Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin,
Hayoung.
Other Cast: Member
Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life,
Romance.
Disclaimer: Fanfic ini
terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^
Chapter 06
Youngmin dan Kwangmin sedang dalam
fase saling diam satu sama lain. Youngmin masih tidak percaya kalau ternyata
Kwangmin pernah memiliki perasaan spesial pada Kayoung, pasalnya Youngmin tahu
kalau selama ini Kwangmin selalu dingin pada siapapun termasuk Kayoung. Ia
masih sangat-sangat tidak percaya dengan kenyataan ini.
“Apa kau marah padaku?” tanya
Kwangmin pada Youngmin.
“Untuk apa aku marah padamu?”
Youngmin malah bertanya pada Kwangmin, sementara ia belum menjawab pertanyaan
Kwangmin.
“Tentang aku dan Kayoung. Kau hanya
boleh percaya padaku hyung. Aku memang pernah menyukainya, tapi sekarang sudah
tidak lagi. Aku benar-benar mencintai Hayoung, dan aku tidak ingin menyakiti
hatinya” jelas Kwangmin. ‘Dan aku juga menyayangimu hyung, aku tidak ingin
menghancurkan hatimu. Itulah alasan sebenarnya aku menjauhi Kayoung’ lanjutnya
dalam hati.
“Kau tidak bisa berbohong padaku
Kwang. Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tak akan pernah bersama
Kayoung, itu karena aku tak ingin menghancurkan hatimu, karena aku mencintaimu
melebihi apapun” Youngmin telah membuat keputusan yang paling berat dalam
hidupnya. Melepas seorang Mun Kayoung hanya karena ia tidak ingin menyakiti
adik kembarnya.
“Kau tak boleh seperti itu hyung.
Aku telah melepaskan Kayoung untukmu, tetapi kenapa kau menyerah begitu saja?”
Kwangmin sedikit marah karena ia tahu bahwa pengorbanannya tidak dihargai.
“Percuma kau berbuat itu untukku,
pada kenyataannya Kayoung hanya akan memikirkanmu, dan orang itu adalah kau,
bukan aku. Aku tidak ingin memaksa Kayoung untuk mencintaiku. Aku hanya ingin
berada disampingnya, menjadi teman yang selalu ada untuknya” jelas Youngmin,
sedangkan Kwangmin hanya diam saja mendengarkan penuturan kakak kembarnya.
Skip Time . . .
19 Juli. Hari ini adalah hari ulang
tahun Hayoung yang ke-16. Ia sedang ada jadwal trainee di Cube Entertainment.
Banyak teman-teman trainee-nya yeng mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.
“Saengil cukkae hoobaenim. Kudengar
dari yang lain hari ini ulang tahunmu yang ke-16 ya?” salah seorang sunbae
Hayoung dari BEAST, yaitu Gikwang mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
“Nde sunbaenim. Kamsahamnida!” balas
Hayoung.
“Wah! Kamu sopan sekali ya. Dan kamu
juga masih sangat muda. Umurmu saja baru 16 tahun, tapi tinggi badanmu itu loh!
So high!” puji Gikwang. Memang benar, walaupun Hayoung seorang gadis dan masih
sangat muda, tapi tinggi badannya mencapai 169 cm. Beruntung ia memiliki
Kwangmin sebagai namjachingu-nya, karena Kwangmin memiliki tinggi badan yang
masih lebih tinggi darinya, yaitu 180 cm.
“Jeongmal kamsahamnida sunbaenim!”
balas Hayoung sambil tersenyum.
“Hayoung-ah. Diluar ada seorang
namja tampan, dia sedang mencarimu” Naeun tiba-tiba datang dan memberi tahu
Hayoung.
“Jeongmal unnie?” Hayoung mendadak cerah.
“Nde. Apa dia namjachingu-mu?” tanya
Naeun sambil menggoda Hayoung.
“Ah aniyo!” Hayoung sedikit malu.
“Ya. Mengaku saja. Namjachingu-mu
tampan sekali. Apa dia satu sekolah denganmu?” Naeun masih menggoda Hayoung.
“Unnie, aniyo” Hayoung semakin malu.
“Arraseo. Lebih baik kau temui dia
sekarang” kata Naeun menyarankan.
“Nde unnie!” Hayoung bergegas keluar dari ruang latihannya. Ia
menemui namja tersebut yang ternyata adalah Kwangmin.
“Kwangmin-oppa” Hayoung datang
menghampiri Kwangmin dan duduk disebelahnya.
“Uri Hayoung-ah! Aigoo, kau lama
sekali”
“Mianhae” kata Hayoung sambil
tersenyum manis pada Kwangmin.
“Apa kau sudah selesai latihan?”
tanya Kwangmin.
“Nde” balas Hayoung.
“Apa kita bisa berangkat sekarang?”
tanya Kwangmin.
“Memangnya kita mau kemana oppa?”
tanya Hayoung, sepertinya ia lupa dengan permintaannya.
“Aku akan mengajakmu ke suatu
tempat. Kajja!” Kwangmin menggandeng tangan Hayoung, dan si empunya tangan
hanya menurut saja.
Kwangmin mengajak Hayoung naik bus
untuk menuju ke suatu tempat. Mereka duduk bersebelahan.
“Uri Hayoungie saengil cukkae” kata
Kwangmin. Lalu Hayoung menoleh kearah Kwangmin dan tersenyum manis.
“Oppa gomawo”
Kwangmin memberikan sekotak kecil
kado yang terbungkus kertas kado dengan rapi.
“Ini untukmu” Hayoung tersenyum
ceria.
“Gomawoyo oppa!” Hayoung membuka
kotak kado tersebut. Ia sangat suka dengan benda yang terdapat dibalik kotak
kado itu.
“Wah! Ini keren sekali oppa. Tapi
ini apa? Kenapa ada tulisan ‘HaKwang’? Namaku kan ‘Hayoung’ bukan ‘HaKwang’?”
tanya Hayoung polos.
“Aish. Begitu saja tidak tahu.
‘HaKwang’ itu Hayoung dan Kwangmin” jawab Kwangmin.
“Wah! Itu keren sekali oppa.
‘HaKwang’ Hayoung Kwangmin” Hayoung berbicara sendiri sambil menerawang.
“Sini biar aku pakaikan” Kwangmin
mengambil kalung tersebut dan memakaikannya dileher jenjang Hayoung.
“Itu memang cocok untukmu” kata
Kwangmin.
“Gomawo oppa” CUP. Hayoung mencium
pipi kanan Kwangmin sehingga membuat Kwangmin sedikit malu.
“Ya. Oh Hayoung, kita sedang ada didalam
bus. Bagaimana kalau orang-orang melihat kita?”
“Biarkan saja” balas Hayoung santai.
“Aish! Jinjja!”
Skip Time . . .
Hayoung dan
Kwangmin sudah sampai di suatu tempat. Ternyata Kwangmin mengajak Hayoung ke
Myeongdong.
“Wah! Kenapa oppa bisa tahu kalau
aku memang sedang ingin kemari?” tanya Hayoung antusias.
“Tentu saja. Sebenarnya sudah lama
aku ingin kesini denganmu, tapi selalu tidak ada waktu. Ayo kita ke suatu
tempat. Aku sudah siapkan sesuatu untukmu.
“Jeongmal?” Hayoung mendadak berubah
menjadi cerah.
“Nde. Kajja!” Kwangmin mengajak
Hayoung datang ke sebuah restoran mahal yang sepertinya ia sudah memesan tempat
itu secara khusus untuk kencan romantis mereka, karena tak ada satu orang pun
yang menghuni restoran itu kecuali mereka.
“Apa ini yang sempat kau minta? Aku
akan memenuhinya, kencan romantis yang selama ini kau inginkan” tanya Kwangmin
pada Hayoung.
“Nde oppa. Aku sangat menyukainya.
Ini sangat keren dan suasananya sangat romantis” Hayoung tersenyum. Melihat
itu, Kwangmin juga ikut tersenyum tulus pada Hayoung.
Tapi tiba-tiba,
‘tulilulit. . . tulilulit’ ponsel
Kwangmin berdering, lalu ia mengangkat panggilan tersebut.
“Baiklah aku akan segera kesana!”
wajah Kwangmin berubah menjadi khawatir. Ia bersiap untuk pergi. Hayoung hanya
bingung dan terdiam sambil menatap Kwangmin dengan pandangan tidak mengerti.
“Hayoungie mianhae. Aku harus ke
rumah sakit sekarang. Kayoung mengalami kecelakaan, dan sekarang dia sedang
membutuhkanku!”
DEG
“Jadi oppa ingin membatalkan kencan
kita hanya karena hal itu. Lalu kenapa Kwangmin-oppa harus susah-susah
mengajakku kemari?” Hayoung sangat sakit hati karena kata-kata Kwangmin.
“Hal ini terjadi mendadak, dan aku
juga tidak tahu kalau akan seperti ini. Sekali lagi maafkan aku. Aku harus
kerumah sakit sekarang!” Kwangmin sudah sangat kalut, dia sangat
mengkhawatirkan Kayoung saat ini.
“Apa oppa akan berbuat hal serupa
jika aku yang berada di posisi Kayoung-eonnie. Apa aku sama sekali tidak
memiliki tempat dihatimu dibandingkan dengan Kayoung-eonnie?” air mata Hayoung
sudah berhasil mengalahkan pertahanan yang ia buat.
“Ini semua tidak seperti yang kau
pikirkan. Jangan seperti anak kecil. Mianhae, aku harus pergi sekarang!”
Kwangmin pergi meninggalkan Hayoung sendiri di restoran itu, sedangkan Hayoung
masih terdiam memaku. Ini adalah hari ulang tahunnya yang paling buruk
sepanjang sejarah hidupnya.
Kwangmin POV
Mianhae
Hayoungie. Aku sungguh tak ingin seperti ini. Aku harap kau akan memaafkanku.
Sebenarnya apa yang kau pikirkan tentang perasaanku itu sungguh tidak benar.
Aku ingin kau tahu apa yang sebenarnya kurasakan, tapi waktu belum
mengijinkanku untuk mengatakan itu.
Aku tahu uri Hayoungie bukan orang
yang egois, dan aku yakin sebesar apapun kesalahanku padamu, kau akan memaafkanku.
Jeongmal mianhae. Nan saranghae.
End Kwangmin POV
*__*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar