Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

I You and Him Chapter 05



I You and Him
Author: Shin Kyona
Main Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other Cast: Temukan sendiri



CHAPTER 05
            Hari ini adalah hari dimana kelompok Kwangmin akan melakukan junggle di hutan. Mereka (Kwangmin, Youngmin, Hayoung, dan Krystal) telah bersiap-siap dengan peralatan yang mereka bawa.
            “Sesuai petunjuk dari denah ini, kita harus melakukan banyak hal untuk menemukan harta karun yang akan kita bawa pulang ke Seoul nanti sebagai tanda bukti bahwa kita telah melakukan survey di hutan ini. Untuk menghemat waktu, maka kita akan membagi tim ini menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama akan mencari harta karun ke arah utara yaitu aku dan Hayoung, serta sisanya akan mencari harta karun ke arah selatan, yaitu Kwangmin dan Krystal!” jelas Youngmin memberikan pengarahan pada tiga orang lain yang berada dalam kelompoknya.
            “Aku tidak setuju. Aku akan pergi ke arah utara dengan Oh Hayoung. Kau ke selatan saja dengan Krystal” Kwangmin memiliki pendapat lain yang bertentangan dengan pendapat Youngmin.
            Youngmin sedikit kecewa, tapi tiba-tiba saja ia ingat kata-kata Kwangmin tadi malam. Hingga akhirnya ia menyetujui keputusan Kwangmin.
            “Baiklah aku setuju denganmu!” Krystal tampak senang dengan keputusan Kwangmin yang disetujui oleh Youngmin, sedangkan Hayoung tampaknya setuju-setuju saja dengan keputusan ini.
            Pencarian harta karun pun di mulai. Kini Youngmin mulai berjalan ke arah selatan bersama dengan Krystal sedangkan Kwangmin memulai pencariannya ke arah utara dengan Oh Hayoung.
HaKwang Setting
            Di perjalanan terasa hening, baik Hayoung maupun Kwangmin tidak ada yang memulai pembicaraan. Mereka terlalu asyik dengan pikiran masing-masing. Hingga akhirnya.
            “Ya! Sunbaenim, kenapa kau ingin mencari harta karun bersamaku? Bukankah Krystal-eonnie lebih menarik!” tanya Hayoung tiba-tiba.
            “Dia memang menarik. Semua orang tahu itu, aku juga berpikir seperti itu. Lebih tepatnya, aku pernah berpikir seperti itu, dulu!”
            “Wae? Apa sekarang dia sudah tidak menarik lagi?” tanya Hayoung dengan polosnya.
            “Tidak! Hanya saja ada seseorang yang menurutnya lebih menarik dariku” balas Kwangmin.
            Hayoung hanya mengangguk-anggukkan kepalanya seolah tahu, padahal itu belum tentu. Lihatlah, wajah polosnya sangat menggemaskan.
Skip Time
            Hari sudah semakin sore, sedangkan Kwangmin dan Hayoung belum juga menemukan harta karun yang mereka cari. Hayoung merasakan lelah yang amat sangat, ia sudah tidak sanggup lagi berjalan lebih jauh dari ini, sedangkan Kwangmin masih terlihat biasa-biasa saja. Tetapi ia masih tetap berusaha sekuat tenaga untuk berjalan, walaupun kini ia sudah ketinggalan beberapa meter dari Kwangmin, tapi semakin ia berjalan lebih jauh, maka semakin ia tidak kuat untuk menahan berat tubuhnya yang entah mengapa menjadi semakin berat dari biasanya. Tiba-tiba saja pandangannya mengabur dan,
            “Bruukkk . . . . . !”
            “Ya! Oh Hayoung! Kenapa kau lamban sekali!” Kwangmin terus berjalan.
            “Bisakah kau lebih cepat sedikit!”
            “Ya! Cepatlah! Kalau kita tidak segera menemukan harta karunnya maka_” ucapannya terpotong seiring dengan ia membalikkan tubuhnya ke arah belakang. Dilihatnya Hayoung yang sudah tergeletak tak berdaya beberapa meter di belakangnya. Ia segera berlari menghampiri Hayoung.
            “Ya! Oh Hayoung! Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin mengerjaiku? Cepat bangun!” Kwangmin masih berdiri berharap Hayoung akan segera bangun, tetapi tetap saja tak ada respon, akhirnya Kwangmin pun berjongkok di dekat Hayoung dan menggoyang-goyangkan tubuhnya berharap Hayoung segera bangun, tetapi tetap saja tidak ada respon sama sekali dari Hayoung. Kwangmin pun semakin panik, akhirnya ia terpaksa menggendong Hayoung, ia tidak tahu harus pergi kemana saat ini. Tidak ada rumah sama sekali di hutan seperti ini.
            Akhirnya Kwangmin menurunkan Hayoung dibawah pohon. Ia berinisiatif untuk membuat tenda.
            “Tidak sia-sia juga aku membawa ini. Akhirnya berguna juga” gumam Kwangmin sambil mengeluarkan tenda dari ranselnya, kemudian ia mulai membangun tendanya.
Skip Time
            Hayoung bangun dari pingsannya, tiba-tiba ia merasa asing dengan keadaan disekitarnya.
            “Dimana aku?” ia duduk sambil menengok ke kanan dan ke kiri sampai akhirnya ia menyadari bahwa ia sedang berada di dalam tenda. Ia mulai memutar otaknya sambil memikirkan sesuatu yang telah terjadi sebelumnya hingga akhirnya ia bisa sampai disini. Tidak membutuhkan waktu lama untuknya mengingat semua yang sudah terjadi. Ia baru sadar kalau beberapa waktu lalu ia pingsan saat perjalanan dalam pencarian harta karun.
            Hayoung keluar dari dalam tenda tersebut, ia melihat seseorang yang sedang duduk di depan api unggun kecil. Ya, orang itu adalah Kwangmin. Ketika mendengar adanya pergerakan, Kwangmin langsung menoleh ke arah tenda.
            “Kau sudah bangun rupanya?”
            “Apakah sunbaenim yang membawaku kemari setelah aku pingsan?” bukannya menjawab pertanyaan Kwangmin, tapi ia malah bertanya demikian.
            “Nde. Waeyo?”
            “Tidak apa-apa. Tapi terimakasih sudah menolongku” Hayoung ikut menghangatkan dirinya di dekat api unggun kecil yang dibuat Kwangmin.
            “Kenapa kau tidur lama sekali? Lihatlah sekarang sudah jam 7 malam!”
            “Aku sedang pingsan bukan tidur sunbaenim!”
            “Dari awal kita bertemu, kau selalu memanggilku sunbaenim, itu terdengar sangat aneh!” hey, ada apa dengan Kwangmin? Bukankah wajar jika Hayoung memanggilnya sunbaenim, dia kan memang hoobae-nya.
            “Apanya yang aneh. Aku hanya ingin berlaku sopan pada semua orang!”   
            “Lalu, kenapa kau memanggil Youngmin dengan sebutan oppa? Bukankah kemarin-kemarin kau memanggilnya sonsaengnim?” apakah Kwangmin sedang cemburu? Entahlah.
            “Itu karena Youngmin-oppa yang memintanya!” Hayoung menjawab pertanyaan Kwangmin dengan santai.
            “Lalu apakah kau akan menurutiku jika aku memintamu untuk  memanggilku oppa?” Kwangmin menjadi semakin aneh.
            “Tidak! Karena aku akan selalu berlaku sopan padamu. Kwangmin-sunbae adalah orang yang sangat aku kagumi sejak SMP dulu. Aku selalu menanyakan tentangmu pada Youngmin-oppa. Tetapi kau malah membenciku!” nada bicara Hayoung berubah menjadi sedih. Hal itu membuat Kwangmin menoleh ke arahnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
            “Apa aku begitu membencinya. Apa aku telah berbuat jahat padanya. Kenapa aku jadi merasa bersalah” Kwangmin berbicara sendiri dalam hati.
            “Aku akan menelepon Youngmin-oppa untuk menjemput kita di tempat ini!” Hayoung mengambil ponsel dari dalam ransel miliknya.
            “Jangan menghubungi siapapun, terutama Youngmin!” Kwangmin sedikit marah.
            Hayoung menjadi agak takut, tubuhnya menegang, ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini.
            “Tidak bisakah kau mengandalkanku saat ini. Aku masih bisa melindungimu dibandingkan dengan  Youngmin!”
            “Mianhae . . . . .” hanya kata itulah yang terucap dari bibir Hayoung.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar