SeoKyu FanFiction
Judul: A Crazy Little Thing Called Love
Main Cast:
-Seo Joohyun
-Cho Kyuhyun
Sub Cast:
-Park Jungsu
-Kim Taeyeon
-Victoria Song
-BoA
-Kangta
-Choi Jinri
-Im Yoona
-Shim Changmin
-Choi Sooyoung
-Lee Soon Kyu
-Kim Hyoyeon
-Jessica Jung
-Lee Donghae
-Lee Sungmin
-Lee Hyukjae
-Choi Siwon
Disclaimer: Tokoh diatas miliknya SM Family. Kalau fanfic ini versi
SEOKYU dari drama Thailand yang berjudul A Crazy Little Thing Called Love.
Happy reading ^_^ Reader yang baik adalah Reader yang mau memberikan
komentar-komentarnya.
A CRAZY LITTLE THING CALLED
LOVE CHAP 02
Hari itu hari ulang tahun
Sooyoung. Hyoyeon bertanya pada Sooyoung hendak membeli cake apa pada hari
ulang tahunnya.
“Vanilla Cake, Hyunnie suka
kue itu” ujar Sooyoung. Saat Sooyoung sedang asik memilih-milih kue, Seohyun belum
datang. Hyoyeon segera menelponnya. Seohyun rupanya sedang pergi ke danau
bersama Kyuhyun cs.
“Aku sudah menelpon Youngie
tadi pagi namun ia tak mengangkat teleponnya, sampaikan ucapan selamat ulang
tahunku pada Youngie. Iya, aku minta maaf karena aku takkan bisa pulang tepat
waktu”
***
Di danau, semua sedang
sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang asik bermain gitar, ada yang
memanggang makanan. Seohyun duduk di meja makan sambil memandangi Kyuhyun yang
asik memotret pemandangan dari jembatan. Tak lama Changmin menghampiri sambil
menghidangkan cumi-cumi hasil panggangannya, mau nggak mau Seohyun berpaling
dari Kyuhyun. Wajah Changmin mendekati wajah Seohyun sampai membuat Seohyun
risih,
“Aku akan kembali” katanya.
Saat Seohyun kembali melihat ke arah jembatan, Kyuhyun sudah tak ada.
Seohyun pergi ke jembatan
dan duduk disana. Kyuhyun datang,
“Apa yang kau lakukan
disini?”
“Aku rasa pemandangan
disini indah” kata Seohyun.
Mereka sama-sama terdiam.
Seohyun membuka percakapan sambil menawarkan cumi,
“Kau mau makan cumi?”
Kyuhyun menoleh, “Kau tak
tahu cerita cumi ya?”
Seohyun menggeleng, “Tidak”
“Aku akan memberi tahumu,”
Kyuhyun pindah duduknya ke samping Seohyun, ia mulai bercerita, “Pada suatu
waktu, ada pasangan cumi. Mereka telah mengarungi lautan dan samudra yang luas
hingga mereka bertemu dan saling jatuh cinta, akhirnya mereka menikah. Pada
hari pernikahannya, pendeta cumi menyuruh mereka saling berpegangan tangan...
jadi mereka saling berpegangan tangan... memegang tangan... memegang tangan...
memegang tangan...” Kyuhyun menempelkan jari-jarinya satu-satu. Seohyun tertawa
geli melihatnya.
“Kyuhyun-oppa, kau gila!”
ujar Seohyun.
Kyuhyun tersenyum.
“Tapi lucu” tambah Seohyun
lagi.
“Yang mana? Yang cerita,
atau yang cumi?” tanya Kyuhyun.
“Yang cerita! Eh, tidak,
yang cumi! Umm... aku bingung...” ujar Seohyun, ia melirik cumi panggang, “Aku jadi
tak ingin memakannya.”
“Aku juga tak makan cumi
begitu lama karena cerita itu” tambah Kyuhyun. Mereka pun terdiam.
“Jadi...” Seohyun bersuara,
“Apakah kau pernah memegang tangan seseorang seperti cumi itu?”
“Pernah sekali” jawab
Kyuhyun sambil menatap ke danau, “Seorang gadis berwajah canggung hampir jatuh
dari panggung, jadi aku memegang tangannya...”
Belum selesai Kyuhyun cerita,
Changmin datang sambil langsung memakan cumi panggang. Kyuhyun dan Seohyun
berteriak, “Jangan!”
“Kenapa? Ini enak” ujar
Changmin sambil terus mengunyah. Seohyun dan Kyuhyun cuma bisa menghela nafas
kesal. Mereka bertiga hendak pulang. Kyuhyun dan Changmin berjalan di depan
sementara Seohyun mengikuti di belakang.
Kyuhyun dan Changmin
berbicara serius.
“Aku bertanya padamu langsung.
Apa kau suka pada Seohyun?”
Kyuhyun terkejut “Eh, kau
akan bersamanya bukan? Kenapa kau bertanya padaku seperti itu?”
Changmin menepuk bahu
Kyuhyun sambil tersenyum, “Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya...”
Tiba-tiba terdengar suara
teriakan Seohyun di belakang. Seohyun terpeleset hingga kakinya terkilir.
Kyuhyun dan Changmin langsung berlari ke arahnya. Changmin bertanya apa Seohyun
masih bisa berdiri, Seohyun mengiyakan. Tapi ternyata ia tak sanggup, mau tak
mau ia menerima tawaran Changmin. Sedangkan Kyuhyun yang menggendong tas
Seohyun. Suara hati Seohyun saat itu. "Tuan Kancing... hari ini Kyuhyun-oppa membawakan tasku..." pulangnya Seohyun
langsung ke rumah Sooyoung. Ia membawakan cake kecil. Saat pintu rumah Sooyoung
dibuka, Seohyun sudah bersiap, “Happy birth...”
Namun yang keluar ternyata
ibunya Sooyoung, “Sooyoung tak ada. Ia masih pergi bermain dengan Sunny dan Hyoyeon.
Seohyun-ah tak bersama mereka?”
Seohyun menggeleng sambil
tersenyum kecut.
“Telepon saja mereka” saran
Ibu Sooyoung lalu menutup gerbangnya lagi. Seohyun akhirnya meniup lilin di
cake itu sendiri. Keesokan harinya Sooyoung, Sunny dan Hyoyeon mengerjakan PR
tanpa Seohyun. Seohyun justru duduk bersama gengnya Kyuhyun.
“Aku rindu hari-hari ketika
kita mengerjakan PR bersama-sama” kata Sunny.
“Seorang bidadari harusnya
berada di surga” ucap Sooyoung sinis. Ia masih marah karena Seohyun tak datang ke
ulang tahunnya.
“Tenanglah Young, kau masih
punya ulang tahun tahun depan” ucap Sunny.
Sooyoung emosi, “Aku hanya
punya tiga orang teman Sun-ah! Jika aku jadi dia, aku takkan melakukan hal
itu!”
Seohyun yang melihat
teman-temannya sedang mengerjakan PR bersama menghampiri,
“Hey! Kita kerjakan PR
bersama-sama yuk!”
“Kenapa kau tak
mengerjakannya bareng Kyuhyun-oppa saja?” ujar Sooyoung sinis langsung menutup
bukunya dan segera pergi dari situ. Sunny dan Hyoyeon mengikutinya. Seohyun
ditinggal sendiri.
Seohyun sedang duduk sendirian
di depan kolam ketika Kyuhyun datang.
“Changmin belum datang? Aku
disuruh olehnya mengajari anak kelas 3,” tanya Kyuhyun duduk disamping Seohyun.
Seohyun tersenyum,
“Changmin-oppa sedang mencari buku untuk proyek anak kelas 3” Kyuhyun ikut
tersenyum, ia memandang lurus ke depan, “Hari itu Eomma masuk rumah sakit...”
Seohyun menoleh, “Kapan?”
“Hari dimana Appa gagal melakukan
tendangan pinalti. Aku lahir pada hari itu. Jadi Appa memberiku hadiah pada
hari kelahiranku... yaitu tak bermain bola lagi seumur hidupnya. Akulah yang membawa
nasib buruk. Coba lihat, provinsi ini tak pernah mencapai sejauh itu sejak hari
itu...”
“Kau tak apa?” tanya
Seohyun khawatir.
“Bagiku untuk dihina?”
tanya Kyuhyun balik, “Aku tidak apa-apa. Aku sudah biasa. Sudah menjadi nama
depanku, Cho yang Appa-nya tak bisa menendang pinalti...”
Seohyun menunduk menyesal.
Kyuhyun tersenyum, “Tapi
aku benar-benar tak apa. Aku seorang pemain sepak bola.”
“Jadi kau mau terus bermain
sepak bola?”
“Aku tak tahu... untuk saat
ini, aku lebih membutuhkan seseorang...” Seohyun menoleh kaget. Tapi sebelum
Seohyun mendengar penjelasan Kyuhyun lebih lanjut, Changmin datang dan
memanggil Seohyun. Ia meminta bantuan Seohyun untuk mencari buku bersamanya.
Malamnya Kyuhyun dan
kawan-kawan mengadakan piknik dan api unggun. Seohyun ikut. Ia membantu Kyuhyun
yang bertugas memasak. Changmin duduk di dekat api sambil mendengar Yoona
bernyanyi. Victoria memandanginya, jelas-jelas sekarang Victoria naksir
Changmin. Seohyun dan Kyuhyun membicarakan soal kejutan ulang tahun untuk Minho,
teman mereka. Tanpa sengaja tangan mereka berdua saling bersentuhan. Hati
Seohyun berdebar, ia mendekatkan diri lagi ke Kyuhyun.
Kemudian acara kejutan
untuk Minho dimulai. Kyuhyun dan Changmin mau perform cerita.
“Ini terjadi ketika kita
kelas 5 SD...” Changmin memulai cerita.
Kyuhyun tertawa, “Kita berdua jatuh
cinta pada gadis yang sama. Namanya Krystal, kelas 4. Kita bersaing satu
sama lain, berlatih menari agar salah satu dari kami bisa berdansa saat pesta
sekolah. Tapi saat hari itu tiba, Kyuhyun-ah kita kena sakit cacar....”
Semua tertawa termasuk
Seohyun.
“Jadi hak berdansa
dengannya jadi milikku, yeah...” lanjut Changmin.
Kyuhyun menambahi, “Tapi
pada akhirnya Changmin-ah juga tak berdansa dengan Krystal.
“Jadi kita berdua sama-sama
gagal...”
“Eits” sela Changmin, “Itu
karena Kyuhyun-ah mengancam kalau ia tak mau berteman lagi denganku. Setelah
itu kita saling berjanji....”
“Bahwa kita takkan jatuh
cinta pada gadis yang sama lagi...” tambah Kyuhyun.
Tawa Seohyun pupus sudah.
Changmin jelas-jelas naksir padanya, itu berarti tak ada harapan untuknya
ditaksir oleh Kyuhyun. Changmin dan Kyuhyun kemudian bernyanyi sambil menarikan
tarian yang lucu, mengundang keceriaan. Changmin menarik Seohyun agar ikut
menari bersama mereka. Yang lain juga berdiri dan ikut menari. Semuanya
diliputi keceriaan. Namun di tengah tarian, Changmin yang rupanya sedang
bahagia mengambil kesempatan mencuri pipi Seohyun. Seohyun terpaku. Yang lain
masih menari, sementara kebahagiaan Seohyun sudah hilang.
Changmin mengantar Seohyun
pulang. Saat Seohyun hendak segera masuk ke rumahnya, Changmin berkata,
“Seohyun, besok aku akan datang ke sini lagi ya. Kita nonton pertandingan
Kyuhyun bersama-sama”
“Changmin-oppa tak perlu menjemputku
lagi” ujar Seohyun dingin.
“Kenapa? Kau ada acara?”
“Tidak, maksudku tolong
jangan terlibat denganku lagi...”
Changmin bangkit dari
sepeda motornya, “Kau marah karena aku mencium pipimu? Bukankan kau pacarku?”
Seohyun berbalik marah,
“Changmin-oppa, aku tak pernah menerima bahwa aku pacarmu”
“Lalu apa artinya selama
ini?”
“Maafkan aku oppa, aku
sudah mencintai seseorang...” jawab Seohyun.
“Siapa Seohyun-ah?” tanya Changmin.
Seohyun hanya berbalik dan
segera masuk rumah tak menjawab pertanyaan Changmin.
“Siapa.... Seohyun-ah.... siapa?” tanya
Changmin. Ia terduduk lemas di sepeda motornya.
Changmin menemui Kyuhyun
untuk menceritakan semuanya, “Dari semua gadis yang bersamaku, ini yang paling
menyakitkan.... Aku mohon satu hal saja padamu Kyu... Tak peduli apa yang
terjadi, kau tak akan memacari Seohyun kan?”
“Apa kau berpikir alasan
Seohyun memutuskanmu adalah aku?” tanya Kyuhyun.
“Tidak. Hanya aku tak
tahan, jika sahabat terbaikku berpacaran dengan gadis yang kucintai...”
Kyuhyun memandang keluar
sambil menghela nafas, “Jika kau mengatakan seperti itu, aku bisa apa?”
“Tak apa-apa kan buatmu?”
tanya Changmin.
“Iya” jawab Kyuhyun. Mereka
berdua kemudian saling menjabat tangan.
Hari-hari berikutnya
dilalui Seohyun seorang diri. Tak ada lagi teman-teman bersamanya, tak ada lagi
Changmin yang menjemputnya ke sekolah dan Kyuhyun juga seperti menghindarinya.
Ketika ia melihat Changmin yang digoda Victoria dengan trik ‘terkilir kaki’ ia
juga tak bisa berbuat apa-apa. Ia memutuskan untuk fokus belajar agar mendapat
ranking satu. Meski ia sering terbayang jika ia melihat Tuan Kancing dan
membuatnya menangis sendirian.
Di rumahnya Kyuhyun main
sepak bola dengan ayahnya yang sekarang tak takut lagi.
“Kyu, kau tahu tadi Manajer
Seoul FC meneleponku...” kata ayahnya.
“Lalu?” tanya Kyuhyun masih
fokus ke bolanya.
“Dia bilang kalau dia akan
menerimamu di Seoul FC”
Kyuhyun tak percaya, “Appa
menipuku agar bisa merebut bola dariku ya...”
Ayahnya tertawa, “Untuk hal
sepenting ini siapa yang berbohong. Setelah ini kau harus segera bersiap-siap.
Mungkin setelah lulus ujian tahun ini, kau akan pergi belajar ke Seoul”
Kyuhyun senang sekali, ia
menghampiri ayahnya dan memeluknya, “Appa! Gomawo!”
Hari ujian tiba, Seohyun
menjalankan ujiannya dengan serius. Ia ingin bertemu dengan ayahnya yang di
Amerika.
Di luar Guru BoA sedang
sangat sedih. Guru Leeteuk mendapat beasiswa untuk melanjutkan study ke luar negeri. Guru BoA meminta sesuatu
pada Guru Leeteuk. “Apa?” tanya Guru Leeteuk. Guru BoA menunjuk ke arah hati
Guru Leeteuk. Guru Leeteuk salah paham, ia malah memberikan peluit miliknya.
Tak lama datang Guru olahraga baru yang akan menggantikan Guru Leeteuk.
Ternyata guru yang baru lebih keren dan ganteng daripada Guru Leeteuk, Guru BoA
langsung menghampiri Guru baru itu dan mengacuhkan Guru Leeteuk.
Guru Leeteuk cuma bisa garuk-garuk kepala bingung.
***
Tahun pelajaran berikutnya...
Hari itu Sooyoung
memutuskan tak akan melanjutkan sekolah yang sama dengan kawan-kawannya. Ia
akan memasuki sekolah kejuruan. Saat mereka asik mengobrol, Seohyun datang dan
suasana langsung tak enak. Seohyun duduk dengan sedih di jarak yang tak jauh
dari mereka. Ia memandangi wajah Sooyoung dan masih berharap Sooyoung akan memaafkannya.
Rupanya hati Sooyoung masih belum luluh. Nam dengan sedih menyanyikan lagu yang
dulu mereka nyanyikan bersama-sama.
“Senin aku menunggu...
Selasa aku masih menunggu dan melihat, melihat apakah kau baik-baik saja...
Rabu kau masih tak ada disini, pagi hari atau kemudian, Kamis juga masih
kosong...”
Hyoyeon tak tahan, ia
menghampiri Seohyun dan mereka bernyanyi sama-sama sambil menangis.
“Jum’at, Sabtu atau Minggu,
tiada hari tanpa merindukanmu... Tiada hari kau akan kembali...”
Sunny ikut menangis meski
ia masih ada disamping Sooyoung, sementara Sooyoung masih bertahan.
“...menjadi tua dalam
hari-hari kita... hari dimana kau ada disampingku, hari dimana kau ada di
dekatku, hari dimana kita saling berpegangan tangan...”
Seohyun mendekati Sooyoung,
“...hari dimana aku mencintaimu, hari dimana aku berbicara denganmu, hari dimana
kau mendengarkanku....”
Akhirnya Sooyoung menangis
dan ikut bernyanyi, “...Berapa lama aku akan seperti ini aku tak tahu, Berapa
bulan atau berapa tahun....” Mereka berempat saling berpelukan dan menangis
bersama.
“...berapa miliar kenangan
masa lalu kita bersama, aku selalu merindukanmu.”
“Young, aku minta maaf” isak
Seohyun.
Sooyoung menangis, “Kenapa
kau menangis? Menyanyikan lagu seperti kita sedang berakting di opera sabun
saja...”
“Ya...” kata Seohyun masih
menangis, “Kenapa kita menangis? Kita tidak menangis, kita sedang tertawa...” Mereka
pun menyanyikan lagu nya bersama-sama.
Seohyun sedang menyapu dan
beres-beres rumah ketika Sooyoung cs datang dan memberitahu kalau mereka
bertemu dengan Guru BoA di toko es krim, “Dia mengatakan kalau dalam ujian....
Hyunnie mendapatkan.... “
“Aku mendapatkan apa?”
tanya Seohyun tak sabar.
“Hyunnie.... Hyunnie...
dapat ranking 1...”
Seohyun terkejut. Ia
melompat-lompat senang kemudian memeluk ibunya. Ibunya mengatakan sekarang
Seohyun sudah bisa bertemu dengan ayahnya. Seohyun semakin senang. Sulli
melihatnya iri. Ia mendapatkan ranking 8 tapi ia ingin ikut dengan Seohyun.
Seohyun tak mengizinkan.
Saat itu tiba-tiba Seohyun
langsung memikirkan Kyuhyun.
Di hari yang sama, Sulli
kedatangan temannya. Dia mengantarkan foto cowok yang Sulli taksir. Seohyun
yang tertarik menghampirinya dan menggodanya. Sulli tahu kalau ini adalah
kesempatan untuk Seohyun balas dendam karena dulu Sulli pernah mengadukan soal
Seohyun yang naksir Sulli. Tapi Seohyun cuma menggodanya dan menasihati agar
Sulli tak cepat-cepat memikirkan soal pacaran karena belum dewasa. Seohyun
kemudian kumpul bersama teman-temannya. Sooyoung menanyakan pada Seohyun,
“Hyunnie apakah Kyuhyun-oppa sudah tahu?”
Seohyun menggeleng lemah.
Sunny menatapnya heran, “Kau sungguh hebat! Jatuh cinta pada orang yang sama 3
tahun lebih!”
“Kurasa kau tak perlu
mengatakannya pada Kyuhyun-oppa” timpal Hyoyeon, “Biar seluruh dunia mencatat
bahwa ada seorang gadis gila yang mencoba untuk menjadi cantik selama tiga
tahun demi seorang laki-laki. Meskipun laki-laki itu tak tahu apa-apa.”
Hyoyeon menasihati Seohyun,
“Hyunnie, mungkin mulai sekarang kau takkan pernah melihatnya lagi. Kau masih
akan diam saja?”
Seohyun melirik buku 9
Metode Cinta nya, “Aku sudah coba berbagai cara...”
“Jangan takut, kami selalu
mendukungmu” ujar Sooyoung.
“Jinjja?”
“Ne!” sahut Sunny, “Kau
sangat cantik, rajin belajar juga baik hati kenapa dia bisa tak menyukaimu?”
Seohyun kesal, “Kalian
benar-benar memujiku tidak sih?”
Malamnya Seohyun menghias
setangkai bunga Mawar Putih, metode ke 10, dari Thailand, yang paling tulus.
Hari kelulusan tiba,
Seohyun menunggu Kyuhyun keluar dari kelasnya namun ternyata Kyuhyun masih
dikelilingi oleh teman-temannya.
Seohyun harus menunggu
sampai ia dan Kyuhyun memiliki waktu hanya berdua saja. Ia mengikuti Kyuhyun
bersama teman-temannya. Sampai akhirnya Kyuhyun pergi untuk memotret sendirian
ke ruangan kolam renang, Seohyun didorong teman-temannya untuk mengambil
kesempatan itu. Teman-temannya berjaga di luar ruangan. Kyuhyun memotret kolam
renang sebagai kenang-kenangan. Seohyun menghampirinya, Kyuhyun pun memotret
Seohyun.
“Seohyun-ah, kau belum menanda
tangani kemejaku,” ujar Kyuhyun.
“Kyuhyun-oppa, aku ingin mengatakan
sesuatu” Seohyun menghela nafas mengumpulkan kekuatan. Kemudian ia mulai
mengatakan semuanya, “Aku mencintaimu. Aku sudah mencintaimu selama lebih dari
3 tahun ini. Aku sudah melakukan segalanya, mengubah diriku dalam banyak hal
demi Kyuhyun-oppa. Aku mendaftar klub penari
klasik, melakukan drama panggung, menjadi pemimpin grup mayoret, lebih rajin
belajar, semuanya karena Kyuhyun-oppa.... Tapi aku tahu sekarang, hal seharusnya
kulakukan, dan harus sudah kulakukan sejak dulu bahwa... adalah
memberitahumu... Seohyun cinta Kyuhyun-oppa...” Seohyun menghela nafas dan
mengeluarkan air mata kelegaannya. Ia menyerahkan mawar putih yang sudah ada
kartu ucapan dan Tuan Kancing yang terikat di tangkainya pada Kyuhyun yang
tertegun sambil menatap Seohyun. Sesaat setelah Seohyun menghapus air matanya
karena lega, tanpa sengaja matanya melihat ke arah kantung kemeja Kyuhyun.
Tertulis disitu, Yoona cinta Kyuhyun. Seohyun terkejut.
“Yoona-eonnie dan Kyuhyun-oppa?” tanya Seohyun hampir tak bisa bersuara.
Air matanya mengalir lagi.
Kyuhyun mengangguk dengan
berat.
“Kapan?” tanya Seohyun
dengan susah payah.
“Seminggu yang lalu...” jawab
Kyuhyun pelan.
Seohyun seperti bingung
untuk bertindak. Ia menangis tapi kemudian berusaha untuk tertawa, “Hahaha....
Yoona-eonnie dan Kyuhyun-oppa berpacaran... haha... kalian cocok... lucu...”
Kyuhyun masih memandangi
Seohyun dengan penuh perasaan bersalah. Seohyun sekuat tenaga menahan
tangisnya, ia menepuk bahu Kyuhyun, “Semoga kalian bahagia...” Seohyun yang
sudah tak tahan ingin segera pergi dari situ, lupa kalau di sampingnya ada
kolam. Ia berbelok dan langsung tercebur.
“Seo!” seru Kyuhyun.
Seohyun yang basah kuyup mencoba untuk terus tertawa, “Aku tak apa-apa...”
Kyuhyun menawarkan bantuan
untuk Seohyun keluar dari kolam, tapi Seohyun tak menyambutnya. Ia benar-benar berusaha
tak terlihat menangis.
“Kalian cocok” ucap Seohyun
sebelum berbalik pergi memunggungi Kyuhyun.
“Seohyun-ah kau baik-baik
saja?” tanya Kyuhyun. Seohyun menangis tapi memberi isyarat kalau ia baik-baik
saja lewat jarinya.
Kyuhyun tak percaya, ia
masih berusaha memanggil Seohyun, “Seo!”
Di luar Seohyun disambut
teman-temannya yang terkejut melihat Seohyun basah kuyup. Seohyun langsung
pergi tanpa ingin bertemu teman-temannya dulu. Sunny berusaha menyusulnya namun
ditahan Sooyoung. Mereka ikut menangis karena sudah bisa menebak apa yang
terjadi.
Seohyun berjalan melewati
Yoona, Yoona juga kaget melihat Seohyun basah kuyup. Ia menahan Seohyun dan
bertanya apa yang terjadi. Seohyun tadinya ingin langsung pergi. Tapi kemudian
ia kembali dan memeluk Yoona erat-erat tanpa berkata apa-apa lalu langsung
pergi dan membuat Yoona terheran-heran.
Kyuhyun tiba di rumah
setelah malam dan terheran-heran melihat sebuah mobil sedan bagus terparkir di depan
rumahnya. Di rumah ia langsung disambut oleh lemparan kaos dari ayahnya,
“Selamat datang pemain junior Seoul FC!”
Rupanya di rumah sudah ada
Manajer dan Pelatih tim Seoul FC. Kyuhyun sudah di terima sebagai pemain junior
mereka. Kyuhyun yang senang memeluk ibunya. Kemudian ia membuka kulkas dan
mengambil sesuatu yang sangat familiar...
Kotak cokelat pemberian Seohyun yang duluuuuuu... banget, rupanya masih disimpan baik-baik oleh Kyuhyun seperti Seohyun yang masih menyimpan gelas pepsi pemberian Kyuhyun.
Kotak cokelat pemberian Seohyun yang duluuuuuu... banget, rupanya masih disimpan baik-baik oleh Kyuhyun seperti Seohyun yang masih menyimpan gelas pepsi pemberian Kyuhyun.
“Siapkan pakaianmu Kyu,
malam ini kau harus berangkat bersama Paman Sooman, besok kau harus sudah ada
di kamp pelatihan!”
“Hah! Hari ini Appa?” seru Kyuhyun
terkejut.
“Ya, buat apa lagi
ditunda?” tanya ayahnya balik.
Kyuhyun segera berlari ke
kamarnya menaruh tas yang di dalamnya terselip bunga mawar putih pemberian
Seohyun. Ia mengambil sebuah buku di meja belajarnya. Buku album foto. Mulai
sekarang akan ada flashback adegan, dan kita akan melihat semuanya dari sudut
pandang Kyuhyun. Kyuhyun membuka buku itu, ternyata buku itu penuh dengan foto
Seohyun yang dihias begitu indah. Kyuhyun tersenyum sambil mengusap wajah
Seohyun yang difoto dengan lembut. Lembaran dibuka. Ada halaman yang penuh
dengan foto buku 9 Metode Cinta milik Seohyun. Rupanya buku itu di foto ketika
Seohyun meninggalkannya saat latihan drama. Flashback adegan saat Seohyun
mengambil buku itu dan menyeret-nyeret kakinya buat menutupi nomor telepon
Seohyun. Di bawah foto buku itu ada tulisan,
“Buku ini lucu. Tapi aku
tahu betapa seriusnya dirimu” di sampingnya lagi juga ada tulisan, “Aku
ingin memberitahumu satu hal, bahwa kau telah berhasil
dari awal...”
Halaman berikutnya terlihat
penuh dengan foto Seohyun yang di dandani oleh Yoona. Kemudian flashback adegan
lagi saat Seohyun tampil menjadi snow white yang cantik pertama kali. Saat itu
Kyuhyun terlihat tak tertarik dan hanya mengatakan, “Dia tampak sama, Snow
White dengan kawat gigi” Padahal, saat pergi Kyuhyun tersenyum sangat senang
sampai mengepalkan tangannya karena melihat perubahan Seohyun yang bisa menjadi
begitu cantik. Halaman berikutnya penuh dengan foto tangan Kyuhyun. Kyuhyun
memotret tangannya sendiri kemudian menulis, “Memegang tanganmu untuk
pertama kalinya” Flashback adegan saat Seohyun hampir jatuh dari
panggung.
Di halaman berikut penuh
dengan foto apel yang telah digigit, ada tulisan “Memberinya apel yang ku
gigit sedikit”. Rupanya sebelum pergi mengambil hadiah fotografi,
Kyuhyun-lah yang memberi Seohyun apel itu. Kemudian Kyuhyun membuka banyak
halaman lagi, semuanya isinya foto Seohyun yang sedang latihan mayoret, banyak
sekali... “Kau menjadi semakin baik! Seohyun-ah, Fighting!”
Flashback saat Seohyun
mati-matian berlatih melempar tongkat siang dan malam, rupanya Kyuhyun hampir
setiap saat memperhatikannya. Kemudian Kyuhyun memandangi foto Seohyun yang
menjadi pemimpin mayoret. “Cinta bisa menangkan segalanya, khususnya rasa
takut”
Flashback saat Kyuhyun
berhasil menendang pinalti untuk pertama kalinya. Kyuhyun rupanya berusaha
menyingkirkan trauma dan rasa takutnya demi Seohyun. Ia ingin agar Seohyun juga
tak takut pada tongkat mayoretnya.
Di halaman berikutnya ada
foto pertumbuhan Pohon Mawar Putih yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari sebelum
hari valentine. Di foto pertama tertulis, “Hari pertama.” Foto
kedua, “Sangat sulit untuk tumbuh.” Foto kelima, “Tunas
pertama.”
Flashback saat Kyuhyun
memberikan mawar putih pada Seohyun, setelah mengatakan itu dari temannya,
Kyuhyun berbalik kemudian menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa jujur. Di
bawah foto mawar putih yang telah tumbuh:
“Hari ini aku
memberikan mawarnya padamu, kukatakan itu dari
temanku, itu karena aku gugup”
Kemudian langsung flashback
adegan saat Changmin menembak Seohyun. Kyuhyun turun dari tangga dengan lemas.
Ia hampir tak bisa berjalan lagi kemudian menyandarkan kepalanya ke dinding
tangga.
Halaman berikutnya gambar
Changmin dan Seohyun dari bawah tangga. “Hari ini aku melihat Changmin
menembakmu. Kau tahu? aku sakit. Mengapa waktu kita selalu salah?” Kyuhyun
menepuk bukunya dengan sedih. Ia teringat saat ia berlari-lari agar bisa
memotret Seohyun yang jadi pemimpin mayoret. Juga saat Changmin menggendong
Seohyun yang terkilir kakinya. Rupanya Kyuhyun sempat memotret dan memasangnya
di buku album itu. “Aku juga ingin kau naik ke punggungku.”
Juga banyak adegan
flashback yang lainnya, termasuk saat Seohyun dan Kyuhyun di kolam renang.
Rupanya Kyuhyun sempat menyelesaikan kalimatnya meski tak didengar oleh Seohyun
yang pergi dengan Changmin, “Seohyun-ah, maukah kau menjadi kekasihku?” Kyuhyun
mulai merasa hatinya makin tersiksa dan sakit. Saat Changmin mencium pipi
Seohyun, kau bisa lihat ekspresi wajah Kyuhyun, kaget dan pucat pasi.
Di rumahnya Seohyun terus
menangis. Tentu saja, ia telah mencintai Kyuhyun lebih dari 3 tahun. Ia terus
menangis sendirian di depan jendela kamarnya, tanpa sadar malam itu Kyuhyun
datang ke depan rumahnya. Ia datang untuk menaruh buku album yang ia buat untuk
Seohyun, agar tahu kalau selama ini ia juga telah mencintai Seohyun lebih dari
3 tahun. Sejak Seohyun masih si itik buruk rupa, Kyuhyun telah mencintainya apa
adanya. Kyuhyun terngiang-ngiang perkataan Changmin, “Aku memohon satu hal
padamu Kyuhyun, apapun yang terjadi kau takkan memacari Seohyun kan?”
Dengan langkah gontai Kyuhyun pergi dari rumah Seohyun, karena ia harus segera berangkat ke Seoul. Seohyun yang masih menangis tak tahu kalau Kyuhyun melintas di bawah jendela kamarnya.
Dengan langkah gontai Kyuhyun pergi dari rumah Seohyun, karena ia harus segera berangkat ke Seoul. Seohyun yang masih menangis tak tahu kalau Kyuhyun melintas di bawah jendela kamarnya.
***
9
tahun kemudian......
Motor Kyuhyun berhenti di
sebuah perusahaan. Kayaknya sih perusahaan real-estate. Kyuhyun masuk ke
perusahaan tersebut sambil menggendong bayi yang ia bawa dari gallery
fotografinya, dilihatnya Yoona melambai ke arahnya. Yoona menghampiri Kyuhyun
yang menyerahkan bayi itu pada Yoona, “Maaf sudah merepotkanmu” kata Yoona. Bayi
itu ternyata bukan anak Kyuhyun, melainkan anak Yoona. Sepertinya Kyuhyun sudah
memutuskan Yoona di malam setelah Seohyun mengungkapkan perasaannya pada
Kyuhyun.
“Tak apa, anakmu sudah
seperti anakku...” kata Kyuhyun. Sebenarnya sih wajar kalau itu bukan anak
Kyuhyun, sama sekali nggak ada mirip-miripnya sama Kyuhyun. Hehehe....
Yoona merengut “Seandainya Appa-nya bisa menyayanginya
sepertimu...”
Kyuhyun mengacak rambut
Yoona, “Ah, kau ngomong seperti itu lagi...” kemudian Kyuhyun hendak pergi tapi
ditahan oleh Yoona, “Hey Kyu! Bagaimana tentang acara TV yang kau sebut? Apa kau
akan hadir?” Kyuhyun tersenyum, “Aku tak tahu...”
Latar pun berpindah ke
sebuah acara talk show di sebuah TV terkenal. Di situ Seohyun duduk. Ia
dihadirkan sebagai seorang desainer ternama yang karyanya terkenal di Amerika.
Bahkan katalog modenya pun dimuat di majalah mode terkenal.
Sooyoung, Sunny dan Hyoyeon
pun datang ke acara itu, mereka sudah dewasa, Hyoyeon bahkan memakai seragam
polisi. Mereka melambaikan tangan ke Seohyun yang dibalas oleh Seohyun. Guru
BoA juga hadir. Guru BoA rupanya sudah menikah dengan Guru Olahraga tampan yang
baru itu, Guru Kangta. Tapi Guru Kangta sangat romantis terhadap Guru BoA,
bahkan cenderung terlalu romantis hingga Guru BoA terlihat risih. Sulli dan ibunya juga datang. Sulli
sudah besar sekarang.
Kemudian talk show pun
menyerempet ke masalah masa lalu Seohyun, “Kamu memberitahu wartawan bahwa dulu
saat kau masih muda, maaf, kau sama sekali tak cantik, tak modis, sama sekali
beda dari yang sekarang. Lalu apa yang membuatmu berubah?”
“Itu karena saya jatuh
cinta pada seseorang...” ucap Seohyun sambil tersenyum.
“Jatuh cinta?” tanya
Hostnya, “Bisakah kau menceritakan cerita itu?”
“Bisa” kata Seohyun memulai
cerita, “Ia adalah senior saya. Seorang pemain sepak bola. Sangat lucu. Pada
saat itu saya berwajah jelek di kelas 1, maka saya mencoba memperbaiki diri,
jika itu bisa membuat saya menjadi lebih cantik dan lebih baik, saya coba untuk
lakukan. Saya juga mencoba belajar dengan lebih rajin agar dia mungkin menyukai
saya”
“Lalu apakah akhirnya dia
tahu perasaanmu?”
“Dia tahu, tapi kisah kami
tak berakhir bahagia. Aku pergi belajar ke Amerika untuk tinggal bersama
ayahku”
“Oh itu buruk sekali” ucap
Hostnya. “Tapi ketika saya kembali memikirkannya, dia seperti inspirasi untuk
saya, dia membuat saya menggunakan cinta dengan cara yang lebih baik... dia
seperti... kekuatan yang mendukung saya agar saya bisa menjadi lebih baik
hingga menjadi Seohyun yang sekarang...”
Host cewek itu kemudian
mengeluarkan sesuatu yang sangat Seohyun kenal. Itu Album yang dibuat Kyuhyun
untuk Seohyun, “Seohyun-ssi, kau masih mengingat buku ini?”
Seohyun terkejut, ia menerima buku itu kemudian mendekapnya erat, “Ingat. Iya saya ingat...”
Seohyun terkejut, ia menerima buku itu kemudian mendekapnya erat, “Ingat. Iya saya ingat...”
Host nya tertawa, “Kalau
begitu mari kita sambut pemilik buku ini! Cho Kyuhyun, Mantan Pemain Seoul FC!”
Seohyun terkejut. Ia menoleh ke belakang. Teman-temannya juga terkejut. Dari
belakang panggung, Kyuhyun muncul dengan membawa sebuket bunga dan menghampiri
Seohyun.
“Sekarang ia merubah
karirnya menjadi fotografer profesional...” jelas Hostnya.
Seohyun yang gugup tak tahu
harus berbuat apa hanya bisa berdiri dan merapikan gaunnya. Kyuhyun menyerahkan
bunganya, “Saya ingin memberi ini untuk Seohyun-ssi”
Seohyun masih gugup, ia menunjuk
dirinya sendiri, “Seo?”
“Ne. Ini untuk Seo...” ujar
Kyuhyun lagi. Seohyun mengelus tengkuknya grogi, ia menerima bunga itu sambil
malu-malu. Mereka berdua masih berdiri sampai hostnya harus menyuruh mereka
duduk.
“Kyuhyun-ssi, setelah lama
tak bertemu Seohyun-ssi, ada yang ingin kau katakan? tanya Host.
“Euh, saya ingin
memberitahu Seohyun-ssi bahwa...” Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari kantongnya,
rupanya Tuan Kancing, “Kancing ini sebenarnya bukan milikku. Mungkin ini milik
Donghae-ssi”
Seohyun menerima kancing
itu dengan hati pahit. Sementara Kyuhyun malah tertawa geli.
“Lalu Bagaimana denganmu
Seohyun-ssi? Apa kau memiliki sesuatu untuk dikatakan?” tanya Host.
“Emm, saya ingin bertanya
pada Kyu-oppa...” kata Seohyun takut-takut, “Apakah Kyu-oppa sudah menikah?”
Kyuhyun terlihat ragu dan
berat mengatakannya, “Ummm.... aku....” Seohyun menunggu dengan tegang. Tapi
kemudian Kyuhyun tersenyum. “Aku menunggu seseorang pulang dari Amerika...”
kata Kyuhyun memandang Seohyun penuh senyum.
Seohyun tersenyum dan
menangis bahagia. Kisah cintanya ternyata tak berakhir sedih. Kyuhyun masih
menunggunya selama 9 tahun. Itu bahkan jauh lebih lama dari penantian
cintanya dulu.
THE END

ini gara gara dulu gw suka nonton p shone sama p nam
BalasHapusIdenya bagusssss, coba publish di MCLS^^ hehe sekedar saran ajasihh
BalasHapus