Cari Blog Ini

Minggu, 15 Juni 2014

In My Dream Chapter 02

Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin, Hayoung.
Other Cast: Member Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life, Romance.
Disclaimer: Fanfic ini terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^

Chapter 02
            Kwangmin sedang berjalan disepanjang koridor sekolahnya. Hari sudah semakin sore, banyak siswa-siswi yang sudah pulang sedari tadi, termasuk Youngmin dan Kayoung, kecuali para siswa yang masih ingin berada disekolah sekedar untuk berlatih dance, vocal, maupun teater. Seperti halnya dengan Kwangmin, ia ingin berlatih dance diruang dance saat ini, tetapi ketika ia berjalan melewati ruang music, ada sesuatu yang menghentikan langkahnya. Terdengar alunan music dan suara indah dari seseorang. Ia seperti tak asing dengan suara itu, lalu ia memutuskan untuk melihatnya.
            Kwangmin masuk keruang music, ia duduk dibangku penonton dan melihat seseorang dari kejauhan, tanpa terasa ia menyunggingkan sebuah senyuman yang selama ini jarang sekali ia perlihatkan.
            Orang itu adalah Oh Hayoung, ia menyanyikan sebuah lagu ballad yang sangat indah serta diiringi dengan permainan pianonya yang sangat menawan.
            Kwangmin pun menuju ditempat Hayoung berada.
            “Kwangmin-oppa?” Hayoung terkejut.
            “Nde” balas Kwangmin singkat.
            “Oppa belum pulang rupanya?” tanya Hayoung.
            “Aku ingin berlatih dance, tapi ada sesuatu yang menghentikan langkahku saat aku melewati ruangan ini” jawab Kwangmin.
            Hayoung dan Kwangmin duduk dibangku penonton paling depan sekedar untuk mengobrol satu sama lain.
            “Kudengar selama ini oppa tak pernah masuk ruang music. Tapi sekarang kau tampak senang saat berada diruangan ini?” kata Hayoung sambil tersenyum.
            “Aku hanya ingin berada disini saja. Apa itu salah?” tanya Kwangmin.
            “Aniyo. Tidak ada yang salah dengan itu. Kudengar tadi oppa ingin berlatih dance. Tapi bukankah ini sudah terlalu sore?” tanya Hayoung lagi.
            “Setiap hari aku selalu mengisi waktuku diruang dance. Aku biasa pulang malam karena harus berlatih dance” jawab Kwangmin.
            “Itu bagus sekali, tidak heran kalau oppa berada diurutan pertama untuk dance ranking. Aku sungguh sedikit sulit saat melakukan dance” kata Hayoung.
            “Aku punya sebuah negosiasi untukmu” kata Kwangmin misterius.
            “Apa itu oppa?” tanya Hayoung penasaran.
            “Apa kau ingin bisa melakukan dance dengan baik?” tanya Kwangmin.
            “Tentu saja. Itu adalah keinginan terpendamku sejak dulu. Sehun-oppa sangat baik dalam dance, tapi aku tidak. Aku ingin bisa seperti itu juga” kata Hayoung antusias.
            “Aku akan mengajarimu sampai benar-benar bisa” kata Kwangmin.
            “Jinjja?” Hayoung menunjukkan wajah bahagia sekaligus antusias.
            “Nde. Tapi itu tidak gratis dan cuma-cuma” kata Kwangmin lagi sehingga membuat Hayoung menautkan kedua alisnya.
            “Apa maksudmu oppa?” tanya Hayoung sangat penasaran.
            “Kau juga harus mengajariku berlatih vocal sampai aku benar-benar bisa, setidaknya rankingku naik setengah dari sekarang” kata Kwangmin.
            “Baiklah! Aku akan mengajarimu vocal sampai kau bisa melakukannya dengan baik oppa. Aku senang jika kau mau berlatih vocal bersamaku oppa. Pasti para hoobae dan sunbae akan iri padaku, karena mulai sekarang akulah guru vocal Kwangmin-oppa!” seru Hayoung dengan bangga.
            “Aish! Jinjja!” baru kali ini Kwangmin merasa nyaman berbicara dengan seseorang. Ia merasa menjadi dirinya yang sebenarnya, bukan Jo Kwangmin yang selama ini hanya menunjukkan image cool-nya saja.
            “Lalu kapan kita bisa mulai latihan oppa?” tanya Hayoung.
            “Sekarang. Ajari aku bernyanyi dengan vocal yang luar biasa sepertimu” kata Kwangmin.
            “Nde. Oppa FIGHTING! Kau pasti bisa!” Hayoung menyemangati.
Setelah itu, Hayoung mengajari Kwangmin dari mulai tes suara dengan menggunakan tangga nada. Lalu tes nada dasar, dan masuk ke bagian lagu. Untuk saat ini, Hayoung menyuruh Kwangmin untuk menyanyikan lagu dari Kang Minhyuk – Star, karena menurut Hayoung, lagu tersebut cukup mudah untuk dinyanyikan Kwangmin yang pemula.
“Oppa, itu baik sekali! Kau berjuang sangat keras. Kau berhasil menyanyikan lagu Kang Minhyuk-sunbaenim dengan baik, ya walaupun masih ada beberapa nada yang salah. Tapi jika kau rajin berlatih, itu semua akan menjadi mudah!” Hayoung sebagai guru vocal Kwangmin memberikan masukan-masukan yang membangun untuk Kwangmin.
“Ternyata ini tak sesulit yang kukira. Aku akan buktikan pada Cho-sonsaengnim kalau aku bisa melakukannya!” kata Kwangmin.
            “Kenapa kau tak berlatih dengan Youngmin-oppa. Bukankah Youngmin-oppa sangat baik dalam vocal?” tanya Hayoung.
            “Itu karena aku tak suka cara Youngmin mengajariku” kata Kwangmin.
            “Wae?”
            “Dia terlalu pemaksa. Selalu mengatur hidupku. Aku tak suka itu. Tapi bagaimanapun juga, Youngmin adalah hyung-ku. Aku tahu betapa ia sangat memperhatikanku dan menyayangiku walaupun dia tahu aku tak pernah membalas kasih sayang dan perhatiannya” tiba-tiba Kwangmin mengatakan semua curahan hatinya tentang Youngmin pada Hayoung.
            “Wae? Kenapa oppa tak menyayangi Youngmin-oppa. Kalian terlihat baik-baik saja sebagai saudara kembar?”
            “Bukannya aku tak menyayanginya, tapi aku hanya tak tahu bagaimana menunjukkan rasa sayangku kepadanya. Sebenarnya aku sangat ingin Youngmin benar-benar tersenyum karena aku, tapi kenyataannya, selama ini aku lebih sering menyakitinya” Kwangmin semakin dalam menceritakan kehidupannya dan Youngmin kepada Hayoung.
            “Jika oppa tak bisa cara mengungkapkan itu semua dengan ucapan, maka lakukan semuanya dengan perbuatan, dan buatlah Youngmin-oppa bangga padamu” kata Hayoung sambil tersenyum.
“Terkadang aku iri melihatmu dengan Sehun. Kalian begitu akrab dan bisa saling mengungkapkan rasa sayang satu sama lain tanpa harus malu dengan lingkungan yang ada disekitar kalian”
            “Sehun-oppa tak pernah marah padaku sekalipun, meski aku sering bertingkah manja padanya. Ia tak pernah merasa risih memiliki yonsaeng sepertiku. Ia selalu menuruti apa yang aku minta. Selain itu, Sehun-oppa juga selalu mengalah padaku sejak kecil dulu, bahkan kasih sayang umma dan appa-ku, aku merebut semuanya dari Sehun-oppa, tapi ia tak pernah marah ataupun benci padaku. Sehun-oppa sangat menyayangiku dan aku sangat bangga memiliki oppa sepertinya. Mungkin itu adalah takdir seorang kakak yang harus selalu mengalah pada adiknya. Mereka bertindak seolah baik-baik saja didepan kita, tapi kita tak pernah tahu apa yang ada didalam hatinya yang paling dalam” kata Hayoung.
Kwangmin hanya diam saat mendengarkan ucapan Hayoung, tiba-tiba saja bayangan wajah Youngmin muncul dibenaknya.
“Hayoung-ah, apa aku boleh menceritakan ini padamu?” tanya Kwangmin mencoba memastikan.
            “Katakan saja apa yang ingin oppa katakan. Aku akan mendengarkannya” kata Hayoung sambil tersenyum.
            “Kayoung sangat menyukaiku. Kami selalu bersama sejak kecil. Dia sangat berbakat dalam hal apapun. Aku juga menyukainya, tapi aku sangat tahu bagaimana Youngmin begitu menyukai bahkan mencintai Kayoung. Karena hal itu aku mulai sedikit demi sedikit melupakan rasa sukaku, dan aku terus membatasinya agar rasa itu tidak berkembang menjadi cinta, karena kupikir aku tak bisa menyakiti Youngmin karena hal ini. Saat didepan Youngmin, aku selalu mengatakan bahwa aku tak menyukai Kayoung sama sekali, itu karena aku tak ingin menghancurkan hatinya. Tapi semakin aku menjauh, Kayoung semakin ingin bersamaku, kemanapun dan dimanapun, dan hal itu membuatku sulit!” Hayoung tak menjawab. Mimik wajahnya tiba-tiba berubah setelah mendengar isi hati Kwangmin yang sesungguhnya. Ia sungguh tak menyangka, Kwangmin yang selama ini sangat dingin ternyata memiliki perasaan khusus pada seorang gadis, dan gadis itu adalah Mun Kayoung, seseorang yang sangat membenci dirinya.
Hayoung POV
            Kenapa. Kenapa tiba-tiba sakit sekali. Kwangmin-oppa akan lebih baik kalau oppa tidak menceritakan ini semua padaku.
            “Hayoung-ah, ini sudah malam, aku akan mengantarmu pulang. Besok aku akan mengajarimu dance”
            “Hayoung-ah”
            “Hayoung-ah”
            “Oh Hayoung”
            “Ya! Oh Hayoung!” Aku terkesiap saat Kwangmin-oppa memanggilku keras sekali.
            “Nde oppa” balasku.
            “Apa kau tak mendengarkanku?” tanya Kwangmin-oppa padaku. Aku hanya menggeleng lemah.
            “Aish!”
            “Mianhae. Aku hanya sedikit lelah” aku berbohong untuk menutupi rasa sakitku.
            “Baiklah! Aku akan mengantarmu pulang!”
            “Gomawo oppa. Tapi aku bisa pulang sendiri”
            “Tapi ini sudah malam! Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?”
            “Jangan khawatirkan aku oppa. Aku baik-baik saja. Lebih baik sekarang Kwangmin-oppa segera pulang. Nanti Youngmin-oppa memarahimu kalau kau pulang telat” aku tersenyum memaksa.
            “Baiklah aku pulang dulu!” aku beranjak dari tempatku.
            “Hati-hati” masih sempat kudengar Kwangmin-oppa saat mengucapkan hal tersebut, walaupun tak terlalu keras.
            “Arraseo” balasku sambil tersenyum memaksa.
End Hayoung POV
Skip Time. . .
            Hayoung sedang berada didalam bus sekarang. Ia sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya.
            TES
            Tak terasa air matanya telah jatuh membasahi pipinya. Ia tak menyangka, harinya yang bahagia ini akan begitu menyakitkan.
*__*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar