I
You and Him
Author:
Shin Kyona
Main
Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other
Cast: Temukan sendiri
CHAPTER
10
Kwangmin segera pulang ke rumahnya
setelah mengantarkan Hayoung pulang. Ia langsung masuk ke dalam rumah tanpa
harus menekan bel yang ada di dekat pintu agar orang yang ada di dalam
membukakan pintu untuknya. Ia sudah memiliki kunci pintu rumahnya sendiri, jadi
ia bisa lebih mudah untuk keluar masuk rumah.
“Kwang! Dari mana saja kau? Apakah
anak sekolah baru pulang pada jam malam seperti ini?” seseorang menegur
Kwangmin, orang itu tak lain dan tak bukan adalah eomma Kwangmin. “Bahkan kau
tak menyambut kedatangan eomma dan appa” lanjut wanita paruh baya itu.
Kwangmin tak membalasnya, ia
langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mempedulikan ucapan eomma-nya.
“Jo Kwangmin. Dari dulu kau selalu
saja bertindak sesuka hatimu. Apa susahnya menjadi anak yang sopan dan penurut
seperti Youngmin!” eomma-nya sudah kehabisan kesabaran.
Youngmin yang mendengar teriakan
eomma-nya tiba-tiba datang.
“Eomma, apa yang terjadi?” tanya
Youngmin.
“Eomma hanya marah pada
dongsaeng-mu. Kenapa ia selalu bertindak sesuka hatinya”
“Eomma, aku tahu eomma sangat marah.
Tapi bisakah eomma mengerti perasaan Kwangminnie”
“Kenapa kau jadi membelanya Youngmin-ah?”
“Aku tidak membelanya, aku hanya
ingin eomma dan appa berlaku adil padanya. Kwang tidak pernah membenci kalian,
dia hanya iri padaku karena kalian selalu memperlakukanku lebih istimewa
darinya. Aku bisa merasakannya eomma, aku bisa merasakan apa yang Kwang
rasakan, karena kami kembar. Saat Kwang sakit aku juga merasakan hal yang sama,
saat Kwang senang aku pun juga dapat merasakannya. Tapi pada kenyataannya aku
merasakan lebih banyak penderitaan daripada kebahagiaan sekalipun eomma dan
appa sangat menyayangiku, tapi tidak dengan Kwang. Eomma dan appa telah menyakiti
Kwangminnie, itu sama saja kalian telah
menyakitiku. Aku sangat menderita karena Kwang menderita. Aku menyayanginya
eomma, aku sangat menyayanginya” tiba-tiba saja Youngmin menangis, lalu
eomma-nya memeluknya.
“Mianhae
Youngmin-ah. Eomma berjanji akan meminta maaf pada Kwangmin. Eomma menyesal
karena telah menyakitinya”
“Gomawo eomma”
Kwangmin
POV
“Aku mendengar semuanya hyung. Aku
mendengar semuanya” aku berdiri di balik pintu kamarku, aku mendengar semua
ucapan eomma dan Youngmin-hyung. Aku tidak menyangka kalau selama ini
Youngmin-hyung sangat-sangat menyayangiku dan peduli padaku. Mianhae hyung karena aku sempat
membencimu, pasti kau sangat sedih saat aku mendiamkanmu, saat aku membentakmu,
saat aku tak mempedulikanmu, saat aku tak mendengarkan kata-katamu. Mianhae
hyung, aku tidak pernah tahu apa yang kau rasakan selama ini, padahal kita
kembar. Kau
selalu mengerti aku, tapi kenapa aku tak pernah mengerti dirimu?
Aku melangkahkan kakiku menuju kamar
Youngmin-hyung. Aku ingin meminta maaf tentang sikap burukku padanya selama
ini.
“Tok. . . Tok. . . Tok. . .” aku
mengetuk pintu kamar Youngmin-hyung. Dulu kamar ini juga milikku, tapi aku memaksa untuk pisah kamar dengan
Youngmin-hyung dengan alasan aku membencinya.
“Siapa?” kudengar Youngmin-hyung
menyahut dari dalam kamarnya.
“Kwang” aku menjawabnya dari luar.
“Ckreekkk” kulihat pintu kamarnya
terbuka dan aku mendapati Youngmin-hyung berdiri di depan pintu kamarnya.
“Kau Kwangminnie. Ada apa? Tidak
biasanya kau mencariku?” tanya Youngmin-hyung. Ia tampak senang sekali, tapi
kulihat matanya sembab, seperti habis menangis.
“Aku boleh masuk”
“Tentu saja” Youngmin-hyung
mengijinkan aku masuk ke kamarnya lalu ia menutup pintu kamarnya.
“Mianhae” kataku tiba-tiba.
“Mwo?”
“Mianhae. Selama ini aku sudah
bersikap buruk padamu. Aku membenci semua orang dirumah ini karena mereka hanya
menyayangimu, tapi aku malah melampiaskan seluruh kemarahanku
padamu, padahal aku tahu bahwa kau begitu menyayangiku. Mianhae, bolehkah aku
menjadi dongsaeng kesayanganmu lagi dan bersikap manja padamu seperti dulu
hyung” aku tidak sadar kalau air mataku sudah menetes sedari tadi. Tiba-tiba
saja Youngmin-hyung memelukku.
“Apapun yang terjadi kau akan tetap
menjadi dongsaeng yang paling kusayangi Kwangminnie. Aku tidak akan pernah
membencimu sekalipun kau yang memintanya” kurasakan Youngmin-hyung juga ikut
menangis.
“Gomawo hyung. Aku sangat
menyayangimu”
“Aku merindukan saat-saat seperti
ini Kwangminnie, dan akhirnya saat seperti ini datang juga” Youngmin-hyung
melepaskan pelukannya. Kini ia sudah tak menangis lagi, melainkan tersenyum
bahagia. Sudah lama sekali aku tak melihat senyum bahagianya itu. Aku pun
membalasnya dengan senyum kebahagiaan milikku. Bahkan aku hampir lupa bagaimana
caranya tersenyum.
“Hyung, malam ini aku ingin tidur
disini denganmu. Bolehkah?” tanyaku.
“Tentu saja. Kapanpun kau mau, sekalipun
aku sudah menikah. Hehehe. . .” Aish! Jinjja! Kau memang aneh hyung, mana
mungkin aku tidur denganmu saat kau sudah menikah, bisa-bisa Krystal membunuhku
nanti.
“Ngomong-ngomong, apa kau sudah
memperkenalkan Krystal pada appa dan eomma?”
“Sudah. Aku sudah mengenalkannya,
kelihatannya appa dan eomma menyukainya”
“Tentu saja. Krystal kan memang
cantik, siapa yang tidak menyukainya?”
“Ya! Kwang, jangan bilang kau masih
menyukainya!”
“Wae? Aku memang masih menyukainya”
kulihat mimik wajah Youngmin-hyung berubah menjadi sedih.
“Baiklah! Aku akan melepaskannya
untukmu Kwang. Aku rela memberikan semua yang kupunya untukmu, karena aku
sangat mencintaimu melebihi siapapun, termasuk cintaku pada Soojung”
“Aish! Kau ini hyung. Tentu saja aku
hanya bercanda. Kalaupun aku masih menyukainya, dia juga tidak akan mau
denganku hyung, karena dia hanya mencintai Jo Youngmin seorang” aku tersenyum
dan Youngmin-hyung pun juga ikut tersenyum. Biarkan kali ini aku yang berkorban
untukmu hyung. Sekalipun aku harus melepas cintaku.
“Gomawo Kwangminnie. Oh iya, apa
tadi kau menemukan Hayoung? Apa dia baik-baik saja?” tanya Youngmin dengan
wajah khawatir.
“Ya! Kenapa kau terlihat khawatir
seperti itu! Sebenarnya siapa yang kau sukai, Krystal
atau Hayoung?”
“Hehehe” Youngmin-hyung malah
tertawa tak jelas saat aku menanyakan hal itu.
“Jangan bilang kalau kau suka
dua-duanya hyung!”
“Sebenarnya aku memang sempat suka
pada Hayoung, tapi setelah ia bercerita tentangmu aku jadi tahu kalau dia hanya
menyukaimu. Dan pada saat yang sama cintaku yang sesungguhnya telah kembali.
Kurasa rasa sukaku padanya hanya sebatas kakak kepada adiknya, karena aku sudah
sangat menyayanginya seperti aku menyayangimu Kwang”
“Berarti kau lebih menyayangi
Hayoung daripada Krystal?”
“Tentu saja tidak”
“Tadi bukankah kau bilang kau
menyayangi Hayoung seperti kau menyayangiku. Dan tadi kau juga bilang kau
sangat menyayangiku melebihi siapapun termasuk Krystal. Itu artinya kau lebih
menyayangi Hayoung dibandingkan dengan Krystal”
“Ya! Dasar kau Jo Kwangmin. Kenapa
kau tidak pernah bisa berpikir dengan logikamu”
“Karena aku lebih mengutamakan
perasaan daripada logika hyung”
“Aish! Kedengarannya seperti
perempuan saja”
“Kuperingatkan padamu hyung. Jangan
coba-coba mendekati Hayoung. Aku sudah merelakan Krystal untukmu, kali ini aku
tidak akan membiarkan siapapun mengambil Hayoung dariku termasuk kau hyung!”
“Kedengarannya aneh sekali. Lebih
mirip dengan sebuah ancaman. Bahkan kau belum memintanya menjadi
yeojachingu-mu” mwo?
“Kau tahu darimana hyung?”
“Jangan lupa Kwang. Kita KEMBAR.
Jadi wajar saja kalau aku merasakan apa yang kau rasakan”
“Aish! Jinjja!”
End
Kwangmin POV
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar