Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

A Crazy Little Thing Called Love Chapter 02 (END)




SeoKyu FanFiction


Judul: A Crazy Little Thing Called Love
Main Cast:
-Seo Joohyun
                -Cho Kyuhyun
Sub Cast:
                -Park Jungsu
                -Kim Taeyeon
                -Victoria Song
                -BoA
                -Kangta
                -Choi Jinri
                -Im Yoona
                -Shim Changmin
                -Choi Sooyoung
                -Lee Soon Kyu
                -Kim Hyoyeon
                -Jessica Jung
                -Lee Donghae
                -Lee Sungmin
                -Lee Hyukjae
                -Choi Siwon
Disclaimer: Tokoh diatas miliknya SM Family. Kalau fanfic ini versi SEOKYU dari drama Thailand yang berjudul A Crazy Little Thing Called Love. Happy reading ^_^ Reader yang baik adalah Reader yang mau memberikan komentar-komentarnya.


A CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE CHAP 02
Hari itu hari ulang tahun Sooyoung. Hyoyeon bertanya pada Sooyoung hendak membeli cake apa pada hari ulang tahunnya.
“Vanilla Cake, Hyunnie suka kue itu” ujar Sooyoung. Saat Sooyoung sedang asik memilih-milih kue, Seohyun belum datang. Hyoyeon segera menelponnya. Seohyun rupanya sedang pergi ke danau bersama Kyuhyun cs.
“Aku sudah menelpon Youngie tadi pagi namun ia tak mengangkat teleponnya, sampaikan ucapan selamat ulang tahunku pada Youngie. Iya, aku minta maaf karena aku takkan bisa pulang tepat waktu”
***
Di danau, semua sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang asik bermain gitar, ada yang memanggang makanan. Seohyun duduk di meja makan sambil memandangi Kyuhyun yang asik memotret pemandangan dari jembatan. Tak lama Changmin menghampiri sambil menghidangkan cumi-cumi hasil panggangannya, mau nggak mau Seohyun berpaling dari Kyuhyun. Wajah Changmin mendekati wajah Seohyun sampai membuat Seohyun risih,
“Aku akan kembali” katanya. Saat Seohyun kembali melihat ke arah jembatan, Kyuhyun sudah tak ada.
Seohyun pergi ke jembatan dan duduk disana. Kyuhyun datang,
“Apa yang kau lakukan disini?”
“Aku rasa pemandangan disini indah” kata Seohyun.
Mereka sama-sama terdiam. Seohyun membuka percakapan sambil menawarkan cumi,
“Kau mau makan cumi?”
Kyuhyun menoleh, “Kau tak tahu cerita cumi ya?”
Seohyun menggeleng, “Tidak”
“Aku akan memberi tahumu,” Kyuhyun pindah duduknya ke samping Seohyun, ia mulai bercerita, “Pada suatu waktu, ada pasangan cumi. Mereka telah mengarungi lautan dan samudra yang luas hingga mereka bertemu dan saling jatuh cinta, akhirnya mereka menikah. Pada hari pernikahannya, pendeta cumi menyuruh mereka saling berpegangan tangan... jadi mereka saling berpegangan tangan... memegang tangan... memegang tangan... memegang tangan...” Kyuhyun menempelkan jari-jarinya satu-satu. Seohyun tertawa geli melihatnya.
“Kyuhyun-oppa, kau gila!” ujar Seohyun.
Kyuhyun tersenyum.
“Tapi lucu” tambah Seohyun lagi.
“Yang mana? Yang cerita, atau yang cumi?” tanya Kyuhyun.
“Yang cerita! Eh, tidak, yang cumi! Umm... aku bingung...” ujar Seohyun, ia melirik cumi panggang, “Aku jadi tak ingin memakannya.”
“Aku juga tak makan cumi begitu lama karena cerita itu” tambah Kyuhyun. Mereka pun terdiam.
“Jadi...” Seohyun bersuara, “Apakah kau pernah memegang tangan seseorang seperti cumi itu?”
“Pernah sekali” jawab Kyuhyun sambil menatap ke danau, “Seorang gadis berwajah canggung hampir jatuh dari panggung, jadi aku memegang tangannya...”
Belum selesai Kyuhyun cerita, Changmin datang sambil langsung memakan cumi panggang. Kyuhyun dan Seohyun berteriak, “Jangan!”
“Kenapa? Ini enak” ujar Changmin sambil terus mengunyah. Seohyun dan Kyuhyun cuma bisa menghela nafas kesal. Mereka bertiga hendak pulang. Kyuhyun dan Changmin berjalan di depan sementara Seohyun mengikuti di belakang.
Kyuhyun dan Changmin berbicara serius.
“Aku bertanya padamu langsung. Apa kau suka pada Seohyun?”
Kyuhyun terkejut “Eh, kau akan bersamanya bukan? Kenapa kau bertanya padaku seperti itu?”
Changmin menepuk bahu Kyuhyun sambil tersenyum, “Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya...”
Tiba-tiba terdengar suara teriakan Seohyun di belakang. Seohyun terpeleset hingga kakinya terkilir. Kyuhyun dan Changmin langsung berlari ke arahnya. Changmin bertanya apa Seohyun masih bisa berdiri, Seohyun mengiyakan. Tapi ternyata ia tak sanggup, mau tak mau ia menerima tawaran Changmin. Sedangkan Kyuhyun yang menggendong tas Seohyun. Suara hati Seohyun saat itu. "Tuan Kancing... hari ini Kyuhyun-oppa membawakan tasku..." pulangnya Seohyun langsung ke rumah Sooyoung. Ia membawakan cake kecil. Saat pintu rumah Sooyoung dibuka, Seohyun sudah bersiap, “Happy birth...”
Namun yang keluar ternyata ibunya Sooyoung, “Sooyoung tak ada. Ia masih pergi bermain dengan Sunny dan Hyoyeon. Seohyun-ah tak bersama mereka?”
Seohyun menggeleng sambil tersenyum kecut.
“Telepon saja mereka” saran Ibu Sooyoung lalu menutup gerbangnya lagi. Seohyun akhirnya meniup lilin di cake itu sendiri. Keesokan harinya Sooyoung, Sunny dan Hyoyeon mengerjakan PR tanpa Seohyun. Seohyun justru duduk bersama gengnya Kyuhyun.
“Aku rindu hari-hari ketika kita mengerjakan PR bersama-sama” kata Sunny.
“Seorang bidadari harusnya berada di surga” ucap Sooyoung sinis. Ia masih marah karena Seohyun tak datang ke ulang tahunnya.
“Tenanglah Young, kau masih punya ulang tahun tahun depan” ucap Sunny.
Sooyoung emosi, “Aku hanya punya tiga orang teman Sun-ah! Jika aku jadi dia, aku takkan melakukan hal itu!”
Seohyun yang melihat teman-temannya sedang mengerjakan PR bersama menghampiri,
“Hey! Kita kerjakan PR bersama-sama yuk!”
“Kenapa kau tak mengerjakannya bareng Kyuhyun-oppa saja?” ujar Sooyoung sinis langsung menutup bukunya dan segera pergi dari situ. Sunny dan Hyoyeon mengikutinya. Seohyun ditinggal sendiri.
Seohyun sedang duduk sendirian di depan kolam ketika Kyuhyun datang.
“Changmin belum datang? Aku disuruh olehnya mengajari anak kelas 3,” tanya Kyuhyun duduk disamping Seohyun.
Seohyun tersenyum, “Changmin-oppa sedang mencari buku untuk proyek anak kelas 3” Kyuhyun ikut tersenyum, ia memandang lurus ke depan, “Hari itu Eomma masuk rumah sakit...”
Seohyun menoleh, “Kapan?”
“Hari dimana Appa gagal melakukan tendangan pinalti. Aku lahir pada hari itu. Jadi Appa memberiku hadiah pada hari kelahiranku... yaitu tak bermain bola lagi seumur hidupnya. Akulah yang membawa nasib buruk. Coba lihat, provinsi ini tak pernah mencapai sejauh itu sejak hari itu...”
“Kau tak apa?” tanya Seohyun khawatir.
“Bagiku untuk dihina?” tanya Kyuhyun balik, “Aku tidak apa-apa. Aku sudah biasa. Sudah menjadi nama depanku, Cho yang Appa-nya tak bisa menendang pinalti...”
Seohyun menunduk menyesal.
Kyuhyun tersenyum, “Tapi aku benar-benar tak apa. Aku seorang pemain sepak bola.”
“Jadi kau mau terus bermain sepak bola?”
“Aku tak tahu... untuk saat ini, aku lebih membutuhkan seseorang...” Seohyun menoleh kaget. Tapi sebelum Seohyun mendengar penjelasan Kyuhyun lebih lanjut, Changmin datang dan memanggil Seohyun. Ia meminta bantuan Seohyun untuk mencari buku bersamanya.
Malamnya Kyuhyun dan kawan-kawan mengadakan piknik dan api unggun. Seohyun ikut. Ia membantu Kyuhyun yang bertugas memasak. Changmin duduk di dekat api sambil mendengar Yoona bernyanyi. Victoria memandanginya, jelas-jelas sekarang Victoria naksir Changmin. Seohyun dan Kyuhyun membicarakan soal kejutan ulang tahun untuk Minho, teman mereka. Tanpa sengaja tangan mereka berdua saling bersentuhan. Hati Seohyun berdebar, ia mendekatkan diri lagi ke Kyuhyun.
Kemudian acara kejutan untuk Minho dimulai. Kyuhyun dan Changmin mau perform cerita.
“Ini terjadi ketika kita kelas 5 SD...” Changmin memulai cerita.
Kyuhyun tertawa, “Kita berdua jatuh cinta pada gadis yang sama. Namanya Krystal, kelas 4. Kita bersaing satu sama lain, berlatih menari agar salah satu dari kami bisa berdansa saat pesta sekolah. Tapi saat hari itu tiba, Kyuhyun-ah kita kena sakit cacar....”
Semua tertawa termasuk Seohyun.
“Jadi hak berdansa dengannya jadi milikku, yeah...” lanjut Changmin.
Kyuhyun menambahi, “Tapi pada akhirnya Changmin-ah juga tak berdansa dengan Krystal.
“Jadi kita berdua sama-sama gagal...”
“Eits” sela Changmin, “Itu karena Kyuhyun-ah mengancam kalau ia tak mau berteman lagi denganku. Setelah itu kita saling berjanji....”
“Bahwa kita takkan jatuh cinta pada gadis yang sama lagi...” tambah Kyuhyun.
Tawa Seohyun pupus sudah. Changmin jelas-jelas naksir padanya, itu berarti tak ada harapan untuknya ditaksir oleh Kyuhyun. Changmin dan Kyuhyun kemudian bernyanyi sambil menarikan tarian yang lucu, mengundang keceriaan. Changmin menarik Seohyun agar ikut menari bersama mereka. Yang lain juga berdiri dan ikut menari. Semuanya diliputi keceriaan. Namun di tengah tarian, Changmin yang rupanya sedang bahagia mengambil kesempatan mencuri pipi Seohyun. Seohyun terpaku. Yang lain masih menari, sementara kebahagiaan Seohyun sudah hilang.
Changmin mengantar Seohyun pulang. Saat Seohyun hendak segera masuk ke rumahnya, Changmin berkata, “Seohyun, besok aku akan datang ke sini lagi ya. Kita nonton pertandingan Kyuhyun bersama-sama”
“Changmin-oppa tak perlu menjemputku lagi” ujar Seohyun dingin.
“Kenapa? Kau ada acara?”
“Tidak, maksudku tolong jangan terlibat denganku lagi...”
Changmin bangkit dari sepeda motornya, “Kau marah karena aku mencium pipimu? Bukankan kau pacarku?”
Seohyun berbalik marah, “Changmin-oppa, aku tak pernah menerima bahwa aku pacarmu”
“Lalu apa artinya selama ini?”
“Maafkan aku oppa, aku sudah mencintai seseorang...” jawab Seohyun.
“Siapa Seohyun-ah?” tanya Changmin.
Seohyun hanya berbalik dan segera masuk rumah tak menjawab pertanyaan Changmin.
“Siapa.... Seohyun-ah.... siapa?” tanya Changmin. Ia terduduk lemas di sepeda motornya.
Changmin menemui Kyuhyun untuk menceritakan semuanya, “Dari semua gadis yang bersamaku, ini yang paling menyakitkan.... Aku mohon satu hal saja padamu Kyu... Tak peduli apa yang terjadi, kau tak akan memacari Seohyun kan?”
“Apa kau berpikir alasan Seohyun memutuskanmu adalah aku?” tanya Kyuhyun.
“Tidak. Hanya aku tak tahan, jika sahabat terbaikku berpacaran dengan gadis yang kucintai...”
Kyuhyun memandang keluar sambil menghela nafas, “Jika kau mengatakan seperti itu, aku bisa apa?”
“Tak apa-apa kan buatmu?” tanya Changmin.
“Iya” jawab Kyuhyun. Mereka berdua kemudian saling menjabat tangan.
Hari-hari berikutnya dilalui Seohyun seorang diri. Tak ada lagi teman-teman bersamanya, tak ada lagi Changmin yang menjemputnya ke sekolah dan Kyuhyun juga seperti menghindarinya. Ketika ia melihat Changmin yang digoda Victoria dengan trik ‘terkilir kaki’ ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Ia memutuskan untuk fokus belajar agar mendapat ranking satu. Meski ia sering terbayang jika ia melihat Tuan Kancing dan membuatnya menangis sendirian.
Di rumahnya Kyuhyun main sepak bola dengan ayahnya yang sekarang tak takut lagi.
“Kyu, kau tahu tadi Manajer Seoul FC meneleponku...” kata ayahnya.
“Lalu?” tanya Kyuhyun masih fokus ke bolanya.
“Dia bilang kalau dia akan menerimamu di Seoul FC”
Kyuhyun tak percaya, “Appa menipuku agar bisa merebut bola dariku ya...”
Ayahnya tertawa, “Untuk hal sepenting ini siapa yang berbohong. Setelah ini kau harus segera bersiap-siap. Mungkin setelah lulus ujian tahun ini, kau akan pergi belajar ke Seoul”
Kyuhyun senang sekali, ia menghampiri ayahnya dan memeluknya, “Appa! Gomawo!”
Hari ujian tiba, Seohyun menjalankan ujiannya dengan serius. Ia ingin bertemu dengan ayahnya yang di Amerika.
Di luar Guru BoA sedang sangat sedih. Guru Leeteuk mendapat beasiswa untuk melanjutkan study ke luar negeri. Guru BoA meminta sesuatu pada Guru Leeteuk. “Apa?” tanya Guru Leeteuk. Guru BoA menunjuk ke arah hati Guru Leeteuk. Guru Leeteuk salah paham, ia malah memberikan peluit miliknya. Tak lama datang Guru olahraga baru yang akan menggantikan Guru Leeteuk. Ternyata guru yang baru lebih keren dan ganteng daripada Guru Leeteuk, Guru BoA langsung menghampiri Guru baru itu dan mengacuhkan Guru Leeteuk. Guru Leeteuk cuma bisa garuk-garuk kepala bingung.
***
Tahun pelajaran berikutnya...
Hari itu Sooyoung memutuskan tak akan melanjutkan sekolah yang sama dengan kawan-kawannya. Ia akan memasuki sekolah kejuruan. Saat mereka asik mengobrol, Seohyun datang dan suasana langsung tak enak. Seohyun duduk dengan sedih di jarak yang tak jauh dari mereka. Ia memandangi wajah Sooyoung dan masih berharap Sooyoung akan memaafkannya. Rupanya hati Sooyoung masih belum luluh. Nam dengan sedih menyanyikan lagu yang dulu mereka nyanyikan bersama-sama.
“Senin aku menunggu... Selasa aku masih menunggu dan melihat, melihat apakah kau baik-baik saja... Rabu kau masih tak ada disini, pagi hari atau kemudian, Kamis juga masih kosong...”
Hyoyeon tak tahan, ia menghampiri Seohyun dan mereka bernyanyi sama-sama sambil menangis.
“Jum’at, Sabtu atau Minggu, tiada hari tanpa merindukanmu... Tiada hari kau akan kembali...”
Sunny ikut menangis meski ia masih ada disamping Sooyoung, sementara Sooyoung masih bertahan.
“...menjadi tua dalam hari-hari kita... hari dimana kau ada disampingku, hari dimana kau ada di dekatku, hari dimana kita saling berpegangan tangan...”
Seohyun mendekati Sooyoung, “...hari dimana aku mencintaimu, hari dimana aku berbicara denganmu, hari dimana kau mendengarkanku....”
Akhirnya Sooyoung menangis dan ikut bernyanyi, “...Berapa lama aku akan seperti ini aku tak tahu, Berapa bulan atau berapa tahun....” Mereka berempat saling berpelukan dan menangis bersama.
“...berapa miliar kenangan masa lalu kita bersama, aku selalu merindukanmu.”
“Young, aku minta maaf” isak Seohyun.
Sooyoung menangis, “Kenapa kau menangis? Menyanyikan lagu seperti kita sedang berakting di opera sabun saja...”
“Ya...” kata Seohyun masih menangis, “Kenapa kita menangis? Kita tidak menangis, kita sedang tertawa...” Mereka pun menyanyikan lagu nya bersama-sama.
Seohyun sedang menyapu dan beres-beres rumah ketika Sooyoung cs datang dan memberitahu kalau mereka bertemu dengan Guru BoA di toko es krim, “Dia mengatakan kalau dalam ujian.... Hyunnie mendapatkan.... “
“Aku mendapatkan apa?” tanya Seohyun tak sabar.
“Hyunnie.... Hyunnie... dapat ranking 1...”
Seohyun terkejut. Ia melompat-lompat senang kemudian memeluk ibunya. Ibunya mengatakan sekarang Seohyun sudah bisa bertemu dengan ayahnya. Seohyun semakin senang. Sulli melihatnya iri. Ia mendapatkan ranking 8 tapi ia ingin ikut dengan Seohyun. Seohyun tak mengizinkan.
Saat itu tiba-tiba Seohyun langsung memikirkan Kyuhyun.
Di hari yang sama, Sulli kedatangan temannya. Dia mengantarkan foto cowok yang Sulli taksir. Seohyun yang tertarik menghampirinya dan menggodanya. Sulli tahu kalau ini adalah kesempatan untuk Seohyun balas dendam karena dulu Sulli pernah mengadukan soal Seohyun yang naksir Sulli. Tapi Seohyun cuma menggodanya dan menasihati agar Sulli tak cepat-cepat memikirkan soal pacaran karena belum dewasa. Seohyun kemudian kumpul bersama teman-temannya. Sooyoung menanyakan pada Seohyun, “Hyunnie apakah Kyuhyun-oppa sudah tahu?”
Seohyun menggeleng lemah. Sunny menatapnya heran, “Kau sungguh hebat! Jatuh cinta pada orang yang sama 3 tahun lebih!”
“Kurasa kau tak perlu mengatakannya pada Kyuhyun-oppa” timpal Hyoyeon, “Biar seluruh dunia mencatat bahwa ada seorang gadis gila yang mencoba untuk menjadi cantik selama tiga tahun demi seorang laki-laki. Meskipun laki-laki itu tak tahu apa-apa.”
Hyoyeon menasihati Seohyun, “Hyunnie, mungkin mulai sekarang kau takkan pernah melihatnya lagi. Kau masih akan diam saja?”
Seohyun melirik buku 9 Metode Cinta nya, “Aku sudah coba berbagai cara...”
“Jangan takut, kami selalu mendukungmu” ujar Sooyoung.
“Jinjja?”
“Ne!” sahut Sunny, “Kau sangat cantik, rajin belajar juga baik hati kenapa dia bisa tak menyukaimu?”
Seohyun kesal, “Kalian benar-benar memujiku tidak sih?”
Malamnya Seohyun menghias setangkai bunga Mawar Putih, metode ke 10, dari Thailand, yang paling tulus.
Hari kelulusan tiba, Seohyun menunggu Kyuhyun keluar dari kelasnya namun ternyata Kyuhyun masih dikelilingi oleh teman-temannya.
Seohyun harus menunggu sampai ia dan Kyuhyun memiliki waktu hanya berdua saja. Ia mengikuti Kyuhyun bersama teman-temannya. Sampai akhirnya Kyuhyun pergi untuk memotret sendirian ke ruangan kolam renang, Seohyun didorong teman-temannya untuk mengambil kesempatan itu. Teman-temannya berjaga di luar ruangan. Kyuhyun memotret kolam renang sebagai kenang-kenangan. Seohyun menghampirinya, Kyuhyun pun memotret Seohyun.
“Seohyun-ah, kau belum menanda tangani kemejaku,” ujar Kyuhyun.
“Kyuhyun-oppa, aku ingin mengatakan sesuatu” Seohyun menghela nafas mengumpulkan kekuatan. Kemudian ia mulai mengatakan semuanya, “Aku mencintaimu. Aku sudah mencintaimu selama lebih dari 3 tahun ini. Aku sudah melakukan segalanya, mengubah diriku dalam banyak hal demi Kyuhyun-oppa. Aku mendaftar klub penari klasik, melakukan drama panggung, menjadi pemimpin grup mayoret, lebih rajin belajar, semuanya karena Kyuhyun-oppa.... Tapi aku tahu sekarang, hal seharusnya kulakukan, dan harus sudah kulakukan sejak dulu bahwa... adalah memberitahumu... Seohyun cinta Kyuhyun-oppa...” Seohyun menghela nafas dan mengeluarkan air mata kelegaannya. Ia menyerahkan mawar putih yang sudah ada kartu ucapan dan Tuan Kancing yang terikat di tangkainya pada Kyuhyun yang tertegun sambil menatap Seohyun. Sesaat setelah Seohyun menghapus air matanya karena lega, tanpa sengaja matanya melihat ke arah kantung kemeja Kyuhyun. Tertulis disitu, Yoona cinta Kyuhyun. Seohyun terkejut.
“Yoona-eonnie dan Kyuhyun-oppa?” tanya Seohyun hampir tak bisa bersuara. Air matanya mengalir lagi.
Kyuhyun mengangguk dengan berat.
“Kapan?” tanya Seohyun dengan susah payah.
“Seminggu yang lalu...” jawab Kyuhyun pelan.
Seohyun seperti bingung untuk bertindak. Ia menangis tapi kemudian berusaha untuk tertawa, “Hahaha.... Yoona-eonnie dan Kyuhyun-oppa berpacaran... haha... kalian cocok... lucu...”
Kyuhyun masih memandangi Seohyun dengan penuh perasaan bersalah. Seohyun sekuat tenaga menahan tangisnya, ia menepuk bahu Kyuhyun, “Semoga kalian bahagia...” Seohyun yang sudah tak tahan ingin segera pergi dari situ, lupa kalau di sampingnya ada kolam. Ia berbelok dan langsung tercebur.
“Seo!” seru Kyuhyun. Seohyun yang basah kuyup mencoba untuk terus tertawa, “Aku tak apa-apa...”
Kyuhyun menawarkan bantuan untuk Seohyun keluar dari kolam, tapi Seohyun tak menyambutnya. Ia benar-benar berusaha tak terlihat menangis.
“Kalian cocok” ucap Seohyun sebelum berbalik pergi memunggungi Kyuhyun.
“Seohyun-ah kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun. Seohyun menangis tapi memberi isyarat kalau ia baik-baik saja lewat jarinya.
Kyuhyun tak percaya, ia masih berusaha memanggil Seohyun, “Seo!”
Di luar Seohyun disambut teman-temannya yang terkejut melihat Seohyun basah kuyup. Seohyun langsung pergi tanpa ingin bertemu teman-temannya dulu. Sunny berusaha menyusulnya namun ditahan Sooyoung. Mereka ikut menangis karena sudah bisa menebak apa yang terjadi.
Seohyun berjalan melewati Yoona, Yoona juga kaget melihat Seohyun basah kuyup. Ia menahan Seohyun dan bertanya apa yang terjadi. Seohyun tadinya ingin langsung pergi. Tapi kemudian ia kembali dan memeluk Yoona erat-erat tanpa berkata apa-apa lalu langsung pergi dan membuat Yoona terheran-heran.
Kyuhyun tiba di rumah setelah malam dan terheran-heran melihat sebuah mobil sedan bagus terparkir di depan rumahnya. Di rumah ia langsung disambut oleh lemparan kaos dari ayahnya, “Selamat datang pemain junior Seoul FC!”
Rupanya di rumah sudah ada Manajer dan Pelatih tim Seoul FC. Kyuhyun sudah di terima sebagai pemain junior mereka. Kyuhyun yang senang memeluk ibunya. Kemudian ia membuka kulkas dan mengambil sesuatu yang sangat familiar...
Kotak cokelat pemberian Seohyun yang duluuuuuu... banget, rupanya masih disimpan baik-baik oleh Kyuhyun seperti Seohyun yang masih menyimpan gelas pepsi pemberian Kyuhyun.
“Siapkan pakaianmu Kyu, malam ini kau harus berangkat bersama Paman Sooman, besok kau harus sudah ada di kamp pelatihan!”
“Hah! Hari ini Appa?” seru Kyuhyun terkejut.
“Ya, buat apa lagi ditunda?” tanya ayahnya balik.
Kyuhyun segera berlari ke kamarnya menaruh tas yang di dalamnya terselip bunga mawar putih pemberian Seohyun. Ia mengambil sebuah buku di meja belajarnya. Buku album foto. Mulai sekarang akan ada flashback adegan, dan kita akan melihat semuanya dari sudut pandang Kyuhyun. Kyuhyun membuka buku itu, ternyata buku itu penuh dengan foto Seohyun yang dihias begitu indah. Kyuhyun tersenyum sambil mengusap wajah Seohyun yang difoto dengan lembut. Lembaran dibuka. Ada halaman yang penuh dengan foto buku 9 Metode Cinta milik Seohyun. Rupanya buku itu di foto ketika Seohyun meninggalkannya saat latihan drama. Flashback adegan saat Seohyun mengambil buku itu dan menyeret-nyeret kakinya buat menutupi nomor telepon Seohyun. Di bawah foto buku itu ada tulisan,
Buku ini lucu. Tapi aku tahu betapa seriusnya dirimu” di sampingnya lagi juga ada tulisan, “Aku ingin memberitahumu satu hal, bahwa kau telah berhasil dari awal...
Halaman berikutnya terlihat penuh dengan foto Seohyun yang di dandani oleh Yoona. Kemudian flashback adegan lagi saat Seohyun tampil menjadi snow white yang cantik pertama kali. Saat itu Kyuhyun terlihat tak tertarik dan hanya mengatakan, “Dia tampak sama, Snow White dengan kawat gigi” Padahal, saat pergi Kyuhyun tersenyum sangat senang sampai mengepalkan tangannya karena melihat perubahan Seohyun yang bisa menjadi begitu cantik. Halaman berikutnya penuh dengan foto tangan Kyuhyun. Kyuhyun memotret tangannya sendiri kemudian menulis, “Memegang tanganmu untuk pertama kalinya” Flashback adegan saat Seohyun hampir jatuh dari panggung.
Di halaman berikut penuh dengan foto apel yang telah digigit, ada tulisan “Memberinya apel yang ku gigit sedikit”. Rupanya sebelum pergi mengambil hadiah fotografi, Kyuhyun-lah yang memberi Seohyun apel itu. Kemudian Kyuhyun membuka banyak halaman lagi, semuanya isinya foto Seohyun yang sedang latihan mayoret, banyak sekali... “Kau menjadi semakin baik! Seohyun-ah, Fighting!”
Flashback saat Seohyun mati-matian berlatih melempar tongkat siang dan malam, rupanya Kyuhyun hampir setiap saat memperhatikannya. Kemudian Kyuhyun memandangi foto Seohyun yang menjadi pemimpin mayoret. “Cinta bisa menangkan segalanya, khususnya rasa takut
Flashback saat Kyuhyun berhasil menendang pinalti untuk pertama kalinya. Kyuhyun rupanya berusaha menyingkirkan trauma dan rasa takutnya demi Seohyun. Ia ingin agar Seohyun juga tak takut pada tongkat mayoretnya.
Di halaman berikutnya ada foto pertumbuhan Pohon Mawar Putih yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari sebelum hari valentine. Di foto pertama tertulis, “Hari pertama.” Foto kedua, “Sangat sulit untuk tumbuh.” Foto kelima, “Tunas pertama.”
Flashback saat Kyuhyun memberikan mawar putih pada Seohyun, setelah mengatakan itu dari temannya, Kyuhyun berbalik kemudian menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa jujur. Di bawah foto mawar putih yang telah tumbuh:
Hari ini aku memberikan mawarnya padamu, kukatakan itu dari temanku, itu karena aku gugup
Kemudian langsung flashback adegan saat Changmin menembak Seohyun. Kyuhyun turun dari tangga dengan lemas. Ia hampir tak bisa berjalan lagi kemudian menyandarkan kepalanya ke dinding tangga.
Halaman berikutnya gambar Changmin dan Seohyun dari bawah tangga. “Hari ini aku melihat Changmin menembakmu. Kau tahu? aku sakit. Mengapa waktu kita selalu salah?” Kyuhyun menepuk bukunya dengan sedih. Ia teringat saat ia berlari-lari agar bisa memotret Seohyun yang jadi pemimpin mayoret. Juga saat Changmin menggendong Seohyun yang terkilir kakinya. Rupanya Kyuhyun sempat memotret dan memasangnya di buku album itu. “Aku juga ingin kau naik ke punggungku.”
Juga banyak adegan flashback yang lainnya, termasuk saat Seohyun dan Kyuhyun di kolam renang. Rupanya Kyuhyun sempat menyelesaikan kalimatnya meski tak didengar oleh Seohyun yang pergi dengan Changmin, “Seohyun-ah, maukah kau menjadi kekasihku?” Kyuhyun mulai merasa hatinya makin tersiksa dan sakit. Saat Changmin mencium pipi Seohyun, kau bisa lihat ekspresi wajah Kyuhyun, kaget dan pucat pasi.
Di rumahnya Seohyun terus menangis. Tentu saja, ia telah mencintai Kyuhyun lebih dari 3 tahun. Ia terus menangis sendirian di depan jendela kamarnya, tanpa sadar malam itu Kyuhyun datang ke depan rumahnya. Ia datang untuk menaruh buku album yang ia buat untuk Seohyun, agar tahu kalau selama ini ia juga telah mencintai Seohyun lebih dari 3 tahun. Sejak Seohyun masih si itik buruk rupa, Kyuhyun telah mencintainya apa adanya. Kyuhyun terngiang-ngiang perkataan Changmin, “Aku memohon satu hal padamu Kyuhyun, apapun yang terjadi kau takkan memacari Seohyun kan?”
Dengan langkah gontai Kyuhyun pergi dari rumah Seohyun, karena ia harus segera berangkat ke Seoul. Seohyun yang masih menangis tak tahu kalau Kyuhyun melintas di bawah jendela kamarnya.
***
9 tahun kemudian......
Motor Kyuhyun berhenti di sebuah perusahaan. Kayaknya sih perusahaan real-estate. Kyuhyun masuk ke perusahaan tersebut sambil menggendong bayi yang ia bawa dari gallery fotografinya, dilihatnya Yoona melambai ke arahnya. Yoona menghampiri Kyuhyun yang menyerahkan bayi itu pada Yoona, “Maaf sudah merepotkanmu” kata Yoona. Bayi itu ternyata bukan anak Kyuhyun, melainkan anak Yoona. Sepertinya Kyuhyun sudah memutuskan Yoona di malam setelah Seohyun mengungkapkan perasaannya pada Kyuhyun.
“Tak apa, anakmu sudah seperti anakku...” kata Kyuhyun. Sebenarnya sih wajar kalau itu bukan anak Kyuhyun, sama sekali nggak ada mirip-miripnya sama Kyuhyun. Hehehe....
Yoona merengut “Seandainya Appa-nya bisa menyayanginya sepertimu...”
Kyuhyun mengacak rambut Yoona, “Ah, kau ngomong seperti itu lagi...” kemudian Kyuhyun hendak pergi tapi ditahan oleh Yoona, “Hey Kyu! Bagaimana tentang acara TV yang kau sebut? Apa kau akan hadir?” Kyuhyun tersenyum, “Aku tak tahu...”
Latar pun berpindah ke sebuah acara talk show di sebuah TV terkenal. Di situ Seohyun duduk. Ia dihadirkan sebagai seorang desainer ternama yang karyanya terkenal di Amerika. Bahkan katalog modenya pun dimuat di majalah mode terkenal.
Sooyoung, Sunny dan Hyoyeon pun datang ke acara itu, mereka sudah dewasa, Hyoyeon bahkan memakai seragam polisi. Mereka melambaikan tangan ke Seohyun yang dibalas oleh Seohyun. Guru BoA juga hadir. Guru BoA rupanya sudah menikah dengan Guru Olahraga tampan yang baru itu, Guru Kangta. Tapi Guru Kangta sangat romantis terhadap Guru BoA, bahkan cenderung terlalu romantis hingga Guru BoA terlihat risih. Sulli dan ibunya juga datang. Sulli sudah besar sekarang.
Kemudian talk show pun menyerempet ke masalah masa lalu Seohyun, “Kamu memberitahu wartawan bahwa dulu saat kau masih muda, maaf, kau sama sekali tak cantik, tak modis, sama sekali beda dari yang sekarang. Lalu apa yang membuatmu berubah?”
“Itu karena saya jatuh cinta pada seseorang...” ucap Seohyun sambil tersenyum.
“Jatuh cinta?” tanya Hostnya, “Bisakah kau menceritakan cerita itu?”
“Bisa” kata Seohyun memulai cerita, “Ia adalah senior saya. Seorang pemain sepak bola. Sangat lucu. Pada saat itu saya berwajah jelek di kelas 1, maka saya mencoba memperbaiki diri, jika itu bisa membuat saya menjadi lebih cantik dan lebih baik, saya coba untuk lakukan. Saya juga mencoba belajar dengan lebih rajin agar dia mungkin menyukai saya”
“Lalu apakah akhirnya dia tahu perasaanmu?”
“Dia tahu, tapi kisah kami tak berakhir bahagia. Aku pergi belajar ke Amerika untuk tinggal bersama ayahku”
“Oh itu buruk sekali” ucap Hostnya. “Tapi ketika saya kembali memikirkannya, dia seperti inspirasi untuk saya, dia membuat saya menggunakan cinta dengan cara yang lebih baik... dia seperti... kekuatan yang mendukung saya agar saya bisa menjadi lebih baik hingga menjadi Seohyun yang sekarang...”
Host cewek itu kemudian mengeluarkan sesuatu yang sangat Seohyun kenal. Itu Album yang dibuat Kyuhyun untuk Seohyun, “Seohyun-ssi, kau masih mengingat buku ini?”
Seohyun terkejut, ia menerima buku itu kemudian mendekapnya erat, “Ingat. Iya saya ingat...”
Host nya tertawa, “Kalau begitu mari kita sambut pemilik buku ini! Cho Kyuhyun, Mantan Pemain Seoul FC!” Seohyun terkejut. Ia menoleh ke belakang. Teman-temannya juga terkejut. Dari belakang panggung, Kyuhyun muncul dengan membawa sebuket bunga dan menghampiri Seohyun.
“Sekarang ia merubah karirnya menjadi fotografer profesional...” jelas Hostnya.
Seohyun yang gugup tak tahu harus berbuat apa hanya bisa berdiri dan merapikan gaunnya. Kyuhyun menyerahkan bunganya, “Saya ingin memberi ini untuk Seohyun-ssi”
Seohyun masih gugup, ia menunjuk dirinya sendiri, “Seo?”
“Ne. Ini untuk Seo...” ujar Kyuhyun lagi. Seohyun mengelus tengkuknya grogi, ia menerima bunga itu sambil malu-malu. Mereka berdua masih berdiri sampai hostnya harus menyuruh mereka duduk.
“Kyuhyun-ssi, setelah lama tak bertemu Seohyun-ssi, ada yang ingin kau katakan? tanya Host.
“Euh, saya ingin memberitahu Seohyun-ssi bahwa...” Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, rupanya Tuan Kancing, “Kancing ini sebenarnya bukan milikku. Mungkin ini milik Donghae-ssi”
Seohyun menerima kancing itu dengan hati pahit. Sementara Kyuhyun malah tertawa geli.
“Lalu Bagaimana denganmu Seohyun-ssi? Apa kau memiliki sesuatu untuk dikatakan?” tanya Host.
“Emm, saya ingin bertanya pada Kyu-oppa...” kata Seohyun takut-takut, “Apakah Kyu-oppa sudah menikah?”
Kyuhyun terlihat ragu dan berat mengatakannya, “Ummm.... aku....” Seohyun menunggu dengan tegang. Tapi kemudian Kyuhyun tersenyum. “Aku menunggu seseorang pulang dari Amerika...” kata Kyuhyun memandang Seohyun penuh senyum.
Seohyun tersenyum dan menangis bahagia. Kisah cintanya ternyata tak berakhir sedih. Kyuhyun masih menunggunya selama 9 tahun. Itu bahkan jauh lebih lama dari penantian cintanya dulu.
THE END

2 komentar:

  1. ini gara gara dulu gw suka nonton p shone sama p nam

    BalasHapus
  2. Idenya bagusssss, coba publish di MCLS^^ hehe sekedar saran ajasihh

    BalasHapus