Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin,
Hayoung.
Other Cast: Member
Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life,
Romance.
Disclaimer: Fanfic ini
terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^
Chapter 03
Pagi ini Hayoung datang ke sekolah
dengan Sehun seperti biasanya. Baru saja ia sampai pintu kelas, Kwangmin sudah
menyapanya.
“Annyeong Hayoung-ah!” sapa Kwangmin
sambil tersenyum.
“Annyeong Kwangmin-oppa!” balas
Hayoung dan membalasnya dengan senyum juga.
“Kau tak menyapaku?” tanya Sehun
pada Kwangmin.
“Untuk apa aku menyapamu? Aish!”
balas Kwangmin, lalu ia kembali ke bangkunya.
Hayoung duduk disebelah Kwangmin.
“Ya. Hayoung-ah! Nanti pulang
sekolah, aku akan menunggumu di ruang dance. Aku akan mengajarimu banyak hal.
Arraseo!”
“Arraseo!” balas Hayoung sambil
tersenyum ceria.
“Kau selalu ceria ya. Itu bagus
sekali. Teruslah bahagia. Aku suka melihatmu seperti itu” kata Kwangmin yang
membuat senyuman Hayoung lenyap seketika.
“Wae? Apa aku salah bicara?” tanya
Kwangmin bingung.
“Aniyo!” Hayoung buru-buru
menyangkalnya dan ia kembali tersenyum dengan paksa.
Youngmin dan Kayoung yang baru saja
tiba pun menghampiri Kwangmin.
“Ya! Kwangmin-ah. Kenapa kau
meninggalkan aku dan Youngmin. Aish! Kau tahu? Itu sangat tidak menguntungkan
bagiku” kata Kayoung pura-pura kesal pada Kwangmin, dan seketika itu juga
Hayoung menjauh dari Kwangmin.
“Aku hanya bosan berangkat bersama
Youngmin” balas Kwangmin bohong.
“Ah wae?” Youngmin menanggapi ucapan
dongsaeng kesayangannya.
“Aish! Aku hanya sedang tidak
ingin!” Kwangmin menegaskan hal itu dengan alasan yang ambigu.
“Aish! Jinjja! Kau seperti tidak
ingin melihatku” Youngmin pura-pura sedih.
“Ye. Itu memang benar. Aku bosan
melihatmu setiap hari setiap saat dan setiap waktu” balas Kwangmin santai.
“Baiklah! nanti aku akan pulang
sendiri dengan Kayoung” kata Youngmin.
“Shirreo. Kau pulang saja sendiri.
Aku akan pulang bersama Kwangmin-ah!” kata Kayoung pada Youngmin.
“Ya. Kau tidak dengar. Kwangmin
sedang bosan bersama kita” balas Youngmin.
“Aniyo. Dia tidak bosan bersamaku.
Dia hanya sedang bosan bersamamu”
“Kalian berdua. Aku bosan melihat
pertengkaran kalian berdua. Cobalah untuk akur sehari saja. Aku tak ingin
pulang bersama kalian berdua. Aku akan pulang dengan Hayoung nanti. Arraseo!”
Kwangmin menengahi pertengkaran kecil antara Youngmin dan Kayoung.
"Mwo?” Kayoung syok.
“Mwo?” Sehun sangat-sangat syok.
“Wae?” Kwangmin bingung dengan
respon orang-orang disekitarnya.
“Apa kau bilang. Kau ingin pulang
dengan yonsaeng kesayanganku?” tanya Sehun memastikan.
“Nde” jawab Kwangmin singkat jelas
padat.
“Aku tak akan mengijinkan adikku
pulang bersama dengan orang kutub sepertimu! Lagipula kau aneh sekali hari ini.
pagi-pagi sudah menyapa Hayoungie, dan tadi kulihat kau juga berbicara banyak
dengan Hayoung, dan sekarang kau mengatakan kalau nanti kau ingin pulang
bersama Hayoung. Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan adikku?” Sehun
menginterogasi Kwangmin.
“Wae? Apa kau cemburu kalau Hayoung
menyukai orang lain selain dirimu? Benar-benar kakak yang egois!” balas
Kwangmin santai dan itu membuat orang-orang yang ada dikelas itu syok setengah
mati termasuk Hayoung. Dia hanya bisa diam saat mendengar ucapan Kwangmin.
“Apa-apaan ini? Kwangmin-ah! Apa
mungkin kau memiliki hubungan dengan Oh Hayoung?” tanya Kayoung dengan kesal.
“Belum. Tapi itu sangat mungkin”
jawab Kwangmin.
Kwangmin datang menghampiri Hayoung
dan menarik tangannya keluar kelas.
“Kau mau kemana Kwangminnie?” tanya
Youngmin.
“Aku ada urusan dengan Hayoung”
balas Kwangmin.
“Oppa. Kita mau kemana?” tanya
Hayoung yang masih syok.
“Ikut saja!”
Sehun hanya bisa diam melihat
kepergian Hayoung dan Kwangmin. Suzy pun menghampiri kekasihnya itu.
“Sehun-ah! Tenangkan dirimu. Aku
yakin Hayoungie akan baik-baik saja. Kwangmin tidak mungkin berbuat
macam-macam” Suzy menenangkannya.
“Aku tidak yakin dengan hal itu!”
jawab Sehun lemah.
“Hyung! Kwangminnie orang yang baik.
Hanya saja kau selalu melihat sisi buruknya, sehingga ia begitu buruk dimatamu.
Kau tenang saja. Hayoung akan baik-baik saja” kata Youngmin.
Tiba-tiba saja Kayoung pergi
meninggalkan kelas, Youngmin yang mengetahui hal itu langsung mengikutinya.
“Kayoungie! Kau mau kemana?”
“Apa gadis sombong itu sedang patah
hati karena Kwangmin” kata Suzy sambil tersenyum miring.
“Mungkin saja. Bukankah dia sangat
menyukai Jo Kwangmin? Aish! Hayoung akan tertimpa masalah besar. Aku tahu
Kayoung adalah orang yang emosional” kata Sehun.
“Sepertinya kita bukan harus melindungi
Hayoung dari Kwangmin, tapi kita harus melindungi Hayoung dari gadis itu” kata
Suzy.
“Nde. Arraseo!”
HaKwang Setting
“Kenapa kita kesini oppa? Bukankah
kau bilang kau ingin mengajariku dance setelah pulang sekolah?” tanya Hayoung
penasaran saat Kwangmin membawanya keruang dance.
“Sebenarnya hari ini kita free. Jadi
kupikir aku akan mengajarimu mulai sekarang juga” balas Kwangmin.
“Darimana kau tahu kalau hari ini
free?” tanya Hayoung.
“Para guru sedang rapat untuk wisuda
anak-anak tahun ketiga. Dan itu dilaksanakan satu bulan lagi. Dalam jangka
waktu itu. Aku ingin kau menunjukkan kemampuan dance yang luar biasa” kata
Kwangmin menjelaskan.
“Satu bulan? Aku tidak yakin bisa
melakukannya” kata Hayoung pesimis.
“Kau bisa. Serahkan saja semuanya
padaku!” kata Kwangmin.
“Lihat ini!” Kwangmin memutar sebuah
lagu dan ia pun melakukan dance yang menurutnya mudah, tapi tidak untuk
Hayoung. Menurut Hayoung itu terlalu sulit untuk pemula sepertinya.
“Whoa! Itu keren sekali oppa. Aku
ingin melakukannya!” kata Hayoung dengan semangat.
“Kemarilah! Aku akan mengajarimu!”
Hayoung datang menghampiri Kwangmin
dan Kwangmin pun mulai mengajari Hayoung dimulai dari dance yang paling mudah
dahulu. Ia membenarkan bagaimana posisi tubuh, kaki, dan tangan Hayoung dengan
benar dan akhirnya setelah satu jam Hayoung mulai bisa melakukannya sendiri.
“Oppa. Aku bisa melakukannya! Whoa!
Aku senang sekali!” kata Hayoung sambil berputar-putar. Kwangmin hanya
membalasnya dengan senyuman. Tapi tiba-tiba saja kakinya salah melangkah dan,
“Aaaaa. . . !”
“Hayoung-ah hati-hati!” seru
Kwangmin, ia pun menghampiri Hayoung,
BRUUKK. Tapi ia sudah terlambat. Hayoung sudah jatuh
terlebih dahulu sebelum Kwangmin datang padanya.
“Akkhh. . . !” Hayoung kesakitan.
“Gwenchana?” Kwangmin terlihat khawatir, dan ia pun
memegangi pergelangan kaki Hayoung dan sedikit memijitnya.
“Akkhh. Sakit!”
“Kau harus menahannya” kata Kwangmin. Hayoung hanya
bisa pasrah. Kwangmin pun mulai memijit pergelangan kaki Hayoung dan,
“Arrggghhh!” Hayoung menjerit kesakitan.
“Ayo! Aku bantu berdiri!” kata Kwangmin, ia pun
berdiri dan memegangi kedua tangan Hayoung. Ia mencoba membantu Hayoung
berdiri.
“Akkhh!” Hayoung mencoba berdiri tapi ia terjatuh
lagi. “Ini masih sakit sekali oppa. Aku tak bisa berdiri” kata Hayoung.
Kwangmin pun mengangkat tubuh Hayoung dan Hayoung pun
hanya bisa terdiam dan syok. Kwangmin membawa Hayoung ke dekat dinding agar mereka
bisa bersandar pada dinding tersebut.
“Lebih baik kita disini dulu. Aku tidak akan bisa
hidup lama lagi jika Sehun tahu kalau adik kesayangannya mengalami kecelakaan
seperti ini” kata Kwangmin.
“Mwoya! Oppa. Kau berkata seolah Sehun-oppa adalah
orang yang sangat menakutkan” kata Hayoung dengan tersenyum geli.
“Wae? Bukankah itu adalah kenyataan. Sehun akan
melindungimu dari bahaya apapun dan dengan cara apapun. Bukan tidak mungkin
kalau dia akan membunuhku?”
“Aish! Kau terlalu berlebihan oppa” kata Hayoung. Lalu
mereka saling diam. Tidak ada yang berbicara dan suasana menjadi sangat hening.
“Oh Hayoung. Aku bertanya padamu. Apa aku tampan?”
Hayoung sedikit bingung dengan pertanyaan Kwangmin.
Tapi Hayoung mengakui itu, kalau Kwangmin begitu tampan.
“Kau aneh sekali oppa”
“Ya. Aku bertanya padamu. Dan kau harus menjawabnya.
Aku ulangi lagi pertanyaanku. Apa aku tampan?”
“Nde” jawab Hayoung sambil tersenyum.
“Apa aku terlihat menarik?”
“Nde” Hayoung semakin tidak paham dengan pertanyaan
aneh Kwangmin.
“Lalu apa kau menyukaiku?” tanya Kwangmin serius.
Tiba-tiba saja Hayoung menjadi bingung dan ekspresi wajahnya pun juga telah
berubah menjadi serius.
“Kalau kau diam aku anggap itu sebagai ‘IYA’” kata
Kwangmin. “Lalu apa kau mau menjadi yeojachingu-ku?” tanya Kwangmin lebih
serius dari sebelumnya.
Hayoung masih diam.
“Kenapa kau tak menjawab. Jika kau hanya diam, maka
aku anggap itu sebagai ‘IYA’”
“Wae oppa? Bukankah kemarin kau mengatakan kalau kau
menyukai Kayoung-unnie. Tapi kenapa sekarang kau mengatakan ini padaku?” tanya
Hayoung serius.
“Itu karena aku ingin melupakannya. Dan aku ingin kau
membantuku melakukan itu” balas Kwangmin.
Hayoung hanya diam setelah mendengar jawaban Kwangmin.
‘Walaupun alasanmu memintaku menjadi yeojachingu-mu karena kau ingin melupakan
Kayoung-unnie. Tapi suatu hari nanti aku ingin mendengar kalau kau ingin
menjadikanku sebagai yeojachingu-mu karena kau mencintaiku oppa’ kata Hayoung
dalam hati.
“Aku menerima permintaanmu oppa. Alasannya bukan
karena aku ingin membantumu melupakan Kayoung-unnie, tapi karena aku
benar-benar mencintaimu” kata Hayoung dengan tulus dan itu membuat Kwangmin
menatapnya.
*__*

ff nya keren gk terduga jadiannya >,<
BalasHapusnext chapter-nya udah aku post eonnie.. dibaca ya
BalasHapusne saeng, eoni baru tau kirain eoni smpai 3 hehehe :D
BalasHapusokok gomawo saeng :)