Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

I You and Him Chapter 01



I You and Him
Author: Shin Kyona
Main Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other Cast: Temukan sendiri
 CHAPTER 01

            Kwangmin baru  saja turun dari motornya. Dengan santai ia melangkah menaiki tangga untuk menuju ke kelasnya. Seperti biasa, ia telat lagi hari ini, ia melihat Leeteuk-sonsaengnim sudah berdiri di depan pintu masuk ke arah gedung utama sekolah dan manatapnya dengan garang. Kwangmin hanya memutar bola matanya bosan.
Kwangmin POV
            Cih, malas sekali aku melihat muka ahjussi yang satu itu. Kenapa setiap hari aku harus melihatnya. Aku bosan menatap wajah sok manis tapi garang itu.
            “Ya! Jo Kwangmin! Kenapa kau telat lagi!” bentak Leeteuk-sonsaengnim langsung di depan wajahku.
            “Aku telat bangun” jawabku sekenanya, dan pastinya bohong.
            “Ya! Kenapa setiap hari kau hanya menggunakan alasan tidak masuk akal itu!” bentaknya lagi. Benar-benar, kenapa ahjussi seperti dia suka sekali berteriak.
            “Apapun alasannya, pada akhirnya kau akan melepaskanku juga” kataku dengan tidak sopan. Ya, semua orang tahu kalau aku ini adalah siswa yang paling berbakat dalam bidang olahraga, dan juga banyak memenangkan kejuaraan-kejuaraan olahraga. Paling-paling nanti Donghae-sonsaengnim akan membelaku, itu karena aku adalah murid kesayangannya.
            “Ya! Mana mungkin Youngmin tidak membangunkanmu. Dia selalu berangkat pagi-pagi sekali!” cih, kenapa semua orang selalu memuji Youngmin. Bahkan disekolah ini hanya Donghae-sonsaengnim dan No Minwoo lah yang membelaku. Benar-benar sialan.
Skip Time
            Aku sedang berada dikelas, tentu saja kelasku berbeda dengan kelas Youngmin.  Aku di kelas non akademik sedangkan dia berada dikelas akademik. Kelas non akademik terdiri dari dua kelas, yaitu kelas olahraga dan kelas kesenian. Sedangkan kelas akademik dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas sains, kelas sosiologi, dan kelas bahasa. Aku berada dikelas olahraga tahun ke-2, sedangkan Youngmin berada di kelas sains tahun ke-2 juga. Semua orang disekolah ini tahu kalau Youngmin adalah pangeran sekolah. Dia banyak memenangkan perlombaan yang berhubungan dengan sains. Tahun lalu ia ikut pertukaran pelajar ke San Fransisco dan ia juga memenangkan medali emas Olimpiade Matematika tahun kemarin. Cih! Aku sungguh iri padanya.
            “Kwang-ah, are you okay?” Krystal sungguh mengagetkanku. Ya, dia Krystal Jung, julukannya adalah sang dewi olahraga, ia bisa berbagai macam olahraga, aku sendiri bingung, mengapa ia tetap terlihat cantik walau sedang berkeringat saat berolahraga.
            “Nde. Waeyo?” aku berbalik tanya padanya.
            “Aniyo. Aku hanya menyapamu saja” balasnya sambil tersenyum lembut, lalu ia segera mengambil duduk di sampingku.
            “Soojung-ah, apa malam ini kau ada acara?” aku memanggil Krystal dengan nama koreanya. Sebenarnya nama korea Krystal adalah Jung Soojung, hanya saja ketika ia pindah ke Amerika dulu, namanya menjadi Krystal Jung.
            “Ani. Wae?” dahinya berkerut, sepertinya ia penasaran.
            “Aku akan menjemputmu jam 7 malam nanti. Jangan lupa ne!” aku tersenyum, lalu aku berlalu dari hadapannya. Sepertinya ia mulai tidak mengerti dengan arah pembicaraanku saat ini. Biarkan saja, aku sangat suka membuatnya penasaran.
            “Apa ini sebuah ajakan kencan?” Krystal bergumam, tapi masih bisa kudengar. Aku pun menoleh sambil tersenyum padanya.
            “Mungkin” lalu aku benar-benar berlalu dari hadapannya.
End Kwangmin POV
            Youngmin berjalan menyusuri kelasnya, sepertinya ia sedang mencari sesuatu.
            “Kwangminnie! Dimana kau! Jangan membuatku khawatir!” tiba-tiba ia bertemu dengan Minwoo.
            “Ya! Minwoo-ssi berhenti!” Youngmin segera berlari ke arah Minwoo.
            “Wae?” tanya Minwoo.
            “Apa kau tahu dimana Kwangmin?”
            “Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Seharusnya kau lebih tahu daripada aku, bukankah dia saudaramu?” jawab Minwoo dingin.
            “Tapi, bukankah kau adalah teman dekatnya?” tanya Youngmin lagi.
            “Tentu saja aku adalah temannya, bahkan aku sangat memahaminya dibandingkan dengan dirimu!” Minwoo tersenyum meremehkan, lalu ia berlalu pergi dari Youngmin.
            Youngmin sungguh tidak percaya dengan apa yang telah diucapkan oleh Minwoo. Apakah benar kalau dirinya tidak bisa mengerti Kwangmin yang notabene-nya adalah saudara kembarnya sendiri. Ini sangat sulit untuk dipercaya. Menurutnya ia selalu berusaha untuk mengerti Kwangmin selama ini.
Flashback
            “Appa, eomma, lihat aku mendapatkan medali emas lomba lari maraton!” seru Kwangmin kecil dengan gembira, lalu ia menghampiri kedua orang tuanya.
            “Wah! Kwangminnie memang hebat! Tapi hyungmu mungkin lebih hebat, lihatlah dia mendapatkan juara 1 di olimpiade matematika kemarin. Kau harus lebih banyak belajar dari hyungmu!” seru eomma Kwangmin yang terus-terusan membanggakan Youngmin. Wajah Kwangmin yang tadinya berseri-seri, kini telah berubah menjadi muram.
Beberapa tahun kemudian
            “Youngmin-ah, appa dan eomma harus mengurus perusahaan yang ada diluar negeri untuk beberapa saat. Kau jagalah dongsaeng-mu dengan baik. Ajarilah bagaimana hal yang benar!” kata appa Jo Twin’s sambil melirik Kwangmin tidak begitu suka. Karena saat dirumah, kasih sayang orang tuanya hanya untuk Youngmin yang notabene-nya merupakan murid cerdas, berbeda dengan Kwangmin yang susah diatur, seenaknya sendiri dan malas belajar.
End Flashback
            Akhirnya kini Youngmin menemukan Kwangmin di ujung koridor, ia sedang berjalan ke arahnya.
            “Kwangminnie, kudengar hari ini kau telat lagi! Apa yang kau lakukan? Setiap hari kulihat kau selalu bangun pagi, kita selalu sarapan bersama dan juga berangkat di jam yang sama, ya walaupun kita tidak berangkat bersama. Tapi bagaimana kau bisa telat?” tanya Youngmin.
            “Kurasa itu bukan urusanmu” jawab Kwangmin dingin.
            “Ya! Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu, semua urusanmu adalah urusanku. Appa dan eomma sudah berpesan padaku untuk menjagamu!” amarah Youngmin sedikit tersulut.
            “Cih! Bahkan aku tidak sudi menyebutnya sebagai orang tuaku!” balas Kwangmin semakin menjadi-jadi.
            “Ya! Jo Kwangmin! Bagaimana mungkin kau mengatakan hal semacam itu! Mereka adalah orang tua kita!” amarah Youngmin semakin terbakar.
            “Aku tidak pernah merasa punya orang tua! Mereka tidak pernah menyayangiku!” ucapan Kwangmin semakin menjadi-jadi sehingga memancing emosi Youngmin.
            “Tidak Kwangminnie. Mereka menyayangimu, mereka menyayangi kita. Mereka pasti tidak ingin kita berjauhan seperti ini” Youngmin mencoba lebih tenang dari sebelumnya.
            “Apa kau bilang? Kita? Bahkan mereka hanya menyayangimu. Cih! Apa itu yang namanya orang tua? Mereka tidak pernah mengharapkan kehadiranku! Bahkan mungkin mereka akan bahagia jika aku mati!” kali ini Youngmin tidak bisa menjawab ucapan Kwangmin. Sedangkan Kwangmin berlalu melewatinya. Youngmin hanya terpaku sambil memandang punggung adik kembar kesayangannya itu.
            “Apa kau sangat membenciku Kwangminnie? Padahal aku begitu menyayangimu. Mulai saat ini aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi termasuk diriku sendiri. Aku tidak ingin kehilanganmu uri dongsaeng Kwang-ah, kau adalah satu-satunya dongsaeng yang kumiliki. Neomu bogoshipo!” Youngmin tahu bahwa Kwangmin tidak mendengar kata-katanya tadi. Tapi ia tidak peduli, baginya Kwangmin adalah segalanya.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar