Hug Scandal
Author: Shin Kyona
Main Cast: Boyfriend’s Kwangmin, A Pink’s Hayoung
Other Cast: Boyfriend Member, A Pink Member, SHINee’s
Taemin, AOA’s Seolhyun, Hello Venus’s Yooyoung, Super Junior’s Shindong.
Genre: Romance
Disclaimer: Semua member diatas milik K-Popers, tapi cerita
ini murni hasil pemikiran author. Happy reading, jangan lupa comment-nya ya
readers :D
Chapter 06
Hari ini Boyfriend dan Apink berada
pada satu panggung lagi di acara HUT KBS yang ke-17 untuk menyanyikan lagu
Richard Mark ‘I Will Be Waiting’. Tepuk tangan penonton mengiringi penampilan
mereka. Kwangmin berusaha untuk tetap disamping Hayoung walaupun sedang diatas
panggung sekali pun. Ini membuat para netizen berteriak histeris, terutama para
Champions. Mereka menjadi semakin heboh saat Kwangmin menggenggam tangan
Hayoung secara terang-terangan.
‘Where ever you go whatever you do,
I will be right here waiting for you’ Jeongmin dan Eunji saling menatap satu
sama lain, seperti ada aliran listrik yang menghubungkan mereka berdua.
‘What every takes or how my heart
breaks, I wiil be right here waiting for you’ Donghyun dan Chorong juga melakukan
hal yang sama seperti yang dilakukan Jeongmin dan Eunji.
‘You got me going crazy’ Youngmin
tersenyum canggung pada Naeun, karena ia sangat tak ingin membuat seseorang
menjadi cemburu.
Skip Time . . .
“Apa kalian melihat Hayoung?” tanya
Kwangmin pada member Bofi dan Apink lain yang sedang asyik mengobrol di back
stage.
“Bukannya Hayoung sedang bersamamu?”
tanya Youngmin.
“Tadinya kami memang sedang bersama,
tapi Hayoung pergi ke toilet dan sampai sekarang dia belum kembali. Aku sudah
mencarinya ke toilet wanita, tapi Hayoung tak ada disana” kata Kwangmin dengan
panik.
“Bagaimana ini. Maknae kami hilang.
Kita harus mencarinya sekarang. Jika terjadi apa-apa dengan Hayoung, aku
pastikan kau tidak akan selamat Jo Kwangmin!” Naeun mulai kebingungan.
“Bunuh saja aku jika terjadi sesuatu
pada Hayoung” kata Kwangmin.
“Lebih baik kita berpencar untuk
mencari Hayoung!” Donghyun menengahi permasalahan ini.
“Baiklah!”
Hayoung POV
Tiba-tiba saja ada yang menarikku
saat aku baru keluar dari toilet wanita.
“Siapa kau?” tanyaku pada seseorang
yang saat ini sedang membelakangiku.
“Kau! Gadis busuk, kenapa kau
merebut Kwangmin-oppa dari kami. Kau telah membuat Kwangmin-oppa melupakan para
Champions. Dasar gadis busuk!” bentak gadis itu padaku. Apa mungkin dia adalah
fans Kwangmin-oppa?
“Apa maksudmu?” tanyaku lagi.
“Kau jangan pura-pura bodoh! Karena
kau, Kwangmin-oppa jadi melupakan kami. Di acara TV manapun ia selalu menyebut
namamu, bahkan sekarang ia jarang menyebut para Champions di salam-salam dan
komentarnya. Cih! Gadis busuk sepertimu sangat tidak pantas bersanding dengan
uri Kwangmin-oppa!” rupanya dia cemburu padaku.
“Sebesar apa rasa cintamu pada
Kwangmin-oppa?”
“Tentu saja jauh lebih besar darimu.
Siapa kau? Kau hanya orang baru dihati Kwangmin-oppa yang dengan kejam dan
sengaja telah menggeser posisi kami dihati uri Kwangmin-oppa!” aku hanya bisa
diam mendengarnya.
“Kenapa kau diam heh? Apa kau merasa
bersalah sekarang, apa kau sudah kehabisan kata untuk menjawab!” dia
menggertakku.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanyaku
saat mencium gelagat buruk dari gadis itu.
“Kau pikir aku akan membiarkanmu
pergi dari sini hidup-hidup heh? Itu tidak akan pernah terjadi. Kau harus mati
sekarang juga!” gadis itu semakin mendekatiku dan ia mengeluarkan sebilah pisau
dari saku jaketnya. Ia menuding kearahku.
“Apa ini adalah takdirku? Apa aku
hanya sampai disini saja?” aku bergumam sendiri pada diriku.
“Kau harus mati!” dia mengarahkan
pisaunya padaku dan hendak menusukku, reflek aku memejamkan mataku.
“Apakah ini akhirnya” aku bergumam.
Tapi kenapa rasa sakit itu tak kunjung datang?
“Arrggghhh!” aku mengenal suara itu,
reflek aku membuka mataku. Aku melihat pemandangan yang tak ingin kulihat sama
sekali, aku melihat gadis itu sangat syok, dan pisau itu telah tergeletak dan
berlumur darah yang tak terlalu banyak, tapi itu bukan darahku. Itu darah
Kwangmin-oppa. Kwangmin-oppa menahan pisau itu dengan tangannya.
“Oppa! Aniyo!” teriakku dan aku pun
memegangi tangan kirinya yang berlumuran darah.
“Syukurlah, kau tidak apa-apa!” kata
Kwangmin-oppa sambil tersenyum. Lihatlah oppa, mataku sudah berkaca-kaca
sekarang.
“Babo namja”
“Mwo!” aku menangis sambil
memeluknya.
“Kwangmin-oppa, kenapa kau
melindungi gadis busuk itu!” gadis itu masih berkutik.
“Aku tidak suka jika ada seseorang
yang menyebut Hayoung seperti itu!” Kwangmin-oppa sedikit marah rupanya.
“Wae oppa? Kenapa sekarang kau jadi
kasar pada fans-mu. Apa karena gadis busuk itu?”
“Sekali lagi. Aku tidak suka jika
kau memanggil Hayoung seperti itu. Kau sudah menyakitinya, itu sama saja kau
juga menyakitiku. Aku sangat mencintainya. Jika kau memang seorang Champion dan
mencintaiku, maka cintailah Hayoung juga. Jadi aku mohon, jangan menyakitinya
lagi. Hayoung sangat berarti bagiku, begitu pula dengan para Champions. Kalian
telah memiliki tempat tersendiri dihatiku. Hayoung saja rela jika aku membagi
cintaku dengan kalian, kenapa kalian tidak?” Kwangmin-oppa benar-benar
menyentuh hatiku. Gadis itu hanya diam setelah mendengar ucapan Kwangmin-oppa.
“Mianhae oppa. Aku sangat menyesali
perbuatanku. Kau boleh melaporkanku ke polisi” kata gadis itu.
“Pergilah! Aku tidak akan
melaporkanmu ke polisi” kata Kwangmin-oppa lembut.
“Gomawo oppa” kata gadis itu, lalu
ia bergegas pergi dengan penuh penyesalan.
End Hayoung POV
“Oppa, gwenchana? Kita harus segera
ke rumah sakit. Luka ditelapak tanganmu harus diperban” kata Hayoung.
“Ini hanya luka kecil. Tidak perlu
pergi ke rumah sakit. Kau saja yang mengobatinya” kata Kwangmin sambil menatap
Hayoung intens.
“Awalnya aku tak percaya kalau kau
benar-benar mencintaiku oppa. Kukira ini hanya permainanmu untuk menutupi
scandal kita, tapi sekarang aku percaya bahwa Kwangmin-oppa begitu tulus
mencintaiku” mata Hayoung sudah berkaca-kaca lagi.
“Dan aku akan membuatmu terus percaya
bahwa aku sangat mencintaimu Oh Hayoung” kata Kwangmin, dan air mata Hayoung
pun menganak sungai dipipinya. Tangan kanan Kwangmin terangkat untuk menghapus
air mata itu, dan
CUP
@__@

Tidak ada komentar:
Posting Komentar