Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

A Crazy Little Thing Called Love Chapter 01



SeoKyu FanFiction

Judul: A Crazy Little Thing Called Love
Main Cast:
-Seo Joohyun
                -Cho Kyuhyun
Sub Cast:
                -Park Jungsu
                -Kim Taeyeon
                -Victoria Song
                -BoA
                -Kangta
                -Choi Jinri
                -Im Yoona
                -Shim Changmin
                -Choi Sooyoung
                -Lee Soon Kyu
                -Kim Hyoyeon
                -Jessica Jung
                -Lee Donghae
                -Lee Sungmin
                -Lee Hyukjae
                -Choi Siwon
Disclaimer: Tokoh diatas miliknya SM Family. Kalau fanfic ini versi SEOKYU dari drama Thailand yang berjudul A Crazy Little Thing Called Love. Happy reading ^_^ Reader yang baik adalah Reader yang mau memberikan komentar-komentarnya.

A CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE CHAP 01
Adegan di mulai di sebuah pameran fotografi profesional. Sang fotografer sedang di wawancarai mengenai sebagian besar foto-fotonya. Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi. Fotografer itu mohon izin pada wanita-wanita yang mewawancarainya,
“Maaf, anakku menangis”
Fotografer itu menghampiri bayi itu dan menghiburnya agar tak menangis lagi. Sementara wanita-wanita yang mewawancarainya berbisik-bisik,
“Tampan sekali, sayang sudah punya anak”
***
        (Flashback 9 Tahun Lalu)
Seohyun, seorang gadis berkulit gelap, berkacamata, baru pulang sekolah bersama ketiga teman-temannya, Sunny, Hyoyeon dan Sooyoung. Saat perjalanan, sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seorang cowok tampan melintas. Seohyun memperhatikannya dengan terpesona, apalagi saat cowok itu dengan baik hati memberikan jalan pada orang buta. Teman-temannya yang menyadari arah pandangan Seohyun menggodanya, meski Seohyun mengelak tapi ia tak luput dari sasaran kejahilan teman-temannya.
Sepeninggal teman-temannya Seohyun tak langsung ke rumah. Ia menjemput seorang bule bernama Justin Bieber. Rupanya Ibu Seohyun memiliki penginapan dan restoran murah untuk para turis yang ke Thailand.
“Bagaimana sekolahmu hari ini?” tanya Ibu Seohyun padanya.
“Baik, aku masih dengan Sunny, Hyoyeon dan Sooyoung” balas Seohyun.
“Apa kalian tak bosan satu sama lain? Kalian sudah bersama sejak kelas 1” tanya Ibu Seohyun lagi.
Sulli (adik Seohyun) menimpali, “Dia tak punya pilihan lain Eomma. Tak ada lagi yang mau berteman dengannya karena begitu melihat mereka akan takut, kan Seo-eonnie jelek”
Seohyun yang kesal menarik kepangan rambut Sulli, ibunya melerai dan menasihati,
“Teman adalah teman, bukan masalah penampilan”
Sulli berkata, “Tapi tetap harus jadi pertimbangan pertama. Untung aku terlahir mirip dengan Eomma, jika aku mirip dengan Appa atau Seo-eonnie aku pasti sulit punya pacar saat aku besar nanti”
Dan lagi-lagi kakak adik itu bertengkar. Ibunya memisahkan mereka,
“Sulli, Appa-mu pasti sedih kalau mendengarnya. Seo-ah, pergilah ke pasar untuk belanja!”
Setelah Seohyun pergi Sulli berbicara, “Appa kan di Amerika. Ia takkan bisa mendengarnya”
Saat Seohyun pulang dari pasar dan menikmati es krim yang dibelinya, seorang cowok jatuh dari pohon di dekatnya. Cowok itu adalah cowok yang sama dilihat Seohyun mengendarai motor vespa sepulang sekolah.
“Mangga?” tawar cowok itu pada Seohyun. Ternyata kaki cowok itu terpincang-pincang. Seohyun terkejut dan menerima mangga itu dengan hati berbunga-bunga. Namun kesenangan hatinya tak berlangsung lama ketika ia melihat cowok itu juga menawarkan mangga yang dipetiknya pada cewek lain di jalan. Keesokan harinya di sekolah, Seohyun, Sunny, Hyoyeon dan Sooyoung menghabiskan waktu istirahat mereka dengan mengisi quiz di majalah.
Hyoyeon berkata, “Young-ah dapat 28. Cowok yang pas untukmu adalah seseorang dengan jiwa pemimpin”
Mereka lalu melirik Siwon, pemimpin klub agama Katolik yang suka meditasi.
Hyoyeon berkata lagi, “Sunny-ah 15-25, cowok yang cocok untukmu adalah cowok yang ahli di bidang olahraga” Sunny melihat Sungmin, cowok anggota sepak bola, dengan terpesona.
“Hyunnie, kau cocok dengan pria yang berjiwa seni. Kira-kira siapa ya?” Seohyun tak mempedulikan teman-temannya. Dari tadi matanya hanya memandang seorang cowok yang lucu dengan menempelkan stiker hitam di alisnya. Rupanya cowok tampan itu satu sekolah dengannya.
Di kelas Bahasa Inggris Guru BoA, Seohyun dan teman-temannya terlihat sibuk mengobrol lewat kertas. Mereka membicarakan cowok tampan yang sedari tadi dilirik Seohyun.
Sooyoung menulis, “namanya Kyuhyun. Dia senior satu tingkat di atas kita. Masa lalunya sangat mengerikan. Jangan dekat-dekat dengannya.”
Seohyun membalas, “itu tidak benar.”
Sooyoung, “itu benar! Dua orang gadis pernah mengundurkan diri dari sekolah karenanya. Dia itu berbahaya.”
Dan saat Sooyoung dan Hyoyeon mengobrol mengenai Kyuhyun, Guru BoA mengetahuinya dan menghukum Sooyoung untuk berdiri. Ia ditanyai arti dari “You’re my inspiration” Sooyoung yang tak tahu gelagapan, hingga akhirnya Seohyun memberi tahunya diam-diam dan Sooyoung bisa melalui hukumannya dengan mulus. Di tengah pelajaran Seohyun meminta izin pada Guru BoA untuk pergi ke toilet. Meski ia akhirnya berbelok untuk mengintip Kyuhyun di kelasnya. Terlihat Kyuhyun sedang menjahili bangku temannya, Seohyun tersenyum geli dan puas.
Saat berbalik hendak ke kelas, ia berpapasan dengan Kyuhyun yang rupanya mendapatkan getah dari perbuatan jahilnya. Kyuhyun dihukum berdiri di luar kelas sambil mengangkat satu kaki dan merentangkan tangannya. Tanpa sepengetahuan guru, Kyuhyun memasang headset di telinganya. Begitu Seohyun lewat, Kyuhyun memberi isyarat dengan telunjuk jari agar Seohyun tak berisik. Seohyun tersenyum geli melihat Kyuhyun yang joget-joget diiringi musik di headsetnya. Sejak saat itu, Seohyun yang sedang kasmaran mengikuti kemanapun Kyuhyun pergi. Ke tangga, ia pura-pura ada disitu sejak tadi. Ia juga menelusuri lorong-lorong sekolah hingga tak sengaja hampir bertabrakan dengan Kepala Sekolah. Begitu pun saat olahraga. Kyuhyun yang suka ikut-ikutan bermain bersama klub sepak bola memancing histeria para gadis yang tergila-gila padanya. Termasuk Seohyun yang pura-pura membagikan minuman gratis.
Saat sedang bermain sepak bola, tiba-tiba seorang murid cewek memanggil Kyuhyun. Kyuhyun menghampirinya dan mereka terlihat akrab. Seluruh murid kelihatan jealous dan penasaran tentang hubungan keduanya. Di rumah, Kyuhyun mematut di depan kaca. Ia menyadari tak ada kemungkinan untuk Kyuhyun melirik padanya karena kulitnya yang dekil dan gelap.
Kemudian ia dikejutkan oleh kedatangan pamannya yang bekerja di Amerika bersama ayahnya. Pamannya masih terkena jetlag karena penerbangan yang jauh.
Pamannya memberitahu Seohyun, Sulli, dan Eomma mereka kalau
Appa-nya bekerja menjadi asisten koki. Ia juga mengirimkan foto serta mengatakan kalau istri dan anak-anaknya harus bersabar.
Paman Kangin berkata, “Appa-mu juga mengatakan, kalau di antara kalian ada yang mendapatkan ranking 1 maka ia akan mengirimkan tiket ke Amerika”
Seohyun dan Sulli bersorak gembira.
“Tapi tiket kan mahal” ujar Sulli menghilangkan kegembiraan Seohyun.
Ibu mereka mengatakan, “Karena Appa-mu tahu, mendapatkan ranking 1 itu sangat sulit buat kalian makanya ia janji seperti itu”
Seohyun memandangi foto Appa-nya penuh tekad, “Lihat saja Appa, aku akan mendapatkan ranking 1!”
“Dari ranking 30?” sela Sulli. Gubrak
***
Istirahat sekolah, Seohyun yang hendak membeli minuman untuk teman-temannya mendapat gangguan dari anak-anak basket, Donghae dan Eunhyuk. Mereka bertengkar dan keributan itu disadari oleh Kyuhyun. Kyuhyun membelikan Seohyun 4 gelas pepsi untuk Seohyun dan kawan-kawannya. Seohyun semakin terpesona dengan Kyuhyun. Rupanya Donghae dan Eunhyuk tak terima oleh perbuatan Kyuhyun yang dinilai mereka sok pahlawan. Mereka mengajak Kyuhyun bertarung di belakang sekolah. Tadinya Kyuhyun tak berniat meladeni mereka sampai Eunkyuk menghina-hina Appa-nya,
“Kenapa? Kau berniat menjadi sok pahlawan seperti Appa-mu? Gara-gara Appa-mu tak bisa tendangan pinalti, provinsi kita tak jadi mendapatkan piala nasional! Dasar sial Appa-mu!”
BUG!
Kyuhyun yang habis kesabaran menghajar Eunhyuk. Seohyun yang mendengar tentang perkelahian Kyuhyun, segera kembali ke sekolah. Namun saat kembali Kyuhyun dan yang lainnya sudah tak ada. Hanya ada sebuah kancing berlumuran darah yang terjatuh di lantai. Seohyun memungutnya. Sesampainya di rumah, Seohyun menyimpan Pepsi yang dibelikan Kyuhyun untuknya di kulkas. Di tempelkan kertas bertuliskan “Jangan Diminum” di gelas Pepsi tersebut. Saat di kamar, ia membersihkan kancing yang ia pungut dan menggambar sebuah senyum di atas kancing tersebut. Ia memanggil benda yang diyakininya milik Kyuhyun itu Tuan Kancing. Setelahnya ia tertidur sambil membayangkan memeluk Kyuhyun.
Saat upacara sekolah keesokan harinya, Guru BoA memanggil nama-nama yang disuruh ke ruang disiplin untuk diberi hukuman. Rupanya Kyuhyun, temannya, Donghae dan Eunhyuk juga dipanggil karena bertengkar kemarin. Saat di ruang Guru Kedisiplinan, Kyuhyun dan yang lain diberi hukuman sabet rotan di pantat. Seohyun yang merasa menyesal menunggui Kyuhyun selesai menerima hukumannya. Kyuhyun diberi keringanan oleh gurunya karena berprestasi dibidang fotografi. Di luar, Kyuhyun bertemu dengan Seohyun dan mengatakan kalau hukuman yang diterimanya bukan karena Seohyun. Seohyun memberi plester untuk luka Kyuhyun. Setelah berbalik, Kyuhyun memanggil nama Seohyun untuk mengucapkan terima kasih.
Sepulang sekolah Seohyun segera pergi ke danau dan berteriak heboh karena Kyuhyun tahu namanya. Di kafe tempat Seohyun dan kawan-kawannya biasa nongkrong sepulang sekolah, Sooyoung menemukan buku 20 Trik Menggaet Senior untuk menjadi pacar. Seohyun pura-pura tak tertarik dan memilih membaca buku, Rahasia Menjadi Ranking 1. Sooyoung menggodanya,
“Apakah kau benar-benar akan bersungguh-sungguh Hyunnie?”
Seohyun merengut, “Aku serius. Sudah 5 tahun aku tak bertemu Appa, aku ingin segera bertemu dengannya”
Beberapa saat kemudian masuk beberapa kakak kelas mereka sambil membawa sebuah buku berjudul 9 Metode Cinta. Kakak kelas itu membicarakan bahwa buku itu ampuh sekali dan membuatnya bisa pacaran dengan orang yang ia sukai. Temannya juga membeli buku yang sama, dan ia juga berhasil.
Hyoyeon dan yang lain tertarik membeli buku itu dan membacanya di rumah Seohyun.
Metode pertama (dari Yunani):
“Pergilah ke tempat dimana banyak bintang seorang diri, lalu tariklah garis dari bintang satu ke bintang yang lainnya sampai membentuk nama pria yang kau sukai” Sooyoung dan teman-temannya langsung ke jendela dan menarik nama masing-masing pujaan hati mereka, sementara Seohyun diam saja di kursi baca.
Sunny, “Hyunnie kau tak ikutan?”
Seohyun membalas, “Aku tak percaya hal semacam itu. Buku itu tak masuk akal”
Akhirnya setelah teman-temannya pulang, Seohyun segera berlari ke jendela dan menarik nama Kyuhyun di antara bintang-bintang dengan sepenuh hati.
***
Kyuhyun sedang bermain bola bersama teman-temannya hingga pelatih fotografi-nya datang. Ia membawa poster tentang lomba fotografi yang akan diikuti oleh Kyuhyun. Ayahnya yang sedang beres-beres toko memandang Kyuhyun dari jauh.
“Dia selalu bermain sepak bola bersama teman-temannya tapi tak pernah mau ikut klub sepak bola sekolah”
Ibu Kyuhyun membalas ucapan ayah Kyuhyun, “Biarkan saja. Dia bermain sepak bola untuk bersenang-senang, bukan untuk bertanding”
Ayah Kyuhyun mengusap wajahnya, “Andai saja saat itu aku berhasil melakukan penalti”
Ibu Kyuhyun menghela nafas, “Nah, lagi-lagi kau bicara seperti itu. Kyuhyun tak bermain serius bukan karenamu. Kalaupun ia trauma, suatu saat ia akan melewatinya. Lihat, orang yang nyata berdiri di depanku, sudah melewati hari yang buruk itu hingga bertahan sampai sekarang bukan?”
Ayah Kyuhyun tersenyum. Pagi harinya di sekolah, Seohyun datang dengan penampilan baru. Ia memasang kawat gigi. Sementara Sunny bilang ia aneh dengan kawat gigi tersebut, Seohyun bersikeras kalau kawat gigi itu kelihatan indah.
Sooyoung tak memperdulikan Seohyun, ia menatap Siwon yang duduk jauh di depannya.
Kemudian bergumam, “Makan makan nasinya! Yes! Dia makan nasinya!”
Hyoyeon meledek Sooyoung, “Tentu saja, karena dia memang sedang makan”
“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Seohyun pada kedua temannya dengan ekspresi heran. Hyoyeon menunjukkan lagi buku 9 Metode Cinta pada Seohyun.
Metode kedua (dari Maya):
“Pusatkan pikiranmu dan tataplah orang yang kau suka. Usahakan kau menguasai pikirannya, kemudian suruh ia melakukan sesuatu. Jika berhasil, maka ia pasangan jiwamu” sebelum Hyoyeon selesai bicara, Seohyun sudah memandangi Kyuhyun. Sambil memusatkan pikirannya ia bergumam, “Menolehlah padaku menolehlah padaku” usaha Seohyun dilihat oleh teman Kyuhyun yang kemudian memanfaatkan keadaan itu untuk menyuruh Kyuhyun menoleh hingga bisa mencuri bakso milik Kyuhyun. Kyuhyun menoleh. Seohyun menjerit kecil.
“Kyuhyun-oppa menoleh padaku!”
“Siapa yang menoleh, Hyunnie?” tanya Sooyoung yang duduk disampingnya.
Seohyun membetulkan kacamatanya gugup, “Tidak. Bukan siapa-siapa”
“Kau mencoba menghipnotis Kyuhyun-oppa ya?” tanya Sooyoung curiga.
“Apa, kau gila? Tentu saja tidak!” elak Seohyun., meskipun akhirnya ia ketahuan juga berbohong.
“Lalu kenapa kau bilang buku ini tak masuk akal?” sindir Hyoyeon.
Seohyun tersipu, “Aku takut kalian akan meledekku”
Sooyoung menepuk bahu Seohyun, “Tenang saja Hyunnie kami pasti akan meledekmu!” lanjut teman-temannya sambil tertawa.
***
Di tempat lain, Guru BoA sedang bahagia karena diberi sekotak telur asin oleh Guru Leeteuk.
“Sepanjang perjalananmu kau pasti memikirkan aku karena membeli telur ini” ucap Guru BoA tersipu malu. Guru Leeteuk hanya tersenyum.
Sepanjang jalan Guru BoA bernyanyi gembira dan memamerkan telur asin yang diberi Guru Leeteuk, namun nyanyiannya terhenti ketika di kantor guru, masing-masing meja juga penuh dengan kotak telur asin dengan merk yang sama. Bahkan banyak yang lebih dari satu kotak.
Metode ke tiga (dari Skotlandia):
“Berikan sesuatu yang berlambang hati kepada pujaanmu”
Kali ini Seohyun dibantu teman-temannya hendak memberi Kyuhyun hadiah cokelat berbentuk hati. Mereka menyingkirkan hadiah-hadiah lain yang ada di atas sepeda motor Kyuhyun dan menaruh kotak cokelat Seohyun di atas sepeda motor.
Saat Kyuhyun mengambil hadiahnya, Seohyun dan kawan-kawan mengintip dari balik tembok. Dan, ups, rupanya karena kelamaan di atas sepeda motor, coklat itu mencair dan mengotori sepeda motor Kyuhyun.
“Kita lupa satu hal,” ujar Sooyoung.
“Sekarang sedang musim panas”
“Mangga?” tanya Sunny heran pada Seohyun ketika ia memutuskan untuk memberi Kyuhyun mangga, “Orang lain memberi sapu tangan, bunga, dan yang lain sementara kau mangga? Bagaimana bisa romantis?” saat mereka masih berdebat, rupanya sudah ada yang mendahului mereka. Victoria, cewek tercantik satu sekolah menghampiri Kyuhyun dan memberinya kue mangga buatannya. Kyuhyun terlihat sangat senang dan berterima kasih.
“Dia manis, dan ibu rumah tangga yang baik di masa depan, bagaimana kita bisa bersaing dengannya?” ujar Sunny lesu.
Seohyun mulai putus asa. Saat ujian Bahasa Inggris berlangsung, rupanya Guru BoA diundang oleh Guru Leeteuk untuk makan malam di rumahnya. Guru BoA pura-pura sibuk dan berusaha menyempatkan diri untuk datang. Namun Guru Taeyeon lewat dan mengkonfirmasi janji makan malamnya juga bersama Guru Leeteuk di waktu yang sama.
Guru BoA bertanya pada Guru Leeteuk, “Malam ini bukan hanya kencan di antara kita saja?”
Guru Leeteuk tertawa, “Tolong jangan sebut sebagai kencan. Malam ini aku sengaja mengundang guru-guru untuk makan malam bersama”
Guru BoA cemberut. Ketika Seohyun menghampiri dan menyerahkan kertas ujiannya, Guru BoA yang masih terbawa emosi meremas kertas ujian Seohyun dan membuangnya. Saat tersadar, ia minta Seohyun menolongnya memungut kertas itu lagi.
***
“Aku punya ide” kata Sooyoung, “Kyuhyun-oppa harus mengantar Hyunnie pulang. Ini akan jadi terlihat romantis”
Seohyun dan yang lainnya setuju. Mereka mencari cara supaya Seohyun kelihatan butuh tumpangan. Sooyoung sampai membuang kunci motor milik Hyoyeon. Sayangnya mereka lagi-lagi kedahuluan Victoria. Victoria berjalan mendekati Kyuhyun dan pura-pura terkilir kakinya.
“Nona kue mangga” Kyuhyun memanggil Victoria, “Kenapa? Apa kau tak bisa berjalan?”
“Tak apa” ucap Victoria pura-pura, namun lagi-lagi ia memperlihatkan seolah-olah ia terkilir. Kyuhyun yang gentle menawarkan tumpangan pada Victoria yang disambut senang hati. Victoria tersenyum menang ke arah Seohyun.
“Ah, dramatis sekali” sinis Sunny.
“Apa ia lulusan sekolah akting?” sahut Sooyoung. Sementara Seohyun melongo tak percaya.
***
(Tahun Berikutnya)
Sulli menemukan kertas yang isinya gambar Seohyun dan Kyuhyun kemudian mengadukannya pada ibunya. Ibunya marah karena Seohyun sudah memikirkan pacaran,
“Seo, bagaimana kamu mau bertemu Appa-mu? Untuk hal ini, kamu harus lebih dewasa dulu. Sekarang kamu hanya harus fokus belajar!” Sulli meledek Seohyun.
Dengan marah, Seohyun pergi ke atas atap. Di atas atap Seohyun hanya melamun sambil mendengarkan musik sedih. Rupanya Sulli yang merasa bersalah menelpon Sooyoung dan yang lain agar menghibur Seohyun. Mereka datang dan hendak mempraktekan buku 9 Metode Cinta.

Metode ketujuh *tahu-tahu sudah tujuh* (dari Gypsy):
“Cinta, berarti harus membangun diri sendiri. Gunakanlah kekuatan cinta agar kita bisa menjadi lebih pintar, lebih cantik dan lebih baik dari sebelumnya. Maka akhirnya si dia akan melihat ke kita.”
Sooyoung dan yang lainnya melakukan segala macam perawatan pada tubuh Seohyun. Dari masker, lulur, sampai melumuri kulit Seohyun dengan kunyit.
Seohyun yang sudah selesai perawatan, bersama teman-temannya datang ke toko olahraga milik ayah Kyuhyun. Mereka ingin bertemu Kyuhyun dan memperlihatkan Seohyun. Tapi rupanya Kyuhyun sedang pergi. Seohyun sempat melihat artikel yang memberitakan kegagalan eksekusi pinalti ayah Kyuhyun. Saat hendak pulang, rupanya Kyuhyun datang. Ia menyapa Seohyun kemudian heran dengan perubahan kulit Seohyun. Rupanya ‘treatment’ khusus yang dilakukan Sooyoung dan yang lain justru membuat Seohyun terlihat kuning.
“Apa kau menderita sakit kuning?” tanya Kyuhyun sambil memeriksa suhu tubuh Seohyun. Seohyun yang gugup menggeleng sambil berusaha tersenyum.
Saat itu lagi-lagi Victoria datang, dan berpura-pura hendak membeli sekotak bola pingpong. Seohyun yang kesal menjatuhkan bola pingpong yang dipegangnya sehingga Victoria terpeleset dan jatuh.
Di sekolah akan diadakan klub pentas seni. Klub drama Guru BoA terlihat kosong dan tak ada yang mendaftar, sementara klub penari klasik milik Guru Taeyeon penuh dengan peminat. Di antara peminat-peminatnya juga ada Seohyun cs.
“Hyunnie, kau harus melepas kaca matamu” saran Sooyoung.
Seohyun melepas kacamatanya sambil cemberut, “Kurasa kita tak cocok sama sekali dengan konsep klub ini. Kulit putih, cantik, mirip China semua yang dibutuhkan untuk kualitas penari klasik”
“Seohyun benar,” Hyoyeon menimpali, “Setiap tahun Guru Taeyeon hanya memilih yang cantik. Dan seluruh sekolah akan datang melihat mereka menari”
“Tidak seperti klub drama, mereka semua jelek. Tak ada yang ingin melihat mereka perform” tambah Sunny.
“Tapi kita harus mencobanya” sela Sooyoung, “Kita mungkin tak cantik, kulit putih dan mirip China, tapi kita indah dan berkulit gelap. Kita bakal jadi trend baru” yang lain tertawa.
Kyuhyun lewat di dekat mereka dan menimbulkan kehebohan. Victoria memanggil Kyuhyun dan bertanya klub mana Kyuhyun akan bergabung.
“Aku akan ikut klub fotografi” jawab Kyuhyun.
Victoria tersenyum genit, “Kalau oppa butuh model untuk fotomu, kau bisa memanggilku kapan saja”
Sooyoung cs menatap Victoria jijik. Kyuhyun tersenyum, “Aku berminat memotret pemandangan bukan orang”
Sooyoung cs menertawakan Victoria. Tapi Victoria tak menyerah, “Ah, Kyuhyun-oppa bercanda”
“Aku memang bercanda” jawab Kyuhyun menghilangkan tawa Sooyoung dan yang lain.
“Sini biar ku foto” Victoria memasang pose manisnya.
Di foto kedua, Seohyun ikut-ikutan di belakang Victoria.
“Jadi, kau sudah tak kuning lagi? Kau kelihatan lebih cerah” ujar Kyuhyun setelah memotret mereka berdua. Seohyun mengangguk sambil tersenyum gugup. Victoria kelihatan tak senang.
“Aku akan menanti penampilan kalian berdua saat festival” ucap Kyuhyun membuat Victoria  dan Seohyun tersipu malu.
 “Lihat kan Hyunnie, pada akhirnya Kyuhyun-oppa akan memakan umpan darimu. Kau hanya harus lebih cerah dan optimis” ujar Sooyoung.
“Menjadi lebih baik dan indah,” sahut Sunny. Seohyun mengangguk sambil tersenyum.
“Kalau kau ragu soal keindahan, kenapa tidak pindah saja ke klub lain?” sindir Victoria.
Seohyun cs emosi mendengar hinaan dari Victoria hingga memulai pertengkaran. Membuat murid-murid lainnya yang mengantri terdorong ke depan. Guru Taeyeon menyuruh murid-murid yang membuat masalah pergi dari barisan kecuali Victoria dan temannya yang bernama Jessica. Ya, Guru Taeyeon memang pemilih. Victoria, yang masih dendam pada Seohyun, meracik minuman dengan bumbu khusus. Ketika Seohyun lewat, ia memanggilnya dan memberi minuman itu sebagai tanda maaf. Seohyun menerima minuman itu tanpa curiga sedikitpun. Namun sebelum meminumnya, Yoona senior Seohyun yang sekelas dengan Kyuhyun menahan tangan Seohyun dan menyuruh Victoria untuk mencoba minuman itu lebih dulu. Rupanya sedari tadi ia memperhatikan Victoria.
“Kenapa kau tak mau minum?” tantang Yoona. Victoria salah tingkah.
“Lain kali hati-hatilah jika kau tak mau meminum air dengan banyak sambal” nasihat Yoona pada Seohyun, “Pergi dan buang minuman itu!” Seohyun menurut. Sementara Yoona kembali ke bangku Kyuhyun dan kawan-kawan sambil menceritakan perbuatan Victoria,
“Lihatlah tingkah gadis itu” dan hilang sudah kesempatan Victoria memikat hati Kyuhyun.
Guru BoA yang tak menemukan satu pun peminat akhirnya memutuskan menghampiri Seohyun cs yang baru didepak dari klub tari. Ia mengetes Seohyun cs dengan asal kemudian mengatakan bahwa mereka sudah diterima di klub drama. Dan mereka ditunggu di auditorium. Matanya lalu menangkap minuman Seohyun yang belum dibuang dan tanpa pikir panjang langsung meminumnya! Reaksinya seperti yang bisa dibayangkan. Ia hampir memuntahkan minumannya di depan Kepala Sekolah. Seohyun cs langsung mencegah Kepala Sekolah yang juga ingin meminum minuman itu.
Seohyun cs datang ke auditorium terlambat sehingga Guru BoA menghukum mereka tak boleh ikut drama. Dengan senang hati Seohyun cs menerima hukuman itu sampai Guru BoA langsung membatalkan hukumannya. Hyoyeon berusaha menjelaskan kalau mereka ingin ikut klub tari, namun belum selesai Hyoyeon ngomong, Kyuhyun muncul juga di auditorium. Rupanya ia juga dipaksa ikut oleh Guru BoA. Seohyun menggunakan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Kyuhyun dan setuju bergabung dengan klub drama. Klub drama akan mementaskan Drama Bahasa Inggris Snow White dan karena Seohyun yang terbaik dalam pelajaran Bahasa Inggris, ia terpilih jadi Snow White. Kyuhyun? Dia terpilih jadi kelinci merangkap penata panggung.
Guru BoA kemudian mengajak Guru Leeteuk dan Guru Taeyeon untuk melihat hasil tata rias anak didiknya. Ia membual kalau anak didiknya mengerti tentang keindahan, namun ketika mereka sampai mereka dihadapkan oleh anak-anak drama yang berdandan kacau dan asal-asalan.
“Ini panggung drama atau panggung komedi Guru BoA?” sindir Guru Taeyeon.
Hari menjelang gelap, latihan drama Seohyun usai. Ia pergi ke belakang panggung yang dipikirnya sepi orang. Ternyata ada Kyuhyun disitu dan mereka hanya berdua.
“Oh, kau sudah mau pulang?” tanya Kyuhyun yang sedang asik memotret.
Seohyun mengangguk. Matanya justru fokus pada buku 9 Metode Cinta di dekat Kyuhyun. Ia khawatir kalau Kyuhyun berpikir macam-macam setelah melihat buku itu. Buru-buru ia ambil semua buku itu saat Kyuhyun sedang memotret hal lain. Kemudian sebuah kertas jatuh di dekat kaki mereka. Nomor telepon Kyuhyun! Dengan sigap, Seohyun segera menutupi kertas itu dengan kakinya. Ia menyeretnya sepanjang pulang.
“Hati-hati ya...!” ujar Kyuhyun yang tak sadar soal kertas itu. Ia lebih heran pada Seohyun yang berjalan terseret-seret padahal saat datang berjalan dengan normal.
Guru BoA diam-diam memata-matai Guru Taeyeon yang mampu mendandani muridnya dengan sangat baik. Tak mau kalah akhirnya ia meminta bantuan Yoona untuk menjadi ahli tata rias drama. Ia menyuruh Yoona untuk mendandani Seohyun lebih dulu. Kyuhyun, dibelakang Seohyun, memberi isyarat pada Yoona agar melakukan yang terbaik. Kemudian Seohyun mulai didandani oleh Yoona.
Tak lama kemudian Seohyun berganti baju, ia muncul dan memukau teman-temannya. Seohyun terlihat lebih bersih dan cantik. Semua memuji keahlian Yoona merubah Seohyun. Namun yang Seohyun harapkan adalah reaksi dari Kyuhyun. Dan Kyuhyun bilang, “Dia tampak sama. Snow White dengan kawat gigi”
Jleb!
Besoknya Seohyun segera melepas kawat giginya. Saat latihan drama, yang berperan sebagai Pangeran tiba-tiba terkena diare. Guru BoA memerintahkan Kyuhyun yang saat itu sedang melukis pohon untuk sementara mengganti peran Pangeran. Dan adegan yang diperankan adalah adegan Pangeran yang mencium Snow White agar bangun dari tidurnya. Seohyun menanti ciuman Kyuhyun dengan berdebar-debar. Sementara teman-temannya sudah heboh. Ia memejamkan mata. Namun saat ia membuka matanya lagi, sang Pangeran asli sudah kembali dari sakit diarenya dan bersiap mencium Seohyun. Seohyun yang kaget karena saat membuka mata wajah Kyuhyun berubah, langsung lompat dari kasurnya. Karena panik ia tersandung ujung panggung dan mau jatuh. Beruntung tangan Kyuhyun menariknya dan menahannya agar tak jatuh. Kyuhyun langsung menarik Seohyun hingga ke pelukannya dan menegurnya,
“Kau hampir mematahkan lehermu!” Seohyun menunduk menyesal sementara hatinya berdebar tak karuan.
Malamnya Seohyun berusaha menelpon Kyuhyun dengan nomor yang baru ia dapat. Begitu tersambung langsung terdengar suara Kyuhyun. Namun belum selesai Kyuhyun bicara, Seohyun sudah menaruh telponnya lalu berteriak kegirangan. Saat ia kembali, Kyuhyun rupanya telah menutup teleponnya.
***
Hari pentas seni pun tiba. Seperti biasa, pertunjukkan tari Guru Taeyeon mendapat sambutan hangat dari murid-murid sekolah. Semua memadati kursi penonton hanya untuk melihat Victoria cs yang cantik menari. Sementara ketika pertunjukkan Drama Guru BoA, satu persatu murid meninggalkan bangku penonton. Hanya ada beberapa yang bertahan dengan tidak penuh minat.
Seohyun tak melihat Kyuhyun diantara penonton. Yang ada malah seorang cowok tampan yang tak ia kenal memandangnya dengan terpesona. Ia bermain drama dengan lesu. Sementara Kyuhyun ternyata baru dapat pengumuman kalau ia memenangkan lomba fotografi. Ia harus pergi untuk mengambil hadiahnya bersama Kepala Sekolah.
Di belakang panggung, Guru BoA memuji kinerja anak-anak didiknya. Ia bahkan berjanji akan mentraktir semua anak didiknya makan malam. Di meja Seohyun ada sebuah apel dan pesan di bawahnya. Untuk Snow White, saya sudah mencicipinya. Apelnya tak beracun. Seohyun memandangi apel itu dengan senang.
“Dari siapa?” tanya Sunny tertawa geli karena melihat apelnya sudah digigit.
“Pasti dari Kyuhyun-oppa” ucap Seohyun senang.
“Mungkin dari anak itu” Hyoyeon menunjuk cowok yang berperan sebagai Pangeran yang sedang memakan apel, dan memandang Seohyun penuh minat.
“Euhh...” Seohyun geli. Sementara Sooyoung cs tertawa mengejeknya, “Pangeran kodok! Sungguh cocok dengan putri kodok!”
Malamya Seohyun melampiaskan kekesalan pada Tuan Kancing. Ia berpikir Kyuhyun pasti hanya memilih datang ke pertunjukkannya Victoria dibanding dirinya. Ia lalu membuang Tuan Kancing meski kemudian ia memungutnya lagi dari tong sampah.
Keesokan harinya, Kyuhyun sedang asik mengobrol bersama teman-temannya ketika seorang cowok menepuk bahunya, “Hei, kau tak menyapa ayahmu ini anakku?” canda cowok itu.
Kyuhyun menoleh dan kaget. Ia langsung memeluk cowok itu dan mengenalkannya pada teman-temannya, “Ini Shim Changmin, dia temanku sejak TK”
Changmin rupanya langsung terkenal di kalangan gadis-gadis karena dia tampan (meski buatku Kyuhyun yang paling tampan) dan merebut popularitas Kyuhyun. Changmin lebih ramah, dan easy going. Ia menyapa semua gadis di jalan, sampai Kyuhyun menghentikan tingkah playboynya dan mengajaknya ke kantin.
Di kantin rupanya drama Snow White yang diperankan Seohyun diputar berulang-ulang kali. Semua tak ada yang mengenali bahwa Snow White disana adalah Seohyun, dan Seohyun yang kini lebih manis dan cantik langsung terkenal di kalangan cowok-cowok. Sementara Kyuhyun dan Changmin juga melihat TV yang sama.
“Wah itu Snow White yang sedang diputar di TV. Dia manis. Apa dia sudah punya pacar?” tanya Changmin benar-benar terpesona dengan Seohyun.
“Sepertinya belum, tapi kurasa kau tak boleh mendekatinya” jawab Kyuhyun.
“Kenapa?” tanya Changmin heran.
“Bukankah dia terlalu muda untukmu?”
“Ah aku bahkan sudah biasa meminta nomor telepon anak kelas 5 SD,” ujar Changmin. Kyuhyun Cuma melongo gaje.
***
 Tahun berikutnya....
Kyuhyun dan Changmin bermain sepak bola seperti biasa, sampai Changmin menyuruh Kyuhyun melakukan tendangan pinalti. Kyuhyun tersinggung dan marah-marah karena Changmin selalu menyuruhnya melakukan pinalti. Changmin yang tahu trauma sahabatnya bertanya, “Kau masih belum pulih dari trauma mu itu? Ayahmu sendiri mungkin sudah lupa”
Kyuhyun mengelak, “Bukan, karena terlalu mudah makanya tak kulakukan!”
Changmin ngalah, “Iya deh Cristiano Ronaldo...”
Di tengah jalan mereka dihentikan oleh cewek-cewek dari grup mayoret yang ingin foto bersama Changmin. Kyuhyun menawarkan dengan sukarela untuk memotret mereka. Namun baru gambar pertama, kedua cewek itu sudah bertengkar merebutkan posisi paling dekat dengan Changmin. Pertengkaran itu menarik perhatian siswa mayoret yang lain, mereka pun tawuran. Guru BoA datang melerai, sementara Kyuhyun dan Changmin kabur dari tempat itu.
“Hei, kau bisa membuat keadaan jadi seperti ini?” tanya Kyuhyun kagum. Changmin hanya mengangkat bahu.
Kedua siswi itu akhirnya terluka karena pertengkaran barusan. Yang satu leher dan kakinya, yang satu lengannya. Mereka dipastikan takkan bisa memimpin grup mayoret. Kepala Sekolah akhirnya memutuskan akan berkonsultasi dengan Guru Taeyeon. Guru BoA cemberut mendengar nama Guru Taeyeon disebut. Tiba-tiba ia melihat raket melayang di belakangnya. Rupanya Seohyun dan kawan-kawan melempar raket untuk bisa mengambil cock yang tersangkut (Seohyun sekarang sudah jauh lebih cantik, bersih dan putih, rambutnya juga panjang). Guru BoA langsung dapat ide.
Guru BoA menghampiri Seohyun cs yang sedang istirahat. Ia memuji-muji Seohyun,
“Seohyun-ah seumur hidupku aku tak pernah melihat orang sesempurna, sebaik dan secantik dirimu!”
Seohyun yang tahu Guru BoA dulu bahkan pernah menghinanya sebagai si kulit hitam berkata, “Guru, katakan saja langsung, apa yang kau ingin aku lakukan?”
Guru BoA pun meminta secara langsung supaya Seohyun menjadi pemimpin mayoret sekolah untuk Festival Olahraga kota. Seohyun tadinya mau menolak karena festivalnya tinggal 2 minggu lagi, dan ia sama sekali tak ada persiapan, namun Guru BoA memohon-mohon pada Seohyun.
Dalam latihan pertama, Seohyun bahkan tak bisa menangkap tongkat mayoretnya sama sekali. Ia melemparnya sangat tinggi sehingga seluruh murid-murid pada berlarian karena takut tertimpa.
Seohyun putus asa. Ia merasa tak mungkin bisa melakukan lemparan tongkat mayoret. Sooyoung cs menyemangatinya. Sunny membacakan metode terakhir dalam buku 9 Metode Cinta yang sesuai keadaan Seohyun saat ini.
Metode terakhir *ini juga tahu-tahu sudah terakhir*:
“Jika kamu ingin melakukan sesuatu karena cinta maka lakukanlah habis-habisan dan dengan sepenuh hati, maka dia akan datang padamu”
Seohyun menghela nafas. Ia merasa tak percaya diri. Hyoyeon memegangi bahunya dan menyemangati, “Hey, Hyunnie kamu sudah sampai sejauh ini (selama lebih dari 2 tahun jatuh cinta pada orang yang sama) dan berjuang sekuat tenaga. Kamu kali ini tak hanya menjadi pemimpin mayoret sekolah kita, tapi menjadi perwakilan provinsi. Berjuanglah Seohyunnie! Fighting!”
Seohyun akhirnya berlatih siang-sore-malam di lapangan. Bahkan ketika lapangannya sedang dipake Kyuhyun dan Changmin cs untuk bermain sepak bola, Seohyun masih berlatih. Hal itu menarik perhatian Changmin yang jadi tak konsentrasi bermain bola dan membuat Kyuhyun kesal lalu menyeretnya, “Lagi-lagi kau melirik gadis-gadis!”
Guru BoA sedang meyakinkan Kepala Sekolah bahwa grup mayoretnya akan menjadi yang terbaik. Ia bahkan memuji-muji Seohyun yang akan menjadi pemimpin grup mayoret. Baru selesai memuji, tiba-tiba terdengar teriakan Seohyun.
“Awas Guru!” dan tongkat mayoret melayang ke arah mereka berdua. Seohyun segera berlari mengambil tongkat tersebut sambil minta maaf.
“Jangan bilang kalau dia yang akan jadi pemimpin mayoret sekolah ini!” kata Kepala Sekolah. Guru BoA mencoba meyakinkan kalau kegagalan Seohyun tadi adalah yang pertama. Belum selesai Guru BoA ngomong, tiba-tiba sebuah benda bergulir di depan mereka. Rupanya Seohyun baru saja mematahkan kepala tongkat mayoretnya hingga rusak.
“Ganti dia, atau kau yang akan kuganti” ujar Kepala sekolah pada Guru BoA sambil berjalan pergi.
Guru BoA panik, “Tapi festivalnya tinggal seminggu lagi!”
Seohyun mengintip dari balik pohon dengan perasaan bersalah.
Victoria dan Jessica sedang berjalan sambil membicarakan soal Guru BoA yang keras kepala mempertahankan Seohyun, “Aku heran kenapa ia tak memilih kita yang cantik dan berbakat, Guru BoA begitu mengerikan, setiap siswanya juga mengerikan. Untung kita tak berada di kelasnya, kita mungkin takkan populer seperti sekarang” Seohyun yang mendengar perkataannya Victoria marah, ia berniat akan melabrak Victoria namun ditahan teman-temannya, “Kenapa kau membicarakan Guru BoA seperti itu!”
“Pada kenyataannya seperti itu” jawab Jessica santai.
“Dasar wajah serangga!” ledek Victoria, mereka lalu kabur.
Seohyun emosi, “Aku akan membuktikan pada mereka bahwa Guru BoA bukan orang yang mengerikan!” ia pun berlatih lagi dengan menggunakan sapu, sebagai pengganti tongkat mayoretnya yang rusak. Ia masih belum berhasil.
Malamnya, Kyuhyun dan Changmin sedang dalam pertandingan percobaan, dan Seohyun juga berada disitu untuk latihan. Appa Kyuhyun dan temannya juga datang untuk melihat latihan anaknya. Saat pertandingan, timnya Changmin dan Kyuhyun mendapat giliran penalti. Saat Changmin mau melakukan eksekusi, Kyuhyun menahan Changmin. Rupanya ia mau mencoba melakukan penalti. Appa Kyuhyun yang melihat gelagat anaknya memutuskan ingin pergi dari tempat itu karena takut, namun ditahan temannya. Changmin memberi kesempatan pada Kyuhyun.
Tendangan pinalti Kyuhyun membentur tiang gawang. Kyuhyun depresi. Kata-kata hinaan Donghae dan Eunhyuk tentang Appa-nya terngiang-ngiang di kepalanya. Appa-nya pun tak kuat melihatnya dan berniat segera pergi, namun temannya masih tertarik untuk melihat dan menahan Appa Kyuhyun. Changmin menepuk bahu Kyuhyun dengan senyum. Temannya yang bermain di tim lawan memberinya kesempatan kedua, “Yang tadi hanya pemanasan”
“Mana ada aturan seperti itu!” kata Kyuhyun kesal.
“Ada” kata Changmin dan kawan-kawannya.
“Terlebih lagi aku belum meniup peluit” sahut Guru Leeteuk. Kyuhyun tersenyum senang. Ia mencoba melakukan tendangan lagi. Goal! Kyuhyun disambut histeria teman-temannya. Appa-nya juga sangat senang, dan pergi dengan lega dari tempat itu. Semua menyoraki Kyuhyun termasuk Seohyun yang ikut tersenyum senang untuk Kyuhyun. Kyuhyun akhirnya menerima tawaran Guru Leeteuk untuk menjadi pemain tetap di klub sepak bola sekolah. Teman-temannya senang, namun pandangan mata Kyuhyun menatap penuh arti ke arah Seohyun yang berdiri di samping bangku penonton. Seohyun tersenyum sambil menatap tongkat mayoretnya.
Di kamar Seohyun memandangi Tuan Kancing, “Aku mengerti” ucapnya penuh senyum keyakinan. Seohyun lalu berlatih siang, malam, seminggu tanpa henti. Dan latihannya akhirnya membuahkan hasil. Dia sudah mampu menangkap tongkat mayoretnya.
Di sekolah Guru BoA senang dengan perkembangan Seohyun. Ia membanggakan Seohyun di depan Guru Leeteuk dan Guru Taeyeon. Guru Leeteuk memberikan aplause, sementara Guru Taeyeon terlihat tak senang.
Hari festival tiba. Seohyun dengan pakaian leader mayoretnya terlihat sangat cantik, mereka berparade keliling kota. Ia juga ditonton oleh Sulli dan ibunya.
“Bagaimana, apakah Eonnie-mu terlihat cantik seperti Eomma?” tanya Ibunya.
“Yang benar saja! Eonnie lebih cantik dari pada Eomma!” jawab Sulli. Ibunya memeluk Sulli sambil tersenyum senang.
Kyuhyun dan Changmin juga ikut menonton parade. Kyuhyun sibuk memotret Seohyun, sementara Changmin memandangi Seohyun dengan terpesona, “Aku takkan mau pindah kemana-mana lagi”
Kyuhyun menggerutu, “Aku selalu mendengar hal yang sama darimu terus!”
Hari valentine. Popularitas Seohyun langsung meningkat sejak festival. Semua cowok tergila-gila padanya. Ia mendapatkan banyak coklat dan hadiah valentine.
“Padahal valentine tahun lalu dia masih berkulit gelap” ujar Sooyoung geli. Tapi Seohyun kelihatan tak bersemangat.
Sunny menanyakan keadaannya.
“Dia menunggu satu-satunya pria, justru ia tak datang” ucap Sooyoung. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.
Hyoyeon tiba-tiba berseru heboh. Rupanya Kyuhyun datang.
Ia membawa pohon mawar putih yang masih ada akarnya. Sooyoung cs mendorong Seohyun yang terlalu nervous untuk keluar. Hatinya dag-dig-dug, apalagi Kyuhyun tersenyum manis ke arahnya. Namun senyum Seohyun harus hilang ketika Kyuhyun mengatakan hanya mengantarkan mawar dari temannya. Seohyun memandang punggung Kyuhyun yang pergi dengan hati kecewa.
Di kamar, Seohyun masih melihat pohon mawar itu dengan sedih. Saat ia memutuskan untuk belajar, secarik kertas terjatuh dari bukunya. Sebuah surat, (Seohyun, sampai bertemu jam empat di depan tangga sekolah. Ada yang ingin kukatakan padamu. Seohyun tersenyum). Harapannya bangkit lagi. Seohyun menunggu di depan tangga sekolah dengan berdebar-debar. Apalagi ketika ia melihat sekolah sudah mulai sepi, dan Kyuhyun datang ke arahnya. Kyuhyun tersenyum dan memanggil namanya, “Seo...”
“Rupanya kau datang” tiba-tiba Changmin berdiri di antara mereka. Seohyun terkejut. Ia meremas kertas di tangannya.
“Apakah Changmin-oppa yang memberiku surat ini?” tanya Seohyun takut. Changmin mengangguk, “Ya, surat itu milikku”
“A-Ada yang ingin kau bicarakan padaku?”
Changmin memandang Seohyun penuh senyum, “Maukah kau menjadi pacarku Seo-ah?” Seohyun terkejut. Ia tak mengharapkan Changmin yang mengatakannya. Matanya beralih ke Kyuhyun, “Kyuhyun-oppa ingin mengatakan sesuatu padaku?”
Kyuhyun berjalan ke arah Changmin dan Seohyun sambil tersenyum, “Ah, aku hanya ingin bertanya kenapa kau masih ada disini. Tapi pertanyaanku sudah terjawab” Kyuhyun menepuk bahu Changmin kemudian pergi. Seohyun menatap kepergiannya dengan tak percaya.
“Jadi jawabannya apa Seo-ah? Jika kau diam saja aku akan menganggap kau oke dengan itu” ujar Changmin. Seohyun membeku.
***
“Hah! Changmin-oppa!” seru Sooyoung cs dengan tak percaya. Seohyun mengangguk lesu.
“Bagaimana bisa?” tanya Sunny, “Lalu, Kyuhyun-oppa hanya mengatakan itu?” Seohyun mengangguk lagi.
“Lalu apa jawabanmu pada Changmin-oppa, Hyunnie?” tanya Hyoyeon.
“Aku tak menjawab. Apa yang harus kulakukan Young-ah?” keluh Seohyun.
“Kau harus menunggu dan melihat. Changmin-oppa adalah sahabat baik Kyuhyun-oppa, jika kau melakukan sesuatu tanpa pertimbangan maka Kyuhyun-oppa pasti akan marah padamu”
***
Seohyun sedang jalan-jalan di siang hari ketika motor Changmin berhenti di dekatnya. Changmin mengajak Seohyun untuk pergi bersamanya. Tadinya Seohyun menolak, namun ketika Changmin mengatakan kalau hari ini adalah hari pertandingan pertama Kyuhyun, Seohyun langsung ingin ikut. Di pertandingan, Kyuhyun yang kelelahan menghampiri bangku Seohyun dan meminta air, Changmin tak punya karena baru ia berikan pada Seohyun. Seohyun akhirnya memberi punyanya. Kyuhyun meminum air pemberian Seohyun dan menyiram wajahnya. Seohyun melihatnya dengan terpesona. Pertandingan hari itu, Kyuhyun menang.
Seohyun pulang bersama Kyuhyun dan Changmin. Ia dibonceng oleh Changmin, sementara Kyuhyun mengendarainya sendiri. Mereka mengendarai motor sambil saling mengobrol. Suara hati Seohyun saat itu, Kau tahu Tuan Kancing? Aku ingin berada di belakang Kyuhyun-oppa, di sepeda motornya.

TO BE CONTINUED...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar