Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin,
Hayoung.
Other Cast: Member
Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life,
Romance.
Disclaimer: Fanfic ini
terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^
Chapter 02
Kwangmin sedang berjalan disepanjang
koridor sekolahnya. Hari sudah semakin sore, banyak siswa-siswi yang sudah
pulang sedari tadi, termasuk Youngmin dan Kayoung, kecuali para siswa yang
masih ingin berada disekolah sekedar untuk berlatih dance, vocal, maupun
teater. Seperti halnya dengan Kwangmin, ia ingin berlatih dance diruang dance
saat ini, tetapi ketika ia berjalan melewati ruang music, ada sesuatu yang
menghentikan langkahnya. Terdengar alunan music dan suara indah dari seseorang.
Ia seperti tak asing dengan suara itu, lalu ia memutuskan untuk melihatnya.
Kwangmin masuk keruang music, ia
duduk dibangku penonton dan melihat seseorang dari kejauhan, tanpa terasa ia
menyunggingkan sebuah senyuman yang selama ini jarang sekali ia perlihatkan.
Orang itu adalah Oh Hayoung, ia
menyanyikan sebuah lagu ballad yang sangat indah serta diiringi dengan
permainan pianonya yang sangat menawan.
Kwangmin pun menuju ditempat Hayoung
berada.
“Kwangmin-oppa?” Hayoung terkejut.
“Nde” balas Kwangmin singkat.
“Oppa belum pulang rupanya?” tanya
Hayoung.
“Aku ingin berlatih dance, tapi ada
sesuatu yang menghentikan langkahku saat aku melewati ruangan ini” jawab
Kwangmin.
Hayoung dan Kwangmin duduk dibangku
penonton paling depan sekedar untuk mengobrol satu sama lain.
“Kudengar selama ini oppa tak pernah
masuk ruang music. Tapi sekarang kau tampak senang saat berada diruangan ini?”
kata Hayoung sambil tersenyum.
“Aku hanya ingin berada disini saja.
Apa itu salah?” tanya Kwangmin.
“Aniyo. Tidak ada yang salah dengan
itu. Kudengar tadi oppa ingin berlatih dance. Tapi bukankah ini sudah terlalu
sore?” tanya Hayoung lagi.
“Setiap hari aku selalu mengisi
waktuku diruang dance. Aku biasa pulang malam karena harus berlatih dance”
jawab Kwangmin.
“Itu bagus sekali, tidak heran kalau
oppa berada diurutan pertama untuk dance ranking. Aku sungguh sedikit sulit
saat melakukan dance” kata Hayoung.
“Aku punya sebuah negosiasi untukmu”
kata Kwangmin misterius.
“Apa itu oppa?” tanya Hayoung
penasaran.
“Apa kau ingin bisa melakukan dance
dengan baik?” tanya Kwangmin.
“Tentu saja. Itu adalah keinginan
terpendamku sejak dulu. Sehun-oppa sangat baik dalam dance, tapi aku tidak. Aku
ingin bisa seperti itu juga” kata Hayoung antusias.
“Aku akan mengajarimu sampai
benar-benar bisa” kata Kwangmin.
“Jinjja?” Hayoung menunjukkan wajah
bahagia sekaligus antusias.
“Nde. Tapi itu tidak gratis dan
cuma-cuma” kata Kwangmin lagi sehingga membuat Hayoung menautkan kedua alisnya.
“Apa maksudmu oppa?” tanya Hayoung
sangat penasaran.
“Kau
juga harus mengajariku berlatih vocal sampai aku benar-benar bisa, setidaknya
rankingku naik setengah dari sekarang” kata Kwangmin.
“Baiklah!
Aku akan mengajarimu vocal sampai kau bisa melakukannya dengan baik oppa. Aku
senang jika kau mau berlatih vocal bersamaku oppa. Pasti para hoobae dan sunbae
akan iri padaku, karena mulai sekarang akulah guru vocal Kwangmin-oppa!” seru
Hayoung dengan bangga.
“Aish!
Jinjja!” baru kali ini Kwangmin merasa nyaman berbicara dengan seseorang. Ia
merasa menjadi dirinya yang sebenarnya, bukan Jo Kwangmin yang selama ini hanya
menunjukkan image cool-nya saja.
“Lalu
kapan kita bisa mulai latihan oppa?” tanya Hayoung.
“Sekarang.
Ajari aku bernyanyi dengan vocal yang luar biasa sepertimu” kata Kwangmin.
“Nde.
Oppa FIGHTING! Kau pasti bisa!” Hayoung menyemangati.
Setelah itu, Hayoung mengajari Kwangmin dari mulai tes
suara dengan menggunakan tangga nada. Lalu tes nada dasar, dan masuk ke bagian
lagu. Untuk saat ini, Hayoung menyuruh Kwangmin untuk menyanyikan lagu dari
Kang Minhyuk – Star, karena menurut Hayoung, lagu tersebut cukup mudah untuk
dinyanyikan Kwangmin yang pemula.
“Oppa, itu baik sekali! Kau berjuang sangat keras. Kau
berhasil menyanyikan lagu Kang Minhyuk-sunbaenim dengan baik, ya walaupun masih
ada beberapa nada yang salah. Tapi jika kau rajin berlatih, itu semua akan
menjadi mudah!” Hayoung sebagai guru vocal Kwangmin memberikan masukan-masukan
yang membangun untuk Kwangmin.
“Ternyata ini tak sesulit yang kukira. Aku akan
buktikan pada Cho-sonsaengnim kalau aku bisa melakukannya!” kata Kwangmin.
“Kenapa
kau tak berlatih dengan Youngmin-oppa. Bukankah Youngmin-oppa sangat baik dalam
vocal?” tanya Hayoung.
“Itu
karena aku tak suka cara Youngmin mengajariku” kata Kwangmin.
“Wae?”
“Dia
terlalu pemaksa. Selalu mengatur hidupku. Aku tak suka itu. Tapi bagaimanapun
juga, Youngmin adalah hyung-ku. Aku tahu betapa ia sangat memperhatikanku dan
menyayangiku walaupun dia tahu aku tak pernah membalas kasih sayang dan
perhatiannya” tiba-tiba Kwangmin mengatakan semua curahan hatinya tentang
Youngmin pada Hayoung.
“Wae?
Kenapa oppa tak menyayangi Youngmin-oppa. Kalian terlihat baik-baik saja
sebagai saudara kembar?”
“Bukannya
aku tak menyayanginya, tapi aku hanya tak tahu bagaimana menunjukkan rasa
sayangku kepadanya. Sebenarnya aku sangat ingin Youngmin benar-benar tersenyum
karena aku, tapi kenyataannya, selama ini aku lebih sering menyakitinya”
Kwangmin semakin dalam menceritakan kehidupannya dan Youngmin kepada Hayoung.
“Jika
oppa tak bisa cara mengungkapkan itu semua dengan ucapan, maka lakukan semuanya
dengan perbuatan, dan buatlah Youngmin-oppa bangga padamu” kata Hayoung sambil
tersenyum.
“Terkadang aku iri melihatmu dengan Sehun. Kalian
begitu akrab dan bisa saling mengungkapkan rasa sayang satu sama lain tanpa
harus malu dengan lingkungan yang ada disekitar kalian”
“Sehun-oppa
tak pernah marah padaku sekalipun, meski aku sering bertingkah manja padanya.
Ia tak pernah merasa risih memiliki yonsaeng sepertiku. Ia selalu menuruti apa
yang aku minta. Selain itu, Sehun-oppa juga selalu mengalah padaku sejak kecil
dulu, bahkan kasih sayang umma dan appa-ku, aku merebut semuanya dari
Sehun-oppa, tapi ia tak pernah marah ataupun benci padaku. Sehun-oppa sangat
menyayangiku dan aku sangat bangga memiliki oppa sepertinya. Mungkin itu adalah
takdir seorang kakak yang harus selalu mengalah pada adiknya. Mereka bertindak
seolah baik-baik saja didepan kita, tapi kita tak pernah tahu apa yang ada
didalam hatinya yang paling dalam” kata Hayoung.
Kwangmin hanya diam saat mendengarkan ucapan Hayoung,
tiba-tiba saja bayangan wajah Youngmin muncul dibenaknya.
“Hayoung-ah, apa aku boleh menceritakan ini padamu?”
tanya Kwangmin mencoba memastikan.
“Katakan
saja apa yang ingin oppa katakan. Aku akan mendengarkannya” kata Hayoung sambil
tersenyum.
“Kayoung
sangat menyukaiku. Kami selalu bersama sejak kecil. Dia sangat berbakat dalam
hal apapun. Aku juga menyukainya, tapi aku sangat tahu bagaimana Youngmin
begitu menyukai bahkan mencintai Kayoung. Karena hal itu aku mulai sedikit demi
sedikit melupakan rasa sukaku, dan aku terus membatasinya agar rasa itu tidak
berkembang menjadi cinta, karena kupikir aku tak bisa menyakiti Youngmin karena
hal ini. Saat didepan Youngmin, aku selalu mengatakan bahwa aku tak menyukai
Kayoung sama sekali, itu karena aku tak ingin menghancurkan hatinya. Tapi semakin
aku menjauh, Kayoung semakin ingin bersamaku, kemanapun dan dimanapun, dan hal
itu membuatku sulit!” Hayoung tak menjawab. Mimik wajahnya tiba-tiba berubah
setelah mendengar isi hati Kwangmin yang sesungguhnya. Ia sungguh tak
menyangka, Kwangmin yang selama ini sangat dingin ternyata memiliki perasaan
khusus pada seorang gadis, dan gadis itu adalah Mun Kayoung, seseorang yang
sangat membenci dirinya.
Hayoung POV
Kenapa. Kenapa tiba-tiba sakit
sekali. Kwangmin-oppa akan lebih baik kalau oppa tidak menceritakan ini semua
padaku.
“Hayoung-ah, ini sudah malam, aku
akan mengantarmu pulang. Besok aku akan mengajarimu dance”
“Hayoung-ah”
“Hayoung-ah”
“Oh Hayoung”
“Ya! Oh Hayoung!” Aku terkesiap saat
Kwangmin-oppa memanggilku keras sekali.
“Nde oppa” balasku.
“Apa kau tak mendengarkanku?” tanya
Kwangmin-oppa padaku. Aku hanya menggeleng lemah.
“Aish!”
“Mianhae. Aku hanya sedikit lelah”
aku berbohong untuk menutupi rasa sakitku.
“Baiklah! Aku akan mengantarmu
pulang!”
“Gomawo oppa. Tapi aku bisa pulang
sendiri”
“Tapi ini sudah malam! Bagaimana
kalau terjadi sesuatu padamu?”
“Jangan khawatirkan aku oppa. Aku
baik-baik saja. Lebih baik sekarang Kwangmin-oppa segera pulang. Nanti
Youngmin-oppa memarahimu kalau kau pulang telat” aku tersenyum memaksa.
“Baiklah aku pulang dulu!” aku
beranjak dari tempatku.
“Hati-hati” masih sempat kudengar
Kwangmin-oppa saat mengucapkan hal tersebut, walaupun tak terlalu keras.
“Arraseo” balasku sambil tersenyum
memaksa.
End Hayoung POV
Skip Time. . .
Hayoung sedang berada didalam bus
sekarang. Ia sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya.
TES
Tak terasa air matanya telah jatuh
membasahi pipinya. Ia tak menyangka, harinya yang bahagia ini akan begitu
menyakitkan.
*__*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar