SeoKyu FanFiction
Judul: A Crazy Little Thing Called Love
Main Cast:
-Seo Joohyun
-Cho Kyuhyun
Sub Cast:
-Park Jungsu
-Kim Taeyeon
-Victoria Song
-BoA
-Kangta
-Choi Jinri
-Im Yoona
-Shim Changmin
-Choi Sooyoung
-Lee Soon Kyu
-Kim Hyoyeon
-Jessica Jung
-Lee Donghae
-Lee Sungmin
-Lee Hyukjae
-Choi Siwon
Disclaimer: Tokoh diatas miliknya SM Family. Kalau fanfic ini versi
SEOKYU dari drama Thailand yang berjudul A Crazy Little Thing Called Love.
Happy reading ^_^ Reader yang baik adalah Reader yang mau memberikan
komentar-komentarnya.
A CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE CHAP 01
Adegan di mulai di sebuah pameran fotografi profesional.
Sang fotografer sedang di wawancarai mengenai sebagian besar foto-fotonya.
Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi. Fotografer itu mohon izin pada
wanita-wanita yang mewawancarainya,
“Maaf, anakku menangis”
Fotografer itu menghampiri bayi itu dan menghiburnya agar
tak menangis lagi. Sementara wanita-wanita yang mewawancarainya berbisik-bisik,
“Tampan sekali, sayang sudah punya anak”
***
(Flashback 9 Tahun Lalu)
Seohyun, seorang gadis berkulit gelap, berkacamata, baru
pulang sekolah bersama ketiga teman-temannya, Sunny, Hyoyeon dan Sooyoung. Saat
perjalanan, sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seorang cowok tampan
melintas. Seohyun memperhatikannya dengan terpesona, apalagi saat cowok itu
dengan baik hati memberikan jalan pada orang buta. Teman-temannya yang
menyadari arah pandangan Seohyun menggodanya, meski Seohyun mengelak tapi ia
tak luput dari sasaran kejahilan teman-temannya.
Sepeninggal teman-temannya Seohyun tak langsung ke rumah.
Ia menjemput seorang bule bernama Justin Bieber. Rupanya Ibu Seohyun memiliki
penginapan dan restoran murah untuk para turis yang ke Thailand.
“Bagaimana sekolahmu hari ini?” tanya Ibu Seohyun
padanya.
“Baik, aku masih dengan Sunny, Hyoyeon dan Sooyoung”
balas Seohyun.
“Apa kalian tak bosan satu sama lain? Kalian sudah
bersama sejak kelas 1” tanya Ibu Seohyun lagi.
Sulli (adik
Seohyun) menimpali, “Dia tak punya pilihan lain Eomma. Tak ada lagi yang
mau berteman dengannya karena begitu melihat mereka akan takut, kan Seo-eonnie
jelek”
Seohyun yang kesal menarik kepangan rambut Sulli, ibunya
melerai dan menasihati,
“Teman adalah teman, bukan masalah penampilan”
Sulli berkata, “Tapi tetap harus jadi pertimbangan
pertama. Untung aku terlahir mirip dengan Eomma, jika aku mirip dengan Appa atau
Seo-eonnie aku pasti sulit punya pacar saat aku besar nanti”
Dan lagi-lagi kakak adik itu bertengkar. Ibunya memisahkan
mereka,
“Sulli, Appa-mu pasti sedih kalau mendengarnya. Seo-ah, pergilah ke pasar untuk
belanja!”
Setelah Seohyun pergi Sulli berbicara, “Appa kan di
Amerika. Ia takkan bisa mendengarnya”
Saat Seohyun pulang dari pasar dan menikmati es krim yang
dibelinya, seorang cowok jatuh dari pohon di dekatnya. Cowok itu adalah cowok
yang sama dilihat Seohyun mengendarai motor vespa sepulang sekolah.
“Mangga?” tawar cowok itu pada Seohyun. Ternyata kaki cowok itu
terpincang-pincang. Seohyun terkejut dan menerima mangga itu dengan hati berbunga-bunga.
Namun kesenangan hatinya tak berlangsung lama ketika ia melihat cowok itu juga
menawarkan mangga yang dipetiknya pada cewek lain di jalan. Keesokan harinya di
sekolah, Seohyun, Sunny, Hyoyeon dan Sooyoung menghabiskan waktu istirahat
mereka dengan mengisi quiz di majalah.
Hyoyeon berkata, “Young-ah dapat 28. Cowok yang pas
untukmu adalah seseorang dengan jiwa pemimpin”
Mereka lalu melirik Siwon, pemimpin klub agama Katolik
yang suka meditasi.
Hyoyeon berkata lagi, “Sunny-ah 15-25, cowok yang cocok
untukmu adalah cowok yang ahli di bidang olahraga” Sunny melihat Sungmin, cowok anggota sepak
bola, dengan terpesona.
“Hyunnie, kau cocok dengan pria yang berjiwa seni.
Kira-kira siapa ya?” Seohyun tak mempedulikan teman-temannya. Dari tadi matanya hanya
memandang seorang cowok yang lucu dengan menempelkan stiker hitam di alisnya.
Rupanya cowok tampan itu satu sekolah dengannya.
Di kelas Bahasa Inggris Guru BoA, Seohyun dan
teman-temannya terlihat sibuk mengobrol lewat kertas. Mereka membicarakan cowok
tampan yang sedari tadi dilirik Seohyun.
Sooyoung menulis, “namanya
Kyuhyun. Dia senior satu tingkat di atas kita. Masa lalunya sangat mengerikan.
Jangan dekat-dekat dengannya.”
Seohyun membalas,
“itu tidak benar.”
Sooyoung, “itu
benar! Dua orang gadis pernah mengundurkan diri dari sekolah karenanya. Dia itu
berbahaya.”
Dan saat Sooyoung dan Hyoyeon mengobrol mengenai Kyuhyun,
Guru BoA mengetahuinya dan menghukum Sooyoung untuk berdiri. Ia ditanyai arti
dari “You’re my inspiration” Sooyoung yang tak tahu gelagapan, hingga akhirnya
Seohyun memberi tahunya diam-diam dan Sooyoung bisa melalui hukumannya dengan
mulus. Di tengah pelajaran Seohyun meminta izin pada Guru BoA untuk pergi ke
toilet. Meski ia akhirnya berbelok untuk mengintip Kyuhyun di kelasnya.
Terlihat Kyuhyun sedang menjahili bangku temannya, Seohyun tersenyum geli dan
puas.
Saat berbalik hendak ke kelas, ia berpapasan dengan
Kyuhyun yang rupanya mendapatkan getah dari perbuatan jahilnya. Kyuhyun dihukum
berdiri di luar kelas sambil mengangkat satu kaki dan merentangkan tangannya.
Tanpa sepengetahuan guru, Kyuhyun memasang headset di telinganya. Begitu
Seohyun lewat, Kyuhyun memberi isyarat dengan telunjuk jari agar Seohyun tak
berisik. Seohyun tersenyum geli melihat Kyuhyun yang joget-joget diiringi musik
di headsetnya. Sejak saat itu, Seohyun yang sedang kasmaran mengikuti kemanapun
Kyuhyun pergi. Ke tangga, ia pura-pura ada disitu sejak tadi. Ia juga
menelusuri lorong-lorong sekolah hingga tak sengaja hampir bertabrakan dengan
Kepala Sekolah. Begitu pun saat olahraga. Kyuhyun yang suka ikut-ikutan bermain
bersama klub sepak bola memancing histeria para gadis yang tergila-gila
padanya. Termasuk Seohyun yang pura-pura membagikan minuman gratis.
Saat sedang bermain sepak bola, tiba-tiba seorang murid
cewek memanggil Kyuhyun. Kyuhyun menghampirinya dan mereka terlihat akrab.
Seluruh murid kelihatan jealous dan penasaran tentang hubungan keduanya. Di
rumah, Kyuhyun mematut di depan kaca. Ia menyadari tak ada kemungkinan untuk
Kyuhyun melirik padanya karena kulitnya yang dekil dan gelap.
Kemudian ia dikejutkan oleh kedatangan pamannya yang
bekerja di Amerika bersama ayahnya. Pamannya masih terkena jetlag karena
penerbangan yang jauh.
Pamannya memberitahu Seohyun, Sulli, dan Eomma mereka kalau Appa-nya bekerja menjadi asisten koki. Ia juga mengirimkan foto serta mengatakan kalau istri dan anak-anaknya harus bersabar.
Pamannya memberitahu Seohyun, Sulli, dan Eomma mereka kalau Appa-nya bekerja menjadi asisten koki. Ia juga mengirimkan foto serta mengatakan kalau istri dan anak-anaknya harus bersabar.
Paman Kangin berkata, “Appa-mu juga mengatakan, kalau di
antara kalian ada yang mendapatkan ranking 1 maka ia akan mengirimkan tiket ke
Amerika”
Seohyun dan Sulli bersorak gembira.
“Tapi tiket kan mahal” ujar Sulli menghilangkan kegembiraan
Seohyun.
Ibu mereka mengatakan, “Karena Appa-mu tahu, mendapatkan
ranking 1 itu sangat sulit buat kalian makanya ia janji seperti itu”
Seohyun memandangi foto Appa-nya penuh tekad, “Lihat saja Appa, aku akan mendapatkan
ranking 1!”
“Dari ranking 30?” sela Sulli. Gubrak
***
Istirahat sekolah, Seohyun yang hendak membeli minuman
untuk teman-temannya mendapat gangguan dari anak-anak basket, Donghae dan
Eunhyuk. Mereka bertengkar dan keributan itu disadari oleh Kyuhyun. Kyuhyun
membelikan Seohyun 4 gelas pepsi untuk Seohyun dan kawan-kawannya. Seohyun
semakin terpesona dengan Kyuhyun. Rupanya Donghae dan Eunhyuk tak terima oleh
perbuatan Kyuhyun yang dinilai mereka sok pahlawan. Mereka mengajak Kyuhyun
bertarung di belakang sekolah. Tadinya Kyuhyun tak berniat meladeni mereka sampai
Eunkyuk menghina-hina Appa-nya,
“Kenapa? Kau berniat menjadi sok pahlawan seperti Appa-mu? Gara-gara Appa-mu tak bisa
tendangan pinalti, provinsi kita tak jadi mendapatkan piala nasional! Dasar
sial Appa-mu!”
BUG!
Kyuhyun yang habis kesabaran menghajar Eunhyuk. Seohyun
yang mendengar tentang perkelahian Kyuhyun, segera kembali ke sekolah. Namun
saat kembali Kyuhyun dan yang lainnya sudah tak ada. Hanya ada sebuah kancing
berlumuran darah yang terjatuh di lantai. Seohyun memungutnya. Sesampainya di
rumah, Seohyun menyimpan Pepsi yang dibelikan Kyuhyun untuknya di kulkas. Di
tempelkan kertas bertuliskan “Jangan Diminum” di gelas Pepsi tersebut. Saat di
kamar, ia membersihkan kancing yang ia pungut dan menggambar sebuah senyum di
atas kancing tersebut. Ia memanggil benda yang diyakininya milik Kyuhyun itu
Tuan Kancing. Setelahnya ia tertidur sambil membayangkan memeluk Kyuhyun.
Saat upacara sekolah keesokan harinya, Guru BoA memanggil
nama-nama yang disuruh ke ruang disiplin untuk diberi hukuman. Rupanya Kyuhyun,
temannya, Donghae dan Eunhyuk juga dipanggil karena bertengkar kemarin. Saat di
ruang Guru Kedisiplinan, Kyuhyun dan yang lain diberi hukuman sabet rotan di
pantat. Seohyun yang merasa menyesal menunggui Kyuhyun selesai menerima hukumannya.
Kyuhyun diberi keringanan oleh gurunya karena berprestasi dibidang fotografi.
Di luar, Kyuhyun bertemu dengan Seohyun dan mengatakan kalau hukuman yang
diterimanya bukan karena Seohyun. Seohyun memberi plester untuk luka Kyuhyun.
Setelah berbalik, Kyuhyun memanggil nama Seohyun untuk mengucapkan terima
kasih.
Sepulang sekolah Seohyun segera pergi ke danau dan
berteriak heboh karena Kyuhyun tahu namanya. Di kafe tempat Seohyun dan
kawan-kawannya biasa nongkrong sepulang sekolah, Sooyoung menemukan buku 20
Trik Menggaet Senior untuk menjadi pacar. Seohyun pura-pura tak tertarik dan
memilih membaca buku, Rahasia Menjadi Ranking 1. Sooyoung menggodanya,
“Apakah kau benar-benar akan bersungguh-sungguh Hyunnie?”
Seohyun merengut, “Aku serius. Sudah 5 tahun aku tak
bertemu Appa,
aku ingin segera bertemu dengannya”
Beberapa saat kemudian masuk beberapa kakak kelas mereka
sambil membawa sebuah buku berjudul 9 Metode Cinta. Kakak kelas itu
membicarakan bahwa buku itu ampuh sekali dan membuatnya bisa pacaran dengan
orang yang ia sukai. Temannya juga membeli buku yang sama, dan ia juga berhasil.
Hyoyeon dan yang lain tertarik membeli buku itu dan
membacanya di rumah Seohyun.
Metode pertama (dari Yunani):
“Pergilah ke tempat dimana
banyak bintang seorang diri, lalu tariklah garis dari bintang satu ke bintang
yang lainnya sampai membentuk nama pria yang kau sukai” Sooyoung
dan teman-temannya langsung ke jendela dan menarik nama masing-masing pujaan
hati mereka, sementara Seohyun diam saja di kursi baca.
Sunny, “Hyunnie kau tak ikutan?”
Seohyun membalas, “Aku tak percaya hal semacam itu. Buku
itu tak masuk akal”
Akhirnya setelah teman-temannya pulang, Seohyun segera
berlari ke jendela dan menarik nama Kyuhyun di antara bintang-bintang dengan
sepenuh hati.
***
Kyuhyun sedang bermain bola bersama teman-temannya hingga
pelatih fotografi-nya datang. Ia membawa poster tentang lomba fotografi yang akan diikuti
oleh Kyuhyun. Ayahnya yang sedang beres-beres toko memandang Kyuhyun dari jauh.
“Dia selalu bermain sepak bola bersama teman-temannya
tapi tak pernah mau ikut klub sepak bola sekolah”
Ibu Kyuhyun membalas ucapan ayah Kyuhyun, “Biarkan saja.
Dia bermain sepak bola untuk bersenang-senang, bukan untuk bertanding”
Ayah Kyuhyun mengusap wajahnya, “Andai saja saat itu aku
berhasil melakukan penalti”
Ibu Kyuhyun menghela nafas, “Nah, lagi-lagi kau bicara
seperti itu. Kyuhyun tak bermain serius bukan karenamu. Kalaupun ia trauma,
suatu saat ia akan melewatinya. Lihat, orang yang nyata berdiri di depanku,
sudah melewati hari yang buruk itu hingga bertahan sampai sekarang bukan?”
Ayah Kyuhyun tersenyum. Pagi harinya di sekolah, Seohyun
datang dengan penampilan baru. Ia memasang kawat gigi. Sementara Sunny bilang
ia aneh dengan kawat gigi tersebut, Seohyun bersikeras kalau kawat gigi itu
kelihatan indah.
Sooyoung tak memperdulikan Seohyun, ia menatap Siwon yang
duduk jauh di depannya.
Kemudian bergumam, “Makan makan nasinya! Yes! Dia makan
nasinya!”
Hyoyeon meledek Sooyoung, “Tentu saja, karena dia memang
sedang makan”
“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Seohyun pada kedua temannya
dengan ekspresi heran. Hyoyeon menunjukkan lagi buku 9 Metode Cinta pada Seohyun.
Metode kedua (dari Maya):
“Pusatkan pikiranmu dan
tataplah orang yang kau suka. Usahakan kau menguasai pikirannya, kemudian suruh
ia melakukan sesuatu. Jika berhasil, maka ia pasangan jiwamu” sebelum Hyoyeon selesai bicara, Seohyun sudah memandangi Kyuhyun.
Sambil memusatkan pikirannya ia bergumam, “Menolehlah padaku menolehlah padaku”
usaha Seohyun dilihat oleh
teman Kyuhyun yang kemudian memanfaatkan keadaan itu untuk menyuruh Kyuhyun
menoleh hingga bisa mencuri bakso milik Kyuhyun. Kyuhyun menoleh. Seohyun
menjerit kecil.
“Kyuhyun-oppa menoleh
padaku!”
“Siapa yang menoleh,
Hyunnie?” tanya Sooyoung yang duduk disampingnya.
Seohyun membetulkan
kacamatanya gugup, “Tidak. Bukan siapa-siapa”
“Kau mencoba menghipnotis
Kyuhyun-oppa ya?” tanya Sooyoung curiga.
“Apa, kau gila? Tentu saja
tidak!” elak Seohyun., meskipun akhirnya ia ketahuan juga berbohong.
“Lalu kenapa kau bilang
buku ini tak masuk akal?” sindir Hyoyeon.
Seohyun tersipu, “Aku takut
kalian akan meledekku”
Sooyoung menepuk bahu
Seohyun, “Tenang saja Hyunnie kami pasti akan meledekmu!” lanjut teman-temannya
sambil tertawa.
***
Di tempat lain, Guru BoA
sedang bahagia karena diberi sekotak telur asin oleh Guru Leeteuk.
“Sepanjang perjalananmu kau
pasti memikirkan aku karena membeli telur ini” ucap Guru BoA tersipu malu. Guru
Leeteuk hanya tersenyum.
Sepanjang jalan Guru BoA
bernyanyi gembira dan memamerkan telur asin yang diberi Guru Leeteuk, namun
nyanyiannya terhenti ketika di kantor guru, masing-masing meja juga penuh dengan
kotak telur asin dengan merk yang sama. Bahkan banyak yang lebih dari satu
kotak.
Metode
ke tiga (dari Skotlandia):
“Berikan
sesuatu yang berlambang hati kepada pujaanmu”
Kali ini Seohyun dibantu teman-temannya
hendak memberi Kyuhyun hadiah cokelat berbentuk hati. Mereka menyingkirkan
hadiah-hadiah lain yang ada di atas sepeda motor Kyuhyun dan menaruh kotak
cokelat Seohyun di atas sepeda motor.
Saat Kyuhyun mengambil
hadiahnya, Seohyun dan kawan-kawan mengintip dari balik tembok. Dan, ups,
rupanya karena kelamaan di atas sepeda motor, coklat itu mencair dan mengotori
sepeda motor Kyuhyun.
“Kita lupa satu hal,” ujar
Sooyoung.
“Sekarang sedang musim
panas”
“Mangga?” tanya Sunny heran
pada Seohyun ketika ia memutuskan untuk memberi Kyuhyun mangga, “Orang lain
memberi sapu tangan, bunga, dan yang lain sementara kau mangga? Bagaimana bisa
romantis?” saat mereka masih berdebat, rupanya sudah ada yang mendahului
mereka. Victoria, cewek tercantik satu sekolah menghampiri Kyuhyun dan memberinya
kue mangga buatannya. Kyuhyun terlihat sangat senang dan berterima kasih.
“Dia manis, dan ibu rumah
tangga yang baik di masa depan, bagaimana kita bisa bersaing dengannya?” ujar
Sunny lesu.
Seohyun mulai putus asa. Saat
ujian Bahasa Inggris berlangsung, rupanya Guru BoA diundang oleh Guru Leeteuk
untuk makan malam di rumahnya. Guru BoA pura-pura sibuk dan berusaha
menyempatkan diri untuk datang. Namun Guru Taeyeon lewat dan mengkonfirmasi
janji makan malamnya juga bersama Guru Leeteuk di waktu yang sama.
Guru BoA bertanya pada Guru
Leeteuk, “Malam ini bukan hanya kencan di antara kita saja?”
Guru Leeteuk tertawa,
“Tolong jangan sebut sebagai kencan. Malam ini aku sengaja mengundang guru-guru
untuk makan malam bersama”
Guru BoA cemberut. Ketika
Seohyun menghampiri dan menyerahkan kertas ujiannya, Guru BoA yang masih terbawa
emosi meremas kertas ujian Seohyun dan membuangnya. Saat tersadar, ia minta
Seohyun menolongnya memungut kertas itu lagi.
***
“Aku punya ide” kata
Sooyoung, “Kyuhyun-oppa harus mengantar Hyunnie pulang. Ini akan jadi terlihat
romantis”
Seohyun dan yang lainnya
setuju. Mereka mencari cara supaya Seohyun kelihatan butuh tumpangan. Sooyoung
sampai membuang kunci motor milik Hyoyeon. Sayangnya mereka lagi-lagi
kedahuluan Victoria. Victoria berjalan mendekati Kyuhyun dan pura-pura terkilir
kakinya.
“Nona kue mangga” Kyuhyun
memanggil Victoria, “Kenapa? Apa kau tak bisa berjalan?”
“Tak apa” ucap Victoria
pura-pura, namun lagi-lagi ia memperlihatkan seolah-olah ia terkilir. Kyuhyun
yang gentle menawarkan tumpangan pada Victoria yang disambut senang hati.
Victoria tersenyum menang ke arah Seohyun.
“Ah, dramatis sekali” sinis
Sunny.
“Apa ia lulusan sekolah
akting?” sahut Sooyoung. Sementara Seohyun melongo tak percaya.
***
(Tahun Berikutnya)
Sulli menemukan kertas yang
isinya gambar Seohyun dan Kyuhyun kemudian mengadukannya pada ibunya. Ibunya
marah karena Seohyun sudah memikirkan pacaran,
“Seo, bagaimana kamu mau
bertemu Appa-mu? Untuk hal ini, kamu
harus lebih dewasa dulu. Sekarang kamu hanya harus fokus belajar!” Sulli
meledek Seohyun.
Dengan marah, Seohyun pergi
ke atas atap. Di atas atap Seohyun hanya melamun sambil mendengarkan musik
sedih. Rupanya Sulli yang merasa bersalah menelpon Sooyoung dan yang lain agar
menghibur Seohyun. Mereka datang dan hendak mempraktekan buku 9 Metode Cinta.
Metode ketujuh *tahu-tahu sudah tujuh* (dari Gypsy):
“Cinta,
berarti harus membangun diri sendiri. Gunakanlah kekuatan cinta agar kita bisa
menjadi lebih pintar, lebih cantik dan lebih baik dari sebelumnya. Maka
akhirnya si dia akan melihat ke kita.”
Sooyoung dan yang lainnya
melakukan segala macam perawatan pada tubuh Seohyun. Dari masker, lulur, sampai
melumuri kulit Seohyun dengan kunyit.
Seohyun yang sudah selesai
perawatan, bersama teman-temannya datang ke toko olahraga milik ayah Kyuhyun.
Mereka ingin bertemu Kyuhyun dan memperlihatkan Seohyun. Tapi rupanya Kyuhyun
sedang pergi. Seohyun sempat melihat artikel yang memberitakan kegagalan
eksekusi pinalti ayah Kyuhyun. Saat hendak pulang, rupanya Kyuhyun datang. Ia
menyapa Seohyun kemudian heran dengan perubahan kulit Seohyun. Rupanya ‘treatment’
khusus yang dilakukan Sooyoung dan yang lain justru membuat Seohyun terlihat
kuning.
“Apa kau menderita sakit
kuning?” tanya Kyuhyun sambil memeriksa suhu tubuh Seohyun. Seohyun yang gugup
menggeleng sambil berusaha tersenyum.
Saat itu lagi-lagi Victoria
datang, dan berpura-pura hendak membeli sekotak bola pingpong. Seohyun yang
kesal menjatuhkan bola pingpong yang dipegangnya sehingga Victoria terpeleset
dan jatuh.
Di sekolah akan diadakan
klub pentas seni. Klub drama Guru BoA terlihat kosong dan tak ada yang
mendaftar, sementara klub penari klasik milik Guru Taeyeon penuh dengan
peminat. Di antara peminat-peminatnya juga ada Seohyun cs.
“Hyunnie, kau harus melepas
kaca matamu” saran Sooyoung.
Seohyun melepas kacamatanya
sambil cemberut, “Kurasa kita tak cocok sama sekali dengan konsep klub ini. Kulit
putih, cantik, mirip China semua yang dibutuhkan untuk kualitas penari klasik”
“Seohyun benar,” Hyoyeon
menimpali, “Setiap tahun Guru Taeyeon hanya memilih yang cantik. Dan seluruh
sekolah akan datang melihat mereka menari”
“Tidak seperti klub drama,
mereka semua jelek. Tak ada yang ingin melihat mereka perform” tambah Sunny.
“Tapi kita harus
mencobanya” sela Sooyoung, “Kita mungkin tak cantik, kulit putih dan mirip
China, tapi kita indah dan berkulit gelap. Kita bakal jadi trend baru” yang
lain tertawa.
Kyuhyun lewat di dekat
mereka dan menimbulkan kehebohan. Victoria memanggil Kyuhyun dan bertanya klub
mana Kyuhyun akan bergabung.
“Aku akan ikut klub fotografi”
jawab Kyuhyun.
Victoria tersenyum genit,
“Kalau oppa butuh model untuk fotomu, kau bisa memanggilku kapan saja”
Sooyoung cs menatap
Victoria jijik. Kyuhyun tersenyum, “Aku berminat memotret pemandangan bukan
orang”
Sooyoung cs menertawakan
Victoria. Tapi Victoria tak menyerah, “Ah, Kyuhyun-oppa bercanda”
“Aku memang bercanda” jawab
Kyuhyun menghilangkan tawa Sooyoung dan yang lain.
“Sini biar ku foto”
Victoria memasang pose manisnya.
Di foto kedua, Seohyun
ikut-ikutan di belakang Victoria.
“Jadi, kau sudah tak kuning
lagi? Kau kelihatan lebih cerah” ujar Kyuhyun setelah memotret mereka berdua.
Seohyun mengangguk sambil tersenyum gugup. Victoria kelihatan tak senang.
“Aku akan menanti
penampilan kalian berdua saat festival” ucap Kyuhyun membuat Victoria dan Seohyun tersipu malu.
“Menjadi lebih baik dan
indah,” sahut Sunny. Seohyun mengangguk sambil tersenyum.
“Kalau kau ragu soal
keindahan, kenapa tidak pindah saja ke klub lain?” sindir Victoria.
Seohyun cs emosi mendengar
hinaan dari Victoria hingga memulai pertengkaran. Membuat murid-murid lainnya
yang mengantri terdorong ke depan. Guru Taeyeon menyuruh murid-murid yang
membuat masalah pergi dari barisan kecuali Victoria dan temannya yang bernama
Jessica. Ya, Guru Taeyeon memang pemilih. Victoria, yang masih dendam pada
Seohyun, meracik minuman dengan bumbu khusus. Ketika Seohyun lewat, ia
memanggilnya dan memberi minuman itu sebagai tanda maaf. Seohyun menerima
minuman itu tanpa curiga sedikitpun. Namun sebelum meminumnya, Yoona senior Seohyun yang
sekelas dengan Kyuhyun menahan tangan Seohyun dan menyuruh Victoria untuk
mencoba minuman itu lebih dulu. Rupanya sedari tadi ia memperhatikan Victoria.
“Kenapa kau tak mau minum?”
tantang Yoona. Victoria salah tingkah.
“Lain kali hati-hatilah jika
kau tak mau meminum air dengan banyak sambal” nasihat Yoona pada Seohyun, “Pergi
dan buang minuman itu!” Seohyun menurut. Sementara Yoona kembali ke bangku
Kyuhyun dan kawan-kawan sambil menceritakan perbuatan Victoria,
“Lihatlah tingkah gadis
itu” dan hilang sudah kesempatan Victoria memikat hati Kyuhyun.
Guru BoA yang tak menemukan
satu pun peminat akhirnya memutuskan menghampiri Seohyun cs yang baru didepak
dari klub tari. Ia mengetes Seohyun cs dengan asal kemudian mengatakan bahwa
mereka sudah diterima di klub drama. Dan mereka ditunggu di auditorium. Matanya
lalu menangkap minuman Seohyun yang belum dibuang dan tanpa pikir panjang
langsung meminumnya! Reaksinya seperti yang bisa dibayangkan. Ia hampir
memuntahkan minumannya di depan Kepala Sekolah. Seohyun cs langsung mencegah
Kepala Sekolah yang juga ingin meminum minuman itu.
Seohyun cs datang ke auditorium
terlambat sehingga Guru BoA menghukum mereka tak boleh ikut drama. Dengan
senang hati Seohyun cs menerima hukuman itu sampai Guru BoA langsung
membatalkan hukumannya. Hyoyeon berusaha menjelaskan kalau mereka ingin ikut
klub tari, namun belum selesai Hyoyeon ngomong, Kyuhyun muncul juga di
auditorium. Rupanya ia juga dipaksa ikut oleh Guru BoA. Seohyun menggunakan
kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Kyuhyun dan setuju bergabung dengan
klub drama. Klub drama akan mementaskan Drama Bahasa Inggris Snow
White dan karena Seohyun yang terbaik dalam pelajaran Bahasa Inggris, ia
terpilih jadi Snow White. Kyuhyun? Dia terpilih jadi kelinci merangkap penata
panggung.
Guru BoA kemudian mengajak
Guru Leeteuk dan Guru Taeyeon untuk melihat hasil tata rias anak didiknya. Ia
membual kalau anak didiknya mengerti tentang keindahan, namun ketika mereka
sampai mereka dihadapkan oleh anak-anak drama yang berdandan kacau dan
asal-asalan.
“Ini panggung drama atau
panggung komedi Guru BoA?” sindir Guru Taeyeon.
Hari menjelang gelap,
latihan drama Seohyun usai. Ia pergi ke belakang panggung yang dipikirnya sepi
orang. Ternyata ada Kyuhyun disitu dan mereka hanya berdua.
“Oh, kau sudah mau pulang?”
tanya Kyuhyun yang sedang asik memotret.
Seohyun mengangguk. Matanya
justru fokus pada buku 9 Metode Cinta di dekat Kyuhyun. Ia khawatir kalau Kyuhyun
berpikir macam-macam setelah melihat buku itu. Buru-buru ia ambil semua buku
itu saat Kyuhyun sedang memotret hal lain. Kemudian sebuah kertas jatuh di
dekat kaki mereka. Nomor telepon Kyuhyun! Dengan sigap, Seohyun
segera menutupi kertas itu dengan kakinya. Ia menyeretnya sepanjang pulang.
“Hati-hati ya...!” ujar
Kyuhyun yang tak sadar soal kertas itu. Ia lebih heran pada Seohyun yang
berjalan terseret-seret padahal saat datang berjalan dengan normal.
Guru BoA diam-diam memata-matai
Guru Taeyeon yang mampu mendandani muridnya dengan sangat baik. Tak mau kalah
akhirnya ia meminta bantuan Yoona untuk menjadi ahli tata rias drama. Ia
menyuruh Yoona untuk mendandani Seohyun lebih dulu. Kyuhyun, dibelakang
Seohyun, memberi isyarat pada Yoona agar melakukan yang terbaik. Kemudian
Seohyun mulai didandani oleh Yoona.
Tak lama kemudian Seohyun
berganti baju, ia muncul dan memukau teman-temannya. Seohyun terlihat lebih
bersih dan cantik. Semua memuji keahlian Yoona merubah Seohyun. Namun yang
Seohyun harapkan adalah reaksi dari Kyuhyun. Dan Kyuhyun bilang, “Dia tampak
sama. Snow White dengan kawat gigi”
Jleb!
Besoknya Seohyun segera
melepas kawat giginya. Saat latihan drama, yang berperan sebagai Pangeran tiba-tiba
terkena diare. Guru BoA memerintahkan Kyuhyun yang saat itu sedang melukis
pohon untuk sementara mengganti peran Pangeran. Dan adegan yang diperankan
adalah adegan Pangeran yang mencium Snow White agar bangun dari tidurnya.
Seohyun menanti ciuman Kyuhyun dengan berdebar-debar. Sementara teman-temannya
sudah heboh. Ia memejamkan mata. Namun saat ia membuka matanya lagi, sang Pangeran
asli sudah kembali dari sakit diarenya dan bersiap mencium Seohyun. Seohyun
yang kaget karena saat membuka mata wajah Kyuhyun berubah, langsung lompat dari
kasurnya. Karena panik ia tersandung ujung panggung dan mau jatuh. Beruntung
tangan Kyuhyun menariknya dan menahannya agar tak jatuh. Kyuhyun langsung
menarik Seohyun hingga ke pelukannya dan menegurnya,
“Kau hampir mematahkan
lehermu!” Seohyun menunduk menyesal sementara hatinya berdebar tak
karuan.
Malamnya Seohyun berusaha
menelpon Kyuhyun dengan nomor yang baru ia dapat. Begitu tersambung langsung
terdengar suara Kyuhyun. Namun belum selesai Kyuhyun bicara, Seohyun sudah
menaruh telponnya lalu berteriak kegirangan. Saat ia kembali, Kyuhyun rupanya
telah menutup teleponnya.
***
Hari pentas seni pun tiba.
Seperti biasa, pertunjukkan tari Guru Taeyeon mendapat sambutan hangat dari
murid-murid sekolah. Semua memadati kursi penonton hanya untuk melihat Victoria
cs yang cantik menari. Sementara ketika pertunjukkan Drama Guru BoA, satu
persatu murid meninggalkan bangku penonton. Hanya ada beberapa yang bertahan
dengan tidak penuh minat.
Seohyun tak melihat Kyuhyun
diantara penonton. Yang ada malah seorang cowok tampan yang tak ia kenal
memandangnya dengan terpesona. Ia bermain drama dengan lesu. Sementara Kyuhyun
ternyata baru dapat pengumuman kalau ia memenangkan lomba fotografi. Ia harus
pergi untuk mengambil hadiahnya bersama Kepala Sekolah.
Di belakang panggung, Guru
BoA memuji kinerja anak-anak didiknya. Ia bahkan berjanji akan mentraktir semua
anak didiknya makan malam. Di meja Seohyun ada sebuah apel dan pesan di
bawahnya. Untuk Snow White, saya sudah mencicipinya. Apelnya tak beracun.
Seohyun memandangi apel itu dengan senang.
“Dari siapa?” tanya Sunny
tertawa geli karena melihat apelnya sudah digigit.
“Pasti dari Kyuhyun-oppa”
ucap Seohyun senang.
“Mungkin dari anak itu”
Hyoyeon menunjuk cowok yang berperan sebagai Pangeran yang sedang memakan apel,
dan memandang Seohyun penuh minat.
“Euhh...” Seohyun geli.
Sementara Sooyoung cs tertawa mengejeknya, “Pangeran kodok! Sungguh cocok
dengan putri kodok!”
Malamya Seohyun
melampiaskan kekesalan pada Tuan Kancing. Ia berpikir Kyuhyun pasti hanya
memilih datang ke pertunjukkannya Victoria dibanding dirinya. Ia lalu membuang
Tuan Kancing meski kemudian ia memungutnya lagi dari tong sampah.
Keesokan harinya, Kyuhyun
sedang asik mengobrol bersama teman-temannya ketika seorang cowok menepuk
bahunya, “Hei, kau tak menyapa ayahmu ini anakku?” canda cowok itu.
Kyuhyun menoleh dan kaget.
Ia langsung memeluk cowok itu dan mengenalkannya pada teman-temannya, “Ini Shim
Changmin, dia temanku sejak TK”
Changmin rupanya langsung
terkenal di kalangan gadis-gadis karena dia tampan (meski buatku Kyuhyun yang paling tampan) dan merebut popularitas
Kyuhyun. Changmin lebih ramah, dan easy
going. Ia menyapa semua gadis di jalan, sampai Kyuhyun menghentikan tingkah
playboynya dan mengajaknya ke kantin.
Di kantin rupanya drama
Snow White yang diperankan Seohyun diputar berulang-ulang kali. Semua tak ada
yang mengenali bahwa Snow White disana adalah Seohyun, dan Seohyun yang kini
lebih manis dan cantik langsung terkenal di kalangan cowok-cowok. Sementara
Kyuhyun dan Changmin juga melihat TV yang sama.
“Wah itu Snow White yang
sedang diputar di TV. Dia manis. Apa dia sudah punya pacar?” tanya Changmin benar-benar
terpesona dengan Seohyun.
“Sepertinya belum, tapi
kurasa kau tak boleh mendekatinya” jawab Kyuhyun.
“Kenapa?” tanya Changmin
heran.
“Bukankah dia terlalu muda
untukmu?”
“Ah aku bahkan sudah biasa
meminta nomor telepon anak kelas 5 SD,” ujar Changmin. Kyuhyun Cuma
melongo gaje.
***
Tahun berikutnya....
Kyuhyun dan Changmin bermain
sepak bola seperti biasa, sampai Changmin menyuruh Kyuhyun melakukan tendangan
pinalti. Kyuhyun tersinggung dan marah-marah karena Changmin selalu menyuruhnya
melakukan pinalti. Changmin yang tahu trauma sahabatnya bertanya, “Kau masih
belum pulih dari trauma mu itu? Ayahmu sendiri mungkin sudah lupa”
Kyuhyun mengelak, “Bukan,
karena terlalu mudah makanya tak kulakukan!”
Changmin ngalah, “Iya deh
Cristiano Ronaldo...”
Di tengah jalan mereka
dihentikan oleh cewek-cewek dari grup mayoret yang ingin foto bersama Changmin.
Kyuhyun menawarkan dengan sukarela untuk memotret mereka. Namun baru gambar
pertama, kedua cewek itu sudah bertengkar merebutkan posisi paling dekat dengan
Changmin. Pertengkaran itu menarik perhatian siswa mayoret yang lain, mereka
pun tawuran. Guru BoA datang melerai, sementara Kyuhyun dan Changmin kabur dari
tempat itu.
“Hei, kau bisa membuat
keadaan jadi seperti ini?” tanya Kyuhyun kagum. Changmin hanya mengangkat bahu.
Kedua siswi itu akhirnya terluka
karena pertengkaran barusan. Yang satu leher dan kakinya, yang satu lengannya.
Mereka dipastikan takkan bisa memimpin grup mayoret. Kepala Sekolah akhirnya
memutuskan akan berkonsultasi dengan Guru Taeyeon. Guru BoA cemberut mendengar
nama Guru Taeyeon disebut. Tiba-tiba ia melihat raket melayang di belakangnya.
Rupanya Seohyun dan kawan-kawan melempar raket untuk bisa mengambil cock yang
tersangkut (Seohyun sekarang sudah
jauh lebih cantik, bersih dan putih, rambutnya juga panjang). Guru BoA
langsung dapat ide.
Guru BoA menghampiri
Seohyun cs yang sedang istirahat. Ia memuji-muji Seohyun,
“Seohyun-ah seumur hidupku
aku tak pernah melihat orang sesempurna, sebaik dan secantik dirimu!”
Seohyun yang tahu Guru BoA
dulu bahkan pernah menghinanya sebagai si kulit hitam berkata, “Guru, katakan
saja langsung, apa yang kau ingin aku lakukan?”
Guru BoA pun meminta secara
langsung supaya Seohyun menjadi pemimpin mayoret sekolah untuk Festival
Olahraga kota. Seohyun tadinya mau menolak karena festivalnya tinggal 2 minggu
lagi, dan ia sama sekali tak ada persiapan, namun Guru BoA memohon-mohon pada
Seohyun.
Dalam latihan pertama,
Seohyun bahkan tak bisa menangkap tongkat mayoretnya sama sekali. Ia
melemparnya sangat tinggi sehingga seluruh murid-murid pada berlarian karena
takut tertimpa.
Seohyun putus asa. Ia
merasa tak mungkin bisa melakukan lemparan tongkat mayoret. Sooyoung cs
menyemangatinya. Sunny membacakan metode terakhir dalam buku 9 Metode Cinta
yang sesuai keadaan Seohyun saat ini.
Metode terakhir *ini juga tahu-tahu sudah
terakhir*:
“Jika kamu ingin melakukan
sesuatu karena cinta maka lakukanlah habis-habisan dan dengan sepenuh hati,
maka dia akan datang padamu”
Seohyun menghela nafas. Ia
merasa tak percaya diri. Hyoyeon memegangi bahunya dan menyemangati, “Hey,
Hyunnie kamu sudah sampai sejauh ini (selama
lebih dari 2 tahun jatuh cinta pada orang yang sama) dan berjuang sekuat
tenaga. Kamu kali ini tak hanya menjadi pemimpin mayoret sekolah kita, tapi
menjadi perwakilan provinsi. Berjuanglah Seohyunnie! Fighting!”
Seohyun akhirnya berlatih
siang-sore-malam di lapangan. Bahkan ketika lapangannya sedang dipake Kyuhyun dan
Changmin cs untuk bermain sepak bola, Seohyun masih berlatih. Hal itu menarik
perhatian Changmin yang jadi tak konsentrasi bermain bola dan membuat Kyuhyun
kesal lalu menyeretnya, “Lagi-lagi kau melirik gadis-gadis!”
Guru BoA sedang meyakinkan
Kepala Sekolah bahwa grup mayoretnya akan menjadi yang terbaik. Ia bahkan
memuji-muji Seohyun yang akan menjadi pemimpin grup mayoret. Baru selesai
memuji, tiba-tiba terdengar teriakan Seohyun.
“Awas Guru!” dan tongkat
mayoret melayang ke arah mereka berdua. Seohyun segera berlari mengambil
tongkat tersebut sambil minta maaf.
“Jangan bilang kalau dia
yang akan jadi pemimpin mayoret sekolah ini!” kata Kepala Sekolah. Guru BoA
mencoba meyakinkan kalau kegagalan Seohyun tadi adalah yang pertama. Belum
selesai Guru BoA ngomong, tiba-tiba sebuah benda bergulir di depan mereka.
Rupanya Seohyun baru saja mematahkan kepala tongkat mayoretnya hingga rusak.
“Ganti dia, atau kau yang
akan kuganti” ujar Kepala sekolah pada Guru BoA sambil berjalan pergi.
Guru BoA panik, “Tapi festivalnya tinggal seminggu
lagi!”
Seohyun mengintip dari
balik pohon dengan perasaan bersalah.
Victoria dan Jessica sedang
berjalan sambil membicarakan soal Guru BoA yang keras kepala mempertahankan
Seohyun, “Aku heran kenapa ia tak memilih kita yang cantik dan berbakat, Guru
BoA begitu mengerikan, setiap siswanya juga mengerikan. Untung kita tak berada
di kelasnya, kita mungkin takkan populer seperti sekarang” Seohyun yang
mendengar perkataannya Victoria marah, ia berniat akan melabrak Victoria namun
ditahan teman-temannya, “Kenapa kau membicarakan Guru BoA seperti itu!”
“Pada kenyataannya seperti
itu” jawab Jessica santai.
“Dasar wajah serangga!” ledek Victoria,
mereka lalu kabur.
Seohyun emosi, “Aku akan
membuktikan pada mereka bahwa Guru BoA bukan orang yang mengerikan!” ia pun
berlatih lagi dengan menggunakan sapu, sebagai pengganti tongkat mayoretnya
yang rusak. Ia masih belum berhasil.
Malamnya, Kyuhyun dan
Changmin sedang dalam pertandingan percobaan, dan Seohyun juga berada disitu
untuk latihan. Appa Kyuhyun dan temannya juga datang untuk melihat latihan
anaknya. Saat pertandingan, timnya Changmin dan Kyuhyun mendapat giliran
penalti. Saat Changmin mau melakukan eksekusi, Kyuhyun menahan Changmin.
Rupanya ia mau mencoba melakukan penalti. Appa Kyuhyun yang melihat gelagat anaknya
memutuskan ingin pergi dari tempat itu karena takut, namun ditahan temannya.
Changmin memberi kesempatan pada Kyuhyun.
Tendangan pinalti Kyuhyun
membentur tiang gawang. Kyuhyun depresi. Kata-kata hinaan Donghae dan Eunhyuk
tentang Appa-nya terngiang-ngiang di
kepalanya. Appa-nya pun tak kuat melihatnya dan berniat segera pergi, namun
temannya masih tertarik untuk melihat dan menahan Appa Kyuhyun. Changmin
menepuk bahu Kyuhyun dengan senyum. Temannya yang bermain di tim lawan
memberinya kesempatan kedua, “Yang tadi hanya pemanasan”
“Mana ada aturan seperti
itu!” kata Kyuhyun kesal.
“Ada” kata Changmin dan
kawan-kawannya.
“Terlebih lagi aku belum
meniup peluit” sahut Guru Leeteuk. Kyuhyun tersenyum senang. Ia mencoba
melakukan tendangan lagi. Goal! Kyuhyun disambut histeria
teman-temannya. Appa-nya juga sangat senang, dan pergi dengan lega dari tempat
itu. Semua menyoraki Kyuhyun termasuk Seohyun yang ikut tersenyum senang untuk
Kyuhyun. Kyuhyun akhirnya menerima tawaran Guru Leeteuk untuk menjadi pemain
tetap di klub sepak bola sekolah. Teman-temannya senang, namun pandangan mata
Kyuhyun menatap penuh arti ke arah Seohyun yang berdiri di samping bangku
penonton. Seohyun tersenyum sambil menatap tongkat mayoretnya.
Di kamar Seohyun memandangi
Tuan Kancing, “Aku mengerti” ucapnya penuh senyum keyakinan. Seohyun lalu
berlatih siang, malam, seminggu tanpa henti. Dan latihannya akhirnya membuahkan
hasil. Dia sudah mampu menangkap tongkat mayoretnya.
Di sekolah Guru BoA senang
dengan perkembangan Seohyun. Ia membanggakan Seohyun di depan Guru Leeteuk dan
Guru Taeyeon. Guru Leeteuk memberikan aplause, sementara Guru Taeyeon terlihat
tak senang.
Hari festival tiba. Seohyun
dengan pakaian leader mayoretnya terlihat sangat cantik, mereka berparade
keliling kota. Ia juga ditonton oleh Sulli dan ibunya.
“Bagaimana, apakah Eonnie-mu
terlihat cantik seperti Eomma?” tanya Ibunya.
“Yang benar saja! Eonnie
lebih cantik dari pada Eomma!” jawab Sulli. Ibunya memeluk Sulli sambil
tersenyum senang.
Kyuhyun dan Changmin juga
ikut menonton parade. Kyuhyun sibuk memotret Seohyun, sementara Changmin
memandangi Seohyun dengan terpesona, “Aku takkan mau pindah kemana-mana lagi”
Kyuhyun menggerutu, “Aku
selalu mendengar hal yang sama darimu terus!”
Hari valentine. Popularitas Seohyun
langsung meningkat sejak festival. Semua cowok tergila-gila padanya. Ia mendapatkan
banyak coklat dan hadiah valentine.
“Padahal valentine tahun lalu dia
masih berkulit gelap” ujar Sooyoung geli. Tapi Seohyun kelihatan tak
bersemangat.
Sunny menanyakan
keadaannya.
“Dia menunggu satu-satunya
pria, justru ia tak datang” ucap Sooyoung. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.
Hyoyeon tiba-tiba berseru
heboh. Rupanya Kyuhyun datang.
Ia membawa pohon mawar putih
yang masih ada akarnya. Sooyoung cs mendorong Seohyun yang terlalu nervous
untuk keluar. Hatinya dag-dig-dug, apalagi Kyuhyun tersenyum manis ke arahnya.
Namun senyum Seohyun harus hilang ketika Kyuhyun mengatakan hanya mengantarkan
mawar dari temannya. Seohyun memandang punggung Kyuhyun yang pergi dengan hati
kecewa.
Di kamar, Seohyun masih
melihat pohon mawar itu dengan sedih. Saat ia memutuskan untuk belajar, secarik
kertas terjatuh dari bukunya. Sebuah surat, (Seohyun, sampai bertemu jam empat di depan
tangga sekolah. Ada yang ingin kukatakan padamu. Seohyun tersenyum). Harapannya bangkit lagi. Seohyun
menunggu di depan tangga sekolah dengan berdebar-debar. Apalagi ketika ia
melihat sekolah sudah mulai sepi, dan Kyuhyun datang ke arahnya. Kyuhyun
tersenyum dan memanggil namanya, “Seo...”
“Rupanya kau datang”
tiba-tiba Changmin berdiri di antara mereka. Seohyun terkejut. Ia meremas
kertas di tangannya.
“Apakah Changmin-oppa yang
memberiku surat ini?” tanya Seohyun takut. Changmin mengangguk, “Ya, surat itu
milikku”
“A-Ada yang ingin kau
bicarakan padaku?”
Changmin memandang Seohyun
penuh senyum, “Maukah kau menjadi pacarku Seo-ah?” Seohyun terkejut. Ia tak
mengharapkan Changmin yang mengatakannya. Matanya beralih ke Kyuhyun,
“Kyuhyun-oppa ingin mengatakan sesuatu padaku?”
Kyuhyun berjalan ke arah
Changmin dan Seohyun sambil tersenyum, “Ah, aku hanya ingin bertanya kenapa kau
masih ada disini. Tapi pertanyaanku sudah terjawab” Kyuhyun menepuk bahu
Changmin kemudian pergi. Seohyun menatap kepergiannya dengan tak percaya.
“Jadi jawabannya apa Seo-ah?
Jika kau diam saja aku akan menganggap kau oke dengan itu” ujar Changmin.
Seohyun membeku.
***
“Hah! Changmin-oppa!” seru
Sooyoung cs dengan tak percaya. Seohyun mengangguk lesu.
“Bagaimana bisa?” tanya
Sunny, “Lalu, Kyuhyun-oppa hanya mengatakan itu?” Seohyun mengangguk lagi.
“Lalu apa jawabanmu pada
Changmin-oppa, Hyunnie?” tanya Hyoyeon.
“Aku tak menjawab. Apa yang
harus kulakukan Young-ah?” keluh Seohyun.
“Kau harus menunggu dan
melihat. Changmin-oppa adalah sahabat baik Kyuhyun-oppa, jika kau melakukan
sesuatu tanpa pertimbangan maka Kyuhyun-oppa pasti akan marah padamu”
***
Seohyun sedang jalan-jalan
di siang hari ketika motor Changmin berhenti di dekatnya. Changmin mengajak
Seohyun untuk pergi bersamanya. Tadinya Seohyun menolak, namun ketika Changmin
mengatakan kalau hari ini adalah hari pertandingan pertama Kyuhyun, Seohyun langsung
ingin ikut. Di pertandingan, Kyuhyun yang kelelahan menghampiri bangku Seohyun dan
meminta air, Changmin tak punya karena baru ia berikan pada Seohyun. Seohyun
akhirnya memberi punyanya. Kyuhyun meminum air pemberian Seohyun dan menyiram
wajahnya. Seohyun melihatnya dengan terpesona. Pertandingan hari itu, Kyuhyun
menang.
Seohyun pulang bersama
Kyuhyun dan Changmin. Ia dibonceng oleh Changmin, sementara Kyuhyun
mengendarainya sendiri. Mereka mengendarai motor sambil saling mengobrol. Suara
hati Seohyun saat itu, Kau tahu Tuan Kancing? Aku ingin berada di belakang
Kyuhyun-oppa, di sepeda motornya.
TO BE CONTINUED...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar