Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

I You and Him Chapter 03



I You and Him
Author: Shin Kyona
Main Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other Cast: Temukan sendiri


CHAPTER 03
          Kwangmin pulang kerumahnya, baru saja sampai depan pintu, Youngmin sudah menggodanya.
            “Kau sudah pulang Kwangminnie? Bagaimana kencanmu? Apakah indah?” tanya Youngmin sok tahu.
            “Bukan urusanmu! Lagipula aku tidak kencan!” balas Kwangmin.
            “Tidak kencan? Tetapi style-mu malam ini seperti orang yang sedang berkencan?” Youngmin mengernyitkan alisnya heran.
            “Kau membuatku semakin malas!” Kwangmin menjadi semakin dingin.
            “Mwo?” Youngmin mendelik.
            “Kau jangan tanya apapun lagi. Aku sedang patah hati saat ini. Seorang gadis telah menolakku. Jadi jangan ganggu aku!” Kwangmin segera masuk ke kamarnya, entah kenapa ia malah menceritakan masalahnya pada Youngmin.
            “Mwo! Mana mungkin! Gadis mana yang berani menolakmu?” Youngmin sedikit berteriak, tapi tetap saja Kwangmin tidak mau mendengarnya. Ia sangat heran, bagaimana mungkin dongsaeng-nya yang paling tampan satu sekolah itu bisa ditolak oleh seorang gadis. Pasti gadis yang menolaknya sangatlah cantik.
Skip Time
            Hari ini tidak seperti biasanya, Kwangmin berangkat  ke sekolah naik mobil bersama dengan Youngmin. Sebenarnya Kwangmin sudah menolaknya mentah-mentah, tetapi Youngmin tetap memaksa, dan akhirnya Kwangmin pun menyerah. Youngmin hanya tidak ingin Kwangmin telat lagi masuk sekolah, sehingga ia memaksa untuk berangkat bersama Kwangmin.
            Sesampainya di sekolah, Kwangmin langsung turun dari mobil Youngmin dan segera berlalu tanpa mengucapkan apapun pada Youngmin.
            “Ya! Kwangminnie, kenapa kau meninggalkanku? Tunggu aku!” Youngmin sedikit protes ketika Kwangmin meninggalkannya sendirian.
            “Shireo!” kata Kwangmin tanpa menoleh sedikitpun, ia terus melanjutkan langkahnya.
            “Aish! Selalu saja seperti itu!” Youngmin bergumam sendiri. Akhirnya ia pun melangkah masuk ke gedung sekolahnya.
            Kwangmin sudah sampai di kelasnya, Minwoo pun langsung menyapanya.
            “Kwang! Pagi ini kau aneh sekali. Ada apa denganmu? Kenapa kau menekuk mukamu seperti itu. Kau bukan seperti Kwangmin. Apa ada seseorang yang telah mencuri Pikachu-mu?” tanya Minwoo sedikit bercanda.
            “Diam kau No Minwoo, atau aku akan menelanmu saat ini juga!” Kwangmin benar-benar emosi.
            “Aish! Kau ini, aku kan hanya bercanda! Ayolah ceritakan padaku apa masalahmu!”
            “Kau sungguh ingin tahu?” tanya Kwangmin
            “Nde! Ayo ceritakan padaku!”
“Seseorang telah menolakku!”
            “Oh my GOD! No way! Nggak mungkin!” Minwoo syok sambil menunjukkan ekspresi aneh.
            “Ekspresimu sangat menjijikan” Kwangmin sedikit menjauh dari Minwoo.
            “Kwang! Mana mungkin ada seseorang yang berani menolakmu! Aku saja kalau jadi wanita, pasti aku akan menyukaimu. Jika aku menjadi kau, aku juga akan berkaca setiap hari!”
            “Kalau kau jadi wanita, aku tidak akan pernah menjadikanmu sebagai temanku!” Kwangmin berkata  ringan menanggapi ucapan Minwoo.
            “Aish! Kau ini sangat menyebalkan! Dasar 4D!”
            “Mwo. . . ?” Kwangmin membelalakkan mata besarnya.
            “Ani, ani. . . Aniyo!” Minwoo, sedikit takut. “Tapi, siapa yang berani menolakmu?” lanjutnya.
            “Aku tidak akan memberitahumu!”
            “Ayolah! Bukankah kita teman? Ayo beritahu aku!”
            “Shireo!”
            “Kwang!”
            “Shireo!”
            “Kwang!”
            “Shireo shireo shireo!”
            “Ya! Jo Kwangmin!”
Skip Time
            Kwangmin sedang berjalan santai menyusuri koridor sekolahnya. Tiba-tiba saja ada seorang gadis yang menabraknya.
            “Brak. . . !” barang-barang bawaan gadis itu jatuh berserakan.
            “Ya! Gunakan matamu saat berjalan!” Kwangmin membentak gadis itu.
            “Mianhae sunbaenim. Aku anak baru disini, aku tidak tahu dimana kelas musik. Maukah kau menolongku!” gadis itu berdiri, lalu menatap wajah tampan Kwangmin dengan kagum.
            “Kau sudah menabrakku! Lalu sekarang kau meminta bantuanku!” Kwangmin membentaknya lagi sehingga membuat gadis itu ketakutan.
            “Mianhae. Mianhae sunbaenim!” gadis itu langsung berlalu pergi dengan perasaan takut.
            “Cih! Hari ini semakin menyebalkan!” Kwangmin merutuki nasib sialnya.
Skip Time
          Seperti biasa, Kwangmin pulang telat lagi hari ini. Ia sangat terkejut ketika melihat seseorang yang mungkin pernah di temuinya sedang duduk di ruang tamu rumahnya.
            “Kau. . . !” Kwangmin membelalakan matanya ketika melihat gadis yang menabraknya di sekolah tadi sekarang sudah berada di rumahnya dan duduk di sofa ruang tamu.
            “Sunbaenim!”
            “Kenapa kau ada di rumahku?” Kwangmin terlihat sangat geram.
            “Aku yang mengajaknya kesini” Youngmin muncul dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat dua gelas minuman.
            “Oh! Jadi dia yeojachingu-mu!” Kwangmin berekspresi datar saat mengucapkan itu.
            “Bukan! dia muridku!” Youngmin segera menyangkalnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
            “Benar sunbaenim, Youngmin-sonsaengnim selalu mengajariku mata pelajaran matematika yang sulit kupahami sejak dulu. Walaupun kami tidak pernah satu sekolah dulu. Tapi sekarang aku senang sekali bisa satu sekolah dengannya. Apa sunbaenim saudara Youngmin-sonsaengnim?” gadis itu terus memberi penjelasan.
            “Aku tidak menyuruhmu berbicara!” Kwangmin berkata dingin pada gadis itu.
            Hayoung (nama gadis itu) menundukkan kepalanya, takut sekaligus sedih. Ya, itulah yang ia rasakan saat ini. Apalagi ketika ia melihat Kwangmin yang bergegas pergi menuju ke kamarnya, itu membuatnya merasa sangat bersalah.
            “Brakk . . . !” Kwangmin menutup pintu kamarnya dengan sangat kasar.
            “Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan!” teriak Kwangmin.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar