Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

I You and Him Chapter 10



I You and Him
Author: Shin Kyona
Main Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other Cast: Temukan sendiri



CHAPTER 10
            Kwangmin segera pulang ke rumahnya setelah mengantarkan Hayoung pulang. Ia langsung masuk ke dalam rumah tanpa harus menekan bel yang ada di dekat pintu agar orang yang ada di dalam membukakan pintu untuknya. Ia sudah memiliki kunci pintu rumahnya sendiri, jadi ia bisa lebih mudah untuk keluar masuk rumah.
            “Kwang! Dari mana saja kau? Apakah anak sekolah baru pulang pada jam malam seperti ini?” seseorang menegur Kwangmin, orang itu tak lain dan tak bukan adalah eomma Kwangmin. “Bahkan kau tak menyambut kedatangan eomma dan appa” lanjut wanita paruh baya itu.
            Kwangmin tak membalasnya, ia langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mempedulikan ucapan eomma-nya.
            “Jo Kwangmin. Dari dulu kau selalu saja bertindak sesuka hatimu. Apa susahnya menjadi anak yang sopan dan penurut seperti Youngmin!” eomma-nya sudah kehabisan kesabaran.
            Youngmin yang mendengar teriakan eomma-nya tiba-tiba datang.
            “Eomma, apa yang terjadi?” tanya Youngmin.
            “Eomma hanya marah pada dongsaeng-mu. Kenapa ia selalu bertindak sesuka hatinya”
            “Eomma, aku tahu eomma sangat marah. Tapi bisakah eomma mengerti perasaan Kwangminnie”
            “Kenapa kau jadi membelanya Youngmin-ah?”
            “Aku tidak membelanya, aku hanya ingin eomma dan appa berlaku adil padanya. Kwang tidak pernah membenci kalian, dia hanya iri padaku karena kalian selalu memperlakukanku lebih istimewa darinya. Aku bisa merasakannya eomma, aku bisa merasakan apa yang Kwang rasakan, karena kami kembar. Saat Kwang sakit aku juga merasakan hal yang sama, saat Kwang senang aku pun juga dapat merasakannya. Tapi pada kenyataannya aku merasakan lebih banyak penderitaan daripada kebahagiaan sekalipun eomma dan appa sangat menyayangiku, tapi tidak dengan Kwang. Eomma dan appa telah menyakiti Kwangminnie, itu sama saja kalian telah menyakitiku. Aku sangat menderita karena Kwang menderita. Aku menyayanginya eomma, aku sangat menyayanginya” tiba-tiba saja Youngmin menangis, lalu eomma-nya memeluknya.
            “Mianhae Youngmin-ah. Eomma berjanji akan meminta maaf pada Kwangmin. Eomma menyesal karena telah menyakitinya”
            “Gomawo eomma”
Kwangmin POV
            “Aku mendengar semuanya hyung. Aku mendengar semuanya” aku berdiri di balik pintu kamarku, aku mendengar semua ucapan eomma dan Youngmin-hyung. Aku tidak menyangka kalau selama ini Youngmin-hyung sangat-sangat menyayangiku dan peduli padaku. Mianhae hyung karena aku sempat membencimu, pasti kau sangat sedih saat aku mendiamkanmu, saat aku membentakmu, saat aku tak mempedulikanmu, saat aku tak mendengarkan kata-katamu. Mianhae hyung, aku tidak pernah tahu apa yang kau rasakan selama ini, padahal kita kembar. Kau selalu mengerti aku, tapi kenapa aku tak pernah mengerti dirimu?
            Aku melangkahkan kakiku menuju kamar Youngmin-hyung. Aku ingin meminta maaf tentang sikap burukku padanya selama ini.
            “Tok. . . Tok. . . Tok. . .” aku mengetuk pintu kamar Youngmin-hyung. Dulu kamar ini juga milikku, tapi aku memaksa untuk pisah kamar dengan Youngmin-hyung dengan alasan aku membencinya.
            “Siapa?” kudengar Youngmin-hyung menyahut dari dalam kamarnya.
            “Kwang” aku menjawabnya dari luar.
            “Ckreekkk” kulihat pintu kamarnya terbuka dan aku mendapati Youngmin-hyung berdiri di depan pintu kamarnya.
            “Kau Kwangminnie. Ada apa? Tidak biasanya kau mencariku?” tanya Youngmin-hyung. Ia tampak senang sekali, tapi kulihat matanya sembab, seperti habis menangis.
            “Aku boleh masuk”
            “Tentu saja” Youngmin-hyung mengijinkan aku masuk ke kamarnya lalu ia menutup pintu kamarnya.
            “Mianhae” kataku tiba-tiba.
            “Mwo?”
            “Mianhae. Selama ini aku sudah bersikap buruk padamu. Aku membenci semua orang dirumah ini karena mereka hanya menyayangimu, tapi aku malah melampiaskan seluruh kemarahanku padamu, padahal aku tahu bahwa kau begitu menyayangiku. Mianhae, bolehkah aku menjadi dongsaeng kesayanganmu lagi dan bersikap manja padamu seperti dulu hyung” aku tidak sadar kalau air mataku sudah menetes sedari tadi. Tiba-tiba saja Youngmin-hyung memelukku.
            “Apapun yang terjadi kau akan tetap menjadi dongsaeng yang paling kusayangi Kwangminnie. Aku tidak akan pernah membencimu sekalipun kau yang memintanya” kurasakan Youngmin-hyung juga ikut menangis.
            “Gomawo hyung. Aku sangat menyayangimu”
            “Aku merindukan saat-saat seperti ini Kwangminnie, dan akhirnya saat seperti ini datang juga” Youngmin-hyung melepaskan pelukannya. Kini ia sudah tak menangis lagi, melainkan tersenyum bahagia. Sudah lama sekali aku tak melihat senyum bahagianya itu. Aku pun membalasnya dengan senyum kebahagiaan milikku. Bahkan aku hampir lupa bagaimana caranya tersenyum.
            “Hyung, malam ini aku ingin tidur disini denganmu. Bolehkah?” tanyaku.
            “Tentu saja. Kapanpun kau mau, sekalipun aku sudah menikah. Hehehe. . .” Aish! Jinjja! Kau memang aneh hyung, mana mungkin aku tidur denganmu saat kau sudah menikah, bisa-bisa Krystal membunuhku nanti.
            “Ngomong-ngomong, apa kau sudah memperkenalkan Krystal pada appa dan eomma?”
            “Sudah. Aku sudah mengenalkannya, kelihatannya appa dan eomma menyukainya”
            “Tentu saja. Krystal kan memang cantik, siapa yang tidak menyukainya?”
            “Ya! Kwang, jangan bilang kau masih menyukainya!”
            “Wae? Aku memang masih menyukainya” kulihat mimik wajah Youngmin-hyung berubah menjadi sedih.
            “Baiklah! Aku akan melepaskannya untukmu Kwang. Aku rela memberikan semua yang kupunya untukmu, karena aku sangat mencintaimu melebihi siapapun, termasuk cintaku pada Soojung”
            “Aish! Kau ini hyung. Tentu saja aku hanya bercanda. Kalaupun aku masih menyukainya, dia juga tidak akan mau denganku hyung, karena dia hanya mencintai Jo Youngmin seorang” aku tersenyum dan Youngmin-hyung pun juga ikut tersenyum. Biarkan kali ini aku yang berkorban untukmu hyung. Sekalipun aku harus melepas cintaku.
            “Gomawo Kwangminnie. Oh iya, apa tadi kau menemukan Hayoung? Apa dia baik-baik saja?” tanya Youngmin dengan wajah khawatir.
            “Ya! Kenapa kau terlihat khawatir seperti itu! Sebenarnya siapa yang kau sukai, Krystal atau Hayoung?”
            “Hehehe” Youngmin-hyung malah tertawa tak jelas saat aku menanyakan hal itu.
            “Jangan bilang kalau kau suka dua-duanya hyung!”
            “Sebenarnya aku memang sempat suka pada Hayoung, tapi setelah ia bercerita tentangmu aku jadi tahu kalau dia hanya menyukaimu. Dan pada saat yang sama cintaku yang sesungguhnya telah kembali. Kurasa rasa sukaku padanya hanya sebatas kakak kepada adiknya, karena aku sudah sangat menyayanginya seperti aku menyayangimu Kwang”
            “Berarti kau lebih menyayangi Hayoung daripada Krystal?”
            “Tentu saja tidak”
            “Tadi bukankah kau bilang kau menyayangi Hayoung seperti kau menyayangiku. Dan tadi kau juga bilang kau sangat menyayangiku melebihi siapapun termasuk Krystal. Itu artinya kau lebih menyayangi Hayoung dibandingkan dengan Krystal”
            “Ya! Dasar kau Jo Kwangmin. Kenapa kau tidak pernah bisa berpikir dengan logikamu”
            “Karena aku lebih mengutamakan perasaan daripada logika hyung”
            “Aish! Kedengarannya seperti perempuan saja”
            “Kuperingatkan padamu hyung. Jangan coba-coba mendekati Hayoung. Aku sudah merelakan Krystal untukmu, kali ini aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Hayoung dariku termasuk kau hyung!”
            “Kedengarannya aneh sekali. Lebih mirip dengan sebuah ancaman. Bahkan kau belum memintanya menjadi yeojachingu-mu” mwo?
            “Kau tahu darimana hyung?”
            “Jangan lupa Kwang. Kita KEMBAR. Jadi wajar saja kalau aku merasakan apa yang kau rasakan”
            “Aish! Jinjja!”
End Kwangmin POV
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar