Cari Blog Ini

Rabu, 04 Juni 2014

I You and Him Chapter 08



I You and Him
Author: Shin Kyona
Main Cast: Jo Kwangmin, Jo Youngmin, Oh Hayoung, Krystal Jung
Other Cast: Temukan sendiri


CHAPTER 08
            Kwangmin dkk. sudah menyelesaikan junggle-nya di hutan dekat Pulau Jeju, kini mereka sudah menjalani aktivitas mereka seperti semula, yaitu sekolah.
            Kwangmin sedang duduk di bangku kelasnya sambil menonton anime Pokemon di laptop miliknya. Tiba-tiba saja Minwoo datang menghampirinya.
            “Kwang-ah, bagaimana junggle-mu, kau satu kelompok kan dengan Krystal dan Youngmin, lalu satu anak lagi aku lupa namanya. Bagaimana? Apakah seru?” tanya Minwoo penasaran.
            “Tentu saja”
            “Wah! Apa terjadi sesuatu?”
            “Tentu saja terjadi”
            “Apa? Cepat ceritakan padaku!” Minwoo terlihat antusias.
            “Kenapa kau selalu saja ingin tahu No Minwoo?” Kwangmin heran, kenapa temannya yang satu ini sangat ingin tahu semua urusannya.
            “Tentu saja aku ingin tahu, karena aku adalah temanmu”
            “Baiklah! Youngmin dan Krystal jadian” ujar Kwangmin santai.
            “Mwo? Lalu bagaimana denganmu?” Minwoo terlihat syok. Kwangmin memang sudah menceritakan perihal ia ditolak oleh Krystal kepada Minwoo, jadi wajar saja kalau Minwoo terlihat sangat syok saat ini.
            “Bagaimana mungkin? Youngmin dan Krystal? Kenapa Youngmin selalu membuatmu menderita? Cih! Aku jadi semakin membencinya” Minwoo terlihat sangat emosi saat ini.
            “Jangan salahkan Youngmin dan Krystal. Mereka tidak salah. Mereka sudah saling mencintai sejak lama, justru akulah yang sudah mengganggu hubungan mereka”
            “Apa maksudmu? Cepat jelaskan padaku!” tuntut Minwoo ingin tahu. Akhirnya Kwangmin menceritakan masa lalu Krystal dan Youngmin yang begitu menyedihkan. Setelah mendengar cerita tentang Youngmin dan Krystal, Minwoo jadi mengerti sekarang.
            “Jangan pernah memusuhi Krystal karena hal ini Minwoo-ya!”
            “Tentu saja aku tak akan pernah memusuhinya. Bukankah kita adalah teman?” balas Minwoo sambil tersenyum.
            “Baguslah kalau begitu. Bisakah kau pergi sekarang juga. Kau telah menggangguku menonton Pikachu!” Kwangmin tersenyum evil pada Minwoo.
            “Kau menyebalkan Kwangmin-ah! Aish! Apa sih bagusnya Pikachu?” Minwoo pura-pura marah.
            “Kau! No Minwoo! Jangan pernah menghina Pikachu-ku! Atau aku akan membunuhmu sekarang juga!” sifat kekanak-kanakan Kwangmin yang gila akan Pikachu telah kembali. Minwoo jadi heran, kenapa banyak yeoja yang mengidolakan orang aneh yang punya kepribadian 4D seperti Kwangmin.
Hayoung POV
            Sesuai permintaan dari Kwangmin-oppa, mulai sekarang aku akan selalu menghampiri Kwangmin-oppa ke kelasnya setiap jam istirahat seperti sekarang. Aku turuti saja kemauannya daripada nanti Kwangmin-oppa marah padaku.
            Aku sudah sampai di depan kelas Kwangmin-oppa. Banyak mata yang menatap aneh padaku.
            “Kau siapa? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya?” tanya seorang namja. Aku melihat ID card-nya, ternyata namja tersebut bernama Xi Luhan.
            “Mian. Aku anak kelas kesenian tahun pertama. Aku kesini sedang mencari seseorang, sunbae” aku jadi sedikit takut. Sepertinya orang-orang disini menakutkan semua.
            “Kau cari siapa?” tanya namja itu lagi.
            “Aku sedang mencari Kwangmin-oppa” jawabku seadanya.
            “Wah! Berani sekali kau. Anak kelas 1 ya? Berani sekali memanggil Kwangmin dengan sebutan oppa!” aduh, namja ini semakin garang saja. Ia membuatku takut.
            “Ya! Xi Luhan! Jangan membuatnya takut!” kudengar seseorang berteriak dan sepertinya aku mengenali suara itu. Ternyata dugaanku benar. Kwangmin-oppa datang menghampiriku dari dalam kelasnya.
            “Ya! Oppa! Kau terlambat. Temanmu sangat menakutkan” aku pura-pura marah pada Kwangmin-oppa.
            “Mianhae. Aku tidak bermaksud jahat padamu hoobae. Apa kau yeojachingu-nya Kwangmin?” tanya sunbae yang bernama Xi Luhan itu.
            “Tentu saja. Apa kau juga menyukainya Luhan-ah?” mwo? Apa maksudmu oppa? Bahkan kau belum pernah memintaku menjadi yeojachingu-mu.
            “Tadinya aku sempat berpikir seperti itu Kwangmin-ah. Tapi apa boleh buat. Dia kan sudah menjadi milikmu. Hehehe. . .
            “Aku sekarang sudah tahu semuanya Kwangmin-ah” tiba-tiba saja ada seorang lagi teman Kwangmin-oppa yang datang dengan mengatakan suatu hal yang menurutku ambigu.
            “Aku No Minwoo, teman Kwangmin. Kau siapa hoobae yang sangat manis?” orang yang bernama No Minwoo itu tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku bermaksud untuk mengajakku berkenalan, lalu aku menyambut uluran tangannya.
            “Oh Hayoung imnida”
            “Nama yang indah” ternyata Minwoo-sunbae berusaha untuk merayuku. Aish! Lucu sekali dia.
            Kamsahamnida
            “Cih! Dasar pembual!” kulihat muka Kwangmin-oppa berubah menjadi masam. Hey! Apa kau sedang cemburu oppa?
            “Aish, kau ini. Tenang saja Kwangmin-ah, aku tidak akan merebut gadismu!”
            Don’t touch my girl. Lagipula Hayoung juga tidak akan mau denganmu” kulihat Kwangmin-oppa percaya diri sekali.
            “Kau ini_” Minwoo-sunbae tidak jadi melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba Kwangmin oppa mengajakku pergi.
            “Ayo kita ke kantin Hayoung-ah!” Kwangmin-oppa menggandeng tanganku. Ani. Lebih tepatnya adalah menarik tanganku dalam genggamannya.
            “Ya! Jo Kwangmin. Kau memang menyebalkan!” kudengar Minwoo-sunbae berteriak tak jelas, tapi Kwangmin-oppa tidak menghentikan langkahnya, kulihat ia malah tersenyum evil tidak jelas sambil terus berjalan dan menggandeng tanganku. Disepanjang perjalanan menuju kantin, banyak sekali siswi yang syok melihat Kwangmin-oppa bersamaku. Mungkin mereka sedang cemburu.
            “Ya! Siapa yeoja itu? Kenapa dia bersama dengan Kwangmin-ah!” aku mendengar desas-desus aneh hingga membuat telingaku menjadi panas.
            “Berani sekali dia! Aku pastikan dia tidak akan selamat setelah ini!” apa-apaan itu? Apa mereka semua akan membunuhku karena aku bersama dengan Kwangmin-oppa.
            “Jangan-jangan yeoja itu adalah yeojachingu-nya Kwangmin. Tidak mungkin! Kwangmin-ah hanya milikku seorang!” Aish! Menyebalkan! Pasti setelah ini aku akan diteror oleh para Champions (sebutan untuk fans Jo Kwangmin). Aku harus bersiap-siap setelah ini untuk menghadapi para fans gila Kwangmin-oppa.
End Hayoung POV
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar