Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

Hug Scandal Chapter 06



Hug Scandal
Author: Shin Kyona
Main Cast: Boyfriend’s Kwangmin, A Pink’s Hayoung
Other Cast: Boyfriend Member, A Pink Member, SHINee’s Taemin, AOA’s Seolhyun, Hello Venus’s Yooyoung, Super Junior’s Shindong.
Genre: Romance
Disclaimer: Semua member diatas milik K-Popers, tapi cerita ini murni hasil pemikiran author. Happy reading, jangan lupa comment-nya ya readers :D



Chapter 06
            Hari ini Boyfriend dan Apink berada pada satu panggung lagi di acara HUT KBS yang ke-17 untuk menyanyikan lagu Richard Mark ‘I Will Be Waiting’. Tepuk tangan penonton mengiringi penampilan mereka. Kwangmin berusaha untuk tetap disamping Hayoung walaupun sedang diatas panggung sekali pun. Ini membuat para netizen berteriak histeris, terutama para Champions. Mereka menjadi semakin heboh saat Kwangmin menggenggam tangan Hayoung secara terang-terangan.
            ‘Where ever you go whatever you do, I will be right here waiting for you’ Jeongmin dan Eunji saling menatap satu sama lain, seperti ada aliran listrik yang menghubungkan mereka berdua.
            ‘What every takes or how my heart breaks, I wiil be right here waiting for you’ Donghyun dan Chorong juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Jeongmin dan Eunji.
            ‘You got me going crazy’ Youngmin tersenyum canggung pada Naeun, karena ia sangat tak ingin membuat seseorang menjadi cemburu.
Skip Time . . .
            “Apa kalian melihat Hayoung?” tanya Kwangmin pada member Bofi dan Apink lain yang sedang asyik mengobrol di back stage.
            “Bukannya Hayoung sedang bersamamu?” tanya Youngmin.
            “Tadinya kami memang sedang bersama, tapi Hayoung pergi ke toilet dan sampai sekarang dia belum kembali. Aku sudah mencarinya ke toilet wanita, tapi Hayoung tak ada disana” kata Kwangmin dengan panik.
            “Bagaimana ini. Maknae kami hilang. Kita harus mencarinya sekarang. Jika terjadi apa-apa dengan Hayoung, aku pastikan kau tidak akan selamat Jo Kwangmin!” Naeun mulai kebingungan.
            “Bunuh saja aku jika terjadi sesuatu pada Hayoung” kata Kwangmin.
            “Lebih baik kita berpencar untuk mencari Hayoung!” Donghyun menengahi permasalahan ini.
            “Baiklah!”
Hayoung POV
            Tiba-tiba saja ada yang menarikku saat aku baru keluar dari toilet wanita.
            “Siapa kau?” tanyaku pada seseorang yang saat ini sedang membelakangiku.
            “Kau! Gadis busuk, kenapa kau merebut Kwangmin-oppa dari kami. Kau telah membuat Kwangmin-oppa melupakan para Champions. Dasar gadis busuk!” bentak gadis itu padaku. Apa mungkin dia adalah fans Kwangmin-oppa?
            “Apa maksudmu?” tanyaku lagi.
            “Kau jangan pura-pura bodoh! Karena kau, Kwangmin-oppa jadi melupakan kami. Di acara TV manapun ia selalu menyebut namamu, bahkan sekarang ia jarang menyebut para Champions di salam-salam dan komentarnya. Cih! Gadis busuk sepertimu sangat tidak pantas bersanding dengan uri Kwangmin-oppa!” rupanya dia cemburu padaku.
            “Sebesar apa rasa cintamu pada Kwangmin-oppa?”
            “Tentu saja jauh lebih besar darimu. Siapa kau? Kau hanya orang baru dihati Kwangmin-oppa yang dengan kejam dan sengaja telah menggeser posisi kami dihati uri Kwangmin-oppa!” aku hanya bisa diam mendengarnya.
            “Kenapa kau diam heh? Apa kau merasa bersalah sekarang, apa kau sudah kehabisan kata untuk menjawab!” dia menggertakku.
            “Apa yang akan kau lakukan?” tanyaku saat mencium gelagat buruk dari gadis itu.
            “Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi dari sini hidup-hidup heh? Itu tidak akan pernah terjadi. Kau harus mati sekarang juga!” gadis itu semakin mendekatiku dan ia mengeluarkan sebilah pisau dari saku jaketnya. Ia menuding kearahku.
            “Apa ini adalah takdirku? Apa aku hanya sampai disini saja?” aku bergumam sendiri pada diriku.
            “Kau harus mati!” dia mengarahkan pisaunya padaku dan hendak menusukku, reflek aku memejamkan mataku.
            “Apakah ini akhirnya” aku bergumam. Tapi kenapa rasa sakit itu tak kunjung datang?
            “Arrggghhh!” aku mengenal suara itu, reflek aku membuka mataku. Aku melihat pemandangan yang tak ingin kulihat sama sekali, aku melihat gadis itu sangat syok, dan pisau itu telah tergeletak dan berlumur darah yang tak terlalu banyak, tapi itu bukan darahku. Itu darah Kwangmin-oppa. Kwangmin-oppa menahan pisau itu dengan tangannya.
            “Oppa! Aniyo!” teriakku dan aku pun memegangi tangan kirinya yang berlumuran darah.
            “Syukurlah, kau tidak apa-apa!” kata Kwangmin-oppa sambil tersenyum. Lihatlah oppa, mataku sudah berkaca-kaca sekarang.
            “Babo namja”
            “Mwo!” aku menangis sambil memeluknya.
            “Kwangmin-oppa, kenapa kau melindungi gadis busuk itu!” gadis itu masih berkutik.
            “Aku tidak suka jika ada seseorang yang menyebut Hayoung seperti itu!” Kwangmin-oppa sedikit marah rupanya.
            “Wae oppa? Kenapa sekarang kau jadi kasar pada fans-mu. Apa karena gadis busuk itu?”
            “Sekali lagi. Aku tidak suka jika kau memanggil Hayoung seperti itu. Kau sudah menyakitinya, itu sama saja kau juga menyakitiku. Aku sangat mencintainya. Jika kau memang seorang Champion dan mencintaiku, maka cintailah Hayoung juga. Jadi aku mohon, jangan menyakitinya lagi. Hayoung sangat berarti bagiku, begitu pula dengan para Champions. Kalian telah memiliki tempat tersendiri dihatiku. Hayoung saja rela jika aku membagi cintaku dengan kalian, kenapa kalian tidak?” Kwangmin-oppa benar-benar menyentuh hatiku. Gadis itu hanya diam setelah mendengar ucapan Kwangmin-oppa.
            “Mianhae oppa. Aku sangat menyesali perbuatanku. Kau boleh melaporkanku ke polisi” kata gadis itu.
            “Pergilah! Aku tidak akan melaporkanmu ke polisi” kata Kwangmin-oppa lembut.
            “Gomawo oppa” kata gadis itu, lalu ia bergegas pergi dengan penuh penyesalan.
End Hayoung POV
            “Oppa, gwenchana? Kita harus segera ke rumah sakit. Luka ditelapak tanganmu harus diperban” kata Hayoung.
            “Ini hanya luka kecil. Tidak perlu pergi ke rumah sakit. Kau saja yang mengobatinya” kata Kwangmin sambil menatap Hayoung intens.
            “Awalnya aku tak percaya kalau kau benar-benar mencintaiku oppa. Kukira ini hanya permainanmu untuk menutupi scandal kita, tapi sekarang aku percaya bahwa Kwangmin-oppa begitu tulus mencintaiku” mata Hayoung sudah berkaca-kaca lagi.
            “Dan aku akan membuatmu terus percaya bahwa aku sangat mencintaimu Oh Hayoung” kata Kwangmin, dan air mata Hayoung pun menganak sungai dipipinya. Tangan kanan Kwangmin terangkat untuk menghapus air mata itu, dan
            CUP
@__@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar