I
You and Him
Author:
Shin Kyona
Main
Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other
Cast: Temukan sendiri
CHAPTER
06
Hayoung dan Kwangmin sudah kembali
ke villa dan Youngmin pun segera membukakan pintu.
“Apa yang terjadi?” tanya Youngmin.
“Tidak ada! Biarkan kami masuk!”
Kwangmin menarik tangan Hayoung dan langsung menerobos masuk.
“Ceritakan padaku Kwang!” pinta
Youngmin, tetapi Kwangmin hanya diam. Ia malah naik ke lantai dua menuju
kamarnya. Youngmin hanya menghela nafas berat ketika tidak memperoleh respon
dari adik kembarnya. Akhirnya ia berinisiatif untuk meminta penjelasan pada
Hayoung.
“Young-ah, apa yang sebenarnya
terjadi!”
“Aku hanya pingsan, sehingga kami
pulang telat oppa”
“Mwo? Pingsan? Bagaimana mungkin
hal seperti itu bisa terjadi? Apa
Kwangmin tidak mengajakmu beristirahat?” tanya Youngmin dengan mimik wajah penuh dengan
kekhawatiran.
“Oppa-ya! Kau terlalu berlebihan,
aku hanya sedikit kelelahan. Lagi pula Kwangmin-sunbae sudah menolongku ketika
aku pingsan!”
“Syukurlah! Sebaiknya kau segera
mandi dan tidur! Pasti kau sangat lelah bukan?” Youngmin mengantar Hayoung ke
kamarnya.
“Nde Youngmin-oppa, gomawo!” Hayoung
tersenyum.
“Selamat beristirahat Hayoung-ah!”
ujar Youngmin ketika Hayoung sudah sampai di depan kamarnya.
“Nde oppa. Kau juga harus
beristirahat!” balas Hayoung, kemudian ia segera masuk ke dalam kamarnya.
Skip Time
Pagi telah datang. Kwangmin selalu
bangun lebih dulu daripada Youngmin. Ia pergi ke teras villa untuk menghirup
udara segar.
“Kwang! Akhir-akhir ini kau jadi sering
menghindar dariku!” kata Krystal yang tiba-tiba datang.
“Apa aku harus memberikan suatu
alasan?” balas Kwangmin tanpa menatap Krystal.
“Tentu saja! Aku memerlukan alasan
yang jelas! Aku merasa tak nyaman karena kau terus-terusan menghindariku!”
“Kurasa kau sudah tahu alasannya!”
“Apa karena aku menolakmu!” Kwangmin
hanya diam ketika Krystal membahas tentang
suatu hal
yang telah membuatnya hancur berkeping-keping.
“Kenapa kau hanya diam!” Krystal
mengatakannya dengan sedikit berteriak.
“Apa kau pikir ada alasan lain!”
Kwangmin mengatakannya tidak kalah keras. ”Apa
kau pikir aku akan berlaku baik padamu setelah kau menghancurkanku!” Kwangmin
semakin termakan oleh emosinya.
Kini ia sudah menghadap Krystal dan menatapnya tajam.
“Di dunia ini tidak akan pernah ada namja yang berlaku baik pada yeoja yang
telah menolak cinta tulusnya!”
“Mianhae” Krystal hanya bisa
tertunduk sedih.
“Apa? Jadi orang yang sudah berani
menolak Kwangminnie itu adalah kau
Krystal-ssi? Aku sungguh tak menyangka! Kupikir selama ini kau adalah orang
yang baik dan dekat dengan adikku!” tiba-tiba
Youngmin datang dan mengatakan hal tersebut. Krystal dan Kwangmin menoleh ke
arahnya.
“Youngmin-ssi, jangan salah paham!”
Krystal terlihat kebingungan ketika melihat mimik marah Youngmin. Melihat
perubahan Krystal, Kwangmin menjadi
semakin curiga.
“Ada apa sebenarnya” batin Kwangmin.
“Krystal-ssi, aku sudah berjanji
pada diriku sendiri. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti
Kwangminnie termasuk diriku sendiri!” Kwangmin terperangah saat Youngmin
mengatakan itu pada Krystal, sekarang ia sedang berpikir kalau Youngmin
benar-benar menyayanginya.
“Lalu apa kau akan membenciku karena
aku telah menyakiti adik kesayanganmu!” tiba-tiba Krystal menangis. Kwangmin
menjadi semakin tidak mengerti.
Kwangmin
POV
Aku menjadi semakin tidak mengerti dengan
keadaan ini. Kenapa Krystal menangis hanya karena Youngmin membelaku. Ada apa
dengannya.
“Kurasa aku akan mulai membencimu
mulai detik ini!” Youngmin mengatakan hal itu pada Krystal kemudian ia berlalu
pergi.
“Youngmin-ah! Apa kau benar-benar
lupa padaku! Apa kau benar-benar tidak tahu atau hanya pura-pura tak tahu!”
Krystal berteriak memanggil Youngmin dengan sebutan yang berbeda dari biasanya.
Hey! Ada apa dengan Krystal? Kenapa dia terlihat begitu
hancur.
Kulihat Youngmin menoleh dan menatap
Krystal heran.
“Apa maksudmu? Lupa? Eh! Lucu
sekali, padahal kita baru saja kenal!” Youngmin mengatakannya tanpa beban.
Kulihat air mata Krystal mengalir semakin deras. Hei? Soojung-ah! Kenapa kau
menjadi seperti ini. Apa ada hal yang sudah kulewatkan tentangmu, aku merasa
menjadi orang paling bodoh saat ini.
“Sudah kuduga, kau pasti telah
melupakanku, bahkan kau tak mengigat janjimu. Kau pernah mengatakan
kalau kau ingin bertemu denganku lagi. Kau juga
pernah mengatakan
saat kita bertemu lagi, kau akan mengutarakan
semua hal yang saat itu belum sempat kau ucapkan!
Apa kau tak ingat?” apa yang baru saja ku dengar? Apa-apaan ini. Apa Youngmin
dan Krystal pernah bertemu sebelumnya. Jika iya, kenapa Youngmin tak mengingat
Krystal.
“Arrggghhhh. . . Hentikan!”
tiba-tiba Youngmin tersungkur sambil memegangi kepalanya. Tiba-tiba Hayoung
datang dan menghampiri Youngmin.
“Oppa! Apa yang terjadi padamu!”
Hayoung memangku kepala Youngmin. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku masih
terlalu bingung dengan keadaan saat ini.
“Kwangmin-sunbae! Kenapa kau hanya
diam! Cepat bantu Youngmin-oppa!” Hayoung memarahiku.
End
Kwangmin POV
Youngmin
POV
Arrggghhhh. . . Kepalaku sakit
sekali. Kenapa tiba-tiba aku merasa tak asing dengan kata-kata Krystal. Rasanya
hatiku sakit sekali ketika melihat air matanya. Arrggghhhh. . . Apa yang
sebenarnya sedang terjadi padaku. Semakin aku mencoba mengingat tentang seluruh
kejadian yang pernah kulewatkan, kepalaku menjadi semakin sakit.
End Youngmin
POV
Flashback
“Soojung-ah, aku harus kembali ke Korea.
Aku sangat ingin bertemu denganmu lagi pada suatu hari nanti. Dan aku akan
mengatakan semua perasaanku padamu jika kita dipertemukan lagi. Aku janji!”
Youngmin mengatakan sebuah pesan pada Krystal sebelum ia pergi.
“Kupegang janjimu Youngmin-ah. Aku akan menagih janjimu jika kita bertemu
nanti!” Krystal tersenyum pada Youngmin.
“Ingatkan aku jika aku terlupa akan
janjiku!” Youngmin membalas senyum Krystal.
“Aku pasti akan selalu mengingatkanmu”
End
Flashback
“Soojung-ah! Mianhae. . .” itulah
kalimat terakhir yang Youngmin katakan sebelum akhirnya jatuh pingsan.
“Kwangmin-sunbae! Cepat bantu aku
membawa Youngmin-oppa ke kamarnya!” pinta Hayoung pada Kwangmin. Lalu mereka
berdua memapah Youngmin yang tak sadarkan diri dan membawanya ke dalam kamar
sedangkan Krystal hanya terdiam mematung.
Setelah selesai mengantar Youngmin
ke kamarnya, Kwangmin menarik tangan Krystal dan membawanya ke taman belakang
villa.
“Katakan padaku! Apa hubunganmu
dengan Youngmin!” Kwangmin menuntut penjelasan Krystal.
“Kau pasti tahu, kalau tahun lalu
Youngmin menjadi siswa pertukaran dengan seorang pelajar dari San Fransisco.
Sebenarnya ia menjadi siswa disekolahku selama 3 bulan, karena ia bertukar dengan
Govin Leonard yang waktu itu juga menjadi siswa di sekolahmu selama 3 bulan
bukan? Sejak saat itu aku dan Youngmin mulai berteman, mungkin karena aku
adalah orang Korea, sehingga ia lebih leluasa untuk berkomunikasi denganku. Aku
sangat nyaman dengannya. Hubungan kami semakin dekat dari hari ke hari dan
kurasa aku mulai menyukainya saat itu dan hingga saat ini juga aku masih
menyukainya. Aku selalu dianggap aneh oleh orang-orang disekitarku, mungkin
karena ras kami berbeda. Aku pernah putus asa dan tidak masuk sekolah beberapa
hari karena mereka selalu mengejekku, tapi saat itu Youngmin datang, ia selalu
menyemangatiku, menjadi penopangku, dan memberiku dorongan agar aku tidak mudah
putus asa lagi. Hingga saat itu tiba, Youngmin dan aku harus berpisah karena
masa pertukaran pelajarnya telah habis. Ia pernah mengucapkan sebuah janji
padaku bahwa kita akan bertemu lagi dan pada saat itu juga ia akan
mengungkapkan seluruh perasaannya padaku. Aku sangat sedih dan kesepian dengan kepergiannya hingga aku
memutuskan untuk pindah ke Korea saat kenaikan kelas. Aku sengaja pindah ke
sekolah Youngmin agar kami bisa bertemu. Saat itu aku bertemu denganmu, kupikir
kau adalah Youngmin karena wajah kalian sangat mirip, tapi aku heran kenapa kau
tidak mengenaliku sekalipun aku mengatakan nama Korea-ku padamu, karena yang
Youngmin kenal adalah Jung Soojung bukan Krystal Jung. Dan pada saat itu juga
aku menyadarinya kalau kau bukanlah Youngmin, tetapi Kwangmin yang tak lain
adalah kembarannya Youngmin. Aku selalu berusaha untuk menemui Youngmin dan
berusaha menyapanya, tapi ia malah mengabaikanku dan bersikap seolah tak
mengenalku. Saat itu juga aku berpikir bahwa Youngmin telah melupakanku dan
juga janjinya” Krystal menceritakan masa lalunya dengan Youngmin pada Kwangmin.
Kwangmin terlihat syok saat mendengar cerita Krystal.
“Baiklah! Sekarang aku sudah tahu
semuanya. Mulai saat ini aku tidak akan menganggumu lagi dan carilah
kebahagiannmu bersama Youngmin!” setelah mengatakan itu, Kwangmin pergi dari
hadapan Krystal. Tapi tiba-tiba ia membalikkan tubuhnya lagi, sepertinya ia
lupa mengatakan satu hal pada Krystal.
“Youngmin tidak pernah melupakanmu!
Youngmin sangat menyukaimu, aniyo aniyo, tapi dia sangat mencintaimu. Hanya
saja saat itu ia pernah mengalami kecelakaan mobil hingga ada sebagian dari
ingatannya yang hilang. Mungkin ingatan tentangmu termasuk dalam ingatannya
yang hilang” kini giliran Krystal yang terlihat syok mendengar penuturan
Kwangmin. Kemudian Kwangmin berbalik lagi meneruskan langkahnya.
“Pantas saja Youngmin tidak
mengingatku. Maafkan aku Youngmin-ah karena aku telah menuduhmu yang
bukan-bukan. Aku harus menemui Youngmin sekarang
juga!” batin Krystal. Ia kembali ke villa untuk menemui Youngmin.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar