I
You and Him
Author:
Shin Kyona
Main
Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other
Cast: Temukan sendiri
CHAPTER 01
Kwangmin
baru saja turun dari motornya. Dengan
santai ia melangkah menaiki tangga untuk menuju ke kelasnya. Seperti biasa, ia
telat lagi hari ini, ia melihat Leeteuk-sonsaengnim sudah berdiri di depan
pintu masuk ke arah gedung utama sekolah dan manatapnya dengan garang. Kwangmin
hanya memutar bola matanya bosan.
Kwangmin
POV
Cih,
malas sekali aku melihat muka ahjussi yang satu itu. Kenapa setiap hari aku
harus melihatnya. Aku bosan menatap wajah sok manis tapi garang itu.
“Ya! Jo
Kwangmin! Kenapa kau telat lagi!” bentak Leeteuk-sonsaengnim langsung di depan
wajahku.
“Aku
telat bangun” jawabku sekenanya, dan pastinya bohong.
“Ya!
Kenapa setiap hari kau hanya menggunakan alasan tidak masuk akal itu!” bentaknya
lagi. Benar-benar, kenapa ahjussi seperti dia suka sekali berteriak.
“Apapun
alasannya, pada akhirnya kau akan melepaskanku juga” kataku dengan tidak sopan.
Ya, semua orang tahu kalau aku ini adalah siswa yang paling berbakat dalam
bidang olahraga, dan juga banyak memenangkan kejuaraan-kejuaraan olahraga.
Paling-paling nanti Donghae-sonsaengnim akan membelaku, itu karena aku adalah
murid kesayangannya.
“Ya!
Mana mungkin Youngmin tidak membangunkanmu. Dia selalu berangkat pagi-pagi
sekali!” cih, kenapa semua orang selalu memuji Youngmin. Bahkan disekolah ini
hanya Donghae-sonsaengnim dan No Minwoo lah yang membelaku. Benar-benar sialan.
Skip
Time
Aku
sedang berada dikelas, tentu saja kelasku berbeda dengan kelas Youngmin. Aku di kelas non akademik sedangkan dia
berada dikelas akademik. Kelas non akademik terdiri dari dua kelas, yaitu kelas
olahraga dan kelas kesenian. Sedangkan kelas akademik dibagi menjadi tiga
kelas, yaitu kelas sains, kelas sosiologi, dan kelas bahasa. Aku berada dikelas
olahraga tahun ke-2, sedangkan Youngmin berada di kelas sains tahun ke-2 juga.
Semua orang disekolah ini tahu kalau Youngmin adalah pangeran sekolah. Dia
banyak memenangkan perlombaan yang berhubungan dengan sains. Tahun lalu ia ikut
pertukaran pelajar ke San Fransisco dan ia juga memenangkan medali emas
Olimpiade Matematika tahun kemarin. Cih! Aku sungguh iri padanya.
“Kwang-ah,
are you okay?” Krystal sungguh mengagetkanku. Ya, dia Krystal Jung, julukannya
adalah sang dewi olahraga, ia bisa berbagai macam olahraga, aku sendiri
bingung, mengapa ia tetap terlihat cantik walau sedang berkeringat saat
berolahraga.
“Nde.
Waeyo?” aku berbalik tanya padanya.
“Aniyo. Aku
hanya menyapamu saja” balasnya sambil tersenyum lembut, lalu ia segera
mengambil duduk di sampingku.
“Soojung-ah,
apa malam ini kau ada acara?” aku memanggil Krystal dengan nama koreanya.
Sebenarnya nama korea Krystal adalah Jung Soojung, hanya saja ketika ia pindah
ke Amerika dulu, namanya menjadi Krystal Jung.
“Ani.
Wae?” dahinya berkerut, sepertinya ia penasaran.
“Aku
akan menjemputmu jam 7 malam nanti. Jangan lupa ne!” aku tersenyum, lalu aku
berlalu dari hadapannya. Sepertinya ia mulai tidak mengerti dengan arah
pembicaraanku saat ini. Biarkan saja, aku sangat suka membuatnya penasaran.
“Apa ini
sebuah ajakan kencan?” Krystal bergumam, tapi masih bisa kudengar. Aku pun
menoleh sambil tersenyum padanya.
“Mungkin”
lalu aku benar-benar berlalu dari hadapannya.
End
Kwangmin POV
Youngmin
berjalan menyusuri kelasnya, sepertinya ia sedang mencari sesuatu.
“Kwangminnie!
Dimana kau! Jangan membuatku khawatir!” tiba-tiba ia bertemu dengan Minwoo.
“Ya!
Minwoo-ssi berhenti!” Youngmin segera berlari ke arah Minwoo.
“Wae?”
tanya Minwoo.
“Apa kau
tahu dimana Kwangmin?”
“Mwo?
Apa aku tidak salah dengar? Seharusnya kau lebih tahu daripada aku, bukankah
dia saudaramu?” jawab Minwoo dingin.
“Tapi,
bukankah kau adalah teman dekatnya?” tanya Youngmin lagi.
“Tentu
saja aku adalah temannya, bahkan aku sangat memahaminya dibandingkan dengan
dirimu!” Minwoo tersenyum meremehkan, lalu ia berlalu pergi dari Youngmin.
Youngmin
sungguh tidak percaya dengan apa yang telah diucapkan oleh Minwoo. Apakah benar
kalau dirinya tidak bisa mengerti Kwangmin yang notabene-nya adalah saudara
kembarnya sendiri. Ini sangat sulit untuk dipercaya. Menurutnya ia selalu
berusaha untuk mengerti Kwangmin selama ini.
Flashback
“Appa,
eomma, lihat aku mendapatkan medali emas lomba lari maraton!” seru Kwangmin
kecil dengan gembira, lalu ia menghampiri kedua orang
tuanya.
“Wah!
Kwangminnie memang hebat! Tapi hyungmu mungkin lebih hebat, lihatlah dia
mendapatkan juara 1 di olimpiade matematika kemarin. Kau harus lebih banyak
belajar dari hyungmu!” seru eomma Kwangmin yang terus-terusan membanggakan
Youngmin. Wajah Kwangmin yang tadinya berseri-seri, kini telah berubah menjadi
muram.
Beberapa
tahun kemudian
“Youngmin-ah, appa dan eomma harus mengurus perusahaan yang ada
diluar negeri untuk beberapa saat. Kau jagalah dongsaeng-mu dengan baik. Ajarilah
bagaimana hal yang benar!” kata appa Jo Twin’s sambil melirik Kwangmin tidak
begitu suka. Karena saat dirumah, kasih sayang orang tuanya hanya untuk
Youngmin yang notabene-nya merupakan murid cerdas, berbeda dengan Kwangmin yang
susah diatur, seenaknya sendiri dan malas belajar.
End
Flashback
Akhirnya
kini Youngmin menemukan Kwangmin di ujung koridor, ia sedang berjalan ke
arahnya.
“Kwangminnie,
kudengar hari ini kau telat lagi! Apa yang kau lakukan? Setiap hari kulihat kau
selalu bangun pagi, kita selalu sarapan bersama dan juga berangkat di jam yang
sama, ya walaupun kita tidak berangkat bersama. Tapi bagaimana kau bisa telat?”
tanya Youngmin.
“Kurasa
itu bukan urusanmu” jawab Kwangmin dingin.
“Ya!
Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu, semua urusanmu adalah urusanku. Appa
dan eomma sudah berpesan padaku untuk menjagamu!” amarah Youngmin sedikit
tersulut.
“Cih!
Bahkan aku tidak sudi menyebutnya sebagai orang tuaku!” balas Kwangmin semakin
menjadi-jadi.
“Ya! Jo
Kwangmin! Bagaimana mungkin kau mengatakan hal semacam itu! Mereka adalah orang
tua kita!” amarah Youngmin semakin terbakar.
“Aku
tidak pernah merasa punya orang tua! Mereka tidak pernah menyayangiku!” ucapan
Kwangmin semakin menjadi-jadi sehingga memancing emosi Youngmin.
“Tidak
Kwangminnie. Mereka menyayangimu, mereka menyayangi kita. Mereka pasti tidak
ingin kita berjauhan seperti ini” Youngmin mencoba lebih tenang dari
sebelumnya.
“Apa kau
bilang? Kita? Bahkan mereka hanya menyayangimu. Cih! Apa itu yang namanya orang
tua? Mereka tidak pernah mengharapkan kehadiranku! Bahkan mungkin mereka akan
bahagia jika aku mati!” kali ini Youngmin tidak bisa menjawab ucapan Kwangmin.
Sedangkan Kwangmin berlalu melewatinya. Youngmin hanya terpaku sambil memandang
punggung adik kembar kesayangannya itu.
“Apa kau
sangat membenciku Kwangminnie? Padahal aku begitu menyayangimu. Mulai saat ini
aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi termasuk diriku sendiri.
Aku tidak ingin kehilanganmu uri dongsaeng Kwang-ah, kau adalah satu-satunya dongsaeng yang kumiliki. Neomu
bogoshipo!” Youngmin tahu bahwa Kwangmin tidak mendengar kata-katanya tadi.
Tapi ia tidak peduli, baginya Kwangmin adalah segalanya.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar