Cari Blog Ini

Minggu, 15 Juni 2014

In My Dream Chapter 03


Author: Shin Kyona
Main Cast: Kwangmin, Hayoung.
Other Cast: Member Boyfriend, Member A Pink, Suzy, Sehun, Chanyeol, Mun Kayoung.
Genre: School Life, Romance.
Disclaimer: Fanfic ini terinspirasi dari K-Drama yang berjudul Dreamhigh. Happy reading chingu ^__^

Chapter 03
            Pagi ini Hayoung datang ke sekolah dengan Sehun seperti biasanya. Baru saja ia sampai pintu kelas, Kwangmin sudah menyapanya.
            “Annyeong Hayoung-ah!” sapa Kwangmin sambil tersenyum.
            “Annyeong Kwangmin-oppa!” balas Hayoung dan membalasnya dengan senyum juga.
            “Kau tak menyapaku?” tanya Sehun pada Kwangmin.
            “Untuk apa aku menyapamu? Aish!” balas Kwangmin, lalu ia kembali ke bangkunya.
            Hayoung duduk disebelah Kwangmin.
            “Ya. Hayoung-ah! Nanti pulang sekolah, aku akan menunggumu di ruang dance. Aku akan mengajarimu banyak hal. Arraseo!”
            “Arraseo!” balas Hayoung sambil tersenyum ceria.
            “Kau selalu ceria ya. Itu bagus sekali. Teruslah bahagia. Aku suka melihatmu seperti itu” kata Kwangmin yang membuat senyuman Hayoung lenyap seketika.
            “Wae? Apa aku salah bicara?” tanya Kwangmin bingung.
            “Aniyo!” Hayoung buru-buru menyangkalnya dan ia kembali tersenyum dengan paksa.
            Youngmin dan Kayoung yang baru saja tiba pun menghampiri Kwangmin.
            “Ya! Kwangmin-ah. Kenapa kau meninggalkan aku dan Youngmin. Aish! Kau tahu? Itu sangat tidak menguntungkan bagiku” kata Kayoung pura-pura kesal pada Kwangmin, dan seketika itu juga Hayoung menjauh dari Kwangmin.
            “Aku hanya bosan berangkat bersama Youngmin” balas Kwangmin bohong.
            “Ah wae?” Youngmin menanggapi ucapan dongsaeng kesayangannya.
            “Aish! Aku hanya sedang tidak ingin!” Kwangmin menegaskan hal itu dengan alasan yang ambigu.
            “Aish! Jinjja! Kau seperti tidak ingin melihatku” Youngmin pura-pura sedih.
            “Ye. Itu memang benar. Aku bosan melihatmu setiap hari setiap saat dan setiap waktu” balas Kwangmin santai.
            “Baiklah! nanti aku akan pulang sendiri dengan Kayoung” kata Youngmin.
            “Shirreo. Kau pulang saja sendiri. Aku akan pulang bersama Kwangmin-ah!” kata Kayoung pada Youngmin.
            “Ya. Kau tidak dengar. Kwangmin sedang bosan bersama kita” balas Youngmin.
            “Aniyo. Dia tidak bosan bersamaku. Dia hanya sedang bosan bersamamu”
            “Kalian berdua. Aku bosan melihat pertengkaran kalian berdua. Cobalah untuk akur sehari saja. Aku tak ingin pulang bersama kalian berdua. Aku akan pulang dengan Hayoung nanti. Arraseo!” Kwangmin menengahi pertengkaran kecil antara Youngmin dan Kayoung.
            "Mwo?” Kayoung syok.
            “Mwo?” Sehun sangat-sangat syok.
            “Wae?” Kwangmin bingung dengan respon orang-orang disekitarnya.
            “Apa kau bilang. Kau ingin pulang dengan yonsaeng kesayanganku?” tanya Sehun memastikan.
            “Nde” jawab Kwangmin singkat jelas padat.
            “Aku tak akan mengijinkan adikku pulang bersama dengan orang kutub sepertimu! Lagipula kau aneh sekali hari ini. pagi-pagi sudah menyapa Hayoungie, dan tadi kulihat kau juga berbicara banyak dengan Hayoung, dan sekarang kau mengatakan kalau nanti kau ingin pulang bersama Hayoung. Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan adikku?” Sehun menginterogasi Kwangmin.
            “Wae? Apa kau cemburu kalau Hayoung menyukai orang lain selain dirimu? Benar-benar kakak yang egois!” balas Kwangmin santai dan itu membuat orang-orang yang ada dikelas itu syok setengah mati termasuk Hayoung. Dia hanya bisa diam saat mendengar ucapan Kwangmin.
            “Apa-apaan ini? Kwangmin-ah! Apa mungkin kau memiliki hubungan dengan Oh Hayoung?” tanya Kayoung dengan kesal.
            “Belum. Tapi itu sangat mungkin” jawab Kwangmin.
            Kwangmin datang menghampiri Hayoung dan menarik tangannya keluar kelas.
            “Kau mau kemana Kwangminnie?” tanya Youngmin.
            “Aku ada urusan dengan Hayoung” balas Kwangmin.
            “Oppa. Kita mau kemana?” tanya Hayoung yang masih syok.
            “Ikut saja!”
            Sehun hanya bisa diam melihat kepergian Hayoung dan Kwangmin. Suzy pun menghampiri kekasihnya itu.
            “Sehun-ah! Tenangkan dirimu. Aku yakin Hayoungie akan baik-baik saja. Kwangmin tidak mungkin berbuat macam-macam” Suzy menenangkannya.
            “Aku tidak yakin dengan hal itu!” jawab Sehun lemah.
            “Hyung! Kwangminnie orang yang baik. Hanya saja kau selalu melihat sisi buruknya, sehingga ia begitu buruk dimatamu. Kau tenang saja. Hayoung akan baik-baik saja” kata Youngmin.
            Tiba-tiba saja Kayoung pergi meninggalkan kelas, Youngmin yang mengetahui hal itu langsung mengikutinya.
            “Kayoungie! Kau mau kemana?”
            “Apa gadis sombong itu sedang patah hati karena Kwangmin” kata Suzy sambil tersenyum miring.
            “Mungkin saja. Bukankah dia sangat menyukai Jo Kwangmin? Aish! Hayoung akan tertimpa masalah besar. Aku tahu Kayoung adalah orang yang emosional” kata Sehun.
            “Sepertinya kita bukan harus melindungi Hayoung dari Kwangmin, tapi kita harus melindungi Hayoung dari gadis itu” kata Suzy.
            “Nde. Arraseo!”
HaKwang Setting
            “Kenapa kita kesini oppa? Bukankah kau bilang kau ingin mengajariku dance setelah pulang sekolah?” tanya Hayoung penasaran saat Kwangmin membawanya keruang dance.
            “Sebenarnya hari ini kita free. Jadi kupikir aku akan mengajarimu mulai sekarang juga” balas Kwangmin.
            “Darimana kau tahu kalau hari ini free?” tanya Hayoung.
            “Para guru sedang rapat untuk wisuda anak-anak tahun ketiga. Dan itu dilaksanakan satu bulan lagi. Dalam jangka waktu itu. Aku ingin kau menunjukkan kemampuan dance yang luar biasa” kata Kwangmin menjelaskan.
            “Satu bulan? Aku tidak yakin bisa melakukannya” kata Hayoung pesimis.
            “Kau bisa. Serahkan saja semuanya padaku!” kata Kwangmin.
            “Lihat ini!” Kwangmin memutar sebuah lagu dan ia pun melakukan dance yang menurutnya mudah, tapi tidak untuk Hayoung. Menurut Hayoung itu terlalu sulit untuk pemula sepertinya.
            “Whoa! Itu keren sekali oppa. Aku ingin melakukannya!” kata Hayoung dengan semangat.
            “Kemarilah! Aku akan mengajarimu!”
            Hayoung datang menghampiri Kwangmin dan Kwangmin pun mulai mengajari Hayoung dimulai dari dance yang paling mudah dahulu. Ia membenarkan bagaimana posisi tubuh, kaki, dan tangan Hayoung dengan benar dan akhirnya setelah satu jam Hayoung mulai bisa melakukannya sendiri.
            “Oppa. Aku bisa melakukannya! Whoa! Aku senang sekali!” kata Hayoung sambil berputar-putar. Kwangmin hanya membalasnya dengan senyuman. Tapi tiba-tiba saja kakinya salah melangkah dan,
            “Aaaaa. . . !”
            “Hayoung-ah hati-hati!” seru Kwangmin, ia pun menghampiri Hayoung,
BRUUKK. Tapi ia sudah terlambat. Hayoung sudah jatuh terlebih dahulu sebelum Kwangmin datang padanya.
“Akkhh. . . !” Hayoung kesakitan.
“Gwenchana?” Kwangmin terlihat khawatir, dan ia pun memegangi pergelangan kaki Hayoung dan sedikit memijitnya.
“Akkhh. Sakit!”
“Kau harus menahannya” kata Kwangmin. Hayoung hanya bisa pasrah. Kwangmin pun mulai memijit pergelangan kaki Hayoung dan,
“Arrggghhh!” Hayoung menjerit kesakitan.
“Ayo! Aku bantu berdiri!” kata Kwangmin, ia pun berdiri dan memegangi kedua tangan Hayoung. Ia mencoba membantu Hayoung berdiri.
“Akkhh!” Hayoung mencoba berdiri tapi ia terjatuh lagi. “Ini masih sakit sekali oppa. Aku tak bisa berdiri” kata Hayoung.
Kwangmin pun mengangkat tubuh Hayoung dan Hayoung pun hanya bisa terdiam dan syok. Kwangmin membawa Hayoung ke dekat dinding agar mereka bisa bersandar pada dinding tersebut.
“Lebih baik kita disini dulu. Aku tidak akan bisa hidup lama lagi jika Sehun tahu kalau adik kesayangannya mengalami kecelakaan seperti ini” kata Kwangmin.
“Mwoya! Oppa. Kau berkata seolah Sehun-oppa adalah orang yang sangat menakutkan” kata Hayoung dengan tersenyum geli.
“Wae? Bukankah itu adalah kenyataan. Sehun akan melindungimu dari bahaya apapun dan dengan cara apapun. Bukan tidak mungkin kalau dia akan membunuhku?”
“Aish! Kau terlalu berlebihan oppa” kata Hayoung. Lalu mereka saling diam. Tidak ada yang berbicara dan suasana menjadi sangat hening.
“Oh Hayoung. Aku bertanya padamu. Apa aku tampan?”
Hayoung sedikit bingung dengan pertanyaan Kwangmin. Tapi Hayoung mengakui itu, kalau Kwangmin begitu tampan.
“Kau aneh sekali oppa”
“Ya. Aku bertanya padamu. Dan kau harus menjawabnya. Aku ulangi lagi pertanyaanku. Apa aku tampan?”
“Nde” jawab Hayoung sambil tersenyum.
“Apa aku terlihat menarik?”
“Nde” Hayoung semakin tidak paham dengan pertanyaan aneh Kwangmin.
“Lalu apa kau menyukaiku?” tanya Kwangmin serius. Tiba-tiba saja Hayoung menjadi bingung dan ekspresi wajahnya pun juga telah berubah menjadi serius.
“Kalau kau diam aku anggap itu sebagai ‘IYA’” kata Kwangmin. “Lalu apa kau mau menjadi yeojachingu-ku?” tanya Kwangmin lebih serius dari sebelumnya.
Hayoung masih diam.
“Kenapa kau tak menjawab. Jika kau hanya diam, maka aku anggap itu sebagai ‘IYA’”
“Wae oppa? Bukankah kemarin kau mengatakan kalau kau menyukai Kayoung-unnie. Tapi kenapa sekarang kau mengatakan ini padaku?” tanya Hayoung serius.
“Itu karena aku ingin melupakannya. Dan aku ingin kau membantuku melakukan itu” balas Kwangmin.
Hayoung hanya diam setelah mendengar jawaban Kwangmin. ‘Walaupun alasanmu memintaku menjadi yeojachingu-mu karena kau ingin melupakan Kayoung-unnie. Tapi suatu hari nanti aku ingin mendengar kalau kau ingin menjadikanku sebagai yeojachingu-mu karena kau mencintaiku oppa’ kata Hayoung dalam hati.
“Aku menerima permintaanmu oppa. Alasannya bukan karena aku ingin membantumu melupakan Kayoung-unnie, tapi karena aku benar-benar mencintaimu” kata Hayoung dengan tulus dan itu membuat Kwangmin menatapnya.
*__*

3 komentar:

  1. ff nya keren gk terduga jadiannya >,<

    BalasHapus
  2. next chapter-nya udah aku post eonnie.. dibaca ya

    BalasHapus
  3. ne saeng, eoni baru tau kirain eoni smpai 3 hehehe :D
    okok gomawo saeng :)

    BalasHapus