Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

Hug Scandal Chapter 04



Hug Scandal
Author: Shin Kyona
Main Cast: Boyfriend’s Kwangmin, A Pink’s Hayoung
Other Cast: Boyfriend Member, A Pink Member, SHINee’s Taemin, AOA’s Seolhyun, Hello Venus’s Yooyoung, Super Junior’s Shindong.
Genre: Romance
Disclaimer: Semua member diatas milik K-Popers, tapi cerita ini murni hasil pemikiran author. Happy reading, jangan lupa comment-nya ya readers :D



Chapter 04
            Hari ini Starship dan Cube Entertainment akan mengadakan jumpa pers untuk menanggapi tentang scandal Boyfriend’s Jo Kwangmin dan Apink’s Oh Hayoung.
            Para wartawan dari berbagai TV sudah berkumpul untuk berburu berita penting tentang scandal ini.
            “Sebelumnya maaf, karena selama ini pihak manajemen telah tutup mulut mengenai scandal ini. Kami hanya sedang menunggu kepastian dari Jo Kwangmin yang waktu itu masih menjalani syuting film di Jepang. Hari ini juga kami akan menyelesaikan scandal ini. Untuk lebih meyakinkan para netizen, maka Jo Kwangmin dan Oh Hayoung sendirilah yang akan menjelaskan perihal scandal ini” jelas pemimpin manajemen Starship.
            “Maaf karena saya baru bisa mengkonfirmasi berita ini sekarang, karena kemarin lusa saya baru kembali ke Korea. Karena saya tidak mungkin membiarkan Oh Hayoung menghadapi masalah ini sendirian” kata Kwangmin.
            “Bagaimana respon anda tentang scandal ini?” tanya salah satu wartawan kepada Kwangmin.
            “Sebenarnya ini bukanlah scandal. Saat itu aku memang sedang menjemput Hayoung yang baru saja pulang sekolah, dan waktu itu aku merasa ada seorang paparazzi yang mengikuti kami, lalu aku menarik Hayoung masuk ke dalam gang untuk menghindari paparazzi tersebut, reflek Hayoung memelukku, itu karena dia sedang ketakutan” jelas Kwangmin.
            “Lantas kenapa anda harus menjemput Oh Hayoung dari sekolahnya? Apa kalian memiliki sebuah hubungan?” tanya wartawan itu lagi.
            “Iya. Kami memang sedang menjalani sebuah hubungan. Kami bahkan telah berkencan beberapa kali dan juga kami sudah meresmikan hari jadi kami sebagai sepasang kekasih sejak 3 bulan yang lalu” dusta Kwangmin.
            “Benarkah?”
            “Nde”
            “Wah, kalian benar-benar cocok. Ini akan menjadi trending topic” ucap salah satu wartawan.
Skip Time . . .
            Hayoung telah kembali ke dorm-nya. Tiba-tiba Chorong datang dan memeluknya sambil menangis.
            “Maafkan aku Hayoung-ah. Aku telah memarahimu beberapa hari ini. Aku tidak tahu tentang hal ini” kata Chorong.
            “Apa maksudmu eonnie?” tanya Hayoung.
            “Aku tidak tahu kalau sebenarnya kau dan Kwangmin memiliki sebuah hubungan khusus”
            “Akulah yang seharusnya minta maaf padamu eonnie. Aku sudah tidak jujur pada kalian selama ini” kata Hayoung. Kemudian anggota Apink yang lain ikut memeluknya.
            “Tidak apa-apa, yang penting masalah ini sudah selesai” sahut Chorong.
Skip Time  . . .
            “Apa kau tidak menyesal dengan keputusan ini Kwang?” tanya Youngmin. Saat ini mereka berdua sedang minum bubble tea di café dekat dorm Boyfriend.
            “Aku tidak perlu menyesal karena semua ini. Kau tahu hyung, aku benar-benar mencintainya” jawab Kwangmin.
            “Kau tidak perlu memaksakan diri. Aku tahu ini semua untuk Boyfriend. Tapi kau tidak harus menyiksa dirimu seperti ini. Kita masih bisa menyelesaikannya dengan jalan lain” kata Youngmin.
            “Masalah ini sudah selesai hyung. Aku akan belajar mencintai Hayoung mulai dari sekarang. Jika Hayoung tidak mencintaiku, maka akulah yang akan membuatnya mencintaiku secara perlahan” kata Kwangmin sambil tersenyum.
            “Aku bangga padamu!”
Skip Time . . .
Kwangmin POV
            Ah, aku baru ingat sesuatu. Bukankah aku membeli sesuatu saat di Jepang untuk member Apink. Baiklah aku akan ke dorm mereka sekarang.
            “Hyung! Bukankah hari ini kita free?” tanyaku pada Donghyun-hyung.
            “Tentu saja. Hari ini kita sedang free latihan dan perform” jawab Donghyun-hyung.
            “Apa aku boleh keluar sebentar?” tanyaku lagi.
            “Kau ingin pergi kemana?”
            “Aku ingin keluar bersama Youngminnie-hyung dan Minwoo” jawabku seadanya.
            “Baiklah kalau begitu” jawab Donghyun-hyung.
On The Way
            “Memangnya kau ingin mengajak kami kemana Kwang?” tanya Minwoo yang tidak terima karena telah kubangunkan dari tidurnya beberapa waktu yang lalu. Ya, dia memang Si Raja Tidur.
            “Kau diam saja Minwoo-ya!” jawabku.
            “Aish! Jinjja!” balas Minwoo.
            “Kau aneh sekali Kwangminnie” kata Youngmin-hyung.
            “Aniyo”
            Tak lama kemudian kami telah sampai ke sebuah dorm milik Apink.
            “Jinjjayo! Kenapa kau mengajak kami kesini. Kalau kau ingin kencan dengan Hayoung kenapa tidak kesini sendiri saja!” kata Minwoo sedikit kecewa sepertinya.
            “Sudahlah! Apa kau tak ingin bertemu Namjoo. Kulihat kalian dekat akhir-akhir ini” sahut Youngmin-hyung.
            “Hyung. Apa kau suka menguntitku!”
            “Shirreo!”
            Ting . . . Tong . . .
            Aku menekan bel tanpa mempedulikan mereka berdua. Tak lama kemudian keluarlah Namjoo membukakan pintu.
            “Youngmin-ah, Kwangmin-ah, Minwoo-ya! Ada apa kalian kesini?”
            “Kenapa bertanya. Ayo persilahkan kami masuk!” perintahku.
            “Aish! Dasar tidak sopan” gerutu Namjoo. Akhirnya ia membiarkan kami bertiga masuk.
End Kwangmin POV
            “Ada tamu rupanya” sahut Naeun yang baru saja keluar dari dapur.
            “Nde eonnie. Ada Youngmin, Kwangmin, dan Minwoo”
            “Kalian rupanya. Tidak biasanya kalian datang kemari” kata Naeun.
            “Kwang yang memaksa kami untuk ikut” kata Minwoo.
            “Aniyo”
            “Jangan menyangkal!” balas Minwoo.
            “Aniyo noona. Minwoo ingin bertemu Namjoo”
            “Shirreo shirreo shirreo!” sangkal Minwoo.
            “Kalian memalukan. Bagaimana mungkin bertengkar di dorm orang!” Youngmin mulai marah.
            “Mianhae hyung!” Minwoo dan Kwangmin menjawab secara bersamaan.
            “Aish! Youngmin dewasa rupanya. Untung ada kau Youngmin-ah! Kalau tidak pasti aku akan kerepotan mengurusi mereka berdua” kata Naeun.
            “Maafkan kami noona. Kami tidak bermaksud membuat keributan” kata Youngmin sopan.
            “Tidak apa-apa Youngmin-ah. Sebenarnya ada perlu apa kalian datang kemari?” tanya Naeun pada Youngmin.
            “Uri-Kwangminnie ingin bertemu Hayoung-ah” jawab Youngmin.
            “Oh. Baiklah! Aku akan panggilkan Hayoung”
            Lalu Naeun berlalu menuju kamarnya untuk memanggil Hayoung yang sedang berada di kamar mereka.
            “Hayoung-ah. Ada Kwangmin mencarimu” kata Naeun.
            “Mwo? Kwangmin-oppa?” kata Hayoung sedikit terkejut.
            “Wae?” tanya Naeun heran.
            “Aniyo. Hanya saja ia tak memberi tahuku jika akan kemari. Baiklah aku akan menemuinya!” kata Hayoung bersemangat.
            Hayoung dan Naeun pergi ke ruang tengah dorm mereka dimana Kwangmin, Youngmin, Minwoo, dan Namjoo berada.
            “Hayoungie” sapa Kwangmin ceria.
            “Annyeong oppa” sapa Hayoung pada ketiga tamunya.
            “Kemarilah! Aku membawa sesuatu untukmu” kata Kwangmin sambil mengeluarkan sesuatu dari tas yang dibawanya. Hayoung datang menghampiri Kwangmin. Kwangmin pun memakaikan sebuah syal di leher jenjang Hayoung.
            “Kuharap kau suka. Sekarang sedang musim dingin. Kau bisa kedinginan jika pergi ke sekolah” kata Kwangmin.
            “Gomawo oppa. Aku pasti tidak akan lupa memakainya. Syal ini sangat bagus. Aku menyukainya” kata Hayoung sambil tersenyum.
            “Aku membelinya saat aku di Jepang kemarin” balas Kwangmin.
            “Jinjja?”
            “Nde”
            “Bagaimana mungkin?” tanya Hayoung penasaran. Tentu saja ia penasaran, karena sebelumnya mereka belum memiliki hubungan apa-apa. Bagaimana mungkin Kwangmin berpikiran untuk membelikannya sebuah syal.
            “Tentu saja. Karena aku selalu memikirkanmu” jawab Kwangmin sambil tersenyum tulus, dan hal itu membuat Hayoung tersipu malu.
            “Aish! Jinjjayo! Apa kita sedang menonton opera sabun!” sindir Minwoo.
            “Benar. Aku benar-benar seperti sedang menonton drama” sambung Youngmin.
            “Ya. Kalian hanya iri melihatku” balas Kwangmin.
            “Kami memang iri!” kata YoungWoo bersamaan.
            “Kalau begitu kenapa tidak segera cari yeojachingu. Minwoo-ya, bukankan kau dan Namjoo begitu dekat? Kenapa kalian tidak pacaran saja!” kata Kwangmin.
            “Ya Kwangmin-ah. Kau jangan mengarang cerita. Kami sama sekali tidak dekat seperti yang kau maksud!” kata Namjoo. Minwoo terlihat kecewa saat mendengarnya.
            “Nde”
            “Lalu kau Youngminnie-hyung. Kenapa kau tidak segera meresmikan hubunganmu dengan Seolhyun-noona!”
            “Kwang! Jangan membuka aib!” Youngmin memelototi Kwangmin, dan itu membuat Naeun tertawa.
            “Kenapa noon? Kau juga menertawakanku?” tanya Youngmin pada Naeun.
            “Aniyo! Tapi kalian lucu sekali. Oh iya Kwangmin-ah! Kenapa kau hanya membeli hadiah untuk Hayoung saja. Mana untuk member Apink yang lain?” tanya Naeun.
            “Tentu saja tidak ada!”
            “Bagaimana bisa begitu?”
            “Karena aku tidak memikirkan member Apink yang lain!” jawab Kwangmin santai.
            “Ya!”
            “Sudahlah noona! Lain kali pasti aku akan membelikanmu juga, jangan khawatir. Tapi ngomong-ngomong, mana member Apink yang lainnya?” tanya Kwangmin.
            “Eunji-eonnie sedang jumpa pers untuk drama-nya yang baru-baru ini menjadi trending topic di Korea ‘That Winter The Wind Blows’. Chorong-eonnie dan Bomi-eonnie sedang mengisi acara di MBC Radio Star” sahut Namjoo.
            “Oh. Pantas saja dorm ini terlihat sepi. Jung Eunji si pembuat onar tidak ada rupanya” kata Minwoo asal.
            “Ya. Minwoo-ya! Kenapa kau mengatai Eunji-eonnie seperti itu! Dasar tidak sopan!” Namjoo memarahi Minwoo.
            “Jeongmal?” sindir Minwoo.
            “Ya! Ya! Ya!” kata Namjoo sambil kejar-kejaran dengan Minwoo. Mereka memang mirip sekali dengan anak kecil.
            “Minwoo-ya! Hentikan!” Youngmin berteriak, tapi Minwoo tetap tidak mendengarnya.
            Akhirnya mereka bermain-main bersama sampai lupa waktu.
@__@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar