youngmin sudah mulai
tenang sekarang.
TING TONG
“Ah, siapa yang datang selarut ini?”
“Minwoo-ya, tolong bukakan pintunya”
teriakan Jeongmin membuat Minwoo bangkit dari depan TV.
“Nde!” Minwoo menuju pintu dorm
mereka dan membukakannya.
“Hayoung-ah!” Minwoo menatap Hayoung
yang sudah kacau sekali. Ia datang ke dorm Boyfriend bersama Yookyung dan
Naeun.
Jo Twins + Jeongmin Room
Hayoung menghampiri Kwangmin yang
tengah tertidur dengan nafas yang tidak teratur. Ia menyentuh dahi Kwangmin.
SANGAT PANAS. Itulah yang ia rasakan saat punggung tangannya kontak langsung
dengan dahi Kwangmin. Dipandanginya wajah tampan dihadapannya. Begitu pucat,
tidak seperti biasanya. Keringat dingin menetes dari pelipisnya.
“Oppa kau keras kepala sekali! Apa
kau ingin bunuh diri! Kau pikir itu akan menyelesaikan masalah! Kau pikir
dengan begitu aku akan memaafkanmu!” Hayoung mengucapkan amarahnya kepada orang
yang sedang terbaring lemah dihadapannya.
TES
TES
TES
Hayoung benar-benar runtuh dari
pertahanannya. Ia benar-benar bukan tipe orang yang pandai menahan sesuatu,
termasuk rasa sedih seperti ini.
“Apa kau ingin membuatku menderita
lebih dari ini? Hiks hiks hiks” katanya sambil sesenggukan. “Kau pikir aku tak
memikirkanmu selama ini? Hiks Hiks” Hayoung menunduk dalam menyembunyikan
ekspresinya.
Sebuah tangan meraih pipinya, dan
mengusap air matanya.
DEG. Hayoung terkejut, ia pun reflek
mengangkat wajahnya dari posisi sebelumnya.
“Kau tidak cantik kalau menangis”
kata Kwangmin lirih sambil terus mengusap air mata Hayoung yang terus mengalir.
“Hiks hiks hiks” Hayoung tak
menjawab ucapan Kwangmin, ia masih tetap sesenggukan seperti sebelumnya.
“Uljima! Kau terluhat kacau sekali!”
kata Kwangmin. Sekarang Kwangmin telah mengubah posisinya menjadi duduk.
“Kau bukan seperti Hayoung yang
kukenal. Yang aku tahu Oh Hayoung itu selalu tersenyum ceria apapun yang
terjadi. Itulah yang membuatku menyukainya. Ani, ani, bahkan aku sangat
mencintainya hingga seperti ini. Ah! Rasa cintaku ini sangat menyiksaku” kata
Kwangmin sambil tersenyum.
GREP
Hayoung memeluk Kwangmin erat sekali
seakan tak mau lepas. Ia menangis sejadi-jadinya disana. Kwangmin membalas
pelukan Hayoung, ia mengelus pucuk kepala gadis yang entah masih berstatus
sebagai kekasihnya atau bukan.
“Kau membuatku khawatir oppa.
Hentikan semua leluconmu yang sama sekali tidak lucu ini. Apa kau mau bunuh
diri, hah!” Hayoung masih memeluk Kwangmin erat.
“Apa kau sudah memaafkanku?”
bukannya membalas ucapan Hayoung, tetapi ia malah pindah ke topic lain.
“Ya. Jangan mengalihkan
pembicaraan!”
“Arraseo. Jadi apa kau sudah
memaafkanku?”
Hayoung melepas pelukannya pada
Kwangmin. “Terlalu sulit untuk membencimu” kata Hayoung sambil tersenyum.
“Jadi apa ini artinya kau mau
menjadi kekasihku seperti dulu lagi?” tanya Kwangmin hati-hati, ia takut kalau
Hayoung akan menolaknya.
“Apa kau pikir kita pernah putus
sebelumnya. Lalu kau pikir selama ini aku apamu?” Hayoung pura-pura ngambek
sambil mengerucutkan bibirnya.
“Kau kekasihku” Kwangmin menjawabnya
dengan yakin dan bangga.
MAMA
Hari ini
Boyfriend dan A Pink akan melakukan beberapa penampilan couple. Salah satu-nya
adalah couple dance HaKwang.
Kwangmin POV
Hari ini aku bahagia sekali, karena
ini adalah pertama kalinya kau dan aku berada di panggung yang sama. Saling
menyemangati, saling menatap satu sama lain dan memberikan keyakinan pada diri
masing-masing untuk terus bersama dan melewati semua ini dengan penuh rasa
kasih sayang. Hayoungie, jeongmal saranghanda.
Hayoung POV
Akhirnya aku dan Kwangmin-oppa bisa
bersama-sama lagi. Tak ada hal lain yang lebih membahagiakan kecuali ini. Aku
ingin selamanya tetap seperti ini, saling melengkapi satu sama lain, dan selalu
bersama apapun yang akan terjadi nantinya. Oppa, nan saranghae.
END
*__*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar