I
You and Him
Author:
Shin Kyona
Main
Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other
Cast: Temukan sendiri
CHAPTER
03
Kwangmin pulang kerumahnya, baru
saja sampai depan pintu, Youngmin sudah menggodanya.
“Kau sudah pulang Kwangminnie? Bagaimana
kencanmu? Apakah indah?” tanya Youngmin sok tahu.
“Bukan urusanmu! Lagipula aku tidak
kencan!” balas Kwangmin.
“Tidak kencan? Tetapi style-mu malam
ini seperti orang yang sedang berkencan?” Youngmin mengernyitkan alisnya heran.
“Kau membuatku semakin malas!”
Kwangmin menjadi semakin dingin.
“Mwo?” Youngmin mendelik.
“Kau jangan tanya apapun lagi. Aku
sedang patah hati saat ini. Seorang gadis telah menolakku. Jadi jangan ganggu
aku!” Kwangmin segera masuk ke kamarnya, entah kenapa ia malah menceritakan
masalahnya pada Youngmin.
“Mwo! Mana mungkin! Gadis mana yang
berani menolakmu?” Youngmin sedikit berteriak, tapi tetap saja Kwangmin tidak
mau mendengarnya. Ia sangat heran, bagaimana mungkin dongsaeng-nya yang paling
tampan satu sekolah itu bisa ditolak oleh seorang gadis. Pasti gadis yang menolaknya
sangatlah cantik.
Skip Time
Hari ini tidak seperti biasanya,
Kwangmin berangkat ke sekolah naik mobil
bersama dengan Youngmin. Sebenarnya Kwangmin sudah menolaknya mentah-mentah, tetapi
Youngmin tetap memaksa, dan akhirnya Kwangmin pun menyerah. Youngmin hanya
tidak ingin Kwangmin telat lagi masuk sekolah, sehingga ia memaksa untuk
berangkat bersama Kwangmin.
Sesampainya di sekolah, Kwangmin
langsung turun dari mobil Youngmin dan segera berlalu tanpa mengucapkan apapun
pada Youngmin.
“Ya! Kwangminnie, kenapa kau
meninggalkanku? Tunggu aku!” Youngmin sedikit protes ketika Kwangmin
meninggalkannya sendirian.
“Shireo!” kata Kwangmin tanpa
menoleh sedikitpun, ia terus melanjutkan langkahnya.
“Aish! Selalu saja seperti itu!”
Youngmin bergumam sendiri. Akhirnya ia pun melangkah masuk ke gedung
sekolahnya.
Kwangmin sudah sampai di kelasnya,
Minwoo pun langsung menyapanya.
“Kwang! Pagi ini kau aneh sekali.
Ada apa denganmu? Kenapa kau menekuk mukamu seperti itu. Kau bukan seperti
Kwangmin. Apa ada seseorang yang telah mencuri Pikachu-mu?” tanya Minwoo
sedikit bercanda.
“Diam kau No Minwoo, atau aku akan
menelanmu saat ini juga!” Kwangmin benar-benar emosi.
“Aish! Kau ini, aku kan hanya
bercanda! Ayolah ceritakan padaku apa masalahmu!”
“Kau sungguh ingin tahu?” tanya
Kwangmin
“Nde! Ayo ceritakan padaku!”
“Seseorang telah menolakku!”
“Oh my GOD! No way! Nggak mungkin!”
Minwoo syok sambil menunjukkan ekspresi aneh.
“Ekspresimu sangat menjijikan”
Kwangmin sedikit menjauh dari Minwoo.
“Kwang! Mana mungkin ada seseorang
yang berani menolakmu! Aku saja kalau jadi wanita, pasti aku akan menyukaimu.
Jika aku menjadi kau, aku juga akan berkaca setiap hari!”
“Kalau kau jadi wanita, aku tidak
akan pernah menjadikanmu sebagai temanku!” Kwangmin berkata ringan menanggapi ucapan Minwoo.
“Aish! Kau ini sangat menyebalkan!
Dasar 4D!”
“Mwo. . . ?” Kwangmin membelalakkan
mata besarnya.
“Ani, ani. . . Aniyo!” Minwoo,
sedikit takut. “Tapi, siapa yang berani menolakmu?” lanjutnya.
“Aku tidak akan memberitahumu!”
“Ayolah! Bukankah kita teman? Ayo
beritahu aku!”
“Shireo!”
“Kwang!”
“Shireo!”
“Kwang!”
“Shireo shireo shireo!”
“Ya! Jo Kwangmin!”
Skip Time
Kwangmin sedang berjalan santai
menyusuri koridor sekolahnya. Tiba-tiba saja ada seorang gadis yang menabraknya.
“Brak. . . !”
barang-barang bawaan gadis itu jatuh berserakan.
“Ya! Gunakan matamu saat berjalan!”
Kwangmin membentak gadis itu.
“Mianhae sunbaenim. Aku anak baru
disini, aku tidak tahu dimana kelas musik. Maukah kau menolongku!” gadis itu
berdiri, lalu menatap wajah tampan Kwangmin dengan kagum.
“Kau sudah menabrakku! Lalu sekarang
kau meminta bantuanku!” Kwangmin membentaknya lagi sehingga membuat gadis itu
ketakutan.
“Mianhae. Mianhae sunbaenim!” gadis
itu langsung berlalu pergi dengan perasaan takut.
“Cih! Hari ini semakin menyebalkan!”
Kwangmin merutuki nasib sialnya.
Skip Time
Seperti biasa, Kwangmin pulang
telat lagi hari ini. Ia sangat terkejut ketika melihat seseorang yang mungkin
pernah di temuinya sedang duduk di ruang tamu rumahnya.
“Kau. . . !” Kwangmin membelalakan
matanya ketika melihat gadis yang menabraknya di sekolah tadi sekarang sudah
berada di rumahnya dan duduk di sofa ruang tamu.
“Sunbaenim!”
“Kenapa kau ada di rumahku?”
Kwangmin terlihat sangat geram.
“Aku yang mengajaknya kesini” Youngmin
muncul dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat dua gelas minuman.
“Oh! Jadi dia yeojachingu-mu!”
Kwangmin berekspresi datar saat mengucapkan itu.
“Bukan! dia muridku!” Youngmin
segera menyangkalnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Benar sunbaenim, Youngmin-sonsaengnim
selalu mengajariku mata pelajaran matematika yang sulit kupahami sejak dulu.
Walaupun kami tidak pernah satu sekolah dulu. Tapi sekarang aku senang sekali bisa
satu sekolah dengannya. Apa sunbaenim saudara Youngmin-sonsaengnim?” gadis itu terus
memberi penjelasan.
“Aku tidak menyuruhmu berbicara!”
Kwangmin berkata dingin pada gadis itu.
Hayoung (nama gadis itu) menundukkan
kepalanya, takut sekaligus sedih. Ya, itulah yang ia rasakan saat ini. Apalagi
ketika ia melihat Kwangmin yang bergegas pergi menuju ke kamarnya, itu
membuatnya merasa sangat bersalah.
“Brakk . . . !” Kwangmin menutup
pintu kamarnya dengan sangat kasar.
“Hari ini adalah hari yang paling
menyebalkan!” teriak Kwangmin.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar