I
You and Him
Author:
Shin Kyona
Main
Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other
Cast: Temukan sendiri
CHAPTER
09
Kwangmin dan Hayoung bertemu Krystal
dan Youngmin di kantin. Ekspresi wajah Kwangmin yang tadinya sedikit ceria kini
sudah berubah lagi menjadi dingin.
“Kwangminnie dan Hayoung-ah.
Bergabunglah dengan kami” Youngmin menyuruh mereka berdua untuk bergabung.
Krystal hanya tersenyum lembut.
“Oppa, apa tidak apa-apa jika kita
bergabung dengan mereka?” tanya Hayoung pada Kwangmin. Ia khawatir kalau
Kwangmin akan marah.
Tanpa aba-aba, Kwangmin malah
menarik tangan Hayoung mendekat ke bangku Youngmin dan Krystal. Kwangmin duduk
didepan Krystal sedangkan Hayoung duduk di depan Youngmin.
“Kwangmin-oppa, kau mau pesan apa?”
tanya Hayoung pada Kwangmin.
“Terserah kau saja” balas Kwangmin
datar.
“Apa aku tidak salah dengar.
Hayoung-ah, tadi kau memanggil Kwangminnie oppa bukan?” tanya Youngmin tak
percaya.
“Nde. Waeyo oppa?” tanya Hayoung
bingung.
“Tak apa-apa. Kalian terlihat lebih
akrab dari sebelumnya”
“Kwangmin-ah. Gomawo, karena kau
sudah mengerti keadaanku dan Youngmin” Krystal tiba-tiba angkat bicara,
Kwangmin hanya diam tak menanggapi.
“Kwangminnie, bagaimana kalau hari
ini kita pulang bersama naik mobilku, ajak Hayoung juga. Aku juga akan mengajak
Soojung. Hari ini appa dan eomma akan pulang. Bukankah kau ingin memberi
kejutan untuknya?” Youngmin menawarkan suatu rencana yang mungkin bisa Kwangmin
terima.
“Aku tidak ingin bertemu mereka”
Kwangmin menanggapinya dengan dingin.
“Wae? Mereka pasti merindukanmu. Apa
kau tidak merindukan mereka?” tanya Youngmin.
“Mereka hanya merindukanmu. Selama
apapun aku merindukan mereka. Mereka tidak akan pernah merindukanku. Sedikitpun!”
Kwangmin beranjak pergi setelah mengatakan itu.
“Kwangminnie_” Youngmin menatap sedih
punggung dongsaengnya yang semakin menjauh.
“Kwangmin-oppa!” Hayoung juga ikut
berdiri mengejar Kwangmin, namun ia kalah cepat karena Kwangmin sudah tidak
terjangkau lagi oleh pandangannya.
Hari sudah sangat gelap, sebentar
lagi salju pasti akan turun. Sekolah sudah selesai dari satu jam yang lalu,
tapi Hayoung tak bisa menemukan Kwangmin dimanapun.
“Oppa? Kau dimana?” Hayoung berkata
sendiri sambil memandangi langit yang mulai menurunkan saljunya.
Hayoung
POV
Aish! Aku lupa membawa mantel dan
payung. Bagaimana ini? Dingin sekali. Oppa? Aku sangat mengkhawatirkanmu.
Kuharap kau baik-baik saja.
Aku terus berlari mencari keberadaan
Kwangmin-oppa. Aku tidak peduli salju yang mulai turun dengan begitu
lebatnya. Aku harus menemukan Kwangmin-oppa. Aku tidak akan menyerah.
End
Hayoung POV
Kwangmin
POV
Tadi aku menerima telepon dari
Youngmin. Dia bilang Hayoung menolak untuk ikut kerumah bersamanya dan Krystal.
Youngmin bilang Hayoung sedang mencariku dan tidak akan pulang kalau belum
menemukanku.
“Aish! Anak itu membuatku khawatir
saja!”
Bagaimana mungkin Hayoung bisa
bertindak sebodoh itu. Apa dia tidak tahu kalau
salju sedang turun. Aku yakin dia tidak memakai payung atau mantel. Ya. Aku sangat-sangat
yakin 100%, karena dia sangat bodoh.
End
Kwangmin POV
Hayoung
POV
Aku duduk dibawah pohon untuk
istirahat sebentar, hari sudah mulai malam, tapi aku belum juga menemukan
Kwangmin-oppa. Brrr! Dingin sekali. Kalau terus seperti ini aku bisa mati
kedinginan. Darahku serasa membeku dan kesadaranku sudah mulai menurun.
“Dasar bodoh! Apa kau mau mati
membeku?” kata seseorang. Aku menoleh ke samping, ku dapati Kwangmin-oppa
sedang berjalan mendekat ke arahku.
“Oppa? Kau kemana saja? Aku
mencarimu dari tadi?” aku pura-pura marah, padahal sebenarnya aku sangat
khawatir pada Kwangmin-oppa. Kwangmin-oppa duduk di sebelahku. Tiba-tiba ia
merengkuhku kedalam pelukan hangatnya. Aku sedikit terkejut.
“Wae? Apa kau mengkhawatirkanku?”
tanya Kwangmin-oppa sambil terus memelukku.
“Nde” jawabku singkat.
“Dasar bodoh! Untuk apa kau
mengkhawatirkanku sampai seperti ini. Kau bisa membahayakan dirimu sendiri.
Bagaimana jika kau mati kedinginan?” nada bicara Kwangmin-oppa menyiratkan
sebuah kemarahan dan kekhawatiran sekaligus. Hey? Apa kau khawatir padaku oppa?
“Aku takut kau terluka oppa. Dari
awal aku sudah tahu bagaimana kau terluka saat melihat kedekatan Krystal-eonnie
dan Youngmin-oppa” aku menjelaskan alasanku.
“Aku akan lebih terluka jika kau
terluka karenaku” Kwangmin-oppa mengatakannya begitu tulus, apa aku boleh
mempercayaimu oppa?
“Kau membuatku khawatir. Dan lagi,
aku sudah tidak memikirkan tentang Youngmin dan Krystal. Kupikir aku memang
harus melepaskan Krystal untuk Youngmin. Mereka juga berhak bahagia, aku tidak
ingin menjadi penghalang untuk kebahagiaan mereka berdua”
“Apa kau sudah mencintaiku oppa?”
“Molla” Kwangmin oppa memberikan
jawaban yang sangat ambigu.
“Aish! Kurasa aku akan menyerah
tentang hal ini”
“Andwe!” Kwangmin-oppa tampak
kebingungan. Ada apa denganmu oppa? Apa kau tak ingin kehilanganku? Hehehe. . .
“Wae?”
“Kau tidak boleh menyerah begitu saja. Mana bisa seperti itu. Bukankah kau sudah
berjanji padaku bahwa kau tidak akan menyerah tentang perasaanmu?”
“Aish! Baiklah! Aku tidak akan
pernah menyerah untuk mendapatkan Prince Kwangmin. Hehehe. . .”
“Prince Kwangmin? Itu aneh sekali”
Kwangmin-oppa menunjukkan mimik wajah yang aneh. “Aish! Kau jangan membuat nama
panggilan yang aneh untukku. Itu sangat merusak citraku sebagai orang yang paling
keren disekolah. Bagaimana kalau kau memanggilku Pikwangchu-oppa saja”
“Pikwangchu? Apa itu Pikwangchu?”
aku mengerutkan dahiku heran.
“Pikwangchu adalah Pangeran Kwangmin
yang sangat suka dengan Pikachu” kata Kwangmin-oppa sambil menunjukkan
gantungan kunci Pikachu padaku.
“Aish! Oppa, kau tak pernah berubah.
Kau ini sudah besar oppa, kenapa kau masih suka dengan Pikachu?”
“Kau tahu darimana kalau aku suka
dengan Pikachu?”
“Bukankah aku sudah pernah bilang
kalau aku sangat mengagumimu. Tentu saja aku tahu semua hal yang berhubungan
denganmu”
“Jinjja?”
“Nde”
“Begitu lebih baik” wajah
Kwangmin-oppa seketika berubah menjadi cerah.
“Lebih baik kita pulang sekarang.
Ini sudah terlalu malam untuk jam pulang anak sekolah. Kajja! Aku akan
mengantarmu pulang!”
“Arraseo!” Kami berjalan beriringan
sambil sesekali bercanda. Aku sangat senang karena sekarang aku tahu bahwa
sebenarnya Kwangmin-oppa bukanlah orang yang dingin, tetapi Kwangmin-oppa
adalah orang yang paling hangat yang pernah ku kenal.
End
Hayoung POV
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar