Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

I You and Him Chapter 09



I You and Him
Author: Shin Kyona
Main Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other Cast: Temukan sendiri



CHAPTER 09
            Kwangmin dan Hayoung bertemu Krystal dan Youngmin di kantin. Ekspresi wajah Kwangmin yang tadinya sedikit ceria kini sudah berubah lagi menjadi dingin.
            “Kwangminnie dan Hayoung-ah. Bergabunglah dengan kami” Youngmin menyuruh mereka berdua untuk bergabung. Krystal hanya tersenyum lembut.
            “Oppa, apa tidak apa-apa jika kita bergabung dengan mereka?” tanya Hayoung pada Kwangmin. Ia khawatir kalau Kwangmin akan marah.
            Tanpa aba-aba, Kwangmin malah menarik tangan Hayoung mendekat ke bangku Youngmin dan Krystal. Kwangmin duduk didepan Krystal sedangkan Hayoung duduk di depan Youngmin.
            “Kwangmin-oppa, kau mau pesan apa?” tanya Hayoung pada Kwangmin.
            “Terserah kau saja” balas Kwangmin datar.
            “Apa aku tidak salah dengar. Hayoung-ah, tadi kau memanggil Kwangminnie oppa bukan?” tanya Youngmin tak percaya.
            “Nde. Waeyo oppa?” tanya Hayoung bingung.
            “Tak apa-apa. Kalian terlihat lebih akrab dari sebelumnya”
            “Kwangmin-ah. Gomawo, karena kau sudah mengerti keadaanku dan Youngmin” Krystal tiba-tiba angkat bicara, Kwangmin hanya diam tak menanggapi.
            “Kwangminnie, bagaimana kalau hari ini kita pulang bersama naik mobilku, ajak Hayoung juga. Aku juga akan mengajak Soojung. Hari ini appa dan eomma akan pulang. Bukankah kau ingin memberi kejutan untuknya?” Youngmin menawarkan suatu rencana yang mungkin bisa Kwangmin terima.
            “Aku tidak ingin bertemu mereka” Kwangmin menanggapinya dengan dingin.
            “Wae? Mereka pasti merindukanmu. Apa kau tidak merindukan mereka?” tanya Youngmin.
            “Mereka hanya merindukanmu. Selama apapun aku merindukan mereka. Mereka tidak akan pernah merindukanku. Sedikitpun!” Kwangmin beranjak pergi setelah mengatakan itu.
            “Kwangminnie_” Youngmin menatap sedih punggung dongsaengnya yang semakin menjauh.
            “Kwangmin-oppa!” Hayoung juga ikut berdiri mengejar Kwangmin, namun ia kalah cepat karena Kwangmin sudah tidak terjangkau lagi oleh pandangannya.
            Hari sudah sangat gelap, sebentar lagi salju pasti akan turun. Sekolah sudah selesai dari satu jam yang lalu, tapi Hayoung tak bisa menemukan Kwangmin dimanapun.
            “Oppa? Kau dimana?” Hayoung berkata sendiri sambil memandangi langit yang mulai menurunkan saljunya.
Hayoung POV
            Aish! Aku lupa membawa mantel dan payung. Bagaimana ini? Dingin sekali. Oppa? Aku sangat mengkhawatirkanmu. Kuharap kau baik-baik saja.
            Aku terus berlari mencari keberadaan Kwangmin-oppa. Aku tidak peduli salju yang mulai turun dengan begitu lebatnya. Aku harus menemukan Kwangmin-oppa. Aku tidak akan menyerah.
End Hayoung POV
Kwangmin POV
            Tadi aku menerima telepon dari Youngmin. Dia bilang Hayoung menolak untuk ikut kerumah bersamanya dan Krystal. Youngmin bilang Hayoung sedang mencariku dan tidak akan pulang kalau belum menemukanku.
            “Aish! Anak itu membuatku khawatir saja!”
            Bagaimana mungkin Hayoung bisa bertindak sebodoh itu. Apa dia tidak tahu kalau salju sedang turun. Aku yakin dia tidak memakai payung atau mantel. Ya. Aku sangat-sangat yakin 100%, karena dia sangat bodoh.
End Kwangmin POV
Hayoung POV
            Aku duduk dibawah pohon untuk istirahat sebentar, hari sudah mulai malam, tapi aku belum juga menemukan Kwangmin-oppa. Brrr! Dingin sekali. Kalau terus seperti ini aku bisa mati kedinginan. Darahku serasa membeku dan kesadaranku sudah mulai menurun.
            “Dasar bodoh! Apa kau mau mati membeku?” kata seseorang. Aku menoleh ke samping, ku dapati Kwangmin-oppa sedang berjalan mendekat ke arahku.
            “Oppa? Kau kemana saja? Aku mencarimu dari tadi?” aku pura-pura marah, padahal sebenarnya aku sangat khawatir pada Kwangmin-oppa. Kwangmin-oppa duduk di sebelahku. Tiba-tiba ia merengkuhku kedalam pelukan hangatnya. Aku sedikit terkejut.
            “Wae? Apa kau mengkhawatirkanku?” tanya Kwangmin-oppa sambil terus memelukku.
            “Nde” jawabku singkat.
            “Dasar bodoh! Untuk apa kau mengkhawatirkanku sampai seperti ini. Kau bisa membahayakan dirimu sendiri. Bagaimana jika kau mati kedinginan?” nada bicara Kwangmin-oppa menyiratkan sebuah kemarahan dan kekhawatiran sekaligus. Hey? Apa kau khawatir padaku oppa?
            “Aku takut kau terluka oppa. Dari awal aku sudah tahu bagaimana kau terluka saat melihat kedekatan Krystal-eonnie dan Youngmin-oppa” aku menjelaskan alasanku.
            “Aku akan lebih terluka jika kau terluka karenaku” Kwangmin-oppa mengatakannya begitu tulus, apa aku boleh mempercayaimu oppa?
            “Kau membuatku khawatir. Dan lagi, aku sudah tidak memikirkan tentang Youngmin dan Krystal. Kupikir aku memang harus melepaskan Krystal untuk Youngmin. Mereka juga berhak bahagia, aku tidak ingin menjadi penghalang untuk kebahagiaan mereka berdua”
            “Apa kau sudah mencintaiku oppa?”
            “Molla” Kwangmin oppa memberikan jawaban yang sangat ambigu.
            “Aish! Kurasa aku akan menyerah tentang hal ini”
            “Andwe!” Kwangmin-oppa tampak kebingungan. Ada apa denganmu oppa? Apa kau tak ingin kehilanganku? Hehehe. . .
            “Wae?”
            “Kau tidak boleh menyerah begitu saja. Mana bisa seperti itu. Bukankah kau sudah berjanji padaku bahwa kau tidak akan menyerah tentang perasaanmu?”
            “Aish! Baiklah! Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Prince Kwangmin. Hehehe. . .”
            “Prince Kwangmin? Itu aneh sekali” Kwangmin-oppa menunjukkan mimik wajah yang aneh. “Aish! Kau jangan membuat nama panggilan yang aneh untukku. Itu sangat merusak citraku sebagai orang yang paling keren disekolah. Bagaimana kalau kau memanggilku Pikwangchu-oppa saja”
            “Pikwangchu? Apa itu Pikwangchu?” aku mengerutkan dahiku heran.
            “Pikwangchu adalah Pangeran Kwangmin yang sangat suka dengan Pikachu” kata Kwangmin-oppa sambil menunjukkan gantungan kunci Pikachu padaku.
            “Aish! Oppa, kau tak pernah berubah. Kau ini sudah besar oppa, kenapa kau masih suka dengan Pikachu?”
            “Kau tahu darimana kalau aku suka dengan Pikachu?”
            “Bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku sangat mengagumimu. Tentu saja aku tahu semua hal yang berhubungan denganmu”
            “Jinjja?”
            “Nde”
            “Begitu lebih baik” wajah Kwangmin-oppa seketika berubah menjadi cerah.
            “Lebih baik kita pulang sekarang. Ini sudah terlalu malam untuk jam pulang anak sekolah. Kajja! Aku akan mengantarmu pulang!”
            “Arraseo!” Kami berjalan beriringan sambil sesekali bercanda. Aku sangat senang karena sekarang aku tahu bahwa sebenarnya Kwangmin-oppa bukanlah orang yang dingin, tetapi Kwangmin-oppa adalah orang yang paling hangat yang pernah ku kenal.
End Hayoung POV
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar